PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
RASA PENASARAN YE BU HUA


Hung Ping Chi sambil tersenyum sedih membuka kembali matanya dan berkata,


"Lalu kamu ingin aku bagaimana..?"


"Jelas jelas dia lah, yang membuat ku begini, dia masih belum bisa melupakan mu.."


"Dia iri dengan kebahagiaan kita, dia ingin menghancurkan aku, lalu keluar sebagai penolong perguruan kita.."


"Agar dia ada alasan kuat untuk kembali mendekati mu, dengan menarik simpati ayah dan kamu.."


"Dia sungguh sungguh manusia licik dan paling munafik yang aku kenal..'


Tapi kondisi ku saat ini seperti ini, aku bisa apa, ?"


"Kamu saja yang katakan, aku bisa apa..?"


"Selain merestui kalian aku bisa apa..?"


"Aku hanya seorang suami pajangan yang cacat dan tiada guna lagi.."


"Aku,..aku.. sudahlah lupakan saja, aku lelah.."


"Tolong panggilkan orang, untuk mengembalikan ku ke kamar saja.."


ucap Hung Ping Chi lesu.


Tapi Xue Xue menggelengkan kepalanya dengan kuat dan berkata,


"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkan mu.."


"Kamu bukan suami pajangan, kamu adalah suami yang sangat ku cintai dan sangat ku sayangi di dunia ini."


Sambil menghela nafas panjang penuh kesedihan, Xue Xue melanjutkan berkata,


"Baiklah demi cinta kita, demi buah hati kita, agar kamu puas, aku akan membunuhnya untuk mu.."


"Tapi sebelum itu, setidaknya aku butuh penjelasan mu, apa bukti dari tuduhan mu, terhadap Nan Thian Sexiong..?"


Hung Ping Chi menghela nafas panjang dan berkata,


"Pedang Naga Emas itu, adalah pedang yang sama yang di miliki oleh pelaku itu.."


"Jurus itu, jurus yang memukul hancur tulang belakang ku, dan sepasang tulang kaki dan tangan ku, juga ilmu meringankan tubuh nya."


"Jadi hantu sekalipun aku tidak akan pernah lupa.."


ucap Hung Ping Chi penuh keyakinan.


Xue Xue terdiam di tempat, tidak tahu mau bilang apa.


Saat mendengar ucapan dari mulut suaminya langsung itu.


Hung Ping Chi tersenyum lembut dan berkata,


"Kamu punya tekad itu, aku sudah cukup puas.."


"Sudahlah kamu bukan lawan nya, kita lupakan saja.."


"Aku tidak ingin melihat sesuatu terjadi pada mu, juga pada calon bayi kita ."


"Ayo kita kembali ke kamar, aku sudah lelah.."


ucap Hung Ping Chi pelan.


Xue Xue tersenyum sedih menatap suaminya, lalu menatap kearah Nan Thian, lalu berkata,


"Suami ku, aku pasti akan membunuhnya, untuk memberikan keadilan pada mu.."


"Kamu tenanglah.."


ucap Xue Xue pelan.


Setelah itu dia menghampiri ayahnya dan berkata,


"Ayah Ping Chi lelah ingin kembali ke kamar, aku akan menemaninya."


Pai Wang yang sedang fokus melihat pertandingan Nan Thian dan Ye Bu Hua.


Dia hanya memberi kode tangan, sebagai ijin bagi putrinya pergi dari sana.


Setelah mendapatkan ijin dari ayahnya, Xue Xue menghubungi beberapa orang saudara seperguruannya.


Untuk membantunya, membawa Hung Ping Chi dengan di tandu meninggalkan tempat acara yang sedang berlangsung.


Xue Xue dengan setia ikut mendampingi suaminya meniggalkan arena pertandingan.


Mereka mengambil jalan memutar diam diam meninggalkan tempat itu.


Xue Xue sempat melihat kearah pertandingan secara diam diam, dia menghela nafas penuh sesal menatap Nan Thian.


Hanya sesaat saja, setelah itu dia langsung berlalu dari sana dengan kepala tertunduk sedih.


Perasaan nya di dalam sana, sedang terjadi pergolakan hebat.


Di satu sisi adalah kakak seperguruannya, juga mantannya yang sangat mencintai nya.


Sudah banyak berkorban untuk nya, dia merasa berhutang banyak padanya.


Tapi di lain sisi adalah suaminya, calon ayah dari bayi yang sedang di kandungnya


Keduanya sama berat di hatinya, tapi pada akhirnya dia hanya bisa pilih satu di antara mereka.


Demi keadilan, dia hanya bisa memilih bersikap tegas pada kakak seperguruannya.


Untuk mencari keadilan bagi suaminya, calon ayah dari anak yang di kandung nya .


Di pertandingan yang sedang berlangsung di tengah arena, terlihat masing masing sudah hampir mencapai puncak nya.


Ye Bu Hua, terlihat beterbangan di udara, berubah menjadi 8 bayangan.


Masing masing bayangan menebaskan seberkas sinar biru, yang membuat lantai batu di arena, pecah berhamburan terbang kearah Nan Thian.


Sinar biru terus melesat secara tersembunyi, mengikuti di balik pecahan batu yang berhamburan.


Nan Thian buru buru memutar pedangnya membentuk pusaran yang menghisap semua yang bergerak mendekati nya menjadi satu pusaran.


Ini adalah salah satu jurus andalannya dulu,


"Pusaran Badai Angin Barat.."


Semua batu bahkan 8 berkas sinar biru, ikut terhisap dalam pusaran pedang yang di buat oleh Nan Thian.


Dengan satu gerakan menghentakkan, semua serangan itu meledak hancur beterbangan kesegala penjuru.


Tapi hentakan pedang di tangan Nan Thian, yang membuat pusaran itu menyerang kesegala arah, tidak berhasil menemui sasaran nya.


Karena Ye Bu Hua sendiri kini sedang berputar putar seperti mata bor.


Datang menusuk kearah ubun ubun kepala Nan Thian, dengan posisi kaki tegak lurus menghadap langit.


Sedangkan pedang dan lengan menyatu tegak lurus menyerang ke satu titik.


Daya serang nya sangat kuat, sebelum pedang mencapai sasaran, tanah di seputar Nan y sudah meledak terlebih dahulu.


"Boooom..!"


"Boooom..!"


"Boooom..!"


"Boooom..!"


Nan Thian terlihat terkurung di tengah tengah, tertekan oleh serangan dahsyat tersebut.


Nan Thian menghentakkan kedua kakinya keatas tanah, tubuhnya meluncur keatas dengan pedang teracung keatas.


Siap untuk menyambut datangnya serangan yang di lepaskan oleh Ye Bu Hua.


"Tringgg...!"


Kedua ujung pedang bertemu di udara, menimbulkan ledakan bias di bawah sana


"Boooom..!"


"Boooom..!"


"Boooom..!"


"Boooom..!"


Nan Thian yang mencampur nya dengan energi Ih Jin Jing, untuk menambah kekuatan daya serang nya.


Berhasil membuat Ye Bu Hua pemuda cantik itu, tubuhnya terpental balik keatas.


Nan Thian menyusul nya terbang keatas, ingin menghadiahinya dengan sebuah pukulan tapak penghancur karang yang berisi tenaga sakti Ih Jin Jing.


Tapak tangan Nan Thian meluncur deras kearah wajah Ye Bu Hua.


Ye Bu Hua dengan wajah kaget buru buru melakukan gerakan salto di udara menghindari serangan tersebut.


Serangan tapak berhasil dia hindari, tapi angin serangan tapak yang tajam tidak mampu dia hindari.


Sehingga menebas putus tali sanggul rambutnya, rambut Ye Bu Hua yang hitam panjang dan gemuk, langsung terurai lepas dari sanggulannya.


Rambutnya yang terurai bebas, tidak bisa lagi menutupi jati dirinya adalah seorang gadis yang sangat cantik.


Saat dia mendarat ringan di atas tanah, semua orang menatap kearah Ye Bu Hua dengan tatapan melongo.


Kecuali Nan Thian, meski dia sedikit kaget, tapi dia tetap bersikap wajar dan tenang di tempatnya.


Tidak ada ekspresi tertarik ataupun kagum sama sekali di matanya.


Hal ini tentu saja, membuat Ye Bu Hua sebagai seorang gadis yang tinggi hati, selalu ingin di kagumi dan menarik perhatian semua orang.


Dia menjadi merasa tidak puas dan semakin penasaran dengan Nan Thian.