
Xue Lian mengangguk menyetujui pengamatan suaminya.
"Sayang sementara kamu mencoba meningkatkan kekuatan mu dalam pengendalian ke tiga unsur itu.."
"Aku akan mencoba mempelajari kitab untuk membentuk alam dimensi."
"Bila berhasil kita baru bisa mencoba jurus ke 7 nya.."
"Setelah itu aku akan mencoba mempelajari 4 jurus tanpa nama itu.."
"Anggap saja sebagai ilmu cadangan, bila lawannya tetap tidak berhasil kita tahlukkan dengan ilmu 7 jurus Penakluk Semesta."
"Kakak Yang apa kamu masih ragu dengan ilmu kitab tanding, yang sudah begitu mengerikan itu..?"
tanya Xue Lian sambil menatap suaminya dengan penuh tanda tanya.
"Entahlah sayang, tidak tahu kenapa aku juga kurang jelas.."
"Hanya saja insting ku terus berbisik, lawan di lembah kebahagiaan itu, ada kemungkinan adalah lawan terberat dalam hidup ku ini.."
"Mungkin ini ada kaitannya dengan logika, ada orang yang sanggup menawan kedua orang tua mu."
"Tentu kemampuan orang itu pasti sangat tidak masuk akal, baru dia bisa lakukan hal itu pada sekian banyak orang tangguh, termasuk kedua orang tua mu.."
Xue Lian mengangguk memahami kekhawatiran suaminya, dia mengeluarkan pedang Mestika Panca Warna dari dalam gelangnya dan berkata,
"Ini suami ku,.. terimalah.."
"Bersama ku juga percuma, karena aku tidak pernah bisa berhasil mencabut pedang ini keluar dari dalam sarungnya.."
ucap Xue Lian sambil menyerahkan sebuah pedang yang masih tersimpan rapi dalam sarungnya.
Meskipun pedang itu masih berada di dalam sarungnya, tapi pedang itu tidak pernah berhenti mengeluarkan pancaran sinar 5 warna yang indah.
5 warna itu berbeda dengan energi 6 warna miliki Fei Yang, 5 warna ini terdiri dari warna hitam putih merah hijau kuning.
Saat Fei Yang menerima pedang tersebut dari tangan Xue Lian.
Fei Yang bisa merasakan kedua tato pedang di tangan kanan dan kirinya, bergetar hebat.
Tiba-tiba kedua tato itu melepaskan diri dari lengan Fei Yang.
Kedua tato yang membentuk dua bayangan pedang api dan es.
Melejit masuk ke gagang pedang Mestika Panca Warna.
Di mana di bagian tengah tengah gagang pedang, memang ada sebuah logo Pat Kwa yang kosong tak berisi.
Tapi setelah kedua pedang api dan es masuk kedalam bagian gagang pedang yang kosong dan berlubang itu.
Lubang kosong berbentuk Pat Kwa di tengah tengah gagang pedang itu kini muncul dua warna merah biru mengisi lingkaran Pat Kwa itu.
Begitu pedang api dan es bergabung kesana, pancaran 5 warna menjadi semakin gemilang
Sebaliknya di lengan kiri maupun kanan Fei Yang kini sudah kembali mulus tidak lagi terlihat ada tato disana.
Saat Fei Yang mencoba mencabut pedang itu, tanpa kesulitan pedang itu tercabut.
5 cahaya gemilang menerangi seluruh gua begitu pedang itu tercabut.
Dari dalam sarung pedang sebuah gulungan kulit kambing terjatuh, keatas lantai, begitu pedang itu tercabut oleh Fei Yang.
Fei Yang mengibaskan tangannya gulungan itupun masuk kedalam cincinnya.
"Sayang alasan pedang ini tidak bisa tercabut, mungkin ada hubungannya dengan segel Pat Kwa merah biru ini.
"Segel ini harus di isi dengan jiwa roh pedang api dan es ku, setelah terisi, pedang ini baru bisa tercabut."
"Aku tidak menyangka ternyata kedua pedang yang selalu menyertai ku ini, adalah kunci dari segel pedang ini.."
"Pantas saja Wu Ming Lau Jen memilih memberikan kedua pedang ini pada ku.."
ucap Fei Yang sambil mengamati pedang Mestika di tangannya.
Xue Lian tersenyum gembira dan berkata,
"Itu berarti pedang dan jurus itu benar sudah ditakdirkan buat kakak.."
Fei Yang menyimpan pedangnya kembali kedalam sarung, lalu dia masukkan kedalam cincinnya.
Sambil tersenyum Fei Yang maju menciumi kening Xue Lian dan berkata,
"Takdir tinggal takdir, bila tidak bertemu dengan mu, semua ini juga hanya mimpi.."
"Segala ilmu kesaktian nama harta bagi ku tidak penting, bisa hidup tenang bersama mu, "
"Bisa melihat kamu bahagia berkumpul kembali dengan kedua orang tua mu, itulah yang terpenting.."
"Ayo kita mulai berlatih.."
ucap Fei Yang lembut.
Xue Lian mengangguk, lalu mereka masing masing larut dalam pelatihan mereka masing-masing.
Sementara Fei Yang suami istri sedang melakukan pelatihan tertutup dari dunia luar.
Dunia luar sendiri sedang terjadi pergolakan hebat, hingga terjadi perubahan besar besaran.
Di mana Raja Agoda setelah kalah dan terusir kembali ke ibu kota kerajaan Liao, Da Ding.
Kerajaan Jin atau Kim dari suku Jurchen melakukan pemberontakan di bawah pimpinan wangsa Wanyen.
Mereka berhasil menahlukkan satu persatu wilayah kota kota kekuasaan kerajaan Liao hingga akhirnya mengalahkan Agoda dan merebut ibukota kerajaan Liao di Da Ding.
Agoda kalah karena di dalam tubuh kerajaan Khitan terjadi perebutan kekuasaan di dalam istana.
Beberapa saudara Agoda yang tidak puas atas terpilihnya Agoda sebagai Raja Liao.
Mereka pada membentuk kekuatan sendiri secara diam diam, di saat Agoda sedang melakukan ekspansi ke Xi Xia dan Song.
Saat Agoda mengalami kekalahan dan terusir oleh Zhao Heng dari ibukota Kai Feng.
Kepulangan Agoda yang habis mengalami kekalahan tragis, langsung di sambut dengan pemberontakan saudara saudara nya.
Wangsa Wanyen yang melihat hal ini, segera maju menawarkan bantuan ke Agoda.
Agoda menyambut gembira hal itu, dia bekerjasama dengan Wangsa Wanyen menahlukkan ketiga saudaranya yang memberontak.
Tapi di saat Agoda akhirnya berhasil menahlukkan saudaranya, tiba tiba Wangsa Wanyen berbalik memimpin pasukannya menyerang Agoda.
Agoda dan pasukannya yang sedang keletihan dan kehabisan ransum makanan tak berdaya menghadapi serangan dari pasukan Wangsa Wanyen.
Akhirnya Agoda menyerah tahluk, dieksekusi oleh raja Wanyen.
Sejak saat itu kerajaan Liao pun di hapus di gantikan dengan kerajaan Jin atau Kim dari suku Jurchen di bawah pimpinan Wanyen Khan.
Wanyen Khan tidak puas hanya menguasai kerajaan Liao.
Dia yang berambisi besar, ingin menahlukkan Song dan Xi Xia, tapi setelah berunding dengan menteri menteri dan jendral jendral setianya.
Wanyen Khan akhirnya memilih menyerang Kerajaan Song yang jauh lebih luas dan besar.
Keputusan nya untuk menahlukkan Xi Xia di batalkan, karena nasehat dari bawahannya yang khawatir dengan kemunculan Ping Huo Ta Xia, Li Fei Yang bila negara kecil itu di usik.
Meski Li Fei Yang sendiri kehilangan kabar berita, setelah terjadi kehebohan di Hoa San.
Tapi tetap saja nama besarnya, sebagai jagoan no 4 urutan buku revisi Pai Su Seng, membuat siapapun gentar berhadapan dengan nya.
Wanyen Khan memanfaatkan situasi peralihan kekuasaan dari Zhao Yuan Zuo ke Agoda sekarang ke Zhao Heng.
Di mana di dalam tubuh kerajaan Song sendiri belum sepenuhnya kompak memberikan dukungan terhadap Zhao Heng.