
Saat benturan pertama terjadi Cahaya lonceng biru tidak bergeming, tapi saat benturan kedua terjadi Lonceng biru sedikit bergetar.
Saat benturan Ketiga terjadi, di mana Fei Yang mulai melepaskan jurus ketiga Naga Es dan Phoenix Api mengacau langit dan bumi, disertai pengerahan Pengendalian Tenaga Sakti Alam Semesta semesta level 5.
Lonceng biru yang menjadi pelindung Sangha dan Dheva terpental mundur beberapa depa kebelakang.
Dari balik Cahaya lonceng biru, Sangha dan Dheva melesatkan ribuan Cahaya kuning kehitaman berbentuk mata anak panah menyerang Fei Yang.
Sambil melepaskan serangan jarak jauh mereka berdua berteriak,
"Cahaya Buddha menerangi jagad raya..!!"
Fei Yang yang pernah mencicipi ilmu Tapak Budha asli dari ke 9 biksu, langsung menyadari satu hal, ilmu ini tidak bisa di anggap remeh.
Ilmu ini kekuatannya setara dengan kekuatan ilmu Tan Sim Houw si Golok Maut.
Hanya saja kekuatan Tapak Budha bersifat lembut welas asih sedangkan kekuatan Tan Sim Houw bersifat keras ganas tanpa ampun.
Tapi serangan Sangha dan Dheva sedikit berbeda dengan 9 biksu suci.
Serangan Sangha dan Dheva lhama sangat ganas dan kejam, tapi kekuatannya tidak kalah dahsyat.
Di balik serangan mereka juga samar samar muncul sesosok Budha lengan seribu yang berwajah kejam.
Lebih pantasnya bertubuh Buddha tapi berwajah Asurra.
Fei Yang tidak berani berayal, dia segera menyerap kekuatan langit dan bumi, yang berputar-putar masuk kedalam tubuhnya.
Membentuk pusaran cahaya biru turun dari langit, masuk kedalam tubuh Fei Yang, di susul dengan pusaran merah juga muncul dari dalam tanah, dan ikut masuk kedalam tubuh Fei Yang.
Kedua arus pusaran inilah yang membentuk kekuatan pusaran cahaya merah biru, menangkis dan menyerap semua kekuatan serangan cahaya kuning kehitaman, yang berbentuk mata anak panah.
Jurus kedua kekuatan alam semesta tanpa batas, rapal Fei Yang dalam hati.
Lalu dia melepaskan jurus ke 5 Naga Es dan Phoenix Api mengacaukan 3 alam..
Saat tebaskan di lepaskan oleh Fei Yang, Seekor Naga Es dan Phoenix Api yang diselimuti oleh bola cahaya merah dan biru.
Melesat menerjang kearah Sangha dan Dheva.
Bayangan Budha Asurra hancur tak berbekas di terjang oleh dua kekuatan dahsyat, yang mengeluarkan raungan dan pekik yang menggetarkan arena pertempuran.
Terjadi benturan dahsyat antara Naga Es dan Phoenix Api, dengan cahaya biru berbentuk lonceng.
Kekuatan lonceng biru hancur berantakan, tubuh Sangha dan Dheva terpental keluar, kedua orang itu melakukan salto beberapa kali di udara, untuk mematahkan kekuatan dorongan serangan Fei Yang.
Setelah berhasil, sambil melayang di udara mereka berdua mendorong kan sepasang telapak tangan terbuka kedepan sambil berteriak,
"Budha menghentak jagad..!!"
Muncul Bayangan Buddha raksasa berwajah Asurra, mendorongkan kedua Tapak terbuka.
Dua Bola petir yang bersinar kuning kehitaman, melesat kearah Fei Yang.
Fei Yang masih menggunakan jurus kekuatan alam semesta tanpa batas di gabungkan dengan jurus ke 6 Tarian Pedang Naga Es dan Phoenix Api memusnahkan 3 Alam.
Dengan dukungan tenaga sakti alam semesta level ke 6.
Cahaya Naga Es dan Phoenix Api yang lebih gemilang kembali melesat menyambut bola petir dari Buddha Asurra.
Terjadi ledakan dahsyat di udara, tapi Naga Es dan Phoenix Api tidak bergeming, malah kekuatan bola Petir terserap habis kedalam tubuh mereka yang kini di kelilingi oleh kekuatan Petir.
Dan terus bergerak mengejar kearah Sangha dan Dheva, kedua orang itu terlihat sedikit terkejut dan kaget, melihat hasil yang ditunjukkan oleh kekuatan benturan tersebut
Dengan agak terburu-buru dan sedikit panik, kedua orang itu membentuk mudra, sekaligus melepaskan 3 jurus Tapak Buddha Asurra.
Sambil membentuk mudra berganti ganti Sangha dan Dheva, meneriakkan ketiga jurus yang mereka lepaskan sekaligus.
"Cahaya Lentera Buddha menerangi jagad..!!"
"Menyambut Cahaya Budhha dari Surga Barat..!!"
Di mana didepan mereka berdua, kini terlihat muncul bayangan Buddha Asurra raksasa sedang melepaskan 3 jurus serangan sekaligus.
Serangan pertama terlihat ribuan lentera kuning kehitaman, disusul dengan serangan kedua berbentuk cahaya Swastika, dan di serangan terakhir muncul lingkaran lingkaran berbentuk spiral kuning kehitaman.
Semuanya melesat untuk menyambut Naga Es dan Phoenix Api yang diselimuti cahaya biru merah yang disertai lapisan Petir.
Fei Yang sendiri menambahkan 3 tebasan kedepan, setelah menyerap cahaya lembayung dari langit.
Yang merupakan kombinasi jurus ke 4 Cahaya lembayung dari ufuk barat, dengan jurus ke 7 tarian pedang Naga Es dan Phoenix Api pembasmi Iblis.
3 berkas Tebasan berbentuk Naga Es dan Phoenix Api, yang di kelilingi cahaya lembayung melesat menyusul serangan sebelumnya.
Terjadi benturan dahsyat di udara susul menyusul, yang mengakibatkan ledakan yang menggetarkan seluruh tempat pertempuran.
Bangunan gedung kediaman Paman Li Cing, yang megah hancur ambruk hingga rata dengan tanah.
Debu tanah batu pasir berterbangan menutupi jarak pandang yang hadir di sana.
Sebelum terjadi benturan dahsyat, Fei Yang sudah terlebih dahulu menghilang dari posisinya dengan Wu Ying Thian Shang Fei.
Muncul di samping paman Li Cing dan Sian Sian, lalu menyambar pinggang mereka berdua dan langsung melesat meninggalkan lokasi pertempuran.
Fei Yang membawa mereka terbang keangkasa, mengendarai awan meninggalkan lokasi pertempuran.
"Ahhhhhh,...!!!"
teriak kedua kakek dan cucu itu kaget dan ketakutan, saat tubuh mereka di bawa terbang ke udara oleh Fei Yang.
Tapi beberapa saat kemudian, setelah sudah bisa menguasai ketenangan mereka masing-masing.
Baik paman Li dan Sian Sian menatap dengan takjub pemandangan di bawah sana.
Karena ini adalah pengalaman pertama kali mereka berdua, bisa melihat pemandangan dari udara.
Sesaat kemudian Sian Sian sambil memperat pelukannya pada Fei Yang, dia diam diam memperhatikan wajah Fei Yang yang tertutup topeng besi dengan penuh kagum.
Jantungnya pun bergemuruh hebat, berdetak dengan sangat cepat dan kencang.
Fei Yang yang menempel dengan begitu ketat dengan Sian Sian, dia bisa merasakan detak jantung Sian Sian yang sangat cepat dan kencang.
Dengan sedikit cemas Fei Yang bertanya,
"Nona apa kamu baik baik saja,? apa kamu takut ketinggian ?"
"Jantung mu kenapa berdetak cepat sekali dan tidak beraturan ? apa kamu terluka..?"
tanya Fei Yang kembali dengan cemas.
Sian Sian yang ketahuan debar jantungnya, tentu sangat malu, wajahnya menjadi merah padam.
Dengan suara gugup, dia berkata,..
"Aku,..aku,.. benar, aku takut tempat tinggi."
Tapi Fei Yang tidak sempat memperhatikan perubahan reaksi Sian Sian lebih jauh.
Karena dia merasakan ada yang sedang bergerak cepat mengejarnya di belakang.
Saat Fei Yang mencoba menoleh kebelakang, benar saja.
Di belakangnya terlihat Vipasana lhama dan Sangha Dheva lhama sedang terbang melakukan pengejaran kearahnya.
Sedangkan di bawah sana, terlihat Dote Jigme dan Kipu Lhama juga melakukan pengejaran, dengan meniti diatas atap rumah penduduk dan pucuk pohon, yang mereka lewati dengan sangat cepat.