
Dua pedang itu melesat dengan kekuatan 5 elemen, memaksa Raja Iblis Asura, terpaksa membatalkan pengepungan nya pada Wu Song.
"Trangggg.. !"
"Trangggg.. !"
Raja iblis Asura menggunakan golok darahnya mementalkan kedua pedang itu.
Pedang terpental, kembali kedalam tangan pemiliknya yang sedang terbang mendekati Raja Iblis Asura.
Fei Yang dan Xue Lian mendarat ringan, menghadang di depan Wu Song dan Lu Fan.
"Maaf senior kami sedikit terlambat, di mana si Dewa mata tiga ? kenapa tidak terlihat ?*
ucap Fei Yang tanpa menoleh.
Dia sedang menatap Raja Iblis Asura dengan sikap waspada, sehingga tidak mungkin menoleh dan memberi hormat.
Xue Lian di sebelah Fei Yang yang menjawab,
"Mahluk sombong itu, kulihat juga tidak sehebat kesombongannya.."
"Aku yakin dia pasti sudah di pukul pergi hingga terkaing kaing, mirip peliharaan nya.."
Wu Song tersenyum tipis dan berkata,"
"Kalian berdua waspadalah, Raja Iblis Asura bukan dapat di buat main main.."
"Dewa Er Lang bukan tandingannya, dia kini sedang kembali melapor ke Yu Ti.."
ucap Wu Song mengingatkan sekaligus menjelaskan dengan sabar.
"Hi..hi..hi..! benarkan dugaan ku, kantong sampah itu telah pergi, nanti kalau masalah sudah beres.."
"Dia tinggal bawa titah dan ucapan terima kasih dari tuannya yang super bijak itu.."
ucap Xue Lian menyindir, melampiaskan rasa sebalnya.
Fei Yang melirik istrinya dan berkata,
"Sayang simpan emosi mu, musuh mulai bergerak hati hatilah..
Sesuai ucapan Fei Yang, Raja Iblis Asura, mulai menghimpun kekuatan nya.
Sebuah bayangan Iblis kembali muncul di belakangnya.
Iblis itu menatap marah seolah olah ingin menerkam semua yang hadir di sana.
Wu Song yang melihat kesempatan, dia segera terbang keangkasa.
Lalu mulai melantunkan irama pengikat yang di ajarkan oleh Yu Se Thian Cun.
Tapi sekali ini tidak seperti sebelumnya, lantunan irama mantra pengikat iblis.
Sekali ini tidak begitu efektif, Raja iblis Asura melawan irama tersebut dengan suara tawanya, yang mengguncang seluruh lembah.
Meski masih terpengaruh dan terganggu tapi tidak sampai separah sebelumnya.
Di sini, dia masih mampu melayani Fei Yang dan Xue Lian, yang sedang terbang kesana kemari mengejarnya, dengan jurus pedang mereka yang dahsyat.
Fei Yang dan Xue Lian masih terus mengepung Raja Iblis Asura, dengan jurus pedang lima elemen berpasangan mereka.
Fei Yang menyerang atas dengan pedang, Xue Lian mengimbanginya dengan menyerang bagian bawah.
Raja Iblis Asura, harus memutar goloknya melindungi tubuhnya dari atas hingga ke bawah.
Dia terlihat cukup sibuk dan terdesak, sambil menangkis, dia harus terus bergerak mundur.
Raja Iblis Asura meski memiliki ilmu kebal, sulit di bunuh.
Tapi setiap kali dia terluka dan pulih kembali, itu tetap akan mengurus energi sejatinya.
Maka nya dia harus berhati hati, agar jangan sampai terluka ataupun mati bila sedang tidak terpaksa.
Senjata di tangan Fei Yang dan Xue Lian juga perlu dia waspadai.
Senjata mereka jelas tidak kalah dahsyat di banding senjata Lu Fan.
Senjata mereka memiliki kekuatan yang mampu membunuh dewa iblis dan Buddha.
Jadi tidak bisa dia tidak bersikap hati hati dalam menghadapi mereka.
Lu Fan yang mulai pulih bangkit untuk duduk, menstabilkan kondisinya.
"Jangan pernah terbawa untuk bertarung di neraka.."
ucap Lu Fan mengingatkan.
Fei Yang dan Xue Lian mengangguk, tanpa menjawab mereka berdua mempercepat serangan pedang mereka mengurung Raja Iblis Asura.
Berulang kali, Raja Iblis Asura menangkis serangan mereka, tapi setiap kali dia ingin membalas.
Selalu pasangan lainnya datang memberi bantuan dan menutupi celah yang ada pada pasangannya.
Hal ini membuat Raja Iblis Asura sulit memberikan serangan balasan.
Apalagi Wu Song tidak berhenti meniup sulingnya, menganggu konsentrasi dan mengurangi kekuatannya.
Fei Yang dan Xue Lian sering bertukaran pedang saat menyerang lawan, juga membingungkan Raja Iblis Asura.
Pedang Xuan Yuan dan pedang Mestika Panca Warna, sering bertukar pemilik.
Setelah pedang mereka di lepaskan oleh pemiliknya, terbang menyerang Raja Iblis Asura.
Hal ini cukup membuat Raja iblis Asura kebingungan menghadapi serangan pedang berpasangan suami istri yang sangat kompak itu.
Raja Iblis Asura seolah olah menghadapi dua orang dengan satu pikiran satu jiwa yang tak terpisahkan.
Mirip satu orang memegang dua pedang ditangan, malah yang ini jauh lebih dahsyat.
Karena satu tangan dua pedang pasti ada salah satu lebih kuat dari yang lainnya.
Tapi ini justru berbeda, ini kekuatan mereka sama seimbang sama dahsyat sama mengerikan.
Seolah olah mereka bisa saling transfer kekuatan.
Tak jarang mereka kadang menyerang sambil bergandengan tangan.
Atau yang satu membantu memegang kaki pasangannya, menyalurkan energi gabungan menyerang nya.
Pokoknya Raja iblis Asura benar benar di buat sibuk dan pusing tujuh keliling.
Puncaknya sanggul Raja iblis Asura tersambar oleh pedang Xuan Yuan yang di lepaskan oleh Xue Lian.
Pedang itu berpindah ketangan Fei Yang, sebaliknya pedang Mestika Panca Warna yang dilepaskan oleh Fei Yang berhasil menggores lehernya hingga terluka menga nga.
Setelah itu pedang Mestika Panca Warna berpindah ketangan Xue Lian.
Akibat dari serangan mengejutkan ini, pertahan Raja Iblis Asura yang menutupi suara irama pembetot Sukma.
Terbuka, Irama suling Wu Song masuk dengan bebas mantra pengikat dari Yu Se Thian Cun kembali berhasil mempengaruhi pikirannya.
"Arghhhh,...!!!"
Teriak Raja Iblis Asura kesakitan, sambil berusaha melesat menjauhi arena pertempuran.
Golok Darah di dalam genggaman tangannya terlepas dari pegangan tangan nya.
Raja iblis Asura yang melayang diudara menggunakan kedua tangannya menutupi pendengarannya, sambil menjerit histeris kesakitan.
Rambutnya terurai berantakan menutupi wajahnya..
Wu Song terus menerus meningkatkan irama sulingnya, seolah olah ingin memaksa meledakkan otak Raja Iblis Asura dari dalam.
Bayangan iblis di belakang Raja iblis Asura, juga terlihat menyeringai kesakitan, seperti tubuh tuan nya.
Fei Yang dan Xue Lian memanfaatkan situasi ini.
Mereka melepaskan pedang Xuan Yuan dan Pedang Mestika Panca Warna.
Masing masing pedang membelah diri udara menjadi jutaan pedang melesat menerjang dan menembus seluruh tubuh Raja iblis Asura tanpa henti.
"Arghhhh...!"
Raja Iblis Asura semakin berteriak histeris kesakitan, saat jutaan pedang itu tanpa henti menembus tubuhnya.
Darah Raja' Iblis Asura berhamburan kemana mana, memenuhi udara jatuh ke atas bumi seperti hujan darah.
Tapi Raja Iblis Asura tetaplah Raja Iblis yang memiliki kekuatan keabadian tanpa batas.
Hanya sesaat terlihat dia menjerit histeris kesakitan, sesaat kemudian kondisinya mulai kembali stabil.
Hawa hitam dan kegelapan alam semesta, tidak berhenti memasuki tubuhnya.
Darahnya yang jatuh kebawah berhenti diudara kemudian kembali terbang keatas masuk kembali kedalam tubuhnya.
Luka di seluruh tubuhnya yang tadinya penuh lubang kini sudah menutup kembali.
.