PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PUTARAN SEMI FINAL


Ye Pu Cin mengulang yang Ye Sun lakukan sebelumnya.


Tabung bambu kembali di guncang, untuk mencari peserta pertandingan, yang akan maju bertanding.


Begitu hasilnya di sebutkan oleh Ye Pu Cin.


Yang Song yang mewakili Thian San Pai dan Thian Ming yang mewakili Hua San Pai.


Segera melayang ketengah lapangan, masing masing saling memberi hormat.


Setelah itu mereka segera mundur mengambil ancang ancang bersiap saling melepaskan serangan.


Baik Yang Song dari Thian San Pai maupun Thian Ming dari Hua San Pai, mereka berdua ilmu andalan nya adalah pedang.


Jadi begitu mulai saling menyerang, mereka berdua langsung bergebrak dengan jurus pedang andalan masing masing.


Yang Song memainkan jurus jurus Pedang Thian San Pai, sedangkan Thian Ming memainkan jurus jurus Hoa San Pai.


Kedua nya bertanding cukup imbang, saling mendesak dengan tubuh masing masing lenyap dalam gulungan bayangan pedang mereka masing masing.


Setelah saling mendesak hampir seratus jurus tanpa hasil, masing masing mulai mengeluarkan jurus andalan mereka.


Thian Ming mulai melepaskan ilmu pedang Hua San Ciu Cien ( Ilmu Hua San 9 pedang )


Meski baru menguasai 3 jurus dan belum sempurna tapi efeknya juga sudah mulai terasa begitu di lepaskan.


Zhong Jue Shi..( Jurus serangan tengah ).


"Suittt..!"


"Brakkkk...!"


Seberkas cahaya putih bergerak melesat menghancurkan lantai arena yang di lewatinya menerjang ke arah Thian Ming.


Yang Song sendiri terlihat tenang, dia langsung melepaskan pedangnya, yang membelah diri menjadi tujuh


Melesat kedepan menyambut serangan dari Thian Ming.


"Singggg...!"


Energi pedang yang di lepaskan oleh Thian Ming tertahan di udara, oleh bayangan tujuh pedang itu.


"Ceeesss...!"


Melihat serangan pertama.nya tertahan, Thian Ming langsung melanjutkan dengan serangan kedua.


Po Jian Shi ( Sikap Menahlukkan Pedang )


"Singggg...!"


Tubuh Thian Ming yang berubah menjadi pusaran angin tornado.


Menimbulkan garis garis putih, melingkari seluruh tubuh nya, yang sedang terbang lurus berputaran di udara.


Dengan ujung pedang berubah menjadi tujuh bayangan, melesat menyerang kearah Yang Song.


Yang Song langsung menambah energi daya dorong nya kedepan.


"Wussss...!


Ketujuh pedangnya kini mulai mengeluarkan cahaya merah kuning biru.


Menekan kuat kearah serangan yang di lepaskan oleh Thian Ming.


Hingga buyar lalu menyambut serangan kedua yang datang.


"Cringgg...!"


Terdengar seperti suara logam berbenturan di udara.


Kini sama sama tujuh pedang tertahan di udara, termasuk tubuh Thian Ming pun ikut mengambang di udara sana.


Menghadapi tekanan cahaya pedang tiga warna, sebenarnya bila terlatih sempurna akan menjadi 7 warna dengan 49 pedang sama seperti yang di miliki Yang Jian, si Topeng Besi.


Tapi Yang Jian adalah legendanya Thian San Pai, tidak ada murid bahkan ketua dan tetua Thian San Pai mampu melakukan yang seperti Yang Jian lakukan, kecuali.leluhur Thian San Pai, Thian San Lao Jin tentunya.


Tapi meski baru berhasil menguasai 3 cahaya dan belum sempurna.


Hal itu sudah cukup untuk menahan serangan Thian Ming.


Thian Ming tiba tiba bergerak keatas, lalu melakukan tebasan seberkas sinar putih dari atas kebawah.


"Po Dao Shi,..!"


( Sikap menahlukkan golok ).


Bayangan putih berubah menjadi puluhan sinar golok putih, turun dari arah udara menyerang kearah posisi Yang Song berada.


"Wutttt..!"


Ilmu 9 pedang Hua San adalah ilmu pedang yang hanya ada penyerangan tanpa pertahanan.


Setiap jurus adalah serangan mematikan, untuk melatihnya sangat tidak mudah.


Jadi wajar Thian Ming hanya menguasai 3 dari 9 jurus.


"Cringgg...!"


Seluruh tubuh Yang Song terlindungi oleh kubah cahaya 3 warna.


Terbentuk dari putaran 7 pedang Tri Warna, yang berputaran di sekitar tubuhnya.


Setelah berhasil menahan serangan terakhir Thian Ming.


Yang Song langsung melepaskan seberkas energi Tri Warna, yang membentuk bayangan pedang Tri Warna, mengejar kearah Thian Ming.


"Singggg...!"


Thian Ming buru buru melompat mundur menghindar kebelakang.


"Ceeeeessss.!"


Arah serangan di ubah oleh Yang Song sehingga hanya mengenai pita pengikat kepala Thian Ming.


Hingga rambutnya terlihat terurai berantakan.


Thian Min buru buru memberi hormat kearah Yang Song dan berkata,


"Terimakasih sudah bermurah hati, aku Thian Ming mengaku kalah..'


Yang Song buru buru membalas penghormatan dari Thian Ming.


Setelah itu kedua peserta pun mundur keluar dari arena, Thian Ming langsung mundur kearah bangku saudaranya Ti Hu duduk.


Sedangkan Yang Song maju ketempat duduk peserta putaran selanjutnya yang masih kosong.


Dia adalah peserta pertama yang mengisi tempat tersebut.


Setelah pertandingan berakhir, Ye Pu Cin kembali ketengah lapang di temani oleh kedua wakilnya Ye Ying dan Ye Hong.


Tadi kedua orang ini tidak terlihat, karena harus mengurus Tu Lung dan Tang Lung yang di masukkan kedalam tahanan pengacau di Hua San Pai.


Juga mengurus Ye Sun yang sedang terluka parah, kini setelah semua beres.


Mereka baru hadir kembali di sisi Ye Pu Cin.


"Yang Sing majulah..!"


teriak Ye Ying.


Di susul oleh Song Ceng Su yang di panggil oleh Ye Hong untuk maju kedepan.


Setelah kedua belah pihak saling memberi hormat, mereka masing-masing mulai saling serang.


Mengeluarkan ilmu andalan mereka masing masing.


Seperti saudaranya Yang Song, Yang Sing mulai melepaskan energi serangan jarak jauh, berusaha memukul Song Ceng Su.


Tapi Song Ceng Su tidak seperti ilmu Hua San Pai yang keras lawan keras.


Dia dengan tenang membentuk pertahanan, selalu menyambut serangan dengan lembut seperti air mengalir.


Diterima kemudian meminjam kekuatan itu sendiri untuk di retur kembali.


Song Ceng Su memainkan jurus Tai Chi Cien Fa ( Ilmu Pedang Tai Chi ).


Terlihat lambat dan lemah lembut, tapi pertahan nya sangat rapat sulit di tembus.


Serangan baliknya yang meminjam tenaga lawan dan selalu tepat sasaran sangat berbahaya.


Yang Sing yang awalnya sangat bersemangat menyerang, akhirnya keteteran sendiri kehabisan tenaga.


Nafasnya menjadi tidak teratur, akhirnya pedangnya yang sedang di gunakan untuk putaran menyerang kedepan.


Terbelit oleh putaran pedang song Ceng Su, dengan sekali sentakan pedang di tangan Yang Sing terlepas dari pegangan nya.


Yang Sing segera melompat mundur, memberi hormat dan berkata dengan suara nafas memburu.


"Terimakasih pengajarannya saudara Song, aku Yang Sing mengakui keunggulan anda.."


ucap Yang Sing sambil memberi hormat.


Song Ceng Su sambil tersenyum ikut membalas penghormatan dari Yang Sing.


Karena peserta Kim Hong dari Xue San Pai telah gugur, sama seperti Ti Hu dari Hua San Pai.


Maka kini hanya tersisa Kim Sin dan Kim Lan yang belum maju.


Ye Pu Cin tidak melakukan undian lagi, melainkan berkata.


"Kini peserta hanya sisa empat, maka pertandingan berikutnya adalah.."


"Kim Lan melawan Yang Song sedangkan Kim SIn melawan Song Ceng Su di babak berikutnya..!"