
Peluru yang diletuskan oleh senjata di tangan Aisin tertahan di udara.
Tertahan oleh lapisan beku es tipis, sedetik kemudian peluru yang diselimuti es melesat cepat menembus bahu Aisin.
Senjata Laras pendeknya terjatuh keatas lantai darah muncrat keluar dari bahunya.
Aisin terhuyung huyung mundur kebelakang hingga tanpa sadar kakinya menginjak tempat kosong di ujung tangga.
Karena kurang hati-hati Aisin terguling jatuh tunggang langgang dari atas tangga.
Setelah rasa pusing di kepalanya hilang, hanya tinggal rasa nyeri berdenyut denyut di kepalanya saja yang tersisa.
Aisin pun mengeluarkan sebuah benda bulat pipih meniupnya sehingga keluar suara lengkingan keras dari alat itu
Dari arah balkon di mana beberapa orang dunia persilatan sedang duduk menonton keramaian.
Tiba tiba muncul 12 orang berpakaian ninja Jepang berwarna biru, dengan pedang panjang tergantung di punggung.
Begitu muncul ke 12 orang itu langsung menghujani Fei Yang dengan senjata rahasia berbentuk bintang.
Tapi semua senjata itu tertahan di udara, oleh lapisan tembok es yang di buat Fei Yang lewat kibasan tangannya .
Saat Fei Yang melanjutkan mendorong lapisan es dan senjata rahasia itu membalik kearah para penyerangnya.
Senjata rahasia berbentuk bintang, khas ninja Jepang dan pecahan es yang berhamburan.
Kini membalik menyerang ke 12 ninja Jepang itu dengan kecepatan dua kali lipat
"Boooom,..!"
Ke 12 ninja melempar benda bulat keatas lantai, muncul asap putih menyelimuti seluruh tempat itu.
Saat asap hilang, ke 12 ninja Jepang tidak terlihat lagi di sana.
hanya beberapa orang dunia persilatan, yang terlambat menghindar.
Mereka terlihat bergulingan diatas lantai, merintih rintih kesakitan.
Sedangkan sisanya, termasuk si pendeta Tao dari Thian San sudah melayang keluar dari restoran.
Mereka dengan bersalto beberapa kali di udara, berhasil mendarat ringan di depan restoran lantai pertama.
Xue Lian sendiri tidak ambil pusing, seolah olah itu bukan urusannya.
Dia tetap mengerahkan sumpitnya berterbangan kesana kemari menikmati masakan enak di hadapan nya.
Sesekali dia akan minum teh, untuk mendorong masakan itu masuk kedalam perutnya.
Fei Yang yang sempat melirik kearah istrinya, hanya tersenyum lembut sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalian tidak cepat turun mau menggantung sampai kapan diatas sana .!?"
tegur Fei Yang tanpa melihat.
Dia Mengibaskan tangan nya kearah atas, ratusan mata pedang biru menerjang keatas langit langit atas.
"Brakkkk,...!"
Langit langit atap restoran hancur berantakan, sehingga sebagian langit langit atap restoran terbuka lebar.
Ke 12 ninja Jepang kembali mendarat diatas lantai restoran, dengan gerakan cepat sambil berlutut dengan kaki sebelah, mereka menodongkan senjata Laras pendek mengarah ke Fei Yang.
"Doooorr,..! Doooorr,..! Doooorr,..!"
"Doooorr,..! Doooorr,..! Doooorr,..!"
"Doooorr,..! Doooorr,..! Doooorr,..!"
Terdengar 12 kali letusan keras, dari senjata Laras pendek ditangan mereka, dari ujung lubang senjata terlihat asap tipis mengepul di udara.
Tapi hampir sama dengan kejadian sebelumnya, saat Aisin menyerang Fei Yang dengan benda itu.
Semua peluru yang tertahan diudara, mengikuti dorongan tangan Fei Yang membalik menyerang kearah ke 12 orang itu
"Arggghh,..!"
Terdengar teriakan kesakitan ke 12 orang itu, yang merintih kesakitan diatas lantai, sambil memegangi lengan mereka, yang berlubang tertembus peluru.
"Katakan siapa kalian ?"
"Di mana pimpinan kalian..!?"
tanya Fei Yang dengan suara dingin sambil mengibaskan tangannya kedepan.
Dua belas kain penutup wajah dan kepala melayang di udara.
Seketika terlihat 12 wajah cabul dan sadis, mata sipit alis pendek dengan potongan rambut depan botak, belakang di sanggul, di tengah tengah kepala ada kuncir kecil, mirip jambulnya Ipin Upin.
Tiba-tiba dari arah langit melesat seberkas sinar bola biru yang di kelilingi lintasan elektron, muncul menyambar kearah Fei Yang.
"Aku pimpinan nya,.. kenapa..!?"
terdengar suara dari arah langit menyusul datang nya serangan itu.
Fei Yang yang menyadari datangnya bahaya', dia melepaskan energi pedang berwarna ungu menyambut serangan tersebut.
"Blaarr,..!"
Terjadi ledakan dahsyat di udara, kedua cahaya lenyap tak bersisa
Kini di hadapan Fei Yang muncul sesosok kakek botak berwajah super cabul, matanya jelalatan menikmati kecantikan Xue Lian, dari ujung rambut hingga keujung kaki tidak ada yang terlewatkan.
Pandangannya baru berhenti dan beralih kearah Fei Yang, karena Fei Yang sengaja bergeser menutupi pandangan kakek genit itu dari istrinya.
Fei Yang tentu masih ingat dengan kakek genit dan licik ini.
"Ha..ha..ha,..!"
"Anak muda kita bertemu lagi, kamu sungguh beruntung, kemana mana selalu di temani gadis cantik.."
"Dari satu ke yang lain, selalu semakin cantik, pantas rambut mu jadi putih, kamu pasti bekerja terlalu keras.."
"Beristirahatlah, biar kakek membantu mu.."
"Ha..ha..ha..!"
"Kakak Yang, kakek cabul ini menjijikkan, jangan biarkan dia hidup.."
"Aku muak melihatnya, selera makan ku jadi terganggu.."
ucap Xue Lian dengan wajah merah.
Naluri kewanitaannya terganggu dengan tatapan mata kakek itu yang seolah sedang men jilat i setiap inci tubuhnya, dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Xue Lian sedikit bergidik dan merinding seluruh bulu tubuhnya, oleh ulah mata kakek itu.
Bisa di bayangkan betapa luar biasanya si kakek botak itu, baru matanya saja sudah membuat semua gadis merasa seperti itu.
Apalagi gadis gadis malang yang di jadikannya sebagai mainan, bisa gila dan trauma seumur hidup yang pastinya.
Fei Yang mengangguk ringan dan berkata,
"Kamu tenang saja sayang, sekali ini dia tidak akan bisa lolos lagi.."
Kakek botak itu tidak terlihat takut dia malah sambil tersenyum berkata,
"Manis kamu sabar sedikit, setelah aku bereskan si rambut putih ini.."
"Aku pasti akan menghibur mu hingga kamu melayang ke Awang Awang jamin ketagihan.."
ucap kakek gundul itu sambil memainkan lidahnya yang menjijikan.
Fei Yang yang sudah tidak tahan melihat kelakuan kakek itu.
Dia langsung membentuk jutaan energi pedang ungu dilesatkan kearah kakek itu
Tapi kakek itu juga tidak mau kalah sambil terbang mundur dia melesatkan jutaan energi pedang biru yang sangat tajam menyambut serangan Fei Yang.
"Cringgg,..! Cringgg,..! Cringgg,..!"
"Cringgg,..! Cringgg,..! Cringgg,..!"
"Cringgg,..! Cringgg,..! Cringgg,..!"
"Cringgg,..! Cringgg,..! Cringgg,..!"
Jutaan energi pedang ungu dan biru bertemu di udara saling beradu menimbulkan percikan bunga api di mana mana.
Fei Yang sambil tersenyum dingin menambah kekuatan dorongan tangannya.
Sehingga energi pedang ungu, meluncur kedepan berputaran seperti mata bor.
Menghancurkan energi pedang biru, yang sedang berusaha menahan pergerakan energi pedang ungu.
Melihat hal itu kakek gundul sedikit mengerutkan keningnya, sambil berteriak keras,
"Hyaaaaaat mampus kamu..!!"
Dia memperkuat dorongan kedua tangannya kedepan, sambil tersenyum sadis.