
"Naga es Phoenix api mengacaukan langit dan bumi.."
teriak Lan Yi sambil bergerak berputaran dengan sepasang belatinya.
Serangan cahaya biru yang berputaran di angkasa berhasil membuat si topeng emas terpental hingga topeng nya pecah berantakan.
Sesosok wajah seorang pria paruh baya, dengan codet memanjang di pipinya, kini terlihat dengan jelas.
Pria itu memegangi dadanya sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Dia adalah Shamoke, kepala pengawal istana sebelum Turgen, karena tertangkap basah sedang menggauli selir di istana belakang.
Posisinya di copot Oleh Li Yuan Ming dan di hukum buang ke penjara perbatasan barat.
Oleh Li Yuan Hao ,.diam diam dia di selamatkan, kemudian di suruh untuk melatih dan membentuk pasukan rahasia bertopeng iblis .
Semua pasukan bertopeng iblis di bawah kendalinya, saat Li Dan mengambil alih istana di bantu Fei Yang.
Shamoke yang indentitas dirinya dan pasukannya, tidak di ketahui orang lain, selain Li Yung dan Li Yuan Hao.
Mereka memilih bersembunyi, tidak muncul, menunggu kesempatan tiba baru muncul.
Saat menyadari Li Fei Yang yang sakti telah pergi, sedangkan Li Yuan Dan sedang membawa pasukannya pergi menyambut Raja Li Yuan Ming.
Dia pun beraksi melakukan serangan kejutan bersama 5.000 pasukan bertopeng nya.
Tanpa perlawanan berarti, dia berhasil membunuh komandan Sin dan pasukannya, kemudian menguasai tembok kota Yin Chuan dan pintu gerbang kota.
Sementara itu keempat manusia bertopeng merah biru kuning hijau.
yang terkena tebasan sinar merah yang berputaran di bawah.
Tubuh mereka berempat langsung terpental jatuh keatas tanah dalam kondisi hangus tanpa nyawa.
Lan Yi sendiri meski berhasil mengalahkan mereka, kondisi dirinya juga sedang tidak baik.
Rambutnya awut awutan,.dia terlihat berlutut dengan sebelah kaki, dan berulang kali batuk dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Wajahnya terlihat pucat seperti kertas, alisnya yang hitam indah panjang terlihat sedikit berkerut.
Sepasang tangannya yang memegang dua belati terlihat gemetaran.
Shamoke tidak perduli dengan keempat wakilnya yang tewas, sambil tersenyum licik,.dia bergerak mundur dan berteriak.
"Sekarang habisi dia,...!!"
"Cepat dia sudah habis...!!"
"Gunakan jala langit dan bumi...!!"
teriak Shamoke memberi instruksi.
Mendengar instruksi Shamoke, meski ragu, para pasukan topeng iblis, yang sangat loyal dan terlatih tersebut.
Tidak berani membantah, mereka mulai kembali mengepung Lan Yi, lalu mereka melontarkan tali yang di pasangi mata kail kearah Lan Yi.
Tali yang di pasangi kail mata pancing pun berseliweran diudara, semua terarah ke Lan Yi, yang terlihat kehabisan tenaga.
Lan Yi yang menyadari bahaya yang datang, sambil mengigit bibirnya sendiri.
Dia bergulingan menghindar, sambil bergerak menebas pergelangan kaki dan sambungan lutut para pengepungnya.
Awalnya cukup berhasil, tapi hal itu tidak bertahan lama.
Karena mulai ada satu dua tali yang berhasil melilit tubuhnya, sehingga mata kail itu mulai menancap di tubuhnya.
Membuat Lan Yi harus berdesis menahan nyeri di tubuhnya.
Airmata mulai bercucuran, karena rasa nyeri hebat yang mendera tubuhnya.
Darah mulai membasahi tubuhnya, yang terkena kaitan mata kail.
Setiap kali ada tali yang melilit tubuhnya, Lan Yi akan menjerit kecil menahan sakit.
Tapi Lan Yi masih terus berusaha mempertahankan posisinya, sambil terus bergerak menyerang kesana-kemari, menghabisi nyawa para pemegang tali itu.
"Serang dari arah bawah, lumpuhkan kaki nya,..!!"
Mengikuti instruksi Shamoke, tali mulai berseliweran membelit tubuh bagian bawah tubuh Lan Yi.
Lan Yi berusaha melompat menghindar, tapi hujan tali dari atas bawah, akhirnya membuat dirinya sulit menghindar.
Perlahan lahan kedua kakinya mulai terlilit oleh tali yang dipasangi mata kail.
Setelah tali bermata kail, melilit hampir seluruh tubuh Lan Yi, yang membuatnya terkunci tidak bisa bergerak.
Mereka mulai menarik dan mengencangkan tali, sehingga mata kail yang menancap di seluruh tubuh Lan Yi, terbenam semakin dalam menembus daging, darah mulai mengucur semakin deras, membasahi tubuhnya.
Seluruh pakaian Lan Yi yang berwarna biru, kini telah menjadi merah, bersimbah darah.
Pakaian yang menutupi tubuh Lan Yi yang mulus pun kini, sudah compang camping, banyak yang terbuka, menampilkan tubuhnya yang berkulit putih mulus, seputih salju.
Untungnya darah yang bercucuran menutupi sebagian kulit tubuhnya yang mulus, sehingga tidak terlalu kentara terlihat.
Para pasukan topeng iblis mulai berusaha menarik tubuh Lan Yi untuk di jatuhkan ke bawah.
Tapi Lan Yi masih terus berusaha melakukan perlawanan dan masih terus bertahan, meski tubuhnya jadi terseret kesana kemari.
Lan Yi sambil berusaha menahan perih di seluruh tubuhnya.
Dia bergumam sendiri,
"Li Dan,.. meski hari ini harus ku gadaikan nyawa ku, aku bersumpah,.. aku harus bukakan gerbang itu untuk mu."
Sambil menggerakkan giginya, Lan Yi tiba tiba berteriak keras,.sambil melepaskan sepasang belatinya.
Sepasang belati Lan Yi terbang bergerak sendiri berseliweran, memutuskan tali yang di pegang oleh para pengepungnya.
Tidak sampai di sana,.sepasang belati itu juga bergerak cepat mengikuti arahan pengendalian jarak jauh Lan Yi, menebas leher para pengepungnya.
Shamoke yang sedang duduk bersila, berusaha memulihkan lukanya, dia sama sekali tidak sempat bergerak menghindar, ketika sepasang belati itu menerobos kepungan dan memapas lehernya.
Kepala Shamoke jatuh menggelinding diatas tanah, dengan sepasang mata terbuka lebar, seakan-akan dirinya tidak percaya, bisa mati dengan cara seperti itu.
Setelah melihat Shamoke pimpinan mereka tewas.
Ribuan pasukan topeng iblis yang tersisa, menjadi ragu dan gentar, mereka tidak ada yang berani mendekati Lan Yi, yang berdiri bersimbah darah dan terlihat sangat mengerikan.
Begitu sepasang belati terbang kembali kedalam genggaman tangannya.
Tanpa di komando para pasukan topeng iblis itu mundur menjauhi gerbang,.satu persatu mulai melarikan diri.
Lan Yi dengan langkah gontai, sambil menyeret sisa tali yang.masih melekat di tubuhnya.
Dia menghampiri tali yang mengikat dan menahan roda untuk membuka tutup gerbang.
Dengan satu ayunan, putuslah tali pengikat tersebut.
Rakyat kota Yin Chuan yang bernyali besar, yang diam diam menonton pertempuran mengerikan itu.
Setelah melihat pasukan topeng iblis sudah pergi, mereka satu persatu segera keluar dari persembunyian mereka.
Mereka buru-buru menghampiri Lan Yi ingin membantu Lan Yi, tapi Lan Yi menolaknya dan berkata,
"Bantu saja aku buka gerbang itu, untuk menyelamatkan Jendral Li Dan dan rombongan Raja Li Yuan Ming."
Mendengar di sebutnya nama raja Li Yuan Ming, yang sangat di kagumi dan di sayangi oleh seluruh rakyat kerajaan Xi Xia.
Tanpa di minta untuk kedua kali, mereka segera membantu memutar roda untuk membuka pintu gerbang kota, secara beramai ramai.
Melihat pintu gerbang perlahan-lahan mulai terbuka, Lan Yi pun tersenyum dan bergumam kecil,
"Li Dan aku berhasil,...memenuhi janji ku.."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Lan Yi pun seluruh pandangan nya menjadi gelap.
Dia kehilangan kesadarannya, dan langsung jatuh tergeletak di samping pintu gerbang.
Tidak ada yang menyadari hal itu, karena rakyat Yin Chuan yang pemberani, semua sedang fokus membuka pintu gerbang, untuk menyelamatkan raja kesayangan mereka.