PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENYUSURI PINGGIRAN SUNGAI KUNING


Fei Yang menatap Yue Feng dengan penuh simpati, dia pernah mendengar nama besar Yue Fei dari cerita perdana menteri Li Cing.


Dia bahkan pernah menunggu bantuan Yue Fei di dalam strateginya menghadapi Liao.


Sayangnya semua berjalan di luar prediksi, Yue Fei tak pernah bisa datang membantu, karena sudah di eksekusi oleh pihak kerajaan Song.


Melihat keadaan Yue Feng yang nasibnya sedikit mirip dengan nasibnya sendiri.


Di.mana semua saudara seperguruannya juga habis di bantai oleh musuh, rasa simpati Fei Yang terhadap Yue Feng pun semakin bertambah besar.


"Kakak Feng, . lalu di mana paman Zhang Han yang


menyelamatkanmu ? mengapa aku tidak melihatnya bersama mu ?"


tanya Fei Yang sambil menatap Yue Feng dengan tatapan penuh rasa simpati.


Yue Feng menghela nafas sedih dan berkata,


"Saat berusaha meloloskan ku keluar dari kota Kai Feng, kami ketahuan oleh penjaga pintu gerbang.."


"Paman Zhang Han mendorongku keluar dari pintu gerbang samping, lalu dia menutup pintu dan menahannya di sana..."


"Paman Zhang Han telah gugur , dia menukar nyawanya dengan keselamatan ku.."


ucap Yue Feng sambil menghapus dua air bening di sudut matanya.


Setelah itu dia pun menengadah keatas menghirup nafas kuat kuat dan membuangnya berulang kali.


"Hahh,..!! sudahlah yang lalu biarlah berlalu, biarkan pergi terbawa angin semuanya.."


""Saat ini yang terpenting hidup dengan baik, penuh kegembiraan.."


"Sehingga tidak mengecewakan pengharapan mereka, yang telah berkorban demi keselamatan ku.."


Setelah berkata, Yue Feng memaksakan dirinya untuk tersenyum lebar, dimana lebih terlihat seperti orang meringis ketimbang tersenyum.


Kemudian tanpa banyak bicara,.dia makan ikan panggangan nya yang masih panas dengan lahap.


Fei Yang dan Hong Yi hanya bisa menghela nafas panjang dan menatapnya dengan penuh simpati.


Mereka berdua sama sama berpikir ternyata setiap orang memiliki kesulitan dan kesedihannya sendiri sendiri.


Orang luar tidak akan pernah tahu dan mengerti, hanya mereka yang pernah kehilangan lah yang baru mengerti perasaan seperti ini.


Tidak pernah memiliki maka kamu tidak akan pernah merasakan kehilangan, begitu pula sebaliknya.


Yue Feng setelah menghabiskan satu ekor ikan, dia baru berkata..


"Adik Yang sendiri dari mana mau kemana ?"


Mulutnya bertanya ke Fei Yang, tapi matanya diam diam melirik kearah Hong Yi.


Sebenarnya Yue Feng tertarik dan ingin tahu lebih jauh tentang Hong Yi, tapi takut terjadi salah faham, Yue Feng pun hanya bisa bertanya ke Fei Yang.


Fei Yang yang tidak mengerti jalan pikiran Yue Feng diapun menjawab apa adanya.


"Aku aslinya orang Xi Xia,.lahir di Xi Xia, secara kebetulan karena berjodoh dengan Xu San, aku pun mewarisi sedikit ilmu Xu San.."


Melihat Fei Yang hanya menjawab tentang dirinya, tidak ada niatan bercerita tentang Hong Yi.


Sambil menghela nafas sedikit kecewa Yue Feng pun berkata,


"Lalu selanjutnya adik Yang ingin pergi kemana ?"


Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,


"Kami sedang menyusuri jejak jejak orang orang Hei Mo Pang yang merupakan musuh kami.."


"Tapi kami tidak tahu jejak mereka, sehingga hanya bisa terus menyusuri pinggiran sungai Huang He dari arah Utara hingga selatan.."


"Kakak Feng, kulihat ilmu bela diri kakak cukup bagus, kakak belajar dari siapa ?'


tanya Fei Yang sambil menatap Yue Feng.


"Kakek ku yang mengajari ku langsung, itu hanya ilmu warisan keluarga kami saja.."


"Tentu masih jauh bila di bandingkan dengan ilmu dewa adik Yang dan,.. Nona Dewi.."


ucap Yue Feng sedikit meragu karena tidak tahu nama Hong Yi.


"Nama ku Ye Hong Yi,.bukan nona Dewi..."


jawab Ye Hong Yi ketus.


"Maaf nona Hong Yi,.."


Fei Yang tersenyum kemudian berkata,


"Kakak Feng sendiri selanjutnya ingin kemana ?"


Yue Feng menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku juga tidak tahu selanjutnya akan kemana, kemungkinan hanya bisa membiarkan kedua kaki ku membawa ku kemanapun dia suka.."


"Kakak Feng perjalanan kami berdua penuh resiko dan mara bahaya, tapi bila kakak Feng tidak takut resiko, kita bisa menempuh perjalanan bersama.."


"Tambah satu orang tambah satu tenaga, kita bisa saling menjaga.."


"Selain itu perjalanan akan lebih menyenangkan dan tidak terlalu terasa sepi dan membosankan.."


Mendengar ajakan Fei Yang, Yue Feng langsung tersenyum penuh semangat.


Dia segera maju merangkul Fei Yang dengan gembira dan berkata,


"Terimakasih adik Yang,... terimakasih,.. banyak atas tawaran ini.."


"Bila kita bisa melakukan perjalanan bersama, tentu saja, itu adalah hal yang sangat menggembirakan bagi ku."


"Mengenai resiko, aku tidak takut resiko, karena kemanapun aku pergi saat ini, semua juga penuh resiko.."


Tapi sesaat kemudian Yue Feng menoleh kearah Hong Yi yang diam tertunduk, dengan takut takut dia berkata,


"Nona Hong Yi bagaimana menurut pendapat mu,?"


"Apa nona Hong Yi punya keberatan, bila aku ikut dalam perjalanan kalian..?"


Hong Yi tanpa mengangkat kepalanya, dia berkata singkat,


"Asal paman guru setuju, aku pun tidak ada pendapat.."


Mendengar jawaban Hong Yi, ingin rasanya Yue Feng bangun melompat lompat kegirangan.


Tapi demi menjaga imagenya di depan Hong Yi, agar tidak terlihat kekanak Kanakan dia terpaksa harus menahannya.


Dia hanya tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya, memberi hormat kearah Hong Yi dan berkata,


"Terima kasih banyak nona Hong Yi.."


Hong Yi hanya mengangguk kecil,.menanggapi kegembiraan Yue Feng.


"Adik Yang, bagaimana bila kita lanjutkan perjalanan sekarang.?"


ucap Yue Feng sambil menatap kearah Fei Yang.


Fei Yang mengangguk kemudian bangun berdiri dan berkata,


"Kakak Feng terus terang saja, kami berdua tidak mengenal jalan."


"Kami berdua tidak tahu, bila mengambil tepi sungai ini kira kira akan tiba di mana nantinya ?"


Yue Feng tersenyum lebar dan berkata,


"Kalau soal itu, adik Yang boleh tenang."


"Paman Zhang Han ada berikan peta ini pada ku, kita saat ini posisinya disini.."


"Menurut peta ini, bila kita terus berjalan menuju selatan menyusuri tepi sungai ini, kita akan tiba di desa nelayan penyu kuning.."


ucap Yue Feng sambil sibuk menunjuk nunjuk peta di tangan nya buat di lihat bersama sama dengan Hong Yi dan Fei Yang.


Ini adalah kali pertamanya, Yue Feng begitu dekat dengan Hong Yi, wangi khas yang keluar dari rambut dan tubuh Hong Yi.


Membuat jantung Yue Feng berdetak extra cepat dari biasanya.


Fei Yang dan Hong Yi mengangguk mengerti.


"Ayo kita berangkat sekarang."


ucap Fei Yang.


Tak lama kemudian ketiga orang itu pun mulai bergerak menyusuri tepi sungai Huang He, yang di kelilingi hutan lebat di pinggiran nya.


Mereka bertiga terpaksa membuka jalan dengan menebas rumput liar yang menghalangi perjalanan mereka.