PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
SOSOK MISTERIUS DARI DALAM PERUT IKAN


Dengan sigap para nelayan itu mulai memotong bagian kepala ikan paus, dengan menggunakan gergaji raksasa.


Setelah itu mereka baru mulai sibuk Membedel bagian perut ikan raksasa itu.


Begitu bagian perut terbuka, isi perut ikan paus pun tertumpah keluar semuanya.


Termasuk sesosok tubuh yang terbungkus dalam selaput tipis yang berasal dari perut ikan raksasa itu.


"Hah..ada orangnya..!"


teriak salah seorang nelayan itu kaget.


"Ya benar ada orang nya..!"


sahut yang lainnya.


"Mana,..mana...mana...?!"


teriak yang lain menyeruak maju untuk melihat.


"Minggir,..! minggir...! minggir semuanya..!"


"Jangan menghalangi,.! beri jalan..! beri jalan..!"


"Biar Tao Cu memeriksanya..!"


"Beri ruang udara,..!"


"Ayo mundur semuanya..!"


teriak beberapa pemuda membuka jalan, untuk seorang pemuda tampan yang dari wajahnya terlihat masih berusia sekitar 20 tahunan.


Tapi seluruh rambutnya yang berwarna putih kebiruan, dengan sorot matanya yang tajam dan dingin.


Membuat dia terlihat tidak lah semuda yang di tunjukkan oleh wajahnya.


Pria itu adalah majikan pulau yang di kelilingi oleh es beku,


Dialah majikan pulau es, Bing Seng (Malaikat Es ) namanya Bing Han.


Bing Han adalah salah satu dari keturunan terakhir Bing Sien, kakek penguasa pulau es, kakeknya Bing Xue Yen, istrinya Lu Sun, Sang Jendral Naga Hitam.


Terakhir hanya Bing Xue Yen yang keluar dari pulau es, setelah itu keluarga Bing benar benar menghilang dan menutup diri dari dunia persilatan.


Mereka turun temurun milih tidak lagi pernah meninggalkan pulau warisan leluhur mereka, Pulau Es.


Pulau Es adalah salah satu gugusan pulau yang terletak di wilayah lautan Utara.


Pulau ini sepanjang tahun selalu di kelilingi oleh es beku yang sangat tebal.


Sehingga seluruh tanahnya, sebagian besar merupakan hamparan es beku.


Bahkan gunung gunung tinggi besar yang mengelilingi pulau itu, adalah gunung gunung es raksasa.


Bing Han ini adalah salah satu keturunan terakhir Bing Sien yang paling berbakat.


Bahkan bakatnya melebihi Xue Yen leluhurnya yang menjadi istri Lu Sun Sang Jendral Naga Hitam.


Dalam usia 24 tahun Bing Han sudah mewarisi seluruh ilmu rahasia pulau es.


Dia bahkan berhasil menembus batas ilmu warisan leluhurnya, hingga puncak tertinggi, yang belum pernah berhasil di capai oleh leluhurnya yang menciptakan jurus jurus dahsyat khas keturunan pulau es.


Kini dalam usia nya yang sudah 45 tahun, Bing Han yang memilih hidup melajang, seluruh hidupnya hanya di curahkan untuk berlatih ilmu silat.


Dia telah mencapai titik puncak kemampuan bela diri khas pulau es.


Seandainya dia muncul di dunia persilatan tentu akan menimbulkan kegemparan dengan ilmu yang dia miliki saat ini.


Tubuh yang keluar dari perut ikan jatuh tertelungkup, dengan wajah miring, sehingga tidak terlihat jelas raut wajahnya.


Kerumunan orang yang mengelilingi tubuh, yang terbungkus selaput tipis itu, segera menyibak memberi jalan untuk dilewati oleh Bing Han.


Kerumunan orang juga otomatis melangkah mundur menjauh, memberi ruang yang lebih lega bagi Bing Han dan tubuh yang sedang tergeletak diam tidak bergerak.


Bing Han melihat sebentar sosok yang tertutup selaput tipis itu.


Lalu dia menggerakkan tangan nya dengan gerakan asal.


Seberkas cahaya biru melesat kearah sosok yang terbungkus selaput tipis itu.


Sedetik kemudian lapisan pembungkus langsung terbuka lebar.


Tapi dari bentuk tubuhnya, bisa di tebak sosok itu adalah seorang wanita.


Bing Han berjongkok memeriksa nadi di leher dan dipergelangan tangan sosok itu.


Setelah itu dengan gerakan sangat cepat, dia telah menotok tiga titik di bagian tengkuk dan kepala belakang sosok di hadapannya.


"Uhuk..uhuk..Uhuk..!"


"Hoek...! Hoekkk.! Hoeeekk....!"


Sosok itu awalnya batuk batuk, setelah itu dia jadi muntah muntah.


Muntahkan air dan cairan lendir hijau yang berbau amis.


Setelah itu dia perlahan lahan bangkit untuk duduk, menatap kearah Bing Han dan orang orang sekitarnya dengan ekspresi wajah Linglung.


Bing Han sendiri sudah.mundur menjauh sambil mengernyitkan hidungnya.


Saat dia melihat sosok yang di tolong nya itu muntah muntah.


Sosok itu di mata Bing Han terlihat sangat berantakan, rambutnya yang lengket lengket berlendir, menutupi hampir sebagian besar wajahnya.


Sehingga wajah sosok itu sama sekali tidak terlihat jelas.


Bing Han memberi kode pada 4 orang pelayan pribadinya.


"Bawa dia ke istana ku, tolong urus dengan baik.."


Selesai berpesan,Bing Han langsung membalikkan badannya, berjalan meninggalkan tempat itu.


Keempat pelayan Bing Han yang terdiri dari 4 orang gadis cantik dan masih muda muda.


Mereka segera menggunakan selimut tebal menyelimuti tubuh sosok itu.


Lalu mereka membantunya berdiri, kemudian perlahan-lahan membimbing sosok itu meninggalkan tempat tersebut.


Sosok itu dengan langkah perlahan-lahan mengikuti 4 orang pelayan muda itu menuju istana yang terletak di bagian tengah pulau.


Sosok itu sambil berjalan, dia terus mengedarkan pandangannya, untuk melihat keadaan sekitarnya, dengan tatapan wajah di penuhi kebingungan.


Saat tiba di halaman depan istana, Sosok itu memandang dengan kagum dan takjub terhadap bangunan yang berkilauan tertimpa cahaya matahari pagi.


Dari pilar hingga bangunan dan lantai, semua nya terbuat dari es.


Untuk berjalan menaiki tangga menuju bangunan istana itu.


Mereka semua harus mengenakan sepatu khusus yang ada mata pisaunya di bawah telapak kaki.


Sosok itu awalnya agak kesulitan, tapi beberapa saat kemudian, berkat ilmu ringan tubuh yang di.kuasainya, sosok itu berhasil menyesuaikan diri dengan cepat.


4 orang pelayan itu membawa sosok wanita misterius, yang diselamatkan keluar dari perut ikan raksasa, menuju sebuah ruangan yang ada kolam pemandian air panas.


Mereka membantu sosok itu membersihkan diri nya, yang penuh lendir dengan penampilan berantakan dan tidak karuan karuan.


Bau amis tubuhnya pun sangat menyengat.


Mereka harus berulang kali, membantu mencuci rambut dan membantu menggosok seluruh tubuh sosok itu hingga bersih.


Menggunakan cairan pewangi sari kelopak bunga, baru berhasil membersihkan seluruh tubuh sosok itu yang berbau amis.


Setelah sosok itu benar benar bersih, keempat pelayan itu menatap kearah sosok itu dengan tatapan mata takjub.


Ternyata sosok itu setelah mandi bersih, dia adalah seorang gadis muda yang memiliki kecantikan yang sangat luar biasa.


Kulitnya, wajahnya, bentuk tubuhnya, semua terlihat sangat sempurna.


Dia seperti seorang Dewi yang turun dari kahyangan.


Terutama sepasang matanya yang sangat indah dan menawan itu.


Siapapun yang bertatapan dengan nya akan sulit untuk tidak terpesona oleh tatapan matanya itu.


"Nona anda cantik sekali,..siapa nona sebenarnya ?"


"Mengapa nona bisa muncul dalam perut ikan besar itu..?"


tanya salah satu pelayan itu sambil menatap dengan penuh kagum kearah sosok cantik di hadapannya.