PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEMBALI KE GUNUNG XUAN WU


"Apa maksud mu putra ku,? kamu adalah putra mahkota, kamu harus gantikan posisi ayah,.. mana boleh tinggalkan ibukota sembarangan..'


"Lagi pula nenek dan ibu mu, dalam waktu dekat ini, ingin menyelenggarakan pesta perkawinan mu dengan Sian Sian.


Fei Yang tersenyum canggung dan berkata,


"Urusan itu sebaiknya di bicarakan 2 atau 3 tahun kemudian, aku masih terlalu muda."


"Aku belum bersiap berumah tangga.."


Fei Yang didepan matanya tiba-tiba, melihat dirinya dikerubungi puluhan anak kecil, ada yang memegang kaki tangan, duduk di bahu menggelantung di leher, punggung.


Masih terlihat beberapa berlarian kejar kejaran mengelilinginya.


Lalu tidak jauh darinya terlihat Sian Sian dengan perut nya yang sedang hamil besar, berteriak teriak memarahi anak anaknya yang nakal.


Suara teriakan itu segera membuat Fei Yang tersadar dari lamunannya dan kembali ke alam nyata.


Fei Yang langsung bergidik pucat teringat situasi itu.


Untung itu cuma lamunan ku bila jadi kenyataan, seluruh impian ku pasti hancur, aku akan mati tersiksa di sini.


Tidak itu tidak boleh terjadi, aku harus segera tinggalkan tempat berbahaya ini, batin Fei Yang mengambil keputusan di dalam hati.


Fei Yang terlalu asyik dengan lamunannya, bahkan dia sama sekali tidak memperhatikan dan mendengarkan ucapan ayah ibunya.


Fei Yang setelah memutuskan, dia pun berkata sambil menatap ayah ibunya.


"Ayah ibu maafkan Fei Yang, untuk saat ini Fei Yang terpaksa harus kecewakan harapan ayah ibu pada Fei Yang.."


"Apa maksud mu nak ,?"


tanya Ratu dan raja kompak.


Fei Yang menatap serius kearah ayah ibunya dan berkata,


"Saat ini keponakan murid Fei Yang, masih ada di Xu San, sedang menunggu ku, membawa bahan obat untuk menyembuhkan penglihatannya.."


"Selain itu Fei Yang masih harus mencari dan menuntut balas kepada para pengacau yang menghancurkan Xu San."


"Fei Yang juga harus membantu Xu San berdiri kembali, ini semua harus Fei Yang lakukan."


"Dengan begitu Fei Yang baru bisa membalas budi besar guru Fei Yang Yi Han Tao Se, yang telah begitu berbudi menyelamatkan hidup Fei Yang."


"Fei Yang harap ayah ibu mau mengerti dan menerima keputusan Fei Yang ini."


ucap Fei Yang tegas.


Kedua orang tua Fei Yang hanya bisa saling pandang, tidak tahu mau berkata apa.


Alasan Fei Yang sangat kuat, mereka tidak punya alasan untuk mencegahnya.


Bila mereka memaksa mencegah kepergiannya, itu sama saja mereka sedang mendorong Fei Yang menjadi seorang pengecut yang tidak mengenal dan tidak mengerti balas Budi.


Tentu saja mereka tidak menginginkan hal itu.


Tapi di sisi lain, mereka juga berat harus kembali berpisah dengan putra satu satunya harapan mereka itu.


Fei Yang menyadari keberatan orang tuanya, dia segera berkata untuk meyakinkan mereka.


"Ayah Ibu Fei Yang janji paling lama 3 tahun, setelah semua itu beres, Fei Yang akan kembali memenuhi harapan kalian.."


"Sebagai balas Budi dan bakti anak terhadap kasih sayang kalian pada Fei Yang.."


"Mengenai nenek ayah ibu, mohon bantu Fei Yang berikan penjelasan padanya."


ucap Fei Yang sambil menatap kedua orang tuanya penuh harap.


Raja Li Yuan Hao dan Ratu Sabrina akhirnya menghela nafas berat dan berkata,


"Baiklah putra ku, tapi kamu harus ingat dengan janji mu hari ini."


"Jangan kecewakan kami dan nenek mu.."


ucap Li Yuan Ming mengingatkan putranya.


Kedua orang tuanya segera membungkuk membangunkan putra mereka.


Fei Yang memeluk kedua orang tuanya secara bergantian, sambil berkata,


"Fei Yang pergi dulu, jaga diri kalian semua baik baik sampai jumpa."


Begitu ucapannya selesai, Fei Yang sudah menghilang dari sana.


Duduk diatas punggung Kim Tiaw yang sedang bergerak meninggalkan tempat itu.


Fei Yang ke ke,...!! Aku menunggu mu,..jangan lupakan aku..!!"


Tiba tiba terdengar teriakan keras dari puncak menara pengawas.


Di mana di sana terlihat seorang gadis berbaju merah, sedang melambaikan tangannya kearah Fei Yang.


Wajah gadis itu sangat cantik, dia adalah Li Sian Sian, dia tahu dia tidak bisa mencegah kepergian Fei Yang.


Sehingga dia hanya bisa mencari tempat tinggi untuk melepas kepergian Fei Yang.


Dari tempat tersebut setidaknya dia bisa melihat Fei Yang lebih lama sebelum menghilang.


Sian Sian menatap kearah kepergian Fei Yang, dengan wajah sedih dan airmata bercucuran.


Fei Yang yang mendengar suara teriakan Sian Sian, dia segera menoleh sambil tersenyum, Fei Yang melambaikan tangan nya kearah Sian Sian dan berkata dengan pesan suara,


"Gadis bodoh hapus airmatamu, tersenyumlah jangan menangis, nanti tidak cantik lagi.."


Mendengar bisikan Fei Yang, Sian Sian pun memaksakan diri untuk tersenyum, sambil terus melambaikan tangannya kearah Fei Yang dengan penuh semangat.


"Nah begitu lebih baik, aku pergi dulu sampai jumpa.."


bisik Fei Yang kembali dengan pesan suara jarak jauh.


Sementara itu Fei Yang sendiri terus bergerak menjauh bersama Kim Tiaw.


Naga Hitam raksasa bergerak mengikuti dari balik Mega.


Fei Yang bergerak cepat bersama Kim Tiaw tanpa singgah kesana kemari.


Sehingga setelah melewati deretan pegunungan Kun Lun San yang luas, puncak Xu San yang di kelilingi oleh 4 gunung kecil lainnya mulai terlihat.


Fei Yang menunjuk kearah gunung Xuan Wu dan berkata,


"Tiaw Siung kita turun di puncak sebelah kiri belakang puncak tertinggi itu.."


Kim Tiaw mengangguk kecil dan terus bergerak kesana.


"Tuan aku main ke tempat lain boleh, aura dewa yang di pancarkan oleh kelima puncak itu membuat ku kurang nyaman.."


"Terutama puncak tertinggi itu, aku benar benar merasa pusing dan mual di buatnya.."


ucap Naga Hitam tiba tiba setelah mendekati Xu San.


"Pergilah Hei Lung Siung, terimakasih banyak sudah ikut hingga kemari.."


ucap Fei Yang yang tidak ingin memaksa mahluk itu ikut dengannya.


Sejak melihat aksi Naga Hitam di pertempuran melawan pasukan Liao,.meski Naga Hitam saat itu berada di pihaknya.


Fei Yang kurang suka dengan tindak tanduk, mahluk yang sepertinya berasal dari dunia kegelapan itu.


Dua bukti yang menguatkannya, adalah dia di kurung oleh Buddha Julai di puncak Chomolungma.


Mengenai bagaimana dia bisa meloloskan diri dari penjagaan 9 Lhama sakti dan mengikutinya Fei Yang sendiri juga kurang jelas.


Kini bukti kedua dia tidak nyaman berada di Xu San ini semakin menguatkan keyakinan Fei Yang, akan asal usul mahluk ini dari dunia kegelapan.


Setelah berpisah dari Naga Hitam, Kim Tiaw terus bergerak menuju puncak Xuan Wu


Kim Tiaw mendarat ringan, di sebuah lapangan luas yang merupakan tempat berlatih murid murid perguruan Xuan Wu.