
"Ayah ibu mereka bila berani menculik kakak Yang, berarti mereka menyadari kakak Yang tidak mampu melawan mereka.."
"Pasti telah terjadi sesuatu dengan kakak Yang, bila tidak kakek Wu dan nenek Yang juga tidak akan sebodoh itu."
"Mencari masalah buat diri sendiri.."
"Benar tidak ?"
"Bagaimana pun ceritanya, aku akan menyusul mereka ke pulau pelangi.."
ucap Xue Lian tegas.
"Biar kami temani kamu nak,.."
ucap Ayah Xue Lian, menatap putrinya dengan perasaan cemas, juga iba.
Xue Lian menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak luka ayah belum pulih, ayah dan ibu lebih baik langsung kembali ke Xu San saja."
"Bila urusan kami beres, aku dan kakak Yang nanti juga akan kembali kesana."
Ibu Xue Lian menatap putrinya dan berkata,
"Luka ayah mu cuma luka luar, kini juga hampir sembuh, kami ikut kami akan merasa lebih tenang.."
Xue Lian menatap kedua orang tua nya, ada rasa kangen, di mana sebenarnya dia belum ingin secepat ini berpisah dengan mereka.
Akhir nya dia menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Baiklah bila ayah ibu ingin ikut itu juga baik, bertambah satu orang bertambah satu tenaga.."
"Ayo kita berangkat sekarang, entah kenapa aku selalu merasa tidak tenang dan tidak nyaman dengan tempat ini.."
ucap Xue Lian terus terang.
Karena perasaan halusnya, terus meminta nya segera tinggalkan tempat ini.
Kedua orang tua Xue Lian saling pandang dan mereka berkata,
"Kamu juga merasakan nya nak, kami kira hanya perasaan kami saja.."
"Akibat terlalu lama terkurung di sini .."
ucap Kedua orang tua Xue Lian bergantian.
Xue Lian menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Entahlah, mungkin hanya perasaan ku saja."
Mereka bertiga saling pandang sejenak, kemudian mereka mulai melangkah meninggalkan pondok hutan bambu kuning.
Dengan ilmu ringan tubuh mereka yang sempurna, di tambah dengan pengetahuan formasi.
Dalam waktu singkat mereka bertiga sudah tiba di pinggir hutan bambu kuning.
"Ayah ibu kita naik Kim Tiaw saja biar cepat,.."
ucap Xue Lian kemudian bersiul memanggil Kim Tiaw nya Fei Yang.
Dahulu dia juga punya satu, jadi bukan hal sulit baginya untuk beradaptasi dengan Kim Tiaw Fei Yang.
Ibu Xue Lian juga ikut bersiul nyaring, memanggil tunggangan nya.
Tidak lama kemudian dari arah barat dari arah selatan datang dua titik kecil.
Semakin lama semakin besar, akhirnya dua ekor Kim Tiaw mendarat di tempat itu.
Sejenak kedua Kim Tiaw itu saling pandang dengan heran.
Kim Tiaw Fei Yang adalah Kim Tiaw jantan.
Sedangkan Kim Tiaw milik ibu Xue Lian adalah Kim Tiaw betina.
Kim Tiaw Fei Yang menegakkan badannya dan lehernya tinggi tinggi.
Seakan-akan ingin menunjukkan kegagahan nya, dan memamerkan sayap serta bulu bulu emasnya yang indah dan besar besar.
Kim Tiaw Ibu Xue Lian, kelihatannya juga cukup tertarik dengan Kim Tiaw Fei Yang yang terlihat besar dan gagah.
Kedua Kim Tiaw itu adalah jenis langka yang sulit di cari.
Kim Tiaw ibu Xue Lian lebih asli murni dari ras Kim Tiaw.
Sedangkan yang Fei Yang adalah.hasil asimilasi akibat pengaruh kodok emas gurun pasir.
Xue Lian melompat ke punggung Kim Tiaw Fei Yang dengan ringan, menepuk lehernya dan berkata,
"Ke arah timur laut ke pulau pelangi.'
"Hari kedepan masih panjang, dia tidak punya pasangan selain kamu."
"Jangan khawatir, dia pasti jadi milik mu nanti, ayo kita berangkat.."
bisik Xue Lian pelan.
Kim Tiaw jantan memekik penuh semangat, sepasang matanya yang tajam langsung berbinar.
Dengan mementangkan sayapnya lebar lebar, Kim Tiaw jantan langsung melesat terbang ke udara sambil memekik penuh semangat.
Kedua rajawali emas raksasa itu, terbang beriringan membelah udara bebas.
Dalam sekejap mata mereka telah berubah menjadi dua titik kecil meninggalkan hutan bambu kuning.
Sementara itu di dalam lembah kebahagiaan sendiri, sebulan setelah Xue Lian dan kedua orang tuanya meninggalkan lembah tersebut.
Tepatnya di dasar danau, tempat kediaman Wu Hui Lao Jen.
Di sebuah istana dasar danau, yang di selimuti formasi kubah pelindung sehingga air tidak bisa masuk menembusnya.
Di dalam istana, tepatnya di kamar rahasia Wu Ming Lau Jen.
Terlihat sebuah telur raksasa setinggi 3 meter, yang terus menerus mengeluarkan cahaya merah, menerangi seluruh ruangan.
Di bagian tengah telur transparan, terlihat ada sesosok tubuh manusia sedang duduk bersila di balik cangkang telur itu.
Tidak jauh dari sana melingkar seekor Naga hitam raksasa, diam tidak bergerak.
Dialah naga hitam yang pernah di hidupkan kembali oleh Fei Yang di alam rahasia puncaki Chomolungma, yang di jaga ketat oleh 9 biksu sakti.
Naga hitam terlihat melengut menyimpan kepala nya di tengah tengah lingkaran tubuhnya.
Telur bercahaya merah, terlihat mulai muncul retakan halus di cangkang tubuh telur tersebut.
Seiring dengan cahaya merah yang semakin lama semakin pekat memenuhi seluruh ruangan
Kondisi tubuh cangkang telur merah raksasa itu, semakin lama retakan di tubuh cangkang telur tersebut juga semakin meluas.
Hingga cangkang telur tersebut mulai bergetar hebat.
Sementara itu langit di sekitar lembah kebahagiaan mulai berubah menjadi merah darah.
Terlihat kilatan petir sambar menyambar dari langit semuanya tertuju kearah tengah danau di mana istana kediaman Wu Hui.lau Jen berada.
Bumi berguncang hebat seiring dengan telur cahaya merah yang terus berguncang semakin hebat.
Begitu pula dengan langit, langit juga ikut terus berguncang dengan hebat.
Guncangan ini bahkan terasa sampai ke istana langit, di mana saat itu terlihat kaisar langit dan para dewa bawahan nya sedang mengadakan rapat.
Mereka semua langsung terlihat gelisah dan panik.
Kaisar langit terlihat menghitung hitung dengan ujung jari nya, lalu berkata,
"Dewa Er Lang kamu harus segera turun kedunia, undang lah pasangan muda mudi keturunan dewa Fusi dan Dewi Nuwa itu.."
"Bekerja sama lah dengan mereka, untuk mengatasi bencana besar, yang bisa menghancurkan 3 alam, bila tidak di tangani dengan baik."
"Siap jalankan perintah yang mulia.."
ucap Dewa Er Lang maju memberi hormat lalu menghilang dalam bentuk cahaya biru.
Setelah Dewa Er Lang pergi, kaisar Langit dengan wajah cemas menghela nafas panjang dan berkata,
"Semoga saja belum terlambat.."
Hal yang sama juga terjadi di surga tingkat kedua di mana istana San Cing Kuan berada.
Yu Se Thian Cun yang sedang duduk bersila bersama kedua saudara seperguruannya, Ling Bao Thian Cun dan Thai Sang Lao Cin.
Mereka juga di kejutkan oleh gempa tidak wajar, yang mengguncang istana mereka dengan hebat.
Wu Song yang terlihat duduk di hadapan mereka, juga terlihat mengerutkan keningnya.
Dia baru pulang dari tugasnya, sedang memberikan laporan kepada tiga maha guru besarnya.
Tidak di sangka malah timbul hal seperti ini.
Yu Se Thian Cun terlihat sedang berhitung dengan ujung jarinya, kemudian berkata,
"Yang harus datang akhirnya datang juga."
"Malapetaka bencana yang di ramalkan 10.000 tahun terjadi sekali akhirnya tiba juga.."
"Wu Song karena bencana ini terjadinya di dunia, kami tidak leluasa ikut campur.."
"Kamu pergilah wakili kami menanganinya.."
Wu Song memberi hormat dan berkata,
"Murid siap laksanakan maha guru..'
Di tempat lain di surga barat yang biasanya tenang dan indah, kini juga mengalami hal yang sama.
Buddha Sakyamuni yang sedang membeberkan Dharma kepada para muridnya.
Dia juga merasa terganggu dengan guncangan ini.
Buddha Sakyamuni menoleh kearah Dewi Kwan Im, yang duduk diatas bunga teratai .
"Murid ku, bencana 10.000 tahun sekali kelihatannya telah tiba.."
"Iblis Asura akan terlahir kembali.."
"Kamu pergilah undang dia keluar dari sarangnya."
"Kini sudah tiba saatnya, bagi dia melakukan karma baik buat keselamatan seluruh umat manusia.."