PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BENTURAN DAHSYAT


"Roaarrr...!'


Sebuah bola matahari melesat menerjang kearah Ouwyang Fong di susul dengan bayangan seekor Naga emas raksasa.


"Booommm...!"


Tubuh Ouwyang Fong terpental mundur puluhan meter, dia jatuh terjengkang hingga berguling satu kali kebelakang.


Hingga terlihat tertelungkup di atas tanah, saat Bayangan Naga emas raksasa datang menerkamnya.


"Booommm...!"


Terjadi ledakan dahsyat saat Naga Emas berbenturan dengan sepasang telapak tangan Ouwyang Fong yang sedang mendekam di atas tanah


Bayangan Naga Emas raksasa' sirna tak berbekas, berubah menjadi butiran cahaya, melayang masuk kembali ke tubuh Nan Thian.


Sedangkan Ouwyang Fong terlihat mendekam diatas tanah, dengan sepasang kaki dan tangan sedikit terbuka,..dada dan perut terlihat menempel sejajar dengan tanah.


"Kroookk,..! Kroookk,..! Kroookk,..! Kroookk,..! Kroookk,.!"


Wajah Ouwyang Fong terlihat menggembung seperti balon di tiup.


Begitu pula dengan sepasang tangan kaki dan tubuhnya.


Secara keseluruhan dia seperti sebuah balon yang berisi angin berlebih.


Tapi Nan Thian yang dalam posisi kuda kuda siap menyerang.


Dia tidak langsung menyerang.


Dia justru menatap curiga ke arah Ouwyang Fong, Nan Thian yakin sekali yang membuat tubuh itu mengembang.


Sepenuhnya terisi oleh hawa sakti, tidak boleh di buat main main.


Benar saja sesuai dugaan Nan Thian, setelah beberapa kali mengeluarkan bunyi keras.


Tiba tiba tubuh Ouwyang Fong melesat cepat kearah Nan Thian dengan sepasang telapak tangan terbuka.


Melepaskan pukulan jarak jauh secara beruntun yang terisi kekuatan yang sangat dahsyat.


"Wuutttt..!"


"Wuutttt..!"


"Wuutttt..!"


"Blaarrr..! Blaarrr..! Blaarrr..!"


"Blaarrr..! Blaarrr..! Blaarrr..!"


"Blaarrr..! Blaarrr..! Blaarrr..!"


Nan Thian menghilang kesana kemari dengan 32 langkah ajaib dan ilmu ringan tubuh Wu Ying Thian Sang Fei.. yang dia pelajari dari Fei Yang.


Serangan Ouwyang Fong tidak berhasil menyentuh Nan Thian.


Hanya bisa meledakkan semua area yang terkena pukulannya.


Lantai halaman aula utama Qing Hai Pai pecah hancur dan melesak kedalam tanah yang hancur berhamburan melayang keudara, menutupi arah pandangan mata.


Semua orang menatap ngeri dan berkhawatir dengan Nan Thian.


Mereka baru bisa bernafas lega dan menatap kearah Nan Thian penuh kagum.


Saat Nan Thian terlihat melesat keatas, meninggalkan kabut debu di bawahnya.


Kini Pai Xue Lian sudah tidak bisa menyimpan rasa kagumnya, melihat Nan Thian yang terlihat seperti dewa sedang melayang di udara.


Lian Se Hua yang di samping muridnya bisa melihat dengan jelas kekaguman anak angkatnya terhadap Nan Thian.


Sambil tersenyum dia menyentuh pundak muridnya dan berkata,


"Thian Er adalah seorang pria yang sangat baik dan sangat bisa di andalkan.."


"Sayangnya putri ku Xue Xue dia tidak berjodoh dengan nya.."


"Aku akan sangat bahagia, bila kamu bisa menggantikan Xue Xue menjadi pendampingnya.."


ucap Lian Se Hua sambil tersenyum lembut menatap kearah putri angkatnya.


Lie Pai Xue, seluruh wajahnya langsung merah padam, dengan kepala tertunduk dalam dalam dua berkata,


"Seniang ini bicara apa, kakak Nan Thian adalah seorang pendekar pilih tanding, yang jarang ada saat ini.."


"Mana mungkin dia mau melirik Pai Xue yang berlatar belakang biasa, kemampuan juga biasa, juga tidak memiliki bakat dan kelebihan apapun.."


"Pai Xue mana bisa di bandingkan dengan Secie Xue Xue yang lebih segala nya, jauh diatas Pai Xue.."


"Ucapan Seniang hanya membuat Pai Xue seperti katak buduk yang sedang berharap bisa makan daging angsa langit.."


ucap Pai Xue merendah, sekaligus merasa minder.


"Hal ini kamu tak perlu khawatir, percayakan saja pada ibu, biar ibu yang akan mengaturnya untuk mu."


Lie Pai Xue tidak membantah ataupun menolaknya, dia hanya tertunduk malu sambil memainkan ujung rambutnya sendiri.


Di arena pertarungan sana pertarungan masih terus berlangsung.


Nan Thian terlihat melesat keudara, lalu dari ketinggian sana, Nan Thian meluncur turun kebawah, terdengar suara raungan Naga.


"Rooaaarrrrrrr...!"


Sebelum tubuh Nan Thian, terlihat melesat kebawah dengan Sepasang cakarnya.


Seekor Naga emas kembali melesat menerjang kearah Ouwyang Fong yang sedang mendekam diatas tanah.


"Booommm..! Booommm..!


"Booommm..! Booommm..!


"Booommm..! Booommm..!


"Booommm..! Booommm..!


Terjadi ledakan beruntun di sekeliling Ouwyang Fong, sebelum enegi sejatinya Nan Thian berbenturan dengan kekuatan tapak Ouwyang Fong.


"Booommm...!!!"


Sebuah ledakan dahsyat kembali terjadi hingga mengguncang seluruh halaman didepan aula utama Qing Hai Pai.


Saking kuatnya goncangan dahsyat yang mirip gempa


Bangunan aula yang berada di tempat yang jauh lebih tinggi, ikut berguncang hebat.


Hingga genting atap bangunan meluruk jatuh kebawah, jatuh pecah berserakan di atas lantai di depan Aula.


Benturan keras ini, kembali berhasil menghancurkan bayangan Naga emas Nan Thian.


Nan Thian terpental balik keudara, sedangkan Ouwyang terlihat mendekam diatas lantai yang melesak kebawah membentuk sebuah mangkuk.


"Kroookk,..! Kroookk,..! Kroookk,..! Kroookk,..! Kroookk,.!"


Setelah mengeluarkan suara nyaring, dimana debu pasir batu, sebentar seperti terhisap kedalam lubang.


Sesaat kemudian terlontar menyebar keluar, kemudian tertarik kembali.


Semua terus terjadi secara berulang-ulang, mengikuti bunyi suara nyaring, yang berasal dari dalam lubang tempat Ouwyang Fong berada.


"Brakkkk..!"


Tanah tempat Ouwyang Fong berada, mengalami rekahan hebat, semakin melesak ke bawah.


Di saat bersamaan tubuh Ouwyang Fong meluncur terbang keatas, menyusul kearah Nan Thian.


"Booommm...!"


Kembali terjadi ledakan di udara, saat terlihat delapan belas bayangan Naga emas.


meluncur kebawah menyambut serangan dari Ouwyang Fong.


Ouwyang Fong yang memiliki kekuatan yang sangat besar tak terhentikan.


Dia terus terbang menerjang kearah Nan Thian, setelah berhasil menghancurkan 18 Naga emas yang mengepungnya.


Melihat hal itu dari ketinggian sana, Nan Thian kini buru buru menciptakan sebuah energi hitam putih yang terdiri dari kekuatan inti api dan es surgawi.


Saat kedua ilmu ini di padukan,.muncul lah seekor mahluk aneh berbentuk setengah Phoenix setengah naga, melesat mengejar kearah Ouwyang Fong.


Ini adalah jurus yang Nan Thian warisi dari Fei Yang,


Jurus ke 9 Phoenix api dan Naga Es bersatu menantang semesta..


Hanya saja di tangan Nan Thian jadi jauh lebih dahsyat karena Nan Thian di tunjang dengan kekuatan inti Api dan Es Surgawi.


Sebelum serangannya tiba perubahan hawa sudah terasa hingga seluruh area di halaman aula utama.


Hawa panas dingin silih berganti menyerang ke mana mana.


Seluruh murid Qing Hai Pai yang termasuk golongan menengah kebawah sudah pingsan tidak sadarkan diri.


Sedangkan yang golongan atas hingga Lim Pu Se, Siao San dan keempat Tang Cu bawahan mereka.


Mereka semua mengambil sikap duduk bersila, berusaha melindungi diri dengan tenaga dalam mereka masing masing.


Sedangkan Lian Se Hua dan ketiga tetua mereka terlihat berdiri diam disana, dengan mata terpejam.


Mereka juga terlihat sedang membentuk kekuatan pertahanan diri.


"Booommm...!"


terjadi Ledakan dahsyat di udara, yang memunculkan bayangan cincin energi menyebar kesegala arah di udara.