PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PASANGAN SUAMI ISTRI SAKTI


Fei Yang mengangkat tangannya dan berkata,


"Aku ingin bertemu dengan dua orang keponakan murid ku, menanyakan beberapa hal yang menyangkut perguruan kami.."


"Setelah selesai, kami akan segera tinggalkan tempat ini.."


"Ha,..ha,..ha,...! anak muda setelah sampai kemari, apalagi telah membunuh dan melukai 3 orang penjaga setia ku."


"Kamu pikir bisa pergi begitu saja dari sini.."


ucap suara itu.


Perlahan lahan dari balik hutan berjalan keluar seorang pria tampan berusia 40 an dengan seorang wanita yang sangat cantik luar biasa, dengan rambut di gulung model putri putri kerajaan Song.


Kulit wajahnya begitu putih dan halus, begitu pula dengan kedua lengannya, yang tertutup oleh kain tipis transparan.


Fei Yang sampai melongo menatapnya, di dalam pikiran Fei Yang dari sekian banyak wanita yang pernah di temuinya.


Mungkin hanya Xue Lian yang mampu menandingi kecantikan wanita tersebut.


Dan kelihatannya memang ada sedikit kemiripan, antara wajah Xue Lian dan wanita itu.


Berbeda dengan Fei Yang, Yue Feng bersikap sebaliknya, dua malah terlihat penuh waspada, sedikit bergeser melindungi Hong Yi di belakangnya.


Pandangan matanya hanya menatap tajam kearah pria berusia 40 an itu.


Dia sama sekali tidak melihat kearah wanita cantik itu.


Hong Yi sempat melirik kearah Yue Feng dan Fei Yang secara bergantian, dan dia sedikit tersenyum melihat reaksi paman gurunya.


Dia tidak berkata apa-apa, tapi jelas terlihat sorot mata kagumnya, saat menatap kearah Yue Feng.


Wanita itu tiba tiba berkata dengan suaranya yang sedingin es.


"Siapa nama kedua ponakan murid mu itu..?"


Fei Yang segera tersadar dari lamunannya dan berkata,


"Nama kedua orang itu adalah Kian Bu dan Kian Hok, aku harap sudi kiranya kakak Dewi mengijinkan ku, bertemu dan berbicara dengan mereka.."


"Tadi suami ku telah berbicara, apapun keputusannya, keputusan kami adalah sama.."


ucap Wanita itu dingin.


Pria itu menatap Fei Yang dan berkata,


"Aku akan berikan perkecualian pada mu, aku punya penawaran khusus padamu, bila kamu sanggup menahan 10 jurus dari kami berdua."


"Kamu boleh bawa kedua orang itu pergi bersama mu.."


"Urusan diantara kalian tidak ada hubungannya lagi dengan lembah ini."


"Tapi bila kamu kalah dan tidak berhasil melewati ujian kami berdua, kamu harus menggantikan posisi Ku Tu Qiu Pai menjadi penjaga di mulut gerbang sana."


"Bagaimana,..?"


Fei Yang diam sesaat berpikir, lalu berkata


"Baiklah itu cukup adil."


"Aku siap menerimanya.."


Mendengar jawaban Fei Yang pria itu tersenyum dan berkata,


"Bagus, pria sejati tahu kapan saatnya mengambil keputusan."


"Bersiaplah,.."


Yue Feng dengan sigap menarik bahu Hong Yi mundur menjauh dari arena, begitu melihat pria tampan itu hendak bergerak.


Berkat kesiagaan Yue Feng, mereka berdua berhasil menghindar dan menyelamatkan diri mereka, ketempat yang aman.


Pria dan wanita itu bergerak secara bersamaan menyerang Fei Yang dengan sepasang jari telunjuk dan tengah di acungkan kearah Fei Yang.


Meski tidak melihat ada serangan maupun terdengar desir angin melesat kearah dirinya.


Insting, naluri bertarung Fei Yang berbisik padanya, agar segera bergerak menghindar.


Dia buru buru membuang diri menghindar, begitu Fei Yang menghindar, benar saja bisikan naluri bertarung Fei Yang jadi kenyataan.


Sementara Fei Yang bergerak menghindar, kedua orang itu sambil bergandengan tangan berputar di udara.


Secara bergantian melepaskan tembakan energi tak terlihat dan tak terdengar kearah Fei Yang.


Fei Yang melompat menghindar kesana kemari, mengikuti nalurinya.


Kedua orang itu terus mendesak Fei Yang hingga kesulitan untuk membalas, menghentikan serangan mereka yang tidak ada putusnya.


Kemana pun, Fei Yang bergerak dengan kecepatan setinggi apapun, kedua orang itu tetap akan mengikutinya diatas .


Mereka seperti drone diudara yang terus berputaran di atas kepala Fei Yang dan terus menembakinya tanpa jeda.


Efek dari serangan mereka baru terlihat, saat tembakan mereka mengenai sasaran.


"BOOM,..BOOM,..BOOM,...BOOM,..!"


Fei Yang sampai bergulingan diatas tanah untuk menghindari serangan tersebut.


Dia bahkan tidak di beri kesempatan untuk membuat perisai pelindung.


"Jurus kedua,..!!"


teriak pria itu, lalu dia dan istrinya, mulai menyerang Fei Yang dengan energi yang sangat kuat.tanpa batas.


Di sini gerakan mereka melambat cuma tenaga serangan gabungan dengan sepasang telapak tangan saling tempel.


Membuat Fei Yang yang membentuk Pat Kwa merah biru menahan serangan tersebut.


Tetap terdorong mundur puluhan langkah.


Semakin lama bertarung,. Fei Yang semakin heran kedua orang ini seolah olah, sedang memainkan ilmu Penahluk Semesta.


Bedanya adalah ilmu itu ditangan mereka terasa sangat dahsyat jauh berbeda dengan yang dia pahami.


Kekuatan daya dorong itu seperti tiada habisnya terus mendorong Fei Yang.


Di saat Fei Yang sedang terdesak hebat, tiba tiba kedua orang itu berubah menjadi 8 bayangan.


Mengepungnya dari 8 penjuru mengalirkan 8 kekuatan serangan tanpa batas menekan Fei Yang dari 8 arah.


Fei Yang membentuk 8 perisai tameng Pat Kwa merah biru, untuk menahan serangan dari 8 penjuru.


Fei Yang terlihat sangat tersiksa di tekan dari 8 arah mata angin.


Dia berulang kali dari balik perisai melepaskan sepasang Naga merah biru ke 8 penjuru untuk memecah dan menerobos kepungan.


Tapi energi kekuatan tanpa batas itu terus memukul balik semua naga merah biru yang dia lepaskan.


Di saat semakin keteteran hingga keringat sebesar jagung membasahi wajahnya.


Tiba tiba pasangan suami istri itu menghentakkan sepasang kaki mereka keatas tanah dan tangan mereka menghentak keatas langit.


Terjadi getaran dahsyat dari langit dan bumi, memaksa perisai pelindung Pat Kwa merah biru mengalami retak retak hampir pecah tidak kuat menahan tekanan dan getaran yang begitu kuat dan dahsyat.


Fei Yang yang melihat bahaya besar sedang mengancamnya, di saat bersamaan dia merapalkan dua macam ilmu kitab tanpa tanding secara bersamaan.


Terlihat Sambaran petir dahsyat dari arah langit yang mengeluarkan sinar putih berkilat, menghantam 8 penjuru di mana ke 8 bayangan pengepungnya berada.


Di saat bersamaan Fei Yang menghilang bagaikan asap.


Muncul di balik awan dengan sepasang kaki berdiri diatas dua awan kecil.


Begitu Fei Yang menghilang terdengar ledakan dahsyat dari 8 penjuru.


"Duarrr,...Duarrr,...Duarrr,...Duarrr,...!'


"Duarrr,...Duarrr,...Duarrr,...Duarrr,...!'


Terlihat delapan sinar listrik di alihkan dengan pantulan perisai energi yang di ciptakan oleh ke 8 bayangan suami istri itu


Untuk dialihkan menyerang ke 8 perisai Pat Kwa merah biru, yang di ciptakan oleh Fei Yang.


Ke 8 perisai Fei Yang yang pada dasarnya sudah retak retak, kini ditambah dengan hantaman tenaga petir.


Perisai Fei Yang langsung meledak hancur berkeping-keping.