
Hong Yi menjejakkan kakinya keatas tanah tubuh nya ,bersalto diudara lewat di atas kepala Wu Ee sehingga serangan Wu Ee menemui tempat kosong.
bersamaan dengan saat lewat diatas kepala Wu Ee, Hong Yi melepaskan tebasan energi tajam kearah punggung, Wu Ee.
Wu Ee sangat terkejut, dia tidak sempat menangkis ataupun menghindar.
Di saat kritis muncul Ji Ee, menggunakan sepasang cakar bajanya di silangkan untuk menahan serangan Hong Yi.
"Trangggg,..!"
Ji Ee berhasil menyelamatkan Wu Ee, sedangkan Hong Yi baru berhasil mendarat sempurna.di atas tanah.
Lagi lagi Ta Ee sudah muncul menyerangnya secara bertubi-tubi dengan kedua belati dari jarak dekat.
Hong Yi yang belum siap sepenuhnya menjadi kelabakan untuk menangkis serangan kedua belati Ta Ee yang cepat.
Hong Yi terpaksa membiarkan beberapa kali belati itu lolos dari tangkisan pedangnya.
Menusuk dada bahu dan perutnya, tapi serangan itu tidak berhasil melukai nya, karena tubuhnya terlindung Rompi kiri api.
Di saat Hong Yi sedang sibuk San Ee datang dengan sepasang tinju Cahaya hijaunya mendarat di punggung Hong Yi.
"Bukkkk,..!!"
Hingga Hong Yi terpental maju terhuyung-huyung kedepan.
Untungnya Hong Yi lagi lagi terselamatkan oleh Rompi yang dia kenakan, sehingga dia tidak mengalami luka dalam, hanya sedikit terhuyung-huyung kedepan saja.
Melihat situasi Hong Yi, Wu Ee tidak mau melewatkan kesempatan, dia dengan cepat bergerak menggunakan ujung kipas, untuk menotok.dada kanan Hong Yi.
Hong Yi melihat hal itu masih bisa bergerak cepat melompat berputaran kesamping menghindar sambil menyabetkan seberkas sinar merah menyala kearah Wu Ee.
"Singgg,..!!"
Wu Ee jaraknya terlalu dekat tidak sempat menghindar, terpaksa dia membuka lebar-lebar kipas bajanya.
",Duakk,..?'
Untuk menangkis sambil bergeser terbang mundur kebelakang, mengikuti daya dorong serangan yang dilepaskan oleh Hong Yi.
Selagi Hong Yi sedang berputaran kesamping Ji Ee sudah datang sambil terbang menerkam kearah Hong Yi dengan sepasang tingkat cakarnya secara bertubi-tubi.
"Tring,..Trang,..Dess,..!"
Hong Yi dalam posisi terjepit berhasil menangkis dua serangan pembuka, tapi sebuah gerak tipu berhasil bersarang di perutnya.
Sehingga tubuhnya terpental jatuh keatas tanah dan terseret mundur puluhan langkah kebelakang.
Tubuhnya baru berhenti saat punggungnya tertahan oleh batu nisan Yue Feng.
Baru saja Hong Yi melompat berdiri, Ta Ee kembali tiba dengan sepasang belatinya melakukan serangan bertubi-tubi kearah leher wajah mata dan telinga.
Hong Yi lagi lagi terpaksa menggunakan ketajaman pedang nya untuk menangkis.
Tapi justru ini pancingan yang di siapkan oleh Ta Ee untuk menjebak Hong Yi.
Begitu Hong Yi melakukan tangkisan, belati Ta Ee malah mengincar pergelangan tangan Hong Yi dan berhasil melukainya hingga pedangnya terlepas dari pegangan tangannya.
Untungnya cuma luka luar, tidak sampai mengenai urat nadi di pergelangan tangan Hong Yi.
Hong Yi masih berusaha untuk menyambar kembali pedangnya, yang terlepas dari pegangan tangan nya, dengan tangan lain.
Karena Hong Yi sadar tanpa bantuan pedang itu, dia pasti akan celaka di tangan musuh musuhnya ini.
Tapi rencana Hong Yi gagal, karena Ta Ee yang sudah menduganya.
Dia sudah bersiap dengan belatinya yang lain mengancam pergelangan tangan Hong Yi yang lain.
Sehingga Hong Yi terpaksa menarik mundur tangannya yang lain, bila tidak ingin terluka, seperti tangannya yang lain.
Hong Yi setelah menarik kembali tangannya, dia mencoba melompat mundur, ingin melarikan diri bersembunyi di dalam gua,.
Tapi sialnya rencananya kembali terbaca oleh San Ee, yang telah bersiap di sana.
Tinju San Ee menyambar kearah wajah Hong Yi, Hong Yi berhasil mencegah tinju sinar hijau mendarat di wajahnya langsung.
Dengan menggunakan telapak tangannya menahannya, tapi karena tinju itu terlalu kuat.
Punggung telapak tangan Hong malah menghantam pipinya sendiri
Sehingga tubuh Hong Yi terpental menabrak dinding gua di sampingnya.
Hong Yi hanya bisa terbelalak terkesiap di tempat, tidak sempat menghindar ataupun menangkis.
Dia hanya bisa terdiam pasrah di tempat.
Menunggu pedang itu mengirim nya menyusul Yue Feng.
Di saat kritis dua ekor Naga Mas yang mengeluarkan raungan dahsyat meluncur dari balik gua.
Langsung menembus tubuh Ta Ee dan San Ee yang berdiri paling dekat dengan mulut gua.
Kedua orang itu langsung menyemburkan darah dari mulut mereka.
Perlahan-lahan tubuh mereka berdua roboh kesamping diam tak bergerak dengan nyawa melayang, meninggalkan tubuh kasar mereka.
Ta Ee tergeletak dengan pedang Kirin api masih berada dalam genggaman tangannya.
Hong Yi terbelalak girang saat melihat siapa yang muncul dari balik gua menyelamatkan nyawa nya.
"Yi Yi maaf, aku sedikit terlambat.."
ucap Yue Feng menyesal sambil berjalan mendekati Hong Yi.
"Tidak apa-apa kak Feng,..."
"Kakak Feng, di luar masih dua jangan biarkan mereka lolos,.."
ucap Hong Yi cepat.
Yue Feng mengangguk, lalu dia melompat ke depan gua.
Ji Ee dan Wu Ee yang ketakutan langsung bergerak hendak melarikan diri.
Yue Feng mengagkat kedua tangannya kedepan berputar setengah lingkaran, kemudian kembali di dorong kan kedepan dan berkata,
"Mau kemana kalian !?""
"Tinggalkan nyawa kalian,..!!"
Dua ekor Naga emas meraung keras, meluncur cepat mengejar kearah Wu Ee dan Ji Ee.
Kedua orang yang sedang berusaha melarikan diri itu.
Terpaksa membalikkan badan untuk menyambut serangan Yue Feng, dengan senjata andalan mereka.
"Boommm,.."
Tubuh kedua orang itu terpental jauh dengan senjata hancur berantakan.
Sebelum mereka sempat berbuat sesuatu, Kedua Naga emas telah membalik, menembus tubuh kedua orang itu dengan kekuatan dua kali lipat.
Tubuh kedua orang itu setelah di tembus naga emas, langsung meledak hancur berkeping-keping.
Yue Feng mengulurkan tangannya kedepan kedua energi Naga emas, kembali masuk kedalam lengannya.
Lalu mengalir masuk mengelilingi seluruh tubuh nya, yang mengeluarkan cahaya merah keemasan.
Setelah kembali normal seperti semula, Yue Feng buru buru membalikkan badannya.
Melangkah cepat menghampiri Hong Yi dan berkata,
"Yi Yi wajah mu memar, kamu punya salep luka ? berikan ke aku, biar aku membantumu,. mengolesnya."
Hong Yi sambil tersenyum gembira, dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku bajunya dan memberikan nya ke Yue Feng.
Yue Feng dengan hati hati dan lembut membantu Hong Yi mengoleskan salep luka itu.
Hong Yi menatap Yue Feng dengan tatapan penuh kebahagiaan.
"Kak Feng sebenarnya apa yang terjadi ,?"
tanya Hong Yi penasaran.
Yue Feng tersenyum dan berkata,
"Sabar jangan bergerak gerak dulu, nanti bila selesai.."
"Aku janji akan menceritakan nya semua.."