
Li Dan mengangguk cepat, lalu dia pun mulai mencoba menjalankan sesuai penjelasan Fei Yang tadi.
Perlahan tapi pasti mulai ada letupan bunga api kecil di telapak tangan Li Dan.
Tapi hanya letupan kecil, belum berhasil berubah menjadi api.
Fei Yang memperhatikan dengan sabar, membiarkan Li Dan terus mencobanya.
Setelah beberapa waktu berlalu, Li Dan belum juga mampu.
Fei Yang terpaksa mengambil posisi di belakang Li Dan.
Membantu menyalurkan tenaga bantuan, untuk melancarkan semua nadi besar kecil di seluruh tubuh Li Dan.
Setelah di bantu di buka oleh Fei Yang, aliran tenaga dalam Li Dan pun menjadi lancar dan semakin kuat.
Saat Fei Yang merasa kekuatan Li Dan sudah cukup besar dan kuat, Fei Yang pun menarik kembali kekuatan nya.
Fei Yang sengaja membiarkan Li Dan mencoba dan melatihnya sendiri.
Perlahan-lahan dari telapak tangan Li Dan mulai muncul Api kecil berwarna merah, seperti api lilin.
Setelah berhasil Li Dan mencoba merubahnya menjadi tenaga es, telapak tangan Li Dan sedikit tertutup kabut es tipis yang dingin.
Melihat hasil ini, Li Dan hampir melompat dari bersorak girang.
Tapi berhubung di sana ada Lan Yi, Li Dan menahan diri, untuk tidak melakukan hal hal yang memalukan itu.
Li Dan sambil tertawa girang berkata,
"Adik Yang aku berhasil, lihat aku berhasil, makasih adik Yang.."
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Untuk melancarkan nya, kak Li Dan bisa berlatih bersama dan meminta petunjuk dari kak Lan Yi."
"Sekarang aku akan langsung tunjukkan 3 jurus pedang Naga es dan Phoenix api, perhatikan baik'baik.."
"Jurus pertama Naga es dan Phoenix Api membelah gunung..!!"
teriak Fei Yang.
Lalu dia mulai memainkan pedang berpasangan nya, muncul seekor naga es melesat keluar dari pedang biru ke udara.
kemudian di susul dengan Phoenix api melesat keluar dari pedang merah menerjang kearah udara.
Masing masing bayangan itu mengeluarkan suara raungan dan lengkingan menggetarkan udara.
Dari atas ketinggian kedua kekuatan itu turun menghantam kearah tembok pagar istana, hingga meledak hancur berkeping-keping.
Li Dan dan Lan Yi menatap dengan terbelalak kaget, melihat kekuatan jurus pertama itu.
"Jurus kedua Naga es dan Phoenix Api membelah laut..!!"
teriak Fei Yang.
Setelah pengalaman jurus pertama tadi, Fei Yang tidak lagi mengerahkan kekuatan nya, dia hanya memainkan jurus kosong tanpa tenaga.
Tapi tetap saja angin tebasan pedang biru membekukan apapun yang di lewatinya, sedangkan pedang merah membakar semua yang di lewati nya.
"Jurus ketiga, Naga es dan Phoenix Api mengacaukan langit dan bumi..!!"
teriak Fei Yang.
Saat Fei Yang memainkan jurus ketiga, sinar merah berputaran di udara, sinar biru perputaran diatas tanah.
Sinar merah membakar semua yang di lewatinya di udara.
Sinar biru membekukan apapun yang di lewati nya di atas permukaan tanah.
"Untuk jurus ke 2 dan ke 3 aku sengaja tidak menggunakan kekuatan energi."
ucap Fei Yang setelah selesai memainkan ke 3 jurus itu.
"Hal ini ku lakukan agar tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan sekitar kita.."
ucap Fei Yang sambil tersenyum tidak enak hati melihat kearah tembok.
"Kak Li Dan, maaf jadi merepotkan mu untuk mengurusnya.."
ucap Fei Yang sambil tersenyum tidak enak..
ucap Li Dan cepat.
Fei Yang mengangguk, dia kemudian melanjutkan berkata,
"Bagaimana kalian bisa mengikuti ke 3 jurus tadi..?"
"Kami akan mencobanya,.."
ucap Li Dan dan Lan Yi kompak.
Kedua orang itu kembali saling pandang, kemudian sama sama tertawa.
Li Dan dan Lan Yi masing masing mulai bergerak, mempraktekkan ke 3 jurus, yang di tunjukkan oleh Fei Yang kepada mereka.
Kedua orang itu memainkan ke 3 jurus itu dengan penuh semangat.
Fei Yang mengamati sambil memberi petunjuk, bila terjadi kesalahan.
Fei Yang juga beberapa kali memberikan contoh kepada kedua orang itu, sambil memberikan penjelasan..
Setelah melihat kedua orang itu, sudah cukup berhasil menguasai gerakan ke 3 jurus pedang yang dia ajarkan.
Fei Yang pun akhirnya berkata,
"Kakak Li Dan dan kakak Lan Yi, kurasa penguasaan gerakan kalian sudah cukup baik.."
",Kini yang perlu hanya tinggal perbanyak latihan saja.."
'Kita cukupkan sampai di sini saja dulu,.. kakak berdua berlatihlah dengan baik."
"Aku harus segera berangkat ke perbatasan barat, untuk menghadapi dan melumpuhkan Agoda.."
Li Dan dan Lan Yi menganggukkan kepala mereka dan berkata,
"Baiklah,.. terimakasih banyak adik Yang. kami akan berlatih dengan giat.."
"Agar kami tidak mengecewakan harapan adik Yang ke kami.."
"Adik Yang sendiri harus berhati-hati, selamat jalan,.. semoga cepat beres, cepat kembali.."
ucap Li Dan sambil menepuk pundak Fei Yang.
Fei Yang mengangguk, lalu dia pun melesat ke udara sambil bersiul nyaring.
Kim Tiaw langsung muncul menyambut tubuh Fei Yang, yang mendarat ringan di punggungnya.
Fei Yang dan Kim Tiaw pun terus bergerak cepat menuju kearah barat.
Setelah Fei Yang pergi, Li Dan dan Lan Yi kembali melanjutkan latihan mereka.
Lan Yi yang lebih cepat menguasai ilmu yang Fei Yang turunkan, Karena Lan Yi sudah memiliki dasar Qian Kun Im Yang Sen Kung.
Setelah berhasil, Lan Yi dengan sabar memberi petunjuk dan membantu membimbing Li Dan.
Lan Yi bahkan mengajari Li Dan tehnik menghimpun tenaga Qian Kun Im Yang Sen Kung dan tehnik Meniti di atas daun.
Kedua ilmu itu adalah termasuk tehnik tingkat tinggi, baik dalam menghimpun kekuatan tenaga dalam, maupun dalam tehnik ilmu meringankan tubuh.
Di bawah bimbingan Lan Yi, kemampuan Li Dan berkembang pesat.
Meski terlihat seperti sedang mengulangi masa lalu, di mana dia dengan setulus hati melatih Mu Rong Fu, hingga berhasil menguasai hampir seluruh kemampuannya.
Tapi terhadap mereka berdua Lan Yi menaruh harapan yang berbeda.
Terhadap Mu Rong Fu, Lan Yi berharap dengan menyenangkan hati Mu Rong Fu,.dia bisa menutupi perasaan minder, karena dirinya sudah tidak suci lagi, saat dirinya menjadi istri tanpa status Mu Rong Fu.
Sedangkan terhadap Li Dan, Lan Yi tidak berani menaruh harapan apapun.
Meski sebagai seorang wanita, dia sebenarnya sangat menginginkan dirinya di cintai dan di sayangi, dengan setulus hati oleh pria yang dia sukai dan cintai, layaknya wanita wanita pada umumnya.
Tapi Lan Yi terpaksa membuang dan memendamnya jauh jauh perasaan tersebut terhadap Li Dan.
Hari hari berlalu dengan sangat cepat, hubungan Lan Yi dan Li Dan semakin lama semakin akrab.
Intensitas pertemuan mereka yang terjadi hampir tiap hari, di mana mereka juga selalu berlatih bersama.
Hal ini membuat perasaan di antara keduanya juga bertumbuh kembang dengan pesat.
Semakin hari Li Dan semakin kagum, dan perasaan cintanya terhadap Lan Yi semakin besar.