PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PEMUDA MISTERIUS


Vipasana sendiri yang berada di balik awan perlahan lahan muncul melayang di udara.


Dia hanya fokus dengan Fei Yang, tidak begitu perduli dengan kemunculan Naga Hitam Raksasa yang langsung menghabisi burung purba Ouwyang Li..


Fei Yang menoleh kearah naga hitam dan berkata,


"Terimakasih Hei Lung Xiong ( Saudara Naga Hitam.)"


Sambil bersiap dengan kekuatan puncak Api dan Es pemusnah semesta.


Seluruh tubuhnya di selimuti oleh lingkaran pusaran cahaya merah dan biru.


Sedangkan di pihak Vipasana sendiri tubuhnya yang sedang duduk bersila di angkasa, dari balik punggungnya kini muncul sesosok bayangan Buddha berwajah seram, memilik tanduk di kepalanya,.seluruh tubuhnya mengeluarkan aura gelap.


"Kesaktian Budha Tiada Tara...!!"


teriak Vipasana keras.


Sosok bayangan di balik punggungnya, melewati tubuh Vipasana yang sedang duduk bersila.


Sosok itu bergerak mendekati Fei Yang, tangannya berubah menjadi sangat banyak.


Semuanya mengeluarkan cahaya kehitaman melesat menyerang Fei Yang dari berbagai arah, di hadapan bayangan Budha bertanduk raksasa juga muncul ribuan Budha bertanduk kecil yang berderet deret sedang duduk bersila di hadapannya.


Fei Yang sendiri sedang mendorongkan kedua telapak tangannya kedepan, melepaskan Cahaya merah biru yang berbentuk seperti meteor menerjang kearah bayangan Budha iblis bertangan banyak itu.


Ribuan tangan yang mengeluarkan cahaya hitam bertemu diudara dengan dua cahaya meteor merah biru raksasa.


"Blaarr,...!"


terjadi ledakan keras di udara hingga tenaga bias dan angin kejutnya menyebar kesegala arah.


Tubuh Vipasana yang bersila bergetar hebat, dari sudut bibirnya mengalir darah segar.


Sedangkan Fei Yang sendiri terdorong mundur terhuyung-huyung kebelakang.


Fei Yang merasakan tenaga sakti Vipasana meningkat pesat, jauh melampaui kekuatan pertemuan mereka sebelumnya.


Di samping merasa kaget, Fei Yang juga merasa heran.


Sebelum kekagetan Fei Yang hilang ribuan Buddha iblis kecil, satu persatu mulai menerjang kearah dirinya dengan wajah murka.


Fei Yang mengatur kestabilan energinya dengan Qian Kun Im Yang Sen Kung.


Menghimpun kembali kekuatan api semesta yang tadi buyar akibat benturan dahsyat.


Setelah terhimpun Fei Yang membentuk sebuah perisai Pat Kwa Im Yang merah biru, mendorongnya kedepan menghadang serangan yang datang.


Semua Buddha iblis kecil yang datang semua tersedot kedalam tenaga pusaran kekuatan alam semesta.


Setelah semua bayangan Budha Asurra habis tersedot kedalam pusaran perisai Fei Yang.


Perisai itu terbelah menjadi dua bagian lalu membentuk energi meteor biru dan merah menerjang kearah Vipasana.


Vipasana yang tadinya sepasang matanya terpejam rapat, kini tiba tiba terbuka lebar, dan berteriak,


"Semua Buddha Asurra Kembali Keasal..!!"


Semua Buddha Asurra kecil yang tadi sirna tersedot oleh tameng perisai Im Yang, kini kembali muncul dari segala arah menerjang kearah bayangan Budha Asurra yang berada di hadapan Vipasana.


satu persatu Buddha Asurra kecil itu menyatu dengan bayangan Budha Asurra yang berukuran raksasa.


Buddha Asurra raksasa itu mendorong sepasang telapak tangannya yang mengeluarkan sinar hitam untuk menyambut datangnya, serangan meteor merah biru yang dilepaskan oleh Fei Yang.


Benturan yang lebih dahsyat kembali terjadi, membuat langit dan bumi mengalami retakan di mana mana.


Retakan di bumi, menampilkan kawah kawah lava merah yang menyala nyala.


Sedangkan retakan di langit memunculkan ruang gelap di angkasa raya.


Akhirnya setelah saling dorong cukup lama kedua kekuatan Fei Yang dan Vipasana.


Bayangan Buddha Asurra meledak hancur berkeping-keping kedua kekuatan api dan es menyatu membentuk mahluk aneh berkepala naga es berbadan Phoenix api.


"Tuan Xi Men kamu mau tunggu sampai kapan...!!"


Tiba-tiba dari luar langit melesat cepat sebuah pedang bercahaya pelangi berukuran raksasa.


Meluncur dengan sangat cepat kebawah untuk menahan serangan Fei Yang.


Pedang pelangi raksasa itu bergetar hebat saat bertemu dengan bayangan mahluk aneh berkepala naga es berbadan Phoenix api.


Tiba tiba pedang itu bergerak berputar-putar dengan sangat cepat, hingga membentuk pusaran raksasa.


Serangan Fei Yang hilang tersedot kedalam pusaran pedang itu.


Tak lama kemudian dari dalam pusaran muncul dua buah huruf berwarna merah dan biru menerjang kearah Fei Yang.


Tulisan biru berbentuk huruf Thian (Langit), tulisan merah berbentuk huruf Ti (Tanah).


Fei Yang sangat kaget dengan kemunculan pedang pelangi yang berhasil mematahkan dan menggagalkan serangannya.


Kekuatan yang mengeluarkan cahaya pelangi dan membentuk huruf untuk menyerang.


Langsung mengingatkan Fei Yang akan kekuatan luar biasa dari kakek nenek Wu Fei Hsia, penghuni sekaligus pemilik pulau pelangi di laut timur.


Fei Yang yang sedang termenung memikirkan keunikan ilmu pulau pelangi tiba-tiba kembali mendapatkan pencerahan.


Saat kedua huruf itu menghantam tubuh Fei Yang, hingga roh ditubuh Fei Yang terlempar keluar dari jasad kasarnya.


Saat roh itu kembali lagi kedalam tubuh Fei Yang kedua huruf Thian Ti malah menyatu kedalam tubuh Fei Yang.


Fei Yang tiba tiba mendapatkan pencerahan menembus level 70%, dari ilmu analisa kelemahan kekuatan lawan kitab tanpa tanding.


Setelah menembus level, Fei Yang membuka kembali matanya,.dan berteriak,


"Musnah..!!"


Dari seluruh tubuh Fei Yang memancarkan ribuan sinar biru merah, yang membentuk mata tombak bercahaya biru dan merah.


Melesat kesegala arah dalam sebuah ledakan dahsyat mengikuti suara teriakan Fei Yang yang menggetarkan seluruh arena pertempuran.


Naga Hitam dan Rajawali emas yang mencium bahaya, mereka sudah lebih duluan terbang menjauh keangkasa.


Setelah terjadi ledakan dahsyat, kini di hadapan Fei Yang hanya tersisa sebatang pedang pelangi yang tertancap diatas tanah dengan sinar menyilaukan mata.


Sedangkan Vipasana mau pun Ouwyang Li mereka berdua kini terlihat tergeletak diatas tanah dengan tubuh penuh lubang dan mengalirkan darah segar.


Kedua orang itu tergeletak tak bergerak diatas tanah dalam kondisi kritis.


Nyawa mereka sudah di ujung tanduk, tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.


Perlahan lahan dari atas langit melayang turun seorang pemuda tampan yang seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya pelangi.


Rambutnya di biarkan terurai tertiup angin, sebagian di biarkan menutupi wajahnya yang tampan.


Wajahnya terlihat penuh senyum dan sangat ramah, tapi sepasang matanya mengisyaratkan lain.


Tatapan matanya menunjukkan dia adalah seorang yang sadis licik cerdik dan sulit di tebak kemauannya.


Melihat kehadiran pemuda ini, yang tepat berdiri di atas ujung gagang pedang pelangi, Fei Yang mengambil sikap penuh waspada.


Seluruh tubuh Fei Yang terus menghimpun kekuatan langit dan bumi, yang di ubah menjadi energi pedang merah biru yang berputar putar pelan di belakangnya.


"Fei Yang,...Li Fei Yang,.. kamu Li Fei Yang putra mahkota kerajaan Xi Xia yang hilang itu bukan..?"


tanya pemuda itu sambil tersenyum.


"Kamu adalah orang yang pantas menjadi lawan ku di masa depan."


"Sayangnya hari ini kamu harus mati.."