
Naga hitam dengan lincah menghindari tebasan sinar merah biru yang dilepaskan oleh Fei Yang.
Bila tidak terelakkan, dia akan menggunakan sepasang cakarnya yang kuat untuk menangkis.
Naga hitam sudah semakin dekat, Fei Yang tiba-tiba menghentikan serangannya.
Dia berdiri diam di tempat, sambil mengerahkan kekuatan tenaga sakti semesta nya hingga level 5.
Seluruh tubuhnya di selimuti cahaya biru merah,
"Kamu yang cari mampus,.. jangan salah kan aku.."
ucap Fei Yang pelan.
Saat Sepasang cakar Naga dan rahangnya yang terbuka lebar sudah berjarak satu meter.
Fei Yang melepaskan jurus ke 7 dari Tarian Pedang Naga Es dan Phoenix Api.
Tebasan Naga Es dan Phoenix Api pembasmi iblis.
Dua berkas cahaya merah biru yang saling melilit, melesat untuk menyambut moncong Naga Hitam yang terpentang lebar.
Naga hitam yang menangkap bahaya, dia berbelok arah, inilah yang kurang di sukai oleh Fei Yang.
Lawannya ini tubuhnya sangat luwes, seperti terbuat dari karet,.dapat melakukan gerakan belokan tajam sesuka hati.
Tubuhnya yang besar tidak menghambat pergerakan nya yang lincah dan sulit di tebak.
Tiba-tiba sambil memutar arah Naga Hitam menggunakan ekornya, memberikan serangan balasan kearah Fei Yang.
Kibasan ekor nya yang besar dan kuat, saat berbenturan dengan hawa pelindung tubuh Fei Yang.
Tubuh Fei Yang pun terpental jauh di buatnya.
Fei Yang meski terpental, tapi dia tidak mengalami luka apapun selain rasa kaget saja.
Melihat Fei Yang dalam keadaan baik-baik saja, Naga hitam kembali menerjang mengejar kearah Fei Yang dengan sepasang Cakar nya.
Fei Yang membentuk ribuan cahaya pedang merah biru di belakang tubuhnya, saat kedua pedangnya di ayunkan kedepan.
Ribuan cahaya energi pedang merah biru, melesat maju menyambut serangan sepasang cakar Naga Hitam, yang sedang bergerak untuk memberikan serangan susulan kearah Fei Yang.
Energi merah biru saat mengenai tubuh Naga hitam secara terus menerus mengeluarkan ledakan kecil, secara di sekujur tubuh Naga Hitam.
Hal ini cukup menganggu konsentrasi Naga Hitam yang sedang bergerak menyerang Fei Yang.
Saat serangan dari sepasang cakar Naga hitam tiba di lokasi Fei Yang berada.
Fei Yang sudah menghilang dari posisinya, muncul di atas kepala Naga Hitam.
Sambil berdiri di atas kepala Naga Hitam, yang berusaha menggoyang goyangkan kepalanya, untuk menjatuhkan Fei Yang.
Tapi hal ini tidak membuahkan hasil apapun, karena Fei Yang telah menempel di kepalanya Naga Hitam, bagaikan seekor kutu.
Fei Yang sudah mengerahkan tenaga level 6 hingga max, lalu dia memainkan jurus ke 6 kitab tanpa tanding, Gunung Runtuh Laut terbalik.
Dipadu dengan jurus ke 7 tarian pedang Naga Es dan Phoenix Api,
Jurus Naga Es dan Phoenix Api memusnahkan semua mahluk hidup.
Fei Yang dengan sekuat tenaga mengarahkan kedua pedangnya keatas kepala Naga Hitam.
Tapi karena Naga hitam terus menggerakkan kepalanya, tusukan itu tidak tepat sasaran, meleset dan hanya berhasil memapas dua tanduk besar di bagian kepala Naga Hitam.
Fei Yang yang tidak mau tergencet, terpaksa melayang menjauhi Naga Hitam, yang mengamuk histeris setelah dia kehilangan dua mahkota kebanggaan nya.
Bagi seekor Naga, tanduk di kepalanya adalah ibarat gading bagi seekor gajah tua.
Bila gading ataupun tanduk mereka patah, itu adalah suatu penghinaan yang lebih besar dari kematian.
Wibawa mereka didepan semua mahluk lain menjadi hilang, seiring dengan hilangnya tanduk dan gading yang mereka miliki.
Tebing yang di tabrak oleh kepala Naga Hitam langsung hancur meninggalkan sebuah garis yang cukup dalam.
Naga Hitam meraung dengan sangat marah, setelah berputar-putar di udara beberapa kali, akhirnya dia kembali melesat turun menerjang kearah Fei Yang, dengan cakar dan moncongnya yang menyemburkan api hitam yang sangat besar.
Fei Yang kini mengerahkan tenaga puncaknya yang kini sudah menembus level 8, satu tahap lebih tinggi setelah dia menyerap tenaga Api dan Es dari senjata Buddha.
Fei Yang sudah tidak memiliki jalan mundur, bila dia tidak membunuh atau melukai naga ini dengan parah.
Saat dia menggunakan pintu portal dimensi untuk kabur, yang akan kena getahnya nanti adalah kuil halilintar.
Naga Hitam ini pasti akan muncul untuk mengacau kesana.
Dia yang berbuat, dia yang harus bertanggung jawab, Fei Yang sudah memutuskan akan melawan naga hitam ini habis habisan, tidak akan membiarkannya melibatkan yang lain.
Fei Yang sudah merapalkan jurus ke 7, energi Api dan es dari langit dan bumi mengalir masuk kedalam tubuhnya, siap di lepaskan lewat satu tebasan, yang di gabungkan dengan jurus ke 10 tarian pedang Naga Es dan Phoenix Api,
Jurus Naga Es dan Phoenix Api bergabung menuju keabadian.
Begitu tebasan Fei Yang di lepaskan muncul bayangan cahaya biru merah membentuk seekor mahluk gabungan Naga Es dan Phoenix Api yang unik menerjang kearah Naga Hitam.
Benturan dahsyat terjadi di udara, menimbulkan ledakan dahsyat, yang membuat Fei Yang maupun Naga hitam sama sama terpental.
Fei Yang dalam keadaan terpental, kembali melepaskan satu tebasan lagi, menggunakan seluruh tenaga cadangan nya.
Naga hitam yang terluka parah dan sedang terpental, berusaha menahan serangan Fei Yang.
Dengan melingkarkan tubuhnya membentuk sebuah perisai perlindungan, dengan menggunakan sisik naga di punggungnya yang keras sebagai pelindung.
Serangan Fei Yang dengan tepat menghantam punggung naga hitam yang sedang meringkuk.
Naga hitam terpental tergeletak tak bergerak di atas tanah yang berlubang.
Suasana taman yang tadinya sangat indah menakjubkan, kini rusak parah akibat pertempuran dahsyat Fei Yang dan Naga Hitam.
Fei Yang dengan tertatih tatih sambil memegang dadanya, yang terasa nyeri, dia berjalan menghampiri Naga Hitam yang tergeletak dengan kondisi mengenaskan.
Sebagian tubuhnya hangus dan terus mengeluarkan asap, sebagian lagi membeku menjadi es.
Fei Yang berpikir Naga jahat dan beracun ini, bila di biarkan hidup suatu hari akan menjadi ancaman umat manusia, bila dia pulih dan turun dari puncak gunung Chomolungma untuk membalas dendam.
Jadi tiada pilihan lain, Fei Yang akan menuntaskan dengan memotong kepala nya, agar tidak ada keributan di kemudian hari.
Fei Yang berdiri di samping kepala Naga Hitam yang tergeletak lemah diatas tanah dengan nafas satu satu.
"Maaf hari ini aku terpaksa mengakhiri kehidupan mu.."
ucap Fei Yang lalu menebaskan pedang es dan apinya kearah leher Naga Hitam.
Kepala Naga Hitam pun terpisah dari tubuhnya, sesaat kemudian dari tubuh Naga Hitam.
Muncul butiran cahaya hitam yang berterbangan di udara, kemudian menyatu membentuk seorang putri cantik, yang berpakaian serba hitam.
Putri yang sangat cantik itu menatap kearah Fei Yang, sambil tersenyum lembut.