PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
CARA JITU XUE LIAN


Fei Hsia mencoba menghilang menyelamatkan diri dengan Wu Ying 72 Pian Pu.


Tapi Xue Lian menggunakan elemen pasir dan air untuk mencoba membelenggu kedua kaki tangan Fei Hsia.


Kemanapun Fei Hsia menghindar di situ sudah ada air dan pasir siap menangkapnya.


Apalagi saat Xue Lian membelah diri menjadi 8 mengurungnya dari 8 arah depan belenggu air dan pasir.


"Aihhhhh,..!"


Jerit Fei Hsia kaget saat sebelah kaki nya di tangkap sebuah tangan yang terbentuk dari pasir.


Sebelum dia sempat melepaskan diri, sebelah tangannya kembali terbelenggu oleh telapak tangan pasir yang lainnya.


Kemudian susul menyusul tangan dan kakinya yang lain terbelenggu oleh air laut.


Kini Fei Hsia terpentang di udara, tidak mampu berbuat sesuatu.


Hanya bisa menatap dengan wajah pucat.


Di mana Tombak cahaya lembayung semakin mendekati kearah keningnya.


Tepat mata tombak itu hampir menembus dahi Fei Hsia, sebuah telapak tangan yang mengeluarkan cahaya 6 warna.


Menahan mata tombak itu, kemudian menyerapnya hingga lenyap masuk kedalam telapak tangannya.


"Kakak Dewi Mimpi, ada masalah bicarakan dengan baik baik..tak perlu seperti ini.."


"Ini bisa membuat masalah semakin rumit, bila ada yang kehilangan nyawa.."


ucap Fei Yang yang tiba-tiba muncul di hadapan Fei Hsia, melindunginya dari serangan Xue Lian.


Selesai menegur Xue Lian gadis cantik yang selalu muncul dalam mimpi dan memiliki ikatan perasaan yang sangat kuat dengan nya.


Tanpa menoleh Fei Yang berkata dengan lembut,


"Istri ku,.. kamu tidak apa-apa, maaf aku sedikit terlambat."


Melihat kedatangan Fei Yang dan sikap Fei Yang terhadap Xue Lian.


Fei Hsia di belakang Xue Lian mengedikkan kepalanya menantang Xue Lian sambil tersenyum mengejeknya.


"Kakak Yang kamu panggil dia apa !? mengapa kamu tega seperti itu..!? apa salah ku sehingga kamu tega seperti ini..!?"


"Apa kamu sudah melupakan semua janji janji mu pada ku..!?"


"Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi,..!?"


tanya Xue Lian dengan mata berkaca kaca.


Dia sangat terkejut saat mendengar Fei Yang memanggil Fei Hsia istri ku.


Kata kata itu bagaikan suara petir di siang bolong yang meledak di samping telinganya.


"Kakak Dewi Mimpi aku tidak mengerti maksud mu ?"


"Maaf, bila kamu tanya tentang hubungan masa lalu kita, terus terang saja saat ini satupun aku tidak punya bayangan dan mengingatnya.."


"Karena terhadap diri ku sendiri pun aku tidak ingat apa-apa sama sekali.."


ucap Fei Yang sejujurnya dan menatap Xue Lian dengan wajah bingung.


Xue Lian yang tadinya kesal sedih kecewa dan sangat marah, terbakar oleh api cemburu atas ucapan Fei Yang ke Fei Hsia tadi.


Kini setelah mendengar dan melihat sikap Fei Yang, otaknya yang cerdik langsung bisa menangkap apa yang terjadi.


Fei Yang pasti telah lupa ingatan, akibat pertempuran terakhirnya di lembah.


Pasti Fei Hsia yang mengarang dan berbohong dia istrinya Fei Yang.


Panggilan Fei Yang yang memanggilnya kakak Dewi Mimpi, jelas menunjukkan bahwa, meski Fei Yang lupa ingatan, tapi dia tidak lah sepenuhnya melupakan dirinya.


Diam diam Xue Lian di dalam hati tersenyum girang.


Tapi di luar dia berpura-pura kesal dan marah kepada Fei Yang.


"Pria tidak berbudi hari ini aku harus membunuh mu..!"


Setelah berteriak.


Xue Lian langsung merubah dirinya menjadi sebatang pedang yang mengeluarkan 5 elemen cahaya.


Melesat menerjang kearah Fei Yang.


Fei Yang mendorong Fei Hsia yang di belakangnya mundur menjauh.


Lalu dia memutar kedua tangannya menggulung Xue Lian kedalam arus pusaran .


Sehingga energi pedang dan tubuh Xue Lian terbawa berputar-putar dalam pusaran tersebut.


Keadaan ini yang di harapkan oleh Xue Lian, sehingga dia dan Fei Yang bisa berdekatan tanpa terganggu oleh Fei Hsia yang duluan menguasai pikiran Fei Yang.


Xue Lian yang berputar putar dalam pusaran kekuatan Fei Yang, tiba tiba membuat dirinya ikut berputar, lebih cepat dan lebih cepat, sehingga pusaran itu tidak bisa menahannya.


Xue Lian berhasil melepaskan diri dari pusaran, memanfaat kan putaran tersebut.


Xue Lian tubuhnya yang membentuk pedang lima elemen berputar cepat seperti mata bor.


Kembali menerjang mendekati Fei Yang.


Fei Yang yang terdesak terpaksa melepaskan pedang sinar ungu menyambut terjangan Xue Lian.


Begitu pedang energi ungu di lepaskan oleh Fei Yang, tiba tiba Xue Lian menarik serangannya.


Dia maju menyambut energi pedang ungu dengan pasrah dan berkata,


"Bila kematian ku bisa membuat mu mengingat ku aku rela sayang .!"


Ucapan dan sikap Xue Lian membuat Fei Yang sangat terkejut.


Dia buru-buru mengalihkan serangannya kearah gugusan batu karang di sebelah lain, menjauhi Xue Lian.


"Blaarrr,.."


Energi pedang ungu meledakkan apapun yang dilewatinya, lautan pun sempat terbelah saat di lewati energi dahsyat tersebut.


Fei Yang maju melesat menangkap tubuh Xue Lian yang sedikit tergores oleh cahaya pedangnya.


Dengan penuh khawatir Fei Yang memeluk Xue Lian dan berkata,


"Maafkan aku,.. maafkan aku,..aku tidak sengaja.."


"Aku benar benar tidak sengaja, kita jangan bertengkar lagi..boleh ?"


"Ceritakanlah semuanya aku ingin mendengar nya,"


ucap Fei Yang sambil memeluk Xue Lian dengan erat.


Perasaan yang hangat dan akrab menyelimuti seluruh perasaannya.


Fei Yang seperti sangat tidak rela dan berkeberatan melepaskan pelukannya.


Dia terus menatap wajah Xue Lian tanpa berkedip.


Xue Lian tanpa memperdulikan bagian bahunya yang mengucurkan darah, karena tergores hawa pedang Fei Yang tadi.


Dia merangkul leher Fei Yang dengan kedua tangannya, kemudian dia maju memberikan ciuman lembut dan panjang di bibir Fei Yang.


Fei Yang awalnya tersentak kaget, matanya melotot sulit percaya, tapi sesat kemudian sepasang matanya pun terpejam.


Perasaan hangat dan akrab, dari alam bawah sadarnya, memberontak hebat menguasai seluruh perasaan dan pikiran sadarnya.


Satu persatu bayangan kemesraan bersama Xue Lian mulai muncul, sedikit demi sedikit satu persatu mulai muncul.


Mulai dari pertama mereka bertemu hingga mereka berlatih bersama, kemudian ciuman perpisahan mereka.


Hingga akhirnya mereka bertemu dan bersama kembali, lalu menikah semua kebersamaan mereka di lembah hutan bambu sesat satu persatu mulai muncul dengan jelas dalam pikiran Fei Yang.


Begitu pula dengan bayangan pertarungan terakhirnya dengan Wu Hui Lao Jen semuanya teringat dengan sangat jelas.


Siapa Fei Hsia dan bagaimana mereka pernah bertemu, Fei Yang juga mulai ingat dengan jelas.


Sementara itu Fei Hsia di tempat jauh sana, dia mulai bisa merasakan perubahan sikap Fei Yang dalam merespon kemesraan yang di berikan oleh Xue Lian.


Dia hanya bisa tersenyum sedih dengan airmata bercucuran dan berkata,


"Aku tidak pernah menyesal meski singkat, tapi aku sudah cukup puas.."


"Hal ini cepat lambat pasti akan terjadi, aku sudah siap.. menerima kenyataan nya. "


"Hanya saja aku tidak menyangka akan secepat ini datangnya.."


"Selamat kakak Yang, semoga kalian selalu hidup berbahagia, bersama sama selamanya.."