
Yue Feng dengan setengah terpaksa mengikuti Fei Yang menikmati makanan dan minuman dihadapannya.
Tapi setelah lewat beberapa waktu, karena hatinya tidak bisa tenang menikmati hiburan yang di suguhkan disana, Yue Feng pun berkata,
"Adik Yang kamu teruskan saja, aku mau cari udara segar di luar sana."
Fei Yang mengangguk sambil tersenyum, dia tidak memaksa.
Karena bila orang sedang tidak mood dan banyak pikiran, di paksakan juga percuma, orang di sini, hati dan pikiran jelas ada di tempat lain.
Yue Feng saat tiba di depan kasir, dua pun berkata,
"Aku pesan 3 kati daging sapi dan 6 botol.arak Hang Zhou, sekarang bisa.."
Kasir mengangguk cepat dan berkata,
"Bisa tuan, harap tunggu sebentar.."
Kasir itu buru buru melambaikan tangannya memanggil seorang pelayan mendekat.
Setelah pelayan tiba, dia membisikkan sesuatu, lalu pelayan itu pun buru-buru berlari kearah dapur.
Setelah pelayan pergi, kasir yang juga merupakan pemilik resto dan penginapan, menoleh kearah Yue Feng dan berkata,
"Harap ditunggu sebentar tuan, pesanan sedang di siapkan dulu.."
Tidak perlu menunggu lama, pelayan pun tiba membawa dua bungkusan, satu berisi arak satu lagi berisi daging pesanan Yue Feng.
"Tolong bantu bawakan ke perahu pinggir danau bisa ?"
tanya Yue Feng saat ingin melakukan pembayaran.
"Bisa bisa, Alok kamu bantu tuan ini bawakan makanan dan minuman ini hingga ke perahu."
ucap kasir sambil mulai sibuk berhitung dengan sempoa hitam di hadapannya.
Yue Feng melakukan pembayaran, lalu dia mengikuti Alok, yang membawanya menuju sebuah perahu merah yang cukup besar dan mewah.
"Tuan gimana kalau gunakan perahu ini, ? pengemudinya profesional,.harganya juga tidak sembarangan getok,."
Yue Feng mengangguk dan berkata,
"Boleh,.. gak masalah.."
Setelah Alok berbincang sejenak dengan pemilik perahu, pemilik perahu pun memberi kode pada Yue Feng untuk naik ke perahunya.
Yue Feng mengangguk, kemudian dia naik keatas perahu dan masuk kedalam bilik perahu yang cukup lebar dan luas.
Yue Feng membuka jendela perahu di kedua sisi hingga terbuka lebar, sehingga angin sejuk sore hari pun bebas keluar masuk.
Yue Feng mengambil posisi duduk di pinggir jendela, sambil minum arak sesekali dia menggunakan sumpitnya mengambil daging sapi asap yang ada di hadapannya.
Perahu perlahan-lahan mulai meninggalkan tepian danau, menuju kearah bagian tengah danau.
Sesekali pengemudi perahu akan berteriak memberi tahu Yue Feng nama nama tempat yang sedang mereka lewati.
Tepat saat mereka tiba tidak jauh dari patung Buddha raksasa, yang menghadap ke danau tempat mereka berada.
Sebuah perahu yang berukuran lebih kecil bergerak cepat merapat kearah perahu yang di tumpangi Yue Feng.
"Kak Sen boleh tidak aku titip penumpang perahu ku, ke perahu mu, soalnya perahu ku bocor, harus segera di tambal..!'
teriak pengemudi perahu kecil itu setelah perahunya merapat, ke perahu yang di tumpangi Yue Feng.
Pengemudi perahu merah, merasa serba salah, gak di tolong gimana, ditolong dia gak enak dengan privasi Yue Feng yang mungkin terganggu dengan kehadiran penumpang lain disana.
"Paman tidak apa-apa biarkan saja mereka kemari..!"
ucap Yue Feng dari bilik perahu.
Karena dia bisa merasakan kesulitan pengemudi perahunya yang serba salah.
Begitu suara Yue Feng terdengar, dari bilik perahu kecil yang bocor, langsung melayang sesosok tubuh berpakaian merah mendarat ringan di atas perahu, yang ditumpangi Yue Feng.
Sosok baju merah, langsung menyibak tirai penutup bilik perahu, dia langsung masuk kedalam bilik perahu dan berkata dengan suara gembira.
"Kakak Feng kamu juga ada di sini ?"
Awalnya Yue Feng sedikit terkejut dengan ketidak sopanan orang yang baru tiba ini.
Tapi begitu mendengar suara dan melihat wajah orang tersebut, Yue Feng langsung tersenyum lebar dan berkata,
Yue Feng menghentikan ucapannya menggantung di tengah karena merasa tidak enak hati kelepasan berbicara.
Hong Yi mengerti, meski Yue Feng tidak menyelesaikan ucapannya.
Sambil tersenyum manis, dia berkata,
"Kak Feng, panggil saja saya Hong Yi atau apa saja, tidak perlu pakai nona.."
"Bagaimana kalau aku panggil, Yi Yi saja..?"
tanya Yue Feng penuh semangat.
Hong Yi tersenyum dan mengangguk kecil,.terserah kak Feng saja..
"Yi Yi, ayo kita rayakan pertemuan tak terduga ini,.silahkan di cicipi arak.dan dagingnya."
ucap Yue Feng sambil meletakkan sebotol arak dan sepasang sumpit baru dihadapan Yi Yi.
Yi Yi menerimanya, kemudian mulai ikut makan dan minum bersama Yue Feng.
"Kakak Feng, maaf telah membuat mu repot berkeliling mencari ku."
ucap Hong Yi merasa tidak enak hati.
"Oh itu bukan masalah besar, aku saja yang cemas berlebih tak perlu di pikirkan.."
"Yang penting saat ini kita sudah bertemu, dan kamu dalam keadaan baik baik saja.."
ucap Yue Feng sambil tersenyum senang.
"Lampion,..!Lampion,..!Lampion,..!Lampion,..! yang mau beli lampion,..!"
"Kakak beli lampionnya, bisa menulis permohonan dan melepasnya, biar Thian tahu dan membantu mengabulkannya."
ucap seorang anak yang sedang menjajakan lampion nya dari perahu ke perahu.
Yue Feng yang mendengar penawaran anak itu jadi tertarik, dia menoleh kearah Hong Yi dan berkata,
"Yi Yi kita buat permohonan dan melepaskan lampion mau ?"
Hong Yi mengangguk, sambil tersenyum dia berkata,
"Terserah kak Feng, aku ikut saja.."
Yue Feng sambil tertawa gembira berkata pada anak itu,
"Aku pesan 10 ini uangnya cukup kan,..?"
Yue Feng melempar satu tael emas kearah anak itu.
Anak itu terkejut melihat uang ditangannya, dia menoleh kearah Yue Feng dan berkata,
"Tapi tuan aku tidak punya kembalian nya, uang ini terlalu besar.."
"Ya sudah kembaliannya untuk mu saja,."
ucap Yue Feng santai.
Anak itu mendengar ucapan Yue Feng langsung tertawa senang dan berkata, kalau begitu semua lampion di perahu ku biar buat tuan saja.
Yue Feng tertawa gembira menoleh kearah Hong Yi dan berkata,
"Yi Yi malam ini kelihatannya kita harus bekerja keras menulis permohonan dan melepas lampion ke langit."
Hong Yi ikut tersenyum dan berkata,
"Kalau begitu kita mulai saja sekarang."
Anak itu membantu menyediakan kertas dan alat tulis buat Fei Yang.
Dia juga membantu mereka berdua menempel tulisan permohonan agar di kabulkan keinginan mereka oleh Thian, di setiap Lampion.
Setelah selesai mereka berempat termasuk tukang perahu ikut membantu melepaskan hampir seratus lampion ke udara yang membawa keinginan ke 4 orang itu.
Hong Yi yang diam diam mencuri lihat isi tulisan keinginan Yue Feng, hatinya menjadi berbunga-bunga dan sangat bahagia.
Karena semua keinginan yang ditulis oleh Yue Feng cuma satu, Dia ingin hidup bahagia bersamanya hingga hari tua.