
Su Bi Tao Cang tiba tiba merubah pergerakan pedang nya, yang tadinya cepat menjadi lambat dengan angin menderu-deru.
Pedang Su B Tao Cang kini membelah diri menjadi delapan, lalu bergerak mengepung Hei Chi dari delapan penjuru.
Hei Chi menjadi kelabakan dan terdesak hebat, hanya bisa main mundur dan menangkis serangan energi pedang terbang, yang bergerak mengincar 8 titik berbeda di seluruh tubuhnya.
Saking terdesaknya, saat belakang lututnya tergores pedang, Hei Chi jatuh berlutut, karena serangan yang mengincar dirinya tidak putus.
Hei Chi terpaksa membuang tubuhnya bergulingan di atas tanah, untuk menghindari serangan pedang 8 penjuru yang mengejarnya.
Di saat Hei Chi terdesak hebat, muncul sebuah Perisai diagram formasi bertulisan kuno dan mengeluarkan cahaya ungu.
Menahan serangan Su Bi Tao Cang, kemudian mendorong ke 8 energi pedang itu, hingga hancur berantakan.
Lalu diagram itu menghantam tubuh Su Bi Tao Cang, hingga terpental bagaikan layang layang putus.
Seorang kakek berjanggut putih beralis putih dan memakai jubah putih, kini berdiri menghadang di depan Hei Chi.
Dan berkata,
"Tua Bangka kembali lah ke Hua San, atau aku akan mencabut nyawa mu.."
"Omitofo, saudara Su Bi sudah kalah, tak perlu lagi anda menekannya lebih jauh.
Hari Ini biar Pingsen (panggilan biksu pada dirinya sendiri) menyambut beberapa jurus dari mu, "
ucap Khong Ti He Sang berdiri di hadapan Xuan Ming penasehat kanan Hei Mo Pang.
Kamu tidak layak,.. sebaiknya minta kakak seperguruan mu Khong Sim maju menemani mu.
"San Cai...San Cai..(Kebajikan.masih ada)"
ucap Khong Ti He Sang sabar.
"Marilah kita main main sejenak, bila aku kalah, kakak seperguruan ku pasti akan turun tangan tanpa perlu kamu minta, untuk melayani mu.."
"Ayolah..jangan ragu.."
ucap Khong Ti sambil tersenyum ramah dan memasang kuda-kuda nya.
Xuan Ming tertawa keras dan berkata,
"Ha...ha..ha...ha..."
"Dasar keras kepala cari mampus kamu, terimalah ini.."
ucap nya kemudian langsung mendorong diagram ungu, yang sama dengan diagram kuno, yang di gunakan untuk mengalahkan Su Bi Tao Cang.
Khong Ti He Sang bersikap tenang, seluruh tubuhnya di kelilingi oleh cahaya merah.
Dengan tubuh' setengah berjongkok, dia berteriak,
"Sinar Buddha menerangi Dunia..!!"
Lalu sepasang tangan nya yang membentuk mudra di dorong kedepan.
Mudra yang di bentuk sangat aneh mirip Yoga dari India, tapi yang ditekuk disini adalah jarinya.
Dua jari manis dan kelingking saling berkait ditarik kedalam telapak tangan, sedangkan kedua jari tengah di tarik kebelakang sepasang jari telunjuk, sedikit menempel dengan jari jempol.
Seberkas cahaya kemerahan berkilauan, yang memancar dari tubuhnya melesat lewat ujung jari telunjuknya.
Menyambut diagram huruf kuno yang di lepaskan oleh Xuan Ming.
Jurus yang di mainkan Khong Ti sebenarnya adalah ilmu rahasia andalan Shaolin yang sangat kuat.
Sayang nya dia belum berhasil menguasainya dengan sempurna, baru menguasai kulitnya saja, karena meditasi dan latihannya kurang sempurna.
Sekitar 800 tahun yang lalu, ilmu rahasia ini pernah mengguncang dunia persilatan, namun berhubung para guru besar jaman itu semua tewas secara misterius.
Saat bertemu dengan diagram kuno milik Xuan Ming, serangan Khong Ti hanya bisa menahannya sesaat, dan membuat diagram kuno tersebut sedikit retak.
Tapi segera pulih kembali, begitu mendapat suplai energi dari Xuan Ming.
Cahaya kemilau kemerahan berhasil ditahan dan di dorong mundur oleh diagram kuno.
Yang sedikit demi sedikit terus merangsek maju kearah Khong Ti. melihat hal ini Khong Ti mengempos semangatnya.
Mengerahkan seluruh kekuatan nya, hingga seluruh pakaian di tubuhnya, menggelembung seperti balon yang sedang di tiup.
Dengan teriakan keras Khong Ti mendorong seluruh kekuatannya, yang terhimpun kedepan lewat ujung jari nya yang membentuk mudra.
Seberkas cahaya emas berkilauan melesat kedepan menghantam diagram kuno Xuan Ming yang menimbulkan retakan jauh lebih besar.
Tapi tetap belum berhasil menghancurkan nya, Xuan Ming sambil tersenyum mengejek menarik mundur sedikit tangannya, lalu kembali di hentakan kedepan.
Perisai Diagram yang retak kembali pulih sempurna, dan bergerak lebih kuat lagi, menekan kearah Khong Ti He Sang.
Khong Ti He Sang terpental mundur puluhan meter, seluruh jubah biksu dan pakaian atasnya meledak pecah berantakan.
Meski sudah berusia 60 an tahun, tapi bentuk tubuh Khong Ti ternyata masih sangat bagus kekar dan berotot.
Khong Ti terlihat buru-buru duduk bersila memejamkan matanya, untuk mengatur pernafasan memulihkan kondisi internal tubuhnya yang terguncang.
Khong Ti He Sang tidak sempat lagi untuk membagi perhatian nya, terhadap serangan Diagram kuno yang masih tetap meluncur kearah dirinya.
Adalah Khong Sim yang kini berdiri di depan nya menghadang, dengan tubuh setengah berjongkok, membentuk mudra di kedua telapak tangannya, dan berteriak,
"Buddha menghentak jagad.."
Pola serangan nya hampir mirip, hanya kuda kudanya dan gerakan tubuhnya sedikit berbeda.
Serangan yang di hasilkan pun sangat berbeda, terjadi ledakan dahsyat di atas tanah, saat di lewati oleh lesatan cahaya keemasan, yang keluar dari jari yang membentuk mudra tersebut.
Kali ini lesatan cahaya keemasan itu berhasil meledakkan perisai Diagram kuno Xuan Ming.
Tapi Xuan Ming kini membentuk perisai diagram berwarna putih dan kembali di dorongkan untuk menghadapi serangan yang datang dari Khong Sim Fang Cang.
Sekali ini Xuan Ming kembali berhasil menekan serangan kedua dari Khong Sim, Khong Sim segera merapalkan jurus ketiganya
jarinya segera membentuk mudra, di sekeliling tubuhnya di kelilingi ribuan cahaya lentera Buddha.
Lalu lentera yang mengelilingi tubuhnya, perlahan lahan mulai bergerak beterbangan menyerang kearah Xuan Ming, yang di.lindungi oleh perisai diagram putih..
Satu persatu lentera itu melesat menghantam diagram kuno, milik Xuan Ming menimbulkan ledakan berulang ulang di tubuh diagram kuno sinar putih .
Xuan Ming kini meletakkan kedua tangannya di balik perisai, dan di dorongkan kedepan, selangkah demi selangkah Xuan Ming bergerak maju, seperti sedang mendorong sesuatu yang berat .
Ledakan dahsyat terus terjadi, tapi perisai diagram putih milik Xuan Ming masih terus maju, tidak bergeming sama sekali dengan hantaman cahaya lentera Buddha, yang di lepaskan oleh Khong Ti.
Dengan satu teriakan keras Xuan Ming berkata,
"Mati...!!"
Perisai putih bergerak maju menabrak semua lentera yang sedang melesat kearahnya, lalu perisai itu menghantam tubuh Khong Sim Fang Cang, hingga terjatuh terlentang di atas tanah.
Khong Sim Fang Cang memuntahkan darah dari mulutnya berulang ulang tidak mampu berdiri.
Perisai putih bergerak naik keatas udara berputaran di atas tubuh Khong Sim Fang Cang, yang terbaring di atas tanah.
Kemudian dengan gerakan cepat perisai putih itu menghantam ke bawah.
.