
"Hooowwwwrrr...!!"
Terdengar raungan keras dari dalam gua di sertai gerak langkah .
"Boommm...!"
"Baaamm..!"
"Boommm...!"
"Baaamm..!"
Seluruh tempat itu bergetar seperti di timpa batu besar yang sangat berat.
Nan Thian tanpa berayal langsung melompat keatas kepala Naga Kadal Terbang.
"Cepat tinggalkan tempat ini..!"
Naga Kadal Terbang cepat menggerakkan sayapnya kemudian melompat menjauhi tebing jurang terbang naik keatas.
"Hoooowwwrr,...!!!"
Kembali terdengar raungan yang jauh lebih dahsyat,.saat dari dalam gua.
Merangkak keluar seekor mahluk berbulu hitam lebat yang tinggi nya bahkan lebih besar dari Naga Kadal Terbang.
Saat mahluk berbulu hitam tebal itu berdiri tegak dengan kedua kakinya.
"Hoooowwwrr,...!!!"
Dia meraung dahsyat sambil memukul mukul dadanya sendiri.
"Bukkkk,..! Bukkkk,..! Bukkkk,..!"
Naga Kadal Terbang sudah terbang menjauhi bibir jurang.
Tapi mahluk itu tidak puas, dia meraih sebuah batu sebesar gajah.
Lalu dia angkat keatas kepalanya, sambil mengeluarkan raungan dahsyat.
"Hoooowwwrr,...!!!"
Mahluk berbulu hitam itu, melemparkan batu ditangannya kearah Naga Kadal Terbang.
"Wussss...!'
Batu itu melesat cepat bagaikan tembakan meriam mengejar kearah Naga Kadal Terbang yang sedang bergerak menjauh dan menanjak keatas.
"Awas Kanan mu...!"
Teriak Nan Thian kaget.
Naga Kadal Terbang langsung bergerak melakukan manuver tajam menghindar.
"Brakkkk...!"
Batu besar itu menabrak dinding tebing di hadapan Nan Thian hingga melesak kedalam.
Batu besar itu melesak hampir setengahnya kedalam dinding tebing, sehingga tertahan di sana.
Naga Kadal Terbang bahkan tidak menoleh untuk melihat, dia terus fokus terbang ke atas.
Secepatnya meninggalkan tempat itu.
Mahluk berbulu hitam yang berdiri di pinggir tebing, kembali meraung marah, sambil memukuli dadanya sendiri.
Saat melihat lontaran batu nya meleset, tidak mengenai sasaran.
Naga Kadal Terbang maupun Nan Thian kini tidak berani sembarangan beristirahat lagi.
Meski dalam perjalanan mereka kembali menemui beberapa cekungan dataran tanah datar yang cukup luas.
Nan Thian yang merasa perutnya lapar, dia terpaksa hanya bisa menahannya.
Sementara waktu tiada pilihan lain, mereka tidak akan berani cari tempat singgah lagi.
Secepatnya harus meninggalkan jurang misterius itu.
Naga Kadal Terbang terus terbang keatas dengan penuh semangat.
Gelap berganti terang berulang kali, setelah terjadi dua kali terang, akhirnya mereka keluar juga dari dalam jurang.
"Gerrrrrrrr...!"
"Ouuwww,..! Ouuwww,..! Aoooooo,..!"
Saat melihat Naga Kadal Terbang keluar dari dalam jurang, Siau Hei yang sedang berbaring tengkurap di pinggir jurang langsung bangun berdiri.
Mengeram menyalak dan mengeluarkan suara lolongan panjang.
Tapi saat melihat Nan Thian duduk bertengger di atas kepala Naga Kadal Terbang.
Siau Hei langsung menyalak gembira, sambil mengibas ngibaskan ekornya dengan penuh semangat.
Dia bahkan sesekali melompat keatas, dan berdiri dengan kedua kaki belakangnya.
Naga Kadal Terbang mendarat ringan di bibir jurang, tanpa menghiraukan Siau Hei.
Nan Thian begitu turun dari atas punggung Naga Kadal Terbang.
Dia langsung berjongkok memeluk dan mengelus ngelus rambut di leher Siau Hei yang tebal.
Siau Hei menyalak nyalak kecil, menunjukkan kegembiraannya.
Nan Thian melihat hanya ada Siau Hei, dia pun bertanya.
"Siau Hei kenapa cuma ada kamu, mana yang lainnya..?"
Dia bersiap mengantar Nan Thian pergi menemukan Siau Yen dan Siu Lian yang dia antar ke kota Huai Yin, di kaki gunung Hua San.
"Tidak usah Siau Hei, ayo kita cari Paman dan bibi kecil ku saja.."
ucap Nan Thian cepat.
Siau Hei mengangguk, dia berubah menjadi kecil lalu melompat kedalam pelukan Nan Thian.
Nan Thian sambil menggendong Siau Hei, dia terbang kembali keatas kepala Naga Kadal Terbang.
"Ayo kita berangkat, ke Yu Ni Feng, mencari kedua teman ku di sana.."
ucap Nan Thian, sambil menepuk-nepuk kepala Naga Kadal Terbang.
Naga Kadal Terbang mengerti keinginan Nan Thian.
Dia segera mengembangkan sayapnya.
Mengepak ngepakkan sayapnya dengan kuat, lalu terbang meninggalkan bibir jurang Cang Lung Lin.
Terbang kearah seberang nya, Naga Kadal Terbang terbang pelan di atas pepohonan lebat lereng gunung Yu Ni Feng.
Melakukan pencarian keberadaan Zi Zi dan Sun Er.
Setelah melakukan pencarian beberapa waktu, akhirnya dia melihat Sun er menggendong Zi Zi di punggungnya.
Sedang bergerak lincah menyusuri hutan Pinus di lereng gunung.
Nan Thian yang juga melihatnya, segera berkata,
"Merendah lah sedikit,.."
"Aku mau turun.."
Naga Kadal Terbang mengangguk, lalu dia terbang menurun kebawah.
Nan Thian melompat turun dari atas kepala Naga Kadal Terbang.
Dia mendarat ringan di atas salah satu puncak dahan, lalu bergerak turun kebawah, melayang dari satu dahan pohon, ke bagian dahan pohon yang lebih kebawah.
Hingga akhirnya mendarat turun beberapa meter di belakang Sun er.
"Paman kecil.."
Panggil Nan Thian gembira dan bersyukur kedua anak itu baik baik saja.
Sun er dan Zi Zi langsung menoleh kebelakang.
Zi Zi begitu melihat siapa yang memanggil mereka dari belakang.
Dia langsung merosot kebawah dari balik punggung Sun Er.
"Kakak tampan...!"
teriak Zi Zi penuh semangat, lalu menghambur kedalam pelukan Nan Thian.
Zi Zi langsung memeluk Nan Thian erat erat dan menangis sejadi jadinya.
Melepaskan himpitan perasaaan sedih senang dan gembira nya.
ternyata Nan Thian masih hidup.
"Kakak tampan kemana aja,..Zi Zi sangat sedih dan takut..?"
ucap Zi Zi di sela sela tangisannya.
Sun Er juga dengan gembira, berlari maju memeluk Nan Thian dan berkata,
"Syukurlah kakak baik baik saja.."
Nan Thian sambil menggendong Zi Zi, tangan lainnya membelai kepala Paman kecil nya.
"Maaf aku dan Naga Kadal Terbang terjatuh kedalam jurang, membuat kalian khawatir.."
"Tapi kini sudah bukan masalah, aku sudah menjinakkan nya.."
"Dia yang akan mengantar kita ke puncak Yu Ni Feng.."
ucap Nan Thian sambil melanjutkan langkahnya kedepan.
"Bagaimana ceritanya kak, mahluk itu bisa jadi jinak..?"
tanya Sun er penasaran.
Sambil bercerita, mereka terus melanjutkan perjalanan.
Saat mereka tiba di sebuah tempat yang agak terbuka, di sana terlihat Siau Hei dan Naga Kadal Terbang sedang menanti kedatangan mereka.
"Nah itu dia ayo.."
"Gak usah takut, dia kini sudah seperti Kim Tiaw kalian.."
"Yuk.."
ucap Nan Thian mencoba menenangkan paman dan bibi kecilnya yang terlihat sedikit tegang.
Dengan ragu ragu, Sun er ikut dengan Nan Thian melompat naik duduk diatas kepala Naga Kadal Terbang.
Sedangkan Zi Zi dia memilih meringkuk sambil melingkarkan tangannya yang kecil di leher Nan Thian.
Naga Kadal Terbang mendapatkan tepukan kode dari Nan Thian.
Dia segera mengepak ngepakkan sayapnya, lalu perlahan-lahan terbang keluar dari balik hutan dan terus terbang menuju puncak Yu Ni Feng.
Lewat petunjuk Sun er dan Zi Zi, akhirnya Naga Kadal Terbang mendarat di sebuah halaman yang luas di depan sebuah pondok sederhana.