PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEMUNCULAN FEI YANG


Benturan dahsyat itu, membuat tubuh ketiga orang lhama jubah merah itu, terpental kebelakang jatuh bergulingan tumpang tindih.


Sedangkan Charvaka lhama, tubuhnya hanya terlihat sedikit bergoyang saja.


"Dote Jigme Kipu,.. bawalah semua anggota mu, pergilah dari sini..!"


"Jangan buat onar di tempat suci ini...!"


"Mari kita tempuh jalan masing-masing dengan damai dan tidak saling menganggu..!"


ucap Charvaka lhama.


Sedangkan Chudamani lhama dari awal memilih diam, dia mempercayakan semuanya pada Charvaka lhama.


Tapi ketiga orang yang di tegur itu, tidak menunjukkan sikap hormat sedikitpun, mereka malah tertawa sinis dan Dote lhama berkata,


"Kami akan bubar bila kamu serahkan 10 pusaka peninggalan Budha Sakyamuni ke kami.."


"Bila tidak jangan pernah harap kami akan pergi..!"


"Lancang kamu Dote,.. bila itu pilihan mu ayo majulah lagi..!"


ucap Charvaka lhama menahan dongkol.


Karena 10 pusaka itu adalah relic suci peninggalan sang Buddha yang harus mereka jaga dengan baik.


Meski harus kehilangan nyawa, sekalipun, pusaka itu tidak boleh di pindahkan dari kuil halilintar.


"Tak perlu emosi, pada kami bertiga yang bukan lawan mu."


"Lawan mu akan tiba, sebentar lagi tenang saja...!"


ucap Jigme sambil tertawa sinis.


Charvaka dan Chudamani saling pandang, mereka berdua yakin sebentar lagi akan muncul atasan dari ketiga orang itu.


Musuh bebuyutan mereka lhama Sangha dan Lhama Dheva.


Benar saja dari balik kerumunan yang menyibakkan diri memberi jalan kepada 8 orang yang terbagi dalam dua rombongan yang memikul dua tandu.


Diatas tandu duduk dua orang lhama jubah merah berusia 60 an tahun, mereka berdua lah yang bernama Sangha dan Dheva.


Kedua orang itu melayang ringan dari atas tandu turun di hadapan Charvaka dan Chudamani.


Di belakang Sangha dan Dheva, Xuan Ming Xuan Hei dan Ketiga tetua bendera Huang Chi, Lan Chi dan Ching Chi berdiri berjajar.


Charvaka lhama dan Chudamani lhama kini sadar kenapa Dote lhama Jigme lhama dan Kipu Lhama, terlihat begitu berani dan kurang ajar, rupanya di belakang mereka ada sederetan orang sakti.


Dari gerak gerik kelima orang yang berada di belakang Sangha dan Dheva.


Charvaka dan Chudamani bisa menebak Xuan Ming dan Xuan Hei kemampuannya tidak berada di bawah mereka.


Sedangkan 3 sisanya tidak perlu mereka khawatirkan.


Hanya saja bila saat ini bentrok dengan kondisi Kok Beng, Kok Thian dan Kok Ti yang sedang keracunan.


Keadaan mereka jelas ada di posisi yang kalah.


Belum lagi bila ketua lhama jubah merah Vipasana Kok Su ( penasehat Negara ) Xi Xia ikut hadir ini akan semakin berabe.


Karena ketua mereka sendiri, sedang melakukan meditasi tertutup, 3 hari kemudian baru bisa keluar dari ruang meditasi nya.


Hal ini membuat posisi mereka saat ini berada di titik yang lemah.


Sangha sambil tertawa keras berkata,


"Ayo Dheva tunggu apalagi,? hari ini kita harus tuntaskan kedua mahluk tua itu..!"


Lalu kedua orang itu pun melayang melepaskan pukulan mereka, yang menimbulkan angin dan petir kecil disekitar kedua telapak tangan, mereka yang terbuka lebar.


"Duarrr... Duarrr...!!!"


Terdengar ledakan dahsyat di udara saat sepasang telapak tangan Sangha dan Dheva bertemu dengan sepasang telapak tangan terbuka milik Charvaka dan Chudamani.


Tapi Sangha dan Dheva tidak perduli dengan kondisi sekitar, akibat efek benturan tenaga sakti mereka.


Kedua orang itu kembali menerjang kearah Charvaka dan Chudamani dengan kekuatan penuh mereka.


Sehingga menimbulkan gelombang ledakan yang lebih dahsyat lagi.


Sangha dan Dheva terpental mundur hingga jatuh bergulingan di atas tanah.


Sedangkan Charvaka dan Chudamani yang terlempar mundur, di sambut oleh dua batang anak panah energi ungu dan hijau, yang melesat bagaikan kilat kearah mereka.


Kedua anak panah ini di lepaskan secara diam-diam oleh Xuan Ming dan Xuan Hei, di saat Sangha lhama dan Dheva lhama sedang menyerang Charvaka lhama dan Chudamani lhama.


Hal ini sudah mereka rencanakan dengan baik.


Harusnya Charvaka lhama dan Chudamani lhama akan langsung tewas tertembus kedua panah energi yang sangat ganas itu.


Seperti kematian Malini tempo hari di pertempuran Xu San.


Charvaka lhama dan Chudamani lhama yang sedang terpental, juga tidak berdaya untuk menangkis atau pun menghindari kedua anak panah, yang datang nya begitu cepat.


Mereka berdua hanya bisa mengerahkan tenaga Vajra emas mereka, untuk melindungi diri sebisa mungkin.


Sisanya mereka hanya bisa pasrah menerima takdir mereka hari ini.


Di tempat lain Dote lhama Jigme lhama dan Kipu Lhama di bantu oleh Huang Chi Lan Chi dan Ching Chi langsung bergerak menyerang kearah Kok Beng lhama Kok Thian lhama dan Kok Ti Lhama yang sedang sibuk menetralkan racun ditubuh mereka.


Ketiga orang itu juga hanya bisa pasrah, saat pendengaran mereka menangkap ada 6 serangan dahsyat yang datang dari enam arah menuju mereka.


Kok Beng lhama tentu yang paling merasa menyesal dan bersalah.


Karena ketidak hati hati dirinya lah, yang menyeret kedua kakak seperguruan nya dalam masalah besar.


Bukan hanya itu, melihat musuh yang begitu banyak ada kemungkinan kuil dan pusaka yang mereka jaga selama ini, akan direbut oleh manusia manusia berkedok agama itu.


Ada perasaan marah kesal kecewa tapi juga tidak berdaya yang membuat Kok Beng lhama sangat tertekan.


"Adik jaga pikiran mu.."


tegur Kok Thian yang merasakan perubahan pada wajah Kok Beng lhama yang semakin hijau.


Di saat genting itu tiba-tiba datang 8 Cakra yang diselimuti es dan api menyambut serangan keenam orang itu.


Ke 6 orang itu langsung terpental saat serangan mereka berbenturan dengan ke 8 Cakra yang memiliki kekuatan sangat dahsyat.


Bahkan Huang Chi dan Lan Chi yang kurang waspada langsung tewas dengan kepala terpisah dari tubuh mereka.


Sedangkan Ching Chi berhasil meloloskan diri, meski harus kehilangan kedua trisula kesayangan nya.


Sedangkan di tempat Charvaka lhama dan Chudamani lhama kedua anak panah ungu dan hijau ketika hampir mencapai sasaran.


Tiba-tiba tertangkis oleh sepasang pedang api dan es, yang langsung membuat kedua energi ungu dan hijau hancur tak berbekas.


Baik Charvaka lhama dan Chudamani lhama kedua nya sangat terkejut dan tidak menyangka, di saat kritis ada yang datang memberikan pertolongan kepada mereka.


Begitu pula dengan Sangha lhama Dheva lhama Xuan Ming Xuan Hei, mereka di samping terkejut juga sangat marah.


Dengan kedatangan tiba tiba, orang yang menggagalkan rencana mereka.


"Siapa kamu...!!"


teriak Xuan Ming marah, sambil menunjuk seorang pemuda tanggung berusia 18 tahunan.


Pemuda itu terlihat berdiri pongah di depan hadapannya, sambil tersenyum mengejeknya.


Emosi Sangha lhama Dheva lhama Xuan Ming dan Xuan Hei hampir meledak kan ubun ubun mereka, melihat sikap pemuda itu.


Pemuda itu sambil melintangkan dua batang pedang nya didepan dada berkata,


"Xuan Ming Xuan Hei apa kalian berdua sudah lupa dengan ku..?"


"Apa kalian sudah lupa dengan dosa kalian 7 tahun yang lalu di Xu San,..!?"