
"Tapi bila kamu jadi gendut, jangan salahkan aku,.kamu lah yang minta.."
ucap Fei Yang sambil tersenyum menggoda.
Xue Lian sambil cemberut berkata,
"Kalau aku jadi gendut dan jelek, terus kamu akan pergi cari yang lain gitu,..?"
Fei Yang sambil tersenyum menggelengkan kepalanya,
"Kamu jadi nenek Lao Lao pun aku mau pergi mencari mu, apalagi cuma gemuk.."
"Tidak bagi ku, cuma kamu di hati ku, selamanya cuma kamu.."
"Apapun bentuk mu, aku tetap akan selalu menyayangi dan mencintai mu seorang.."
"Kamu boleh percaya boleh tidak, tapi waktu pasti akan membuktikannya.."
ucap Fei Yang sambil menoel ujung hidung istrinya.
Xue Lian kembali tersenyum lebar setelah mendengar ucapan suaminya.
Dia mengulurkan tangannya menyentuh wajah suaminya dengan lembut dan berkata,
"Kakak Yang kamu harus ingat janji mu hari ini, jangan pernah sia sia kan perasaan kepercayaan ku padamu.."
Fei Yang mengangguk , dia menggamit telapak tangan Xue Lian, dan menciumi punggung telapak tangan nya sambil berkata.
"Aku berjanji pada mu sayang.."
Xue Lian tersenyum bahagia dan berkata,
"Ayo kak kita kembali ketempat latihan.."
Xue Lian mengeluarkan cermin dari dalam gelangnya di arahkan ke sinar mentari pagi.
Hingga terbentuk cahaya portal dimensi di hadapan mereka berdua.
Dengan melayang ringan, sambil menggendong Istrinya, mereka berdua pun masuk kedalam cahaya bergambar Pat Kwa itu.
Saat tiba di hadapan tempat menaruh kitab tanpa tanding, Xue Lian di bawa Fei Yang terbang menuju langit langit gua, Xue Lian memasangkan kembali batu giok putihnya.
Seketika portal dimensi kembali muncul di hadapan mereka.
Fei Yang masih sambil tetap menggendong tubuh istrinya, dia terbang masuk kedalam portal cahaya alam dimensi tersebut.
Lautan luas kembali terbentang, semua terlihat normal kembali, Fei Yang mengangguk puas, dan berkata,
"Ayo sayang kita langsung mulai dengan jurus keenam saja."
Xue Lian mengangguk, mereka berdua sambil bergandengan tangan membentuk 7 bayangan tambahan yang menempati posisi 7 mata angin.
Masing masing menyerap kekuatan alam tanpa batas sebanyak-banyaknya.
Tubuh Fei Yang dan Xue Lian berputaran naik keatas langit, membentuk suatu arus pusaran.
Ke tujuh bayangan lainnya, juga ikut melesat keatas,.menyusul Fei Yang dan Xue Lian.
Satu persatu dari ke 7 bayangan itu bergabung menjadi satu dengan tubuh Fei Yang dan Xue Lian yang sedang melayang di udara.
Setelah semua bayangan bergabung, dan mereka berdua mencapai puncak ketinggian.
Fei Yang dan Xue Lian meluncur turun berputaran seperti mengikuti jalur putaran yang dari atas melebar hingga kebawah mengerucut menjadi satu titik.
"Boooom,!"
Terlihat pancaran cahaya 6 warna melesat menghantam kearah lautan di bawah sana.
Laut menyibak, dasar lautan membentuk sebuah kawah dalam terlihat jelas.
Lahar menyembur keluar dari dasar lautan, api dan batu muncrat muncrat dari dasar kawah.
Saat air laut yang menyibak datang kembali dalam bentuk gelombang tinggi dan besar.
Seluruh dasar kawah yang sedang memuncratkan lahar kembali tertutup oleh air laut, membuat lahar lahar panas itu membeku membentuk batu batu besar.
Pusaran air laut yang besar mulai muncul memenuhi area kawah yang tercipta.
Mereka sudah terbang kembali ke udara, melayang layang bebas diatas sana sambil bergandengan tangan.
Saat laut kembali tenang, goncangan pada alam dimensi berhenti.
Bayangan Dewa Fusi dan Dewi Nuwa kembali muncul.
"Jurus ketujuh, Badai Pemusnah.! air membanjiri langit..! Api Pemusnah Langit,..! Es Pembeku Langit,..! Api dan Es Pemusnah Semesta,..!"
Pada saat teriakan pertama Badai Pemusnah,.. terlihat angin bergulung-gulung muncul di langit di kendalikan oleh Dewa Fusi sebagian, sebagian yang lainnya di kendalikan oleh Dewi Nuwa.
Jumlahnya terlihat sama banyak sama besar dan sama kuatnya.
Muncul dua keseimbangan pusaran badai yang tadinya berjumlah banyak.
Kemudian semua bersatu menjadi dua pusaran badai besar, dengan petir menyambar nyambar memenuhi langit.
Teriakan kedua, air membanjiri langit, seluruh unsur air di lautan mulai ditarik oleh Dewi Nuwa naik keatas, memenuhi langit, berdampingan dengan pusaran badai.
Pada teriakan ketiga Api Pemusnah Langit,..! terlihat Dewa Fusi yang menarik api panas dari dasar perut bumi keatas, memenuhi langit berdampingan dengan pusaran badai.
Pada teriakan keempat, Es Pembeku Langit, terlihat Dewi Nuwa membentuk badai dan air perlahan-lahan menyatu,lalu membentuk lapisan Es beku memenuhi langit.
Di saat bersamaan Dewa Fusi juga melakukan hal yang sama, dia menggabungkan pusaran badai dan api, hingga membentuk kobaran api yang menyala-nyala memenuhi langit.
Pada teriakan kelima, Api dan Es Pemusnah Semesta..!.
Dengan serentak Baik Dewi Nuwa maupun Dewa Fusi, menarik kedua kekuatan dahsyat itu dari langit.
Membentuk hujan pedang api dan es jatuh kebawah memenuhi seluruh dunia di bawah sana.
Apapun yang terkena hujan pedang es akan langsung membeku, sedangkan yang terkena hujan pedang api akan hangus terbakar.
Sebagai puncak serangan mereka berdua masing masing membentuk sebuah pedang api dan sebuah pedang es raksasa menghujam ke satu tempat.
Yang langsung menghancurkan semua yang ada di bawah sana, termasuk alam dimensi yang tercipta, hingga Fei Yang dan Xue Lian terlempar keluar dari alam dimensi yang hancur tak bersisa.
Bayangan Dewa Fusi dan Dewi Nuwa lenyap bersamaan dengan kiamatnya alam dimensi yang mereka ciptakan.
Fei Yang memeluk erat Xue Lian melindunginya dengan energi es dan api,.agar istrinya jangan terkena efek guncangan, kekuatan yang sangat mengerikan itu..
Setelah merasa kondisi mulai tenang dan stabil di mana mereka sudah kembali ke gua tempat tinggal orang tua Xue Lian.
Fei Yang membawa Xue Lian mendarat di atas tanah dan berkata,
"Sungguh jurus yang mengerikan dan memiliki kekuatan daya perusak yang bisa menghancurkan alam semesta ini.."
"Dengan kekuatan sebesar itu, kira kira di mana lokasi kedua orang tua mu dulu, beradu tanding dengan Wu Ming Lau Jen..?"
tanya Fei Yang pada Xue Lian sekaligus pada dirinya sendiri.
Xue Lian menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku tidak tahu, yang jelas pasti bukan di alam semesta ini.."
"Bila tidak dunia ini jelas tidak akan selamat dari musibah kehancuran total.."
"Selamanya akan menjadi tanah kosong tanpa penghuni lagi.."
Fei Yang menghela nafas panjang, lalu berkata,
"Sayang untuk bisa menguasai jurus itu, kamu harus meningkatkan level kekuatan tehnik pengendalian air udara dan merubahnya menjadi es yang sangat kuat.."
Xue Lian mengangguk dan berkata,
"Ya kakak Yang, memang tidak punya pilihan lain, selain meningkatkan kekuatan tersebut hingga ke puncak."
Fei Yang mengangguk dan berkata, "Inti dari jurus itu adalah, kekuatan keseimbangan."
"Keseimbangan antara hawa Im yang di wakili oleh wanita dan es."
"Sedangkan hawa Yang di wakili oleh pria dan api.'
"Kedua kekuatan itu bergabung dengan imbang akan menghasilkan daya perusak tiada Tara.."
ucap Fei Yang membuka analisanya..