
Nan Thian yang sedang pingsan tidak sadarkan diri, tergeletak tertelungkup di atas rumput.
Antara sadar dan tidak dia mendengar suara mendengus dengus di dekat telinga nya.
Kemudian dia merasa ada benda lembut hangat dan basah menempel.di sisi wajahnya.
Jari jari tangan Nan Thian, terlihat bergerak gerak pelan.
Pelupuk mata dan bulu mata nya, juga mulai bergerak gerak.
Perlahan-lahan mata Nan Thian pun sedikit terbuka, tapi saat terkena cahaya menyilaukan yang masuk ke matanya.
Nan Thian terpaksa menutup kembali matanya, kemudian baru mencoba membuka nya lagi perlahan lahan.
Setelah mata nya sudah mulai bisa menerima cahaya yang masuk.
Nan Thian memperhatikan yang ada di hadapannya adalah sebuah hamparan hijau Padang rumput tebal.
Di dalam hati Nan Thian membatin, tempat apa ini ? apa ini alam lain,? alam setelah kematian.
Belum sempat Nan Thian berpikir banyak, dan mendapatkan jawaban atas situasi yang di hadapi nya.
Nan Thian di kagetkan dengan bunyi dengusan di dekat telinga nya.
"Hufff...!"
"Hufff...!"
"Hufff...!"
Terdengar suara mendengus, berulang-ulang di dekat sisi wajahnya.
Nan Thian mencoba untuk melirik, apa yang ada di samping wajahnya.
Begitu melihat apa yang ada di hadapannya, Nan Thian langsung terlonjak kaget.
Otomatis dia secara reflek melompat bangun, bergerak mundur menjauh dengan pantat masih menempel diatas tanah.
Saking kagetnya Nan Thian sampai lupa untuk melompat berdiri.
Dia mundur mundur menjauh dalam posisi duduk diatas rumput.
Mahluk yang mengagetkan Na Thian adalah Seekor Lung Ma ( Naga Kuda ).
Hewan legenda berwajah naga campur kuda, bertubuh kuda, tapi memilki sisik naga di sekujur tubuhnya.
Nan Thian yang kaget mundur mundur panik menjauh, saat melihat Lung Ma tidak ada tanda tanda akan menyerangnya.
Dia mencoba mengalihkan pandangannya kearah sekitarnya, ternyata di hamparan rumput hijau yang luas itu.
Lung Ma bukan hanya seekor, tapi ada puluhan ekor di sana.
Selain Lung Ma juga ada rusa rusa berbentuk aneh tanduknya panjang besar besar banyak cabang.
Tubuhnya berbulu tebal dan panjang berwarna kuning keemasan seperti bulu domba.
Nan Thian sedang berpikir keras tempat apa ini.?
batinnya dalam hati.
Nan Thian melihat temannya Naga Kadal Terbang, yang telah kehilangan kedua sayapnya, terlihat tergeletak diam di sana tidak bergerak.
Saat mendengar pekik nyaring di angkasa, Nan Thian mencoba melihat keatas.
Dia di buat bengong, seperti orang terkena hipnotis melihat dua ekor burung Feng Huang terbang melintas diatas sana.
Nan Thian baru tersadar dari lamunannya, saat burung Feng Huang itu menghilang di balik puncak tebing batu tinggi yang menjulang keangkasa.
Tebing tebing batu tinggi yang menjulang hingga menembus awan cukup banyak hampir mengelilingi seluruh pinggiran taman rumput hijau itu.
Nan Thian sekali lagi memperhatikan mahluk mahluk yang ada di sekitarnya.
Melihat mereka semua jinak jinak saja, Nan Thian pun mencoba untuk melangkah menghampiri, Naga Kadal Terbangnya yang tergeletak tidak bergerak.
Begitu melihat keadaan Naga Kadal Terbang itu, di mana terlihat sepasang matanya tertutup mulut terbuka dengan lidah terjulur keluar.
Nan Thian pun memejamkan matanya, dia merasa sedih dan menyesal Naga Kadal Terbang itu tewas karena dirinya.
Nan Thian sadar ada kemungkinan, kedua sayap' Naga Kadal Terbang, yang di potong Qi Lian Lao Koai lah, yang menyebabkan hewan tersebut tewas.
Kemungkinan tewas kehabisan darah.
Akibat keracunan makanan dan minuman yang di sediakan oleh Xue Xue.
Dia jadi begini, untuk kedua kalinya semua adalah hadiah dari Xue Xue mantan kekasih yang belum bisa dia lupakan itu.
Melalui kejadian ini, Nan Thian jadi paham bahwa jodoh dan takdirnya bersama Xue Xue sudah selesai.
Hatinya sudah sepenuhnya tawar terhadap adik seperguruan nya itu.
Kini satu hal yang menjadi pemikiran nya adalah bagaimana dengan nasib Zi Zi, Sun er dan teman temannya yang lain.
Setelah dia tidak berada di sisi mereka, tentunya juga dengan Kim Kim yang berada dalam Dan Thian nya.
Kini terlihat berubah kembali menjadi naga kecil meringkik diam tak berdaya.
Nan Thian sambil menghela nafas berjalan melintas Padang rumput luas yang ada di hadapannya.
Di kejauhan sana Nan Thian mendengar suara debur air terjun, yang kemungkinan terletak di balik hutan lebat, dimana tebing tebing batu menjulang tinggi keangkasa berada.
Nan Thian berpikir kini satu satunya yang bisa dia lakukan adalah bertahan hidup.
Mandi segar membersihkan diri, isi perut baru mencari tahu tentang tempat ini.
Melintasi hamparan rumput luas, diterpa angin sejuk, membuat Nan Thian berulang kali menghirup nafas dalam dalam menikmati ketenangan dan suasana relax yang di tawarkan oleh tempat baru tersebut.
Setelah beberapa waktu melintasi hamparan rumput luas.
Akhirnya Nan Thian tiba di sebuah hutan lebat yang terletak di pinggir hamparan rumput luas.
Nan Thian berdiri ragu sejenak,baru dia melangkah memasuki hutan tersebut.
Di dalam hutan Nan Thian berkali kali bertemu hewan hewan langka yang belum pernah dia lihat dan temui sebelumnya.
Tapi semua binatang itu terlihat jinak dan tidak saling mengganggu.
Nan Thian terus melanjutkan langkahnya melintasi hutan yang penuh dengan pohon pohon besar dan semak belukar setinggi dada itu.
Nan Thian sadar diri dengan kondisinya, jadi dia bersikap extra hati hati agar tidak menganggu dan memicu kemarahan mahluk mahluk yang tinggal di tempat itu.
Saat cahaya terang mulai terlihat di depan sana, suara debur air terjun juga semakin keras.
Nan Thian pun mempercepat langkahnya, tempat yang di tuju nya, kemungkinan besar sudah dekat.
Tapi tepat Nan Thian hampir keluar dari dalam hutan, tiba tiba dari balik rerimbunan pohon, melompat keluar seekor harimau besar seukuran kerbau dewasa.
Seluruh tubuhnya terlihat di selimuti oleh api.
Ukurannya meski termasuk spesial Nan Thian masih bisa menerima nya.
Tapi yang seluruh tubuhnya bisa mengeluarkan api yang menyambar nyambar ganas, ini adalah kali pertama pengalamannya.
Melihat harimau itu terus menatap tajam kearah nya, Nan Thian tanpa sadar .
Selangkah demi selangkah bergerak mundur menjauh.
"Grrrrrroww..!"
Harimau itu mengeluarkan suara Geraman nya yang menggetarkan seluruh tempat itu.
Hewan hewan di dalam hutan sana berlarian menyelamatkan diri menjauhi tempat itu.
Sialan kenapa harus ketemu yang beginian saat kondisi ku sedang seperti ini.
Batin Nan Thian.
Nan Thian membungkuk mengambil sepotong kayu di dekat kakinya.
Dia memutar mutar tongkat kayu itu di sekitar tubuhnya.
Bersiap siap menghadapi segala kemungkinan.
"Tiba-tiba harimau itu mulai bergerak berlarian kearahnya, lalu menyemburkan Api kearahnya.
"Mampus aku, dia bisa menyemburkan api.."
gumam Nan Thian sambil bersalto menghindari serangan.
"Wussss..!"