PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
SEN KUNG BAO


Mereka melewati hutan rindang tempat Fei Yang dan kedua orang tua Xue Lian bertemu tanpa halangan.


Tapi saat tiba di sebuah lapangan luas di tengah hutan, di mana terlihat sebuah gapura batu.


Di depan gapura berdiri seorang pria berusia 30 an tahun, di temani oleh seekor harimau hitam yang terlihat mendekam dekat sebelah kakinya.


Pria itu berdiri di posisi tengah lingkaran Pat Kwa, mirip sebuah formasi


Dia tersenyum ramah kearah Fei Yang dan Xue Lian.


"Kemarilah jangan sungkan, aku sudah lama menunggu kalian."


"Mari kita coba main main sebentar, untuk menguji apakah kalian memang layak bertemu tuan ku.."


ucap Pria itu sopan dan ramah.


Tapi bila di perhatikan lebih seksama dan teliti, maka akan di temukan sinar mata kejam licik dan sadis di dalam sana.


Selain itu senyumnya jelas menyimpan kepalsuan hasrat hatinya.


Fei Yang dan Xue Lian saling pandang sedikit ragu, mereka khawatir terjebak dalam perangkap yang di siapkan khusus oleh Sen Kung Bao buat menyambut mereka berdua.


Melihat keraguan Fei Yang dan Xue Lian, sambil tersenyum Sen Kung Bao berkata,


"Kalian mau tunggu sampai kapan ? aku sih gak masalah.."


"Tapi kedua orang tua kalian di dalam sana ku rasa.."


ucap Sen Kung Bao sambil tersenyum mengejek sengaja tidak menyelesaikan kata-katanya.


Agar Fei Yang dan Xue Lian terpancing emosinya.


Dia dan pemilik lembah, sejak kedatangan Fei Yang dan Xue Lian yang sudah melewati 3 gerbang.


Mereka sudah mengetahui, apa yang menjadi maksud kedatangan Fei Yang dan Xue Lian.


Termakan oleh rasa khawatirnya, Xue Lian segera terbang kedalam formasi untuk menyerang Sen Kung Bao.


Fei Yang yang tidak punya banyak pilihan terpaksa ikut melayang masuk


Begitu serangan cahaya lembayung dan petir melesat menyambar kearah Sen Kung Bao.


Harimau hitam di sebelah kakinya, yang dari tadi diam melengut, seperti mengantuk.


Tiba-tiba sepasang mata nya yang mengeluarkan cahaya biru terbuka lebar.


Dia segera melesat menghadang di depan Xue Lian, sambil melepaskan aumannya.


Dari mulutnya yang terbuka terlihat sinar emas melingkar lingkar berbentuk spiral dari kecil hingga membesar dan meluas.


Menyambut serangan yang dilepaskan oleh Xue Lian.


Cahaya lembayung dan energi listrik tertahan di udara.


"Hoaaarrrrr,..!"


"Blaarrr...!"


Cahaya lembayung meledak, begitu pula sambaran listrik yang dilepaskan oleh Xue Lian.


Sementara itu cahaya emas Auman harimau hitam terus meluncur deras menabrak Xue Lian hingga terpental mundur.


Harimau hitam itu, memanfaatkan situasi Xue Lian sedang terhuyung-huyung kebelakang.


Dia langsung melesat maju menerkam dengan sepasang cakarnya, yang mengeluarkan cahaya biru.


Sebelum cakarnya tiba, dua berkas sinar biru berbentuk cakar harimau mengejar kearah Xue Lian.


Xue Lian sambil terbang mundur, dia membentuk perisai pelindung, untuk menahan serangan tersebut.


Tapi perisai pelindung Xue Lian dengan mudah di hancurkan oleh kedua cahaya biru berbentuk cakar harimau.


Cahaya biru berbentuk cakar harimau masih terus melesat mengejar Xue Lian.


Langkah mundur Xue Lian tertahan oleh pembatas tak terlihat ditepi lingkaran yang mengeluarkan listrik menyengat punggungnya.


Sebaliknya kekuatan lawan seperti nya malah meningkat beberapa kali lipat.


Selain itu dia juga tidak bisa bergerak bebas, karena pinggiran lingkaran di Pagari oleh listrik biru.


Di saat terdesak untungnya Fei Yang tiba dengan pedang 6 cahaya kebajikan yang tidak terpengaruh oleh daya tekan formasi Sen Kung Bao.


Sehingga cahaya pedang kebajikan, berhasil membelah cahaya biru, berbentuk cakar harimau.


Kemudian melesat menangkis kedua cakar harimau hitam itu.


Harimau hitam yang terpental mundur, meraung marah.


Sambil bergerak melangkah pelan memutari mangsanya setengah lingkaran, mencari ancang ancang.


Sambil mengeluarkan suara gerengan keras yang menggetarkan, dia kembali melesat menerkam kearah Fei Yang dengan kedua cakarnya yang runcing dan tajam.


Tapi terkaman nya yang secepat kilat, masih kalah cepat oleh Fei Yang yang memberikan sebuah tendangan kearah moncongnya.


Di susul dengan tendangan berulir Xue Lian yang menghantam perutnya.


Harimau hitam itu terpental bergulingan merintih kesakitan sambil sesekali mengaum penuh kemarahan.


Sen Kung Bao yang melihat hal ini segera berkata,


"Hei Bao mundurlah, kamu bukan lawan mereka.."


Hei Bao mengangguk patuh mengikuti perintah tuannya, dia segera bergerak mundur menjauhi Fei Yang.


Melihat Sen Kung Bao mulai bergerak maju kedepan.


Fei Yang memberi kode kearah Xue Lian dan berbisik,


"Buang pikiran benci marah cemas takut yang berlawan dengan kebajikan, ketenangan batin mengalahkan kejahatan.."


Xue Lian mengangguk mengerti, mereka berdua bergandengan tangan siap melepaskan jurus ke 7 dari kitab tanpa tanding.


Fei Yang tidak mau membuang waktu, dia mau segera menuntaskan Sen Kung Bao yang jelas-jelas bukan manusia baik baik.


Mereka berdua terlihat membentangkan sepasang tangan mereka, sambil melayang keatas mereka berdua terus menerus menyedot kekuatan alam semesta masuk kedalam tubuh.


Setelah merasa cukup, secara bergantian mereka berdua berteriak,


"Jurus ketujuh, Badai Pemusnah.! air membanjiri langit..! Api Pemusnah Langit,..! Es Pembeku Langit,..! Api dan Es Pemusnah Semesta,..!"


Pada saat teriakan pertama, Badai Pemusnah,..! yang di lakukan oleh Fei Yang dan Xue Lian secara bersamaan, terlihat angin bergulung-gulung muncul di langit sebagian di kendalikan oleh Fei Yang.


Sedangkan sebagian lainnya di kendalikan oleh Xue Lian.


Kumpulan angin topan yang membentuk pusaran, baik di sisi kiri maupun sisi kanan, terlihat sama kuat dan sama banyak.


Muncul dua keseimbangan pusaran badai yang tadinya berjumlah banyak.


Kemudian semua bersatu menjadi dua pusaran badai besar, dengan petir menyambar nyambar memenuhi langit.


Saat terdengar teriakan kedua oleh Xue Lian, "air membanjiri langit,!" seluruh unsur air, mulai ditarik oleh Xue Lian yang berdatangan dari arah sungai, memenuhi langit, berdampingan dengan pusaran badai.


Pada teriakan ketiga oleh Fei Yang "Api Pemusnah Langit,..!"


terlihat Fei Yang menarik api panas dari dasar perut bum,i yang berasal dari retakan tanah di luar lingkaran, melesat naik keatas, memenuhi langit berdampingan dengan pusaran badai.


Pada teriakan keempat oleh Xue Lian, "Es Pembeku Langit,!" terlihat Xue Lian membentuk badai dan air perlahan-lahan menyatu,lalu membentuk lapisan Es beku memenuhi langit.


Di saat bersamaan Fei Yang juga melakukan hal yang sama, dia menggabungkan pusaran badai dan api, hingga membentuk kobaran api yang menyala-nyala memenuhi langit.


Pada teriakan kelima yang dilakukan Fei Yang dan Xue Lian dengan kompak, "Api dan Es Pemusnah Semesta..!"


Dengan serentak baik Xue Lian maupun Fei Yang, mereka berdua secara serentak menarik kedua kekuatan dahsyat itu dari samping tubuh mereka.


Fei Yang membentuk hujan pedang api, sedangkan Xue Lian membentuk pedang es.


Pedang es dan pedang api yang datangnya bagaikan hujan, semuanya di arahkan menerjang ke arah Sen Kung Bao berada di dalam lingkaran formasi Pat Kwa nya.


Sebagai puncak serangan susulan, mereka berdua masing masing membentuk sebuah pedang api dan pedang es raksasa, menghujam ke bawah sana di tujukan sebagai tambahan serangan susulan ke Sen Kung Bao.