PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
NYONYA MUDA


"Kamu sungguh bodoh,.. kamu sangat naif,.. mengapa kamu harus begini..hu,..hu,..hu..!"


ucap Lan Yi sambil menangis di penuhi rasa haru, dan bahagia yang menyesakkan dadanya.


Li Dan tersenyum menanggapi ucapan Lan Yi, lalu berkata,


"Tapi kamu justru menyukai pria yang bodoh dan naif ini kan..?"


Lan Yi menganggukkan kepalanya dan mempererat pelukannya tanpa berkata apa-apa, bibirnya menyunggingkan senyum yang paling bahagia.


Li Dan membelai rambut Lan Yi yang halus dan berkata,


"Asalkan kamu suka dan bahagia, hal yang lebih konyol lebih bodoh dan se naif apapun, aku akan siap melakukannya untuk mu.."


"Ini sesuai dengan janji ku, yang ingin kamu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini."


Lan Yi menggeleng pelan dan berkata,


"Tidak adik Dan,.. aku tidak inginkan hal itu, aku hanya ingin kamu berjanji padaku.."


"Apa itu,..?"


tanya Li Dan cepat.


"Berjanjilah padaku, jangan pernah menyia-nyiakan perasaan ku pada mu, jangan pernah mengusir ku pergi dari sisi mu.."


"Karena aku kini benar benar sangat sayang dan sangat mencintai mu.."


Li Dan tertawa bahagia dan berkata,


"Baik aku berjanji pada mu, meski itu adalah hal yang tidak pernah mungkin terjadi.."


Lan Yi mengangkat wajahnya menatap Li Dan dengan serius dan berkata,


"Kamu harus ingat baik baik janjimu itu, aku tidak sanggup menerima kenyataan itu, bila suatu hari hal itu terjadi, aku hanya bisa berdiri di hadapan mu dan langsung menggorok leher ku sendiri saat itu juga.."


Melihat keseriusan Lan Yi, Li Dan yang memaklumi kenapa Lan Yi bersikap begitu.


Dia buru-buru menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Jangan khawatir sayang, aku mengerti, aku tidak akan pernah melupakan janji ku itu.."


"Jadi kamu bersedia kan menjadi istri ku..?"


tanya Li Dan sambil tersenyum.


"Dasar,.. kalau tidak sudi, apakah aku akan membiarkan mu terus memeluk ku seperti ini..?"


ucap Lan Yi mengomel dengan wajah merah.


Meski mulutnya mengomel, tapi mata dan senyumnya tidak bisa menipu, saat itu dia benar benar sangat bahagia..


"Sayang kamu harus bersiap siap dan berganti dengan rapi, aku akan membawa mu menemui ibu ku."


"Setelah itu kita harus bersiap-siap pergi menyambut kedatangan raja Li Yuan Hao ratu Sabrina dan ibu suri Halima.."


"Menurut laporan dari anak buah ku, sore ini mereka semua akan tiba di Yin Chuan.."


Mendengar ucapan Li Dan, Lan Yi langsung melepaskan pelukan manjanya dengan kaget dan berkata,


"Kamu serius sayang..!?"


Li Dan tersenyum dan mengangguk kan kepalanya dan berkata,


"Tentu saja aku serius, kapan aku pernah berbicara tidak serius pada mu..?"


Lan Yi langsung menjauhi Li Dan dan berkata dengan wajah panik,


"Tunggu aku di sini,..! aku mau berganti yang rapi.."


Sebelum Li Dan sempat mengangguk, Lan Yi sudah menghilang dari hadapannya.


Li Dan tetap duduk di sana dengan sabar, menanti kedatangan calon istrinya.


Detik demi detik berlalu, akhirnya yang di nanti nanti kan nya dari tadi datang juga.


Tapi begitu Lan Yi tiba di hadapan Li Dan, Li Dan malah berdiri bengong bagaikan patung menatap kearah Lan Yi tanpa berkedip.


Melihat respon yang di tunjukkan oleh kekasihnya, Lan Yi dengan cemas menghampiri kekasihnya dan berkata,


"Sayang kamu kenapa ? jangan menakuti ku ?"


Saat Lan Yi memegang pipi Li Dan da menepuk nepuk nya dengan lembut.


"Aku tidak apa-apa sayang, aku tadi hanya terpesona dengan kecantikan mu, kamu cantik sekali sayang.."


Lan Yi mengigit bibir bawahnya sendiri sambil tertunduk malu dengan wajah merah, dia berkata,


"Dasar memalukan, aku tidak mau memperdulikan mu lagi, bila kamu terus menggoda ku.."


Lan Yi pura-pura memunggungi Li Dan, untuk menutupi perasaan malu sekaligus bahagia dan senang.


Li Dan segera maju merangkul bahu kekasihnya dengan lembut dan berkata,


"Sayang aku tidak menggoda mu, tadi aku benar benar terpesona dengan kecantikan mu.."


"Yang kukatakan itu semua benar apa adanya dan aku sangat serius, tapi kalau kamu merasa itu salah, baiklah aku minta maaf.."


Lan Yi tersenyum bahagia mendengarkan penjelasan Li Dan.


Sambil melirik kearah Li Dan, Lan Yi berkata pelan,


"Baiklah aku percaya dengan ucapan mu, kamu tidak perlu minta maaf.."


"Sayang sekarang lebih baik kamu temani aku pulang kerumah ku ya,? aku mau mengenalkan mu pada ibu ku.."


ucap Li Dan pelan.


Lan Yi melirik Li Dan sekilas, lalu dia mengangguk, kemudian berjalan di samping Li Dan.


Membiarkan Li Dan mengandeng tangannya.


Karena tempat tinggal keluarga Li Dan masih berada di sekitar komplek istana, tanpa butuh waktu lama, mereka berdua pun sudah tiba di kediaman Li Dan yang megah dan besar.


Para pengawal menjaga di depan pintu, buru buru memberi hormat saat melihat kedatangan Li Dan.


Li Dan terus menggandeng tangan Lan Yi berjalan memasuki kediaman nya, di halaman bagian dalam, mereka kembali di sambut oleh pasukan penjaga sebelah dalam.


Pasukan itu juga memberi hormat kearah Li Dan.


Li Dan tidak menghiraukan mereka, dia hanya fokus dengan jalan di depannya, sebaliknya Lan Yi lah yang selalu membalas penghormatan dari para prajurit itu dengan menganggukkan kepalanya.


Dia sedikit merasa tidak enak hati, dengan sikap yang di tunjukkan oleh Li Dan.


Memasuki ruangan depan, para pelayan pria dan wanita kembali memberikan hormat mereka pada Li Dan.


Li Dan tidak memperdulikan sikap mereka, dia hanya berkata singkat..


"Ibu ku di mana..?"


"Nyonya besar ada di taman samping, bersama nyonya muda.."


Mendengar jawaban pelayan nya, Li Dan hanya mengangguk kecil saja.


Lalu menggandeng tangan Lan Yi meneruskan langkah mereka, menuju taman samping rumah.


Li Dan yang merasakan perubahan telapak tangan kekasihnya, yang menjadi berkeringat dan agak dingin.


Li Dan menghentikan langkahnya, lalu buru-buru menatap Lan Yi dan berkata,


"Kamu kenapa sayang ?"


Lan Yi menggeleng pelan dengan kepala tertunduk.


"Tidak,.. tidak benar kamu pasti ada sesuatu, katakan lah..sayang.."


ucap Li Dan sambil menatap kekasihnya lekat lekat.


Dengan suara pelan Lan Yi berkata,


"Siapa nyonya muda, yang di maksud pelayan tadi..?"


Li Dan tersenyum dan berkata,


"Dia adalah adik tiri ku, anak angkat ibu ku, teman main ku dari kecil.."


"Sejak kecil dia sudah ikut tinggal di rumah ku, ayah ibunya gugur di Medan perang, saat mengikuti ayah ku melawan tentara kerajaan Song."


"Karena merasa kasihan, Ayah ibu ku membawanya untuk ikut tinggal bersama kami.."


"Dulu ibu sempat berniat menjodohkan dia dengan ku, tapi karena aku cuma anggap dia sebagai adik ku saja."


"Akhirnya ibu mengangkatnya sebagai anak angkat, untuk menemani ibu ku, setelah ayah ku pergi dan gugur dalam tugasnya."


ucap Li Dan sedikit sedih,.saat teringat dengan cerita Fei Yang tentang nasib ayahnya.