
"Kakek Wu kenapa anda juga bisa ada di sini ? apa yang terjadi ?"
tanya Fei Yang kaget dan sulit percaya.
Kakek itu menghela nafas sedih dan berkata,
"Sama seperti kedatangan mu kemari, aku dulu juga begitu.."
"Mungkin ini yang namanya takdir dan musibah, meski ingin menghindar juga tetap tidak bisa.."
Kakek Wu menatap Fei Yang dengan serius. dan berkata
"Anak muda aku sarankan, lebih baik segera tinggalkan tempat ini."
"Tempat ini seperti jaring laba laba raksasa masuk mudah keluar sulit.."
"Lebih baik lupakan saja niat mu...Lupakan tempat ini.."
Fei Yang tidak menghiraukan nasehat kakek di hadapannya,.dia menatap kearah kakek itu dengan penuh simpati dan berkata,
"Apakah nenek dan Fei Hsia ada di dalam sana..?"
Kakek Wu tidak menjawab, dia hanya menatap Fei Yang dengan tatapan lesu, dan menganggukkan kepalanya.
Mendapatkan jawaban kakek itu, sadarlah Fei Yang mengapa kakek sakti ini bisa ada di tempat ini.
"Bagaimana nenek dan Fei Hsia bisa ada di tempat ini..?"
tanya Fei Yang pelan.
Kakek Wu menghela nafas panjang dan berkata,
"Ceritanya panjang anak muda, semuanya sudah terjadi, waktu tidak mungkin bisa di putar kembali ."
"Lebih baik kamu segera tinggalkan tempat ini.."
ucap Kakek Wu kembali mengingatkan.
Fei Yang menggelengkan kepalanya dengan tegas dan berkata,
"Bila takdir ku harus tertahan di sini, itu berarti sudah nasib ku.."
"Aku siap untuk itu.."
"Tapi bila tidak, siapa tahu lewat aku lah, semua yang tertahan karena keterpaksaan, bisa terlepas dari tempat ini.."
ucap Fei Yang sambil tersenyum penuh percaya diri.
Kakek Wu menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah bila itu tekad mu.."
"Kelihatannya pertempuran hari ini tidak akan terhindarkan, ikutlah dengan saya kemari.."
ucap Kakek Wu sambil mengibaskan tangannya kearah udara.
Muncul sebuah portal cahaya, kakek Wu melesat kedalam sana.
Fei Yang menggandeng tangan istrinya menyusul masuk kedalam.
Di dalam sana tidak ada apa-apa, selain langit dan samudra tak bertepi.
Kakek Wu setelah melihat Fei Yang dan istrinya muncul, dia kembali berpindah ke portal cahaya berikutnya, hingga akhirnya mereka bertiga berhenti di portal lapis ke 7.
Di dalam alam dimensi lapis ke 7 sama seperti sebelumnya, di sana hanya ada laut luas di bawah dan langit biru di atas sana.
Kakek Wu melayang di atas lautan, menatap tajam kearah Fei Yang, dan berkata,
"Anak muda kita akan memulainya di sini, kalahkan aku setelah itu kamu boleh memasuki lembah kebahagiaan.."
Selesai berkata, Kakek Wu menulis coret coret di udara dengan sebatang suling Kumala di tangannya.
Setiap coretan menimbulkan angin tajam bersinar kehijauan melesat kearah Fei Yang dan Xue Lian.
Fei Yang dan Xue Lian bergerak ringan mematahkan semua serangan seolah olah sudah mengenali jurus tersebut.
Kemanapun serangan itu bergerak, akan selalu di dahului oleh Fei Yang dan Xue Lian.
Seolah olah mereka sudah menguasai jurus yang sama dengan sangat baik.
Mereka berdua juga bergerak membalasnya dengan jurus yang sama.
Hanya saja serangan kedua suami istri itu tidak berwujud dan bersuara.
Beberapa serangan yang meleset dari sasaran, menimbulkan garis ledakan di atas laut sana.
Kakek Wu sambil tersenyum, dia bergerak menghilang kesana kemari.
Terkadang memberikan tangkisan di udara kosong.
Bila ada kesempatan, dia akan kembali membuat tulisan tulisan di udara untuk menekan Fei Yang dan Xue Lian.
Huruf huruf yang awalnya sederhana semakin Lamat semakin rumit.
Setiap huruf yang rumit, akan menghasilkan daya serang yang aneh dan kuat.
Untungnya Fei Yang menguasai pengenalan tehnik dasar,sehingga tanpa terlalu banyak kesulitan, dia selalu berhasil menggagalkan jurus jurus kakek Wu.
Kakek Wu mengangguk puas,
"Anak muda kemajuan mu tidak kecil.."
Coba lihat ini, ucap Kakek Wu, kini dia mulai memainkan jurus pedang pelangi menyerang Fei Yang dan Xue Lian dari segala arah.
Tubuh kakek Wu, berubah menjadi 49 bayangan, kemudian mereka dengan kompak mendorong pedang pelanginya kedepan.
Pedang pelangi langsung bergerak mengurung Fei Yang dan Xue Lian.
Fei Yang dan Xue Lian juga membelah diri menjadi 8 bayangan, membalas menyerang dengan menunjukkan jari mereka.
Secara terus menerus tanpa henti kearah 49 pedang pelangi, yang sedang mengurung mereka ditengah tengah.
"Blaarrr,..! Blaarrr,..! Blaarrr,..!" "Blaarrr,..! Blaarrr,..! Blaarrr,..!" "Blaarrr,..! Blaarrr,..!Blaarrr,..!" "Blaarrr,..! Blaarrr,..! Blaarrr,..!"
Terjadi ledakan beruntun, saat energi jari bertemu dengan energi pedang pelangi.
Fei Yang dan Xue Lian terkejut, saat menyadari serangan mereka barusan, ternyata gagal menghentikan pergerakan pedang cahaya pelangi.
Semua energi mereka terserap habis oleh energi pedang pelangi.
Fei Yang dan Xue Lian menggantikan serangan mereka dengan energi air dan api.
Mereka melepaskan ribuan mata pedang air dan Api menyambut serangan energi pedang pelangi.
Kakek Wu sambil tersenyum mengibaskan kedua tangannya kedepan.
Pedang pelangi kini membentuk pusaran menelan energi apapun yang di lewatinya.
Melihat unsur api dan air, Fei Yang dan Xue Lian menggantinya dengan unsur kayu logam dan tanah, membentuk.mata tombak menyerang kesegala arah.
Sambil melepaskan serangan 5 unsur yang mengeluarkan cahaya putih hijau dan kuning.
Xue Lian dan Fei Yang juga menghentakkan tangan dan kaki mereka ke atas dan bawah.
Baru di susul dengan bentakan keras, untuk menghentikan serangan pedang pelangi.
Langit dan bumi menjadi terbuka, akibat hentakan kaki dan tangan
Fei Yang Xue Lian..
Dari atas langit muncul daya sedot menarik semua benda keangkasa, begitu pula dari bumi yang tanahnya merekah.
Seluruh energi pedang pelangi yang sedang mengepung Fei Yang dan Xue Lian mulai goyah.
Seperti akan tersedot keatas dan kebawah.
Di tambah dengan efek bentakan buyarlah kepungan ke 49 pedang pelangi.
Di saat serangan pedang pelangi hampir runtuh, tiba tiba kakek Wu dengan gerakan santai.
Mengibaskan kedua tangannya keatas dan bawah.
Muncul dua energi pelangi, menutupi langit dan bumi yang sedang terbuka
Hingga lubang di langit dan bumi tertutup kembali oleh cahaya pelangi yang di lepaskan oleh kakek Wu.
Setelah langit dan bumi tertutup kembali, energi pedang pelangi kembali stabil.
Kakek Wu mengatur ulang kekuatannya, kemudian menambahkan daya dorong kearah energi pedang pelangi.
Sehingga pedang pelangi kembali mengepung dan berusaha menembus pertahanan Fei Yang, Xue Lian.
Bayangan Fei Yang dan Xue Lian satu persatu mulai di hancurkan oleh tekanan energi pedang pelangi, yang semakin lama semakin kuat.
Bayangan yang hancur, energinya di manfaatkan oleh Fei Yang dan Xue Lian, untuk membentuk pertahanan formasi 8 pintu dan kekuatan 5 unsur.