PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MO LI CING


"Dia berbuat dia menerima karmanya, itu adalah hal sewajarnya.."


"Aku hanya kebetulan mewakili langit menjalankan kebenaran, di mana letak dosanya ? dewa langit yang mulia..?"


ucap Fei Yang sambil memberi hormat menjalani tata Krama istana.


Mendengar ucapan Fei Yang pimpinan 4 raja langit Mo Li Cing, wajahnya yang hitam menjadi semakin suram, sambil berusaha meredam emosinya, dia berkata


"Langit ada hukum langit, ada yang mengurus hukumannya, belum sampai ke giliran mu untuk menghukumnya..,"


Sambil tersenyum tenang, Fei Yang berkata,


"Ohh apakah maksud dewa yang mulia, harus biarkan dia berbuat sesukanya,.? karena dia mahluk kahyangan yang memilki status lebih tinggi dari umat manusia.."


"Hingga kalian para dewa terhormat mendapatkan titah dan punya waktu luang baru datang mengurusnya ?"


"Tutup mulut mu dasar pendosa lancang, kamu tahu apa soal peraturan langit..?"


"Lebih baik kamu bersiap siap mempertanggungjawabkan perbuatan mu hari ini.."


ucap Mo Li Cing tegas.


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Justru karena aku tidak tahu, makanya aku ingin mencari tahu."


"Bukan asal menuruti apa kata mu, bila tanpa cari tahu langsung menuruti mu, itu namanya dungu."


"Sekarang tolong jawab aku,


bagaimana dengan nasib penderitaan umat manusia yang telah menjadi korbannya ?"


"Apakah nanti kalian akan bilang, itu adalah takdir mereka yang sudah mejadi ketentuan langit.."


"Kalau itu jawaban mu, kenapa tidak bilang itu adalah kelalaian pihak kahyangan, dan dosa pihak kahyangan, sehingga bisa muncul masalah hari ini.."


"Lalu kini kalian pura pura datang untuk menyelamatkan umat manusia, padahal sebenarnya kalian datang untuk membereskan kelalaian kalian.."


"Kau manusia lancang,.. bermulut kotor,..! berani kamu menyalahkan Yang mulia lalai, hati hati anak manusia jaga ucapan mu..!"


"Dosa satu belum beres, kamu sudah menambah dosa baru.."


"Jangan sampai tiba waktunya kamu baru menyesal.."


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Dewa aku menghormati mu sebagai dewa baru berpanjang lebar bicara dengan mu.."


"Kamu dengarlah baik baik, peraturan langit berlaku di langit, peraturan di dunia, mengikuti peraturan di dunia ."


"Mahluk itu mengacau di dunia, maka dia di hukum dengan hukum dunia.."


"Siapa yang akan menyesal, bukan kamu bicara langsung di hitung.."


"Aku harap kalian jangan lupa, jangan sampai kejadian 1000 tahun yang lalu kembali berulang baru menyesal dan merengek rengek minta tolong ke surga barat.."


"Apa belum cukup kalian di permalukan dulu, atau kalian berempat ingin kahyangan seperti kekaisaran Tsang yang kalian lindungi dulu..?"


Sindir Fei Yang pedas.


Kejadian 1000 tahun yang lalu adalah kejadian Sun Wu Kong mengacau kahyangan, hingga kaisar langit tunggang langgang kabur dari istana bersama beberapa orang ini.


Sedangkan kekaisaran Tsang adalah kekaisaran yang pernah di bela oleh ke 4 raja langit, semasa mereka masih menjadi manusia.


Sebelum akhirnya mereka tewas di pertempuran, dan kekaisaran Tsang yang mereka bela runtuh.


Mereka kemudian di undang ke langit untuk menjadi dewa.


"Keparat bermulut lancang,..!"


"Kakak jangan banyak bicara lagi dengan dia, langsung habisi saja..!"


teriak orang kedua 4 raja langit, Mo Li Hong yang bersenjatakan sebuah payung sinar emas.


Fei Yang tersenyum tenang dan berkata,


"Kalian ingin kekerasan, aku akan layani."


ucap Fei Yang sambil menciptakan alam dimensi.


Dia dan Xue Lian sambil bergandengan tangan masuk kedalam portal cahaya itu.


Setelah masuk kedalam Fei Yang membuat portal cahaya lagi, lalu dia dan Xue Lian menghilang lagi masuk kedalam portal kedua.


Begitu seterusnya hingga akhirnya Fei Yang menunggu di portal dimensi lapis ke 10.


Fei Yang berbuat begitu bukan tanpa alasan, dia sudah membaca kekuatan lawan nya, terutama si mata 3 yang membawa anjing hitam itu.


Orang itu yang di prediksi oleh Fei Yang bakal menjadi lawan nya yang paling berat nantinya.


Fei Yang dan Xue Lian yang memiliki kekuatan merusak dunia, dan mendatangkan bencana.


Begitu pula dengan kemampuan para dewa itu, demi tidak menganggu ketenangan dunia.


Memilih tempat begini untuk bertarung sudah merupakan pilihan paling tepat.


Ke 7 dewa itu, mengejar kearah Fei Yang menghilang, satu demi satu portal cahaya mereka lewati.


Hingga akhirnya mereka menemukan Fei Yang di portal cahaya ke 10.


Di mana Fei Yang terlihat sedang melayang di atas lautan luas, sambil bergandengan tangan dengan istrinya.


Begitupun muncul tanpa banyak bicara lagi Mo Li Cing langsung melemparkan gelang Mestika di tangannya ke udara.


Gelang itu langsung membesar dan terus membesar sambil terus melayang keatas kepala Fei Yang dan Xue Lian.


Gelang itu berputaran di udara, mengeluarkan cahaya keemasan mengurung Fei Yang dan Xue Lian.


Gelang Mestika itu mengeluarkan aura yang menekan dan berusaha mengurung Fei Yang dan Xue Lian.


Perlahan-lahan gelang itu bergerak turun kebawah, ingin mengurung dan menangkap Fei Yang dan Xue Lian di tengah tengah kurungan gelang Mestika tersebut.


Fei Yang dan Xue Lian saling pandang, Lalu mereka berdua membentangkan tangan mereka yang bebas ke kanan kiri.


Tubuh keduanya berputaran diudara, perlahan-lahan tubuh mereka berdua naik keatas, untuk menyambut kedatangan gelang Mestika raksasa yang bergerak turun menekan ke bawah.


Sambil bergerak keatas, Fei Yang dan Xue Lian tiada berhenti menyerap kekuatan 5 unsur alam semesta tanpa batas, memenuhi tubuh mereka.


Dengan satu hentakan kuat dan teriakan keras, saat berada dalam lingkaran gelang Mestika.


"Jurus kedua kekuatan alam semesta tanpa batas..!"


"Hyaahh...!!"


Muncul 5 cahaya Hitam putih merah hijau dan kuning, melesat keluar dari dalam tubuh Fei Yang dan Xue Lian.


Mendesak gelang Mestika hingga kesulitan berputar, diam di tempat mengeluarkan suara dengung keras.


Akhirnya gelang itu mulai berbunyi,


"Kretak,..! Kretak,..! Kretak,..!"


"Pyaarrr...!!"


Gelang yang awalnya berkretekan, memunculkan garis halus di tubuh gelang.


Akhirnya meledak hancur berkeping-keping.


Mo Li Cing sebagai pemilik dan pengendali gelang tersebut.


Dia langsung terdorong mundur kebelakang, Hingga tubuhnya terhuyung huyung dan menabrak ketiga saudaranya.


Wajahnya terlihat pucat dan terkejut dengan kekuatan kedua pemuda pemudi itu.


Sambil meronta dari pegangan ketiga saudaranya, dia bergerak maju kedepan sambil berteriak marah.


Dia menghunuskan pedangnya keudara, sehingga muncul kekuatan angin hitam, yang membuat suasana alam sekitar Fei Yang dan Xue Lian menjadi gelap gulita.


Ribuan tombak menerjang kearah Fei Yang dan Xue Lian yang terkurung dalam alam kegelapan.


Selain itu masih di susul dengan ribuan ekor ular beracun ikut menerjang sebagai serangan susulan.


Berada dalam kegelapan tanpa bisa melihat, Fei Yang dan Xue Lian kompak meledakkan cahaya emas dari tubuh mereka.