PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TOKEN EMAS, KUNCI PINTU TEBING BATU


Saat tiba di halaman belakang yang luas dan ujungnya di batasi oleh sebuah tebing tinggi menembus langit.


Di sana Fei Yang melihat Meng Yu terlihat sangat sedih berlutut di sana, sedang memeluk dan memangku sesosok gadis cantik, yang berpakaian putih, yang terkulai lemas, dengan mata terpejam bibir menyunggingkan senyum sedih.



Sekilas lihat Fei Yang pun tahu Gadis cantik itu sudah tidak bernyawa lagi, penyebabnya kemungkinan besar adalah bagian lehernya yang ada bekas luka gores yang terus mengalirkan darah.


Sedangkan di pihak lawan, yang sedang melakukan pengepungan terhadap Meng Yu.


Fei Yang melihat ada Raja Kyantha, Raja Vijaya, Shinta Dewi dan dua orang kakek yang tidak Fei Yang kenali.


Tapi dari gerak gerik mereka, Fei Yang menafsir kedua orang itu pasti memiliki kemampuan tinggi.


Kemungkinan mereka berdua adalah dua jagoan yang di undang oleh Kedua raja itu, untuk mengawal mereka.


Saat melihat sosok yang ada di belakang mereka,.dalam keadaan terikat dan mulut tersumpal, kagetlah Fei Yang.


Ternyata Wei Wen di tahan oleh rombongan Raja Kyantha dan Vijaya.


Dia telah di manfaatkan dan di tipu mentah mentah oleh Shanti Dewi, Raja Kyantha dan Vijaya.


Mungkin hanya putri Sheva dan Putri Bian yang tidak ikut dalam konspirasi itu, sehingga tidak di bawa serta.


Kini Fei Yang mulai paham, rupanya sosok yang bayangannya, dia lihat di dalam istana.


Bukanlah Wei Wen, tapi itu adalah bayangan dari gadis yang ada dalam pondongan Meng Yu, yang kemungkinan adalah istri atau kekasihnya Meng Yu.


Fei Yang menjadi sangat menyesal dan merasa bersalah dengan Meng Yu.


Bersamaan dengan itu, dia juga sangat marah dan kesal dengan Rombongan Raja Kyantha yang sangat licik.


Wei Wen terus menatap kearah Fei Yang dengan tatapan penuh kesedihan, dan khawatir.


Fei Yang menatap kearah Raja' Kyantha, Raja Vijaya dan Shanti Dewi dengan penuh kemarahan.


Seluruh tubuhnya memancarkan hawa membunuh yang pekat, energi api dan es terlihat menyelimuti seluruh tubuhnya.


Fei Yang sudah bersiap dengan sepasang pedang api dan es di kedua tangan nya, siap menerjang dan membasmi rombongan Raja Kyantha yang licik.


Tapi sebelum Fei Yang bergerak, Raja Kyantha sudah menarik Wei Wen kedepan mengalungkan pedang tajamnya yang berkilauan di leher Wei Wen.


"Kamu jangan macam macam,! berani bergerak sedikit saja, kekasih kecil mu ini akan aku kirim menyusulnya.."


"Bila ingin gadis mu ini selamat, cepat habisi jendral kerajaan Chin itu..!"


bentak Raja Kyantha serius dan tidak terlihat sedang bermain main.


Fei Yang terlihat ragu ragu, menoleh kearah Jendral Meng Yu yang pernah menyelamatkan diri nya saat terluka.


Fei Yang merasa sangat tidak enak dan bersalah, karena dari awal dialah penyebab dari semua petaka ini..


"Anak muda, jangan biarkan wanita mu bernasib seperti wanita ku.."


"Wanita ku memilih bunuh diri, karena tidak Sudi melihat ku di ancam oleh mereka.."


"Jangan sampai tragedi ini, kembali berulang pada mu.."


"Lindungi wanita mu dengan baik, aku akan membantumu mendapatkan nya."


"Mari kita bertarung, lontarkan aku kearah mereka.."


ucap Meng Yu mengirim pesan suara kearah Fei Yang.


Fei Yang sedikit terkejut mendengar pesan dari Jenderal Meng Yu, tapi dia memang tidak punya pilihan.


Fei Yang melengkapi sandiwara tersebut dengan berkata,


"Jangan lukai dia, bila ingin selamat..!"


"Aku akan penuhi permintaan mu..!"


Lalu Fei Yang melangkah menghampiri Jendral Meng Yu.


"Yu Shu,..kamu tunggulah aku,.."


Setelah berkata, Meng Yu langsung melesat menyerang kearah Fei Yang dengan sepasang energi golok emas di tangannya.


Sebelum serangan kedua tangannya tiba, Dua cahaya membentuk Golok emas Raksasa sudah terlebih dahulu tiba menyerang Fei Yang.


"Duaarr,...,!!"


Dua berkas cahaya golok besar menghantam lantai tempat Fei Yang berdiri, hingga meledak hancur berantakan, tanah debu batu pasir berhamburan keudara.


Fei Yang sendiri sudah muncul ditempat lain tepat di belakang Meng Yu.


Fei Yang langsung melepaskan dua pukulan Tapak api dan es yang membentuk Naga merah dan biru, bergerak menerjang kearah Meng Yu.


Meng Yu menggunakan kedua telapak tangannya yang mengeluarkan sebuah bola cahaya emas besar untuk menyambut serangan kedua naga api dan es Fei Yang.


"Blaarr,..!!!"


Terjadi ledakan dahsyat di udara, akibat pertemuan kedua energi yang dilepaskan oleh Fei Yang dan Meng Yu.


Fei Yang berdiri kokoh ditempat dengan baju dan rambut berkibar kibar di tiup angin efek ledakan dahsyat itu.


Sedangkan Meng Yu terpental bagaikan layang layang putus kearah belakang.


Meng Yu membuat dirinya terpental kearah raja Kyantha, begitu dekat dia langsung melepaskan pukulan cahaya emas kearah kepala raja Kyantha.


Seberkas cahaya emas melesat cepat mengincar kepala raja itu.


Raja Kyantha sangat kaget dan tidak menyangka Meng Yu akan menyerangnya dengan cara seperti itu.


Secara reflek dia langsung bergerak membuang diri kebelakang, untuk menghindari Sambaran sinar emas, yang terarah ke bagian kepalanya.


Pergerakan ini membuat ancamannya pada Wei Wen terlepas.


Dengan sangat cepat Meng Yu menangkap baju di leher belakang Wei Wen kemudian melontarnya kearah Fei Yang.


"Tangkap,...!!"


teriak Meng Yu.


Sambil melempar tubuh Wei Wen dan sebuah token emas secara bersamaan kearah Fei Yang.


Tanpa menoleh lagi Meng Yu kembali menebaskan cahaya golok emas raksasa secara vertikal menyerang kearah rombongan raja Kyantha.


Seberkas cahaya emas yang membentuk sebuah golok raksasa melesat kearah rombongan Raja Kyantha.


Salah satu dari kedua kakek itu maju kedepan, dia membentuk perisai berbentuk diagram raksasa yang memiliki tulisan huruf kuno di dalamnya, untuk menahan serangan Meng Yu.


Diagram itu mengeluarkan cahaya kehijauan bergerak berputar-putar menyambut datangnya cahaya golok emas Meng Yu.


"Duaarr,..!!"


terjadi ledakan dahsyat di.udara saat kedua energi bertemu.


Fei Yang menyambut Wei Wen kedalam pelukannya dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya, dia gunakan untuk menangkap token emas, yang datang bersamaan dengan Wei Wen.


Fei Yang menatap token ditangannya dengan bingung, hingga kembali terdengar pesan dari Meng Yu di telinganya.


"Anak muda aku percaya padamu, gunakan kunci itu untuk membuka pintu tebing.."


"Kalian bersembunyi lah, pulihkan kekuatan mu, baru boleh keluar.dari persembunyian.."


"Urusan di sini percayakan pada ku."


Fei Yang mengangguk mengerti, lalu dia melesat kearah tebing, sambil menggendong tubuh Wei Wen yang masih terikat erat.


Tiba di depan sebuah pintu batu raksasa, Fei Yang memasukkan token emas di tangannya,. kesebuah lubang yang ada disana.


Begitu token kunci di masukkan dan ditarik keluar dari lubangnya.