
"Kakak..!"
teriak Nan Thian kaget, ingin mendekat.
Tapi pergerakan nya tertahan oleh seekor Kirin api dan es melesat menerjang kearah nya.
"Menjauhlah kamu darinya..!'
"Kamu membunuh kakak mu sendiri..!"
"Aku membenci mu..!"
Bentak ibu Nan Thian yang muncul memeluk kakaknya.
Sambil menggunakan pedang Kirin api di tebaskan kearah Nan Thian dengan jurus Tarian pedang Naga es dan Phoenix api membelah gunung.
Nan Thian terpaksa menghentikan langkahnya, kemudian dengan ringan dia mencondongkan tubuhnya kebelakang.
Hingga punggungnya hampir menempel di atas tanah.
Sehingga serangan itu berhasil dia hindarkan.
Nan Thian menepuk pelan lantai dengan kedua tangannya.
Tubuhnya kembali ke posisi semula.
"Ibu dengarkan penjelasan ku,..!"
"Aku tidak memulai nya, kakak yang memulainya duluan..!"
"Aku sudah memintanya untuk berhenti menyerang, tapi dia berkeras..!"
"Aku hanya membela diri ibu..!"
ucap Nan Thian berusaha menjelaskan dengan wajah pucat dan tubuh gemetaran.
"Tidak,..! kamu iri dengannya, karena dia lebih segala gala nya dari mu..!"
"Ibu membenci mu, ibu menyesal mengapa bisa melahirkan anak keji dan tidak berbakti seperti mu..!"
"Hu..hu..hu..hu..!"
ucap Hong Yi marah dengan airmata bercucuran.
Akhirnya dia memeluk tubuh Yue Lin yang diam tidak bergerak sambil menangis sedih.
"Ibu maafkan Thian Er, Thian Er benar benar tidak bermaksud.."
"Ibu harus percaya dengan Thian Er..."
"Thian Er menyayangi kalian, mana mungkin.."
"Kalian adalah keluarga Thian Er.."
ucap Nan Thian sedih, menyesal, dan tak berdaya.
"Tidak,..! kamu bajingan keji,..anak durhaka..!"
"Aku lebih baik mati saja, daripada melihat mu..!"
teriak Hong Yi dengan airmata bercucuran.
Sesaat kemudian, saat jasad Yue Lin menghilang menjadi ribuan butir cahaya.
Dia dengan pedang Kirin api, yang terus mengeluarkan suara gerengan menggetarkan.
Menyerang Nan Thian dengan tarian pedang Naga es dan Phoenix api.
Mencecar Nan Thian habis habisan.
Nan Thian tidak berani menangkis dan melawan, dia hanya menghindar dengan ilmu 32 langkah ajaib.
Tapi ilmu itu dari Hong Yi ibunya, meski sudah diperbaiki gerakannya oleh Fei Yang di sana sini.
Tetap saja ilmu itu pergerakannya di kenali oleh Hong Yi.
Sesaat saja, tubuh Nan Thian telah penuh dengan luka gores di mana mana.
Keadaan Nan Thian di dalam alam bawah sadarnya, ternyata membawa pengaruh terhadap tubuh Nan Thian di dunia nyata.
Bajunya sobek sobek sendiri, kulitnya pecah berdarah, seperti tersayat sayat pedang.
Kim Kim yang melihatnya sangat cemas, dia ingin pergi melindungi Nan Thian, atau setidaknya membangunkannya.
Tapi dia tidak bisa melakukannya, karena Wu Ming Lau Jen, melarang dia mendekat dan menganggu Nan Thian.
"Kakak Nan bertahanlah, itu tidak nyata, itu cuma ilusi.."
"Kakak harus bertahan.."
ucap Kim Kim sambil menatap Nan Thian dengan cemas.
Di dalam alam bawah sadar kini terlihat Hong Yi sedang menusukkan pedang Kirin apinya kearah Nan Thian.
Di mana pedang yang terarah ke leher, tertahan oleh jepitan sepasang telapak tangan nya.
Nan Thian terlihat dalam posisi berbaring diatas tanah.
"Ibu ku mohon jangan begini.."
ucap Nan Thian dengan nada sedih.
Hong Yi pedangnya tertahan di sana, tidak bisa maju juga mundur.
Untuk mencoba mendorong ataupun menarik pedangnya kembali.
Tapi selalu gagal, karena kesal. Dia menggunakan ujung kakinya untuk menginjak wajah Nan Thian di bawah sana.
"Ibu,..jangan,..!"
Teriak Nan Thian sambil menghindar, lalu dia melepaskan jepitan tangan nya, sekaligus mendorongnya.
Sehingga injakan kaki ibunya, sebelum sampai ke sasaran, tubuhnya sudah terlanjur terdorong mundur kebelakang.
Sehingga injakan tersebut gagal, malah Hong Yi yang terdorong terhuyung-huyung mundur.
Karena sebelah kakinya sedang terangkat keatas, posisinya tidak stabil.
"Anak Durhaka, kurang ajar, berani melawan ibu mu sendiri..!"
"Rasakan..!"
Sambil berteriak marah setelah posisinya stabil, Hong Yi melesat kedepan memberikan Tebasan Pedang Naga Es dan Phoenix Api membelah lautan.
Sesosok bayangan Naga Es dan Phoenix Api melesat menerjang Kearah Nan Thian.
Di mana Nan Thian sendiri belum sempat berdiri.
"Blaarrr...!" Blaarrr...!"
terjadi dua ledakan beruntun hingga tanah tempat Nan Thian berada berlubang.
Tapi Nan Thian tidak terlihat ada di dalam lubang, Karena sebelum serangan itu tiba.
Nan Thian sudah melenting keatas, menghindari dua cahaya biru merah, yang melesat mengarah pada dirinya.
"Ibu jangan begini,.."
ucap Nan Thian putus asa.
Tapi Hong Yi tidak perduli dengan teriakan Nan Thian, dia terus menambah kekuatan daya serang nya.
Semakin lama semakin ganas, sebuah Tebasan Pedang yang datang dari arah bawah membelah tanah dan datang dari atas membelah langit.
Menerjang deras kearah Nan Thian, saking cepatnya pergerakan tersebut, Naga es dan Phoenix Api, hanya terlihat seperti dua berkas cahaya biru merah.
Menerjang cepat kearah Nan Thian, melihat datangnya serangan tersebut.
Nan Thian tidak lagi mundur ataupun menghindar.
Dia membentuk perisai panca warna dan berteriak,
"Siapa kamu..!? tunjukkan dirimu, kamu bukan ibu ku..!!!"
"Ibu ku tidak mampu memainkan jurus keempat ini..!!"
bentak Nan Thian marah.
Hong Yi tidak menjawab, dia malah meningkatkan ke jurus ke lima 5 ekor Naga es dan Phoenix Api meliuk liuk menghancurkan semua yang dilewatinya.
Bergerak menyusul menyerang kearah Nan Thian.
"Blaaaarrr..! Blaaaarrr.! Blaaaarrr..!"
"Blaaaarrr..! Blaaaarrr.! Blaaaarrr..!"
Semua serangan itu tertahan oleh perisai panca warna Nan Thian.
"Hiaaahh...!"
Nan Thian mengeluarkan suara bentakan keras menggetarkan.
Seekor Naga emas raksasa meluncur menghancurkan serangan Hong Yi lalu melesat mengejar kearah Hong Yi.
Tai sebelum serangan Nan Thian tiba di sasaran, Hong Yi menghilang.
Kini yang muncul adalah Yue Feng ayah Nan Thian.
"Thian Er apa kamu mau bunuh ayah ibu mu sendiri..?!"
bentak Yue Feng, yang seluruh tubuhnya di lindungi oleh 9 bola matahari kecil yang berputaran di sekitarnya.
"Blaaaarrr..!"
Terjadi ledakan dahsyat saat Naga Emas yang di lepaskan oleh Nan Thian tertahan oleh energi pelindung 9 matahari Yue Feng.
Nan Thian tersenyum dingin dan berkata,
"Kalian bukan ayah ibu ku,! ayah ibu ku juga kakak ku tidak akan pernah bersikap begini pada ku..!"
"Mereka sangat mencintai dan menyayangi ku, mereka bahkan rela mati untuk ku..!"
"Tidak mungkin akan menyerang ku dengan jurus jurus mematikan seperti sekarang ini..!"
"Aku kini tahu siapa kamu,!? kamulah iblis hati ku..!"
"Ayo tunjukkan wujud asli mu, Tak.perlu menyamar lagi..!"
ucap Nan Thian sambil melepaskan 18 Naga Emas menerjang kearah ayahnya.
"Blaaaarrr...!"
Terjadi ledakan di udara, saat ke 18 Naga Emas, bertemu 18 Naga Hitam yang datang dari Yue Feng.
Baik Nan Thian maupun ayahnya sama sama terpental mundur kebelakang.