
Saat tiba di pinggir kolam itu Fei Yang baru sadar, ternyata di dasar kolam ada semburan air panas yang mendidih, sehingga menimbulkan gelembung gelembung kecil disana.
Pantas saja di tempat yang begini dingin kolam ini tidak terpengaruh sama sekali, batin Fei Yang dalam hati.
Fei Yang lalu mengalihkan pandangannya ke arah tengah kolam, di sini Fei Yang melihat ada sekuntum bunga teratai yang kelopak bunganya berwarna hitam mengkilap, saat tertimpa sinar matahari.
Sedangkan tangkainya kebawah berwarna putih salju, begitu pula dengan daun daun teratai tersebut juga berwarna putih seperti salju.
"Pasti inilah bunga teratai iblis yang sedang ku cari cari, "
gumam Fei Yang.
Dengan menghentakkan kakinya , lalu sepasang tangan di pentangkan ke kiri dan ke kanan tubuh Fei Yang langsung melayang ringan menuju ketengah kolam.
Saat sudah dekat Fei Yang mengulurkan tangannya ingin meraih tangkai bunga teratai salju yang ada di hadapannya.
Tapi tiba-tiba muncul sebuah tangan lain, yang dipenuhi bulu putih muncul menangkis tangan Fei Yang.
Tangan berbulu putih itu sangat kuat, bukan hanya tangan Fei Yang yang terpental, tubuhnya pun ikut terdorong mundur kebelakang.
Untuk mengurangi daya dorongnya, Fei Yang bersalto kebelakang beberapa kali, lalu mendarat ringan di tepi kolam.
Saat Fei Yang memastikan siapa yang menangkis dan mendorongnya terpental mundur
Fei Yang sangat terkejut dan kaget, ternyata yang menangkis dan mementalkan dirinya adalah sesosok mahluk berbulu putih, yang tinggi badannya mungkin mencapai 3 meter.
Yang lebih mengagetkan lagi adalah mahluk tersebut, mampu berdiri mengambang diatas air.
Mahluk itu terus menatap tajam kearah Fei Yang, dan mengeluarkan gerengan yang menggetarkan seluruh puncak Khanchenjunga.
Fei Yang mengambil sikap waspada mengeluarkan sepasang pedang api dan es nya.
Bersiap menyambut serangan dari mahluk berbulu putih itu.
Di dalam hati Fei Yang berkata,
"Pasti inilah mahluk Mitos penjaga puncak Khanchenjunga, yang disebut Yeti oleh penduduk setempat."
Mahluk itu tidak mau kalah, dari sisi telinga kanannya, mahluk itu menarik keluar sebatang jarum emas kecil.
Kemudian jarum kecil itu membesar berubah menjadi sebuah tongkat emas.
Saat tongkat itu di putar di depan tubuh Mahluk berbulu putih itu, terdengar suara yang sangat keras
"Ngung...ngung...ngung..ngung...!"
Angin putaran tongkat menderu deru di sekitar tubuh mahluk itu.
Mahluk itu menghentakkan kakinya keatas air kolam, tubuhnya langsung melayang keatas udara.
Lalu dari arah atas, dia menghantamkan tongkat emas nya menuju kearah kepala Fei Yang.
Fei Yang langsung melayang mundur kebelakang, dengan cara menotol kan kaki nya ke tanah di bawahnya
Hantaman tongkat itu mengenai tanah tempat Fei Yang berdiri, menimbulkan sebuah lubang besar, dan getaran dahsyat seperti gempa di area sekitarnya.
Fei Yang sambil melayang mundur melepaskan dua tebasan secara menyilang kearah mahluk itu.
Dua berkas sinar merah biru melesat cepat kearah mahluk itu.
Mahluk itu dengan santai menangkis dan mementalkan dua serangan itu dengan tongkat emasnya.
Fei Yang sangat terkejut melihat cara mahluk itu mengantisipasi serangannya.
Kedua serangan itu bukan serangan sembarangan, itu adalah jurus pertama dari Tarian Naga Es dan Phoenix Api, Naga Es dan Phoenix Api membelah Gunung.
Dengan menendangkan kakinya keatas tanah, tubuh Fei Yang melayang ke udara, lalu dia menebaskan kedua pedangnya dari atas kebawah.
Dua berkas sinar biru dan merah yang lebih besar dan kuat bergerak menuju kearah mahluk itu.
Mahluk itu kembali menggunakan Tongkat Emasnya untuk menangkis kedua cahaya pedang Fei Yang.
Lalu tongkat emasnya, dia gunakan untuk menusuk keatas kearah Fei Yang, yang sedang terbang di udara.
Tongkat Emasnya memanjang dan terus memanjang keatas ingin menyodok perut Fei Yang.
Fei Yang yang kaget dengan tongkat yang bisa memanjang, dia terpaksa menggunakan ilmu ringan tubuh Terbang di udara tanpa bayangan.
Tubuhnya langsung lenyap dari sana, lalu muncul lagi di samping mahluk itu, dan menebaskan pedang api kearah leher, pedang es menikam kearah bawah perut.
Ini adalah jurus ke tiga dari tarian pedang Naga Es dan Phoenix Api, Naga Es dan Phoenix Api mengacau langit dan bumi.
Tapi mahluk itu dengan cepat memutar tangan kirinya, membentuk sebuah diagram kuno yang bersinar keemasan di samping tubuhnya.
Diagram kuno itu menjadi perisai mahluk itu, untuk menahan serangan sepasang pedang Fei Yang.
Dari tengah diagram kembali mencuat tongkat emas menusuk kearah dada Fei Yang.
Fei Yang langsung menangkisnya dengan pedang api, tangkisan Fei Yang membuat tongkat itu, berubah arah.
Dari ujung tongkat yang lainnya kini mengemplang kearah kepala Fei Yang, dengan memanfaatkan tenaga pantulan dari tangkisan Fei Yang tadi.
Fei Yang dengan sigap menangkis sambil menusuk lurus kearah dada mahluk itu.
Fei Yang masih tetap pada jurus ketiga Phoenix Api Naga Es mengacau langit dan bumi.
Hanya saja kecepatan gerakannya ditambah, pedang Api berhasil menusuk dada mahluk itu.
Tapi Fei Yang sangat terkejut, pedangnya yang kuat dan tajam tidak mampu menembus tubuh mahluk itu, hanya berhasil mendorongnya sedikit mundur saja.
Api yang berasal dari pedang Fei Yang, sempat menyala membakar bulu putih mahluk itu.
Tapi nyala kecil itu cuma sebentar, lalu padam sendiri oleh uap tipis seperti kabut es, yang keluar dari bulu putih itu.
Fei Yang sampai terpana melihat kekebalan tubuh mahluk itu.
Hingga tongkat yang di putar dan di getarkan datang menderu-deru, menimbulkan angin pusaran kuat datang menusuk kearah nya.
Fei Yang pun dengan cepat menangkis dengan sepasang pedangnya, sambil terus terbang mundur menjauh.
Tapi tongkat mahluk itu yang tertangkis, ujung yang lainnya langsung bergerak mengejar kearah Fei Yang, orang dan tongkatnya menyatu,.terus bergerak maju melakukan pengejaran.
Fei Yang menotolkan kakinya, tubuhnya kembali melayang keatas meniti diatas tongkat yang sedang bergerak maju, lalu memberikan sebuah tendangan keras kearah wajah mahluk itu.
Sepasang pedangnya pun menebas tangan mahluk itu, yang memegang tongkat.
Mahluk itu dengan cerdik melepaskan pegangan tangannya dari tongkat yang dipegangnya.
Tongkat yang terlepas dari pegangan tangannya, ditahan oleh kakinya, yang menendang tongkat itu keatas menyerang kearah selangkang*n Fei Yang, yang sedang terbuka karena sedang melepaskan tendangan.
Sedangkan tubuh mahluk itu sedikit terlentang kebelakang, menghindari tendangan Fei Yang yang lewat diatas mukanya.
Fei Yang yang tidak mau bagiin bawah tubuhnya tertusuk tongkat, dengan cepat dan kuat dia menyabetkan pedang es kebawah menangkis tongkat tersebut.
Tongkat Emas terpental oleh tangkisan Fei Yang, tubuh mahluk itu yang sedikit terlentang,. dengan mengandalkan ujung kakinya sebagai poros.
Dengan sedikit tendangan kaki keatas tanah, tubuhnya bergerak memutar kearah tongkat yang tertangkis oleh Fei Yang.
Begitu tangan nya terulur, tongkat pun kembali ke tangannya.