PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEGAGALAN SERANGAN GELOMBANG PERTAMA PASUKAN AGODA.


Di tempat Lain di luar gerbang sana, Ratu Sabrina setelah mengeluarkan teriakan lantang.


Dia seorang diri bergerak menyerbu kearah pasukan besar, yang baru saja tiba dari sisi timur.


Setelah terlihat jelas bendera yang di bawa oleh pasukan besar yang datang dari sebelah timur.


Sadarlah Li Dan bahwa dia dan Fei Yang telah tertipu, dan masuk dalam perangkap rencana cadangan yang di siapkan oleh Li Yuan Hao buat mereka.


Agoda sudah tidak ada di perbatasan barat,. Agoda sudah di pindahkan ke perbatasan timur.


Menunggu waktu yang tepat untuk menjepit mereka dari depan dan belakang.


Selain itu dengan cara itu,.dia berhasil memancing Fei Yang pergi kearah yang salah.


Saat Fei Yang menyadari hal.itu, semua sudah terlambat, mereka semua sudah di bantai habis tanpa sisa.


Fei Yang yang hanya tinggal sendirian, juga tidak akan bisa berbuat banyak, selain menerima kenyataan.


Dia telah di kalahkan oleh permainan strategi yang di mainkan oleh Li Yuan Hao.


Ratu Sabrina dengan gagah dalam gebrakan pertama, dia berhasil menjatuhkan dua jendral Agoda, yang berusaha menghalangi pergerakannya.


Dalam pergerakan lambat terlihat dua jenderal Agoda, dari arah kiri kanan menggunakan senjata golok ala Guan Yu.


Untuk di tebaskan kearah Ratu Sabrina, tapi Ratu Sabrina dengan lihai, menggunakan kedua kakinya menjepit perut kudanya.


Tubuhnya di miringkan kebawah, berlindung di samping tubuh kudanya, sehingga serangan kedua jendral itu lewat di atas punggung kuda tunggangan nya.


Memanfaatkan situasi itu, dia memberikan serangan balasan tusukan dari samping keatah jendral pertama yang berada di sisi kanan.


Sedangkan jenderal kedua, Ratu Sabrina menggunakan panah menembak tepat di belakang kepala nya.


Sehingga jendral pertama roboh dengan Rusuk patah, sedangkan jendral kedua roboh dengan kepala belakang tertembus panah.


Kemampuan luar biasa ini, membuat pasukan Li Dan yang berada di garis depan, bersorak Sorai dengan gembira.


Ratu Sabrina dan kudanya berdiri gagah di hadapan ratusan ribu pasukan Agoda, tanpa rasa gentar sedikitpun.


"Siapa lagi yang ingin mencobanya silahkan maju..?!"


teriak Ratu Sabrina sambil mengacungkan tombak cagak tiganya kearah Agoda.


Agoda yang ada di barisan tengah mengerutkan alisnya, lalu dia menoleh kearah beberapa jendral yang ada di sampingnya.


"Siapa yang berani maju, membungkam mulut besar wanita itu,?"


"Biar saya mencobanya pangeran,.."


ucap seorang jenderal yang bersenjata tongkat panjang bermata Kampak.


"Baik kamu majulah Soli.."


Jendral itu memberi hormat kearah Agoda, lalu dia memacu kudanya kedepan menuju kearah Ratu Sabrina.


Setelah berhadap hadapan 20 meter, jendral Soli memutar mutar senjatanya diatas kepala, sambil memacu kudanya mendekati Ratu Sabrina.


Jendral Soli sambil berteriak keras menebaskan kampaknya yang berat, untuk membelah tubuh Ratu Sabrina.


Tapi ratu Sabrina dengan gesit mengendalikan kudanya melompat menghindar kesamping, setelah tebasan lewat.


Dia baru melompat meninggalkan punggung kudanya, memberikan tusukan kearah leher Jendral Soli.


Jendral Soli yang tidak siap, meski berhasil menghindari tusukan ke leher, tapi mata tombak Ratu Sabrina berhasil mengenai pelindung kepala nya, hingga terpental, rambut Jendral Soli terlepas ikatannya dan terurai berantakan.


Ratu Sabrina sendiri setelah melepaskan serangan, dia menendang bokong kuda Jendral Soli, untuk terbang kembali ke posisi punggung kudanya.


Sambil berteriak keras,.dia kembali memacu kudanya untuk mendekati Ratu Sabrina dan melakukan tebasan beruntun.


Tapi Ratu Sabrina dengan tenang berhasil menghindar dan menangkis serangan beruntunnya.


Dengan cerdik Ratu Sabrina berhasil menusuk lubang D*bur kuda Jenderal Soli.


Sehingga kuda itu meringkik keras, sambil mengangkat kedua kaki depannya tinggi tinggi, lalu berlarian melompat-lompat tak terkendali.


Jendral Soli akhirnya kehilangan keseimbangan dan terlempar dari atas punggung kudanya.


Memanfaatkan situasi ini Ratu Sabrina memberikan tebasan dan tusukan beruntun, untuk mencecar Jenderal Soli.


Jendral Soli terlihat kelabakan menghadapi Serangan yang di lancarkan oleh Ratu Sabrina.


Melihat situasi itu, Agoda memberi tanda kearah jendral nya yang lain, untuk maju membawa pasukan kuda mengerubuti Ratu Sabrina yang sangat piawai dalam bertempur satu lawan satu di atas kuda.


Para Jendral Agoda yang berjumlah hampir 10 orang, segera memimpin regu pasukan berkuda mereka mengejar kearah Ratu Sabrina.


Ratu Sabrina tentu tidak sebodoh itu membiarkan dirinya terkepung dan terjatuh dalam situasi konyol dan berbahaya itu.


Tujuan dia maju mengalahkan jendral pasukan Agoda, hanya ingin menaikkan moral pasukannya yang kalah jumlah.


Sekalian menjatuhkan wibawa, dan mental pasukan Agoda.


Perbuatan ratu Sabrina ini berhasil menuai rasa simpati dari pasukan Agoda yang 1/3 nya adalah rakyat Xi Xia.


Diam diam di dalam hati mereka memberikan dukungan kepada Ratu Sabrina, yang sudah merebut rasa simpati di hati mereka.


Ratu Sabrina langsung memutar kudanya meninggalkan Jendral Soli, dan berlari cepat kearah barisan pasukan pertahanan nya.


Sesuai instruksi dari Li Dan, pasukannya membuka jalan untuk Ratu Sabrina lewat, begitu Ratu Sabrina lewat, barisan pertahanan pasukan tameng menutup kembali dan kembali ke posisi asal.


Li Dan terus menunggu, hingga sepuluh jendral itu, masuk kedalam jangkauan jarak tembak anak panahnya.


Dia segera memberi kode agar pasukan pemanah melepaskan panah mereka.


Panah berhamburan di udara, menjatuhkan pasukan berkuda Agoda, yang sedang bergerak mendekat.


Kesepuluh jendral itu berhasil menangkis serangan anak panah yang datang kearah mereka, sambil terus bergerak mendekati barisan pasukan pertahanan Li Dan.


Melihat hal itu Li Dan pun melompat menjejak bahu pasukan nya, sambil terbang di udara, dia melepaskan tebasan Phoenix api membelah gunung kearah 10 jendral itu.


Seberkas sinar merah bergerak cepat menghantam 10 orang, yang sedang bergerak menerjang mendekat.


Tapi berhubung kekuatan Li Dan masih sangat terbatas, dia hanya berhasil menewaskan 5 dari sepuluh jendral Agoda yang sedang bergerak mendekat.


Sisanya hanya kaget dan terpental dari atas punggung tunggangan mereka.


Untungnya mereka tertutup oleh pasukan berkuda mereka, yang sedang bergerak maju, ke 5 orang itu berhasil melompat kembali keatas punggung kuda mereka.


Lalu melanjutkan memimpin pasukan berkuda mereka, untuk terus bergerak menabrak kearah pasukan tameng Li Dan.


Meski banyak pasukan berkuda yang roboh dan tewas, terkena hujanan tombak.


Pasukan Tameng Li Dan juga banyak yang cedera, tertabrak oleh kuda kuda, yang menerjang secara membabi buta.


Tapi dengan sigap pasukan lapis dua mengganti menutup lubang, yang di tinggalkan oleh rekan mereka yang cedera.


Pasukan yang cedera segera di tolong oleh pasukan barisan ketiga untuk mundur menjauh.


Pasukan panah terus menembakkan panah mereka, untuk membantu menjatuhkan pasukan kuda Agoda, yang berada di barisan belakang.


Melihat situasi kurang baik, ke 5 jendral Agoda memberi kode dengan meniupkan terompet, agar pasukan nya bergerak mundur.