PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENUJU PULAU PELANGI


Setelah Menuntaskan perlawanan Lang Ge Er, Nan Thian yang cemas dengan keadaan bibi kecil nya.


Dia segera menghampiri Kim Kim, lalu dia menerima kembali bibi kecilnya dari gendongan Zi Zi.


Nan Thian membantu Zi Zi untuk duduk bersila memunggunginya.


Nan Thian dengan gerakan cepat menotok beberapa titik meridian di punggung Zi Zi.


Membantu melancarkan hawa Chi yang keluar masuk, setelah itu dia membantu mengurut beberapa jalan darah utama di bagian punggung Zi Zi.


Setelah merasa cukup lancar, Nan Thian baru dengan hati hati menggunakan energi panca warna nya.


Membantu membangkitkan hawa sakti di dalam Dan Tian Zi Zi yang sempat buyar dan bergerak tidak beraturan.


Nan Thian juga membantu mengarahkan energi di dalam tubuh Zi Zi yang terkumpul.


Untuk mengobati cedera luka dalam Zi Zi, akibat benturan keras pengerahan tenaga sakti.


Setelah itu Nan Thian memberikan dua butir pil putih buatan Fei Yang, yang berbahan dasar teratai salju di puncak Gunung Thian San.


Setelah mengkonsumsi dua butir pil yang bisa langsung larut dalam mulut.


Zi Zi langsung batuk batuk kecil, beberapa saat kemudian, sepasang matanya kembali terbuka.


Zi Zi langsung buru buru memeriksa keadaan nya, yang terasa segar bugar kembali seperti semula.


Setelah memastikan dia memang sudah sehat total.


Dia menoleh kearah Nan Thian dan berkata,


"Kakak tampan terimakasih banyak ya.."


"Kakak lagi lagi datang menyelamatkan Zi Zi.."


ucap Zi Zi sambil tersenyum manis.


Nan Thian tidak berani bertatapan terlalu lama dengan bibi kecilnya yang kini sudah tumbuh menjadi seorang gadis muda yang memilki kecantikan luar biasa.


Bahkan menurut penilaian Nan Thian, kecantikan bibi nya jauh melampaui semua gadis yang pernah di temuinya selama ini.


Termasuk Ibunya Zi Zi dan ke 6 Dewi, Putri kaisar langit, juga Dewi bulan chang Er, yang memilki kecantikan tidak lumrah manusia biasa.


Tapi mereka semua nya juga tidak mampu menandingi kecemerlangan kecantikan bibi kecil nya ini.


Terutama sepasang mata Zi Zi adalah daya pikat yang sangat luar biasa, karena dia mewarisi mata ayahnya yang berdarah campuran dari negeri Xi Xia.



Nan Thian mengalihkan pandangan nya kearah Lang Ge Er yang sudah tiada dan berkata,


"Bibi kecil bagaimana ceritanya kamu bisa datang kemari, dan bentrok dengan orang yang memilki energi pedang seperti cahaya pelangi itu..?"


Zi Zi tidak menyadari apa yang di pikirkan oleh Nan Thian.


Dengan antusias tanpa sungkan sungkan, dia memegangi tangan Nan Thian dan berkata,


"Dia adalah tahanan kakek dan nenek guru ku di pulau pelangi.."


"Dia melarikan diri, aku berhasil menemukan jejaknya di sini.."


"Tapi sebelum aku berhasil melaporkan informasi ini ke guru ku."


"Jejak ku ketahuan oleh nya, kami pun bentrok tapi aku masih kalah kuat darinya.."


"Bila kakak tampan tidak keburu datang aku pasti sudah di habisi olehnya.."


ucap Zi Zi sambil tersenyum manis dan menatap Nan Thian dengan penuh rasa terimakasih.


Nan Thian tersenyum canggung menanggapi ucapan, senyuman dan tatapan mata Zi Zi yang sangat menawan.


Kim Kim yang berada di dekat Nan Thian tidak bisa menahan diri untuk bertanya, setelah mendengar penjelasan Zi Zi bahwa dia adalah murid pulau pelangi.


"Adik cantik, bolehkah kamu mengantar kami pergi menemui guru dan kakek nenek guru mu di pulau pelangi..?"


tanya Kim Kim tidak bisa menahan rasa antusias nya.


Zi Zi seperti baru sadar di sisi Nan Thian ada gadis cantik lain yang tidak dia kenal.


"Kakak siapa dia ? kakak ipar kah ?"


Nan Thian buru buru menggoyangkan tangannya dan berkata,


"Bukan,.. bibi kecil,.. dia ini Naga emas sahabatku, namanya Kim Kim, dia ini yang selama perjalanan kita dulu, dia sering muncul membantu kita menghadapi lawan berat.."


"Termasuk penculik mu dulu, bila bukan karena bantuan dia, aku tidak mungkin sanggup melawan penjahat itu, menolong bibi dan paman kecil.."


ucap Nan Thian menjelaskan.


Mendengar penjelasan Nan Thian, senyum Zi Zi pun mengembang, dia langsung berkata,


"Benar kakak Kim Kim, aku murid dari pulau pelangi, kenapa kakak ada perlu kah ke pulau pelangi..?"


Kim Kim tidak terlalu menanggapi perubahan sikap Kim Kim, dua buru buru mengangguk dan berkata,


"Benar sekali adik kecil, aku perlu pergi kesana, untuk menanyakan sesuatu ke guru mu, kakek dan juga nenek guru mu.."


Zi Zi mengangguk dan berkata,


"Itu mudah,.. aku akan membawa kakak Kim Kim kesana sekarang juga.."


"Ohh ya kak, di mana Lang Ge Er penjahat itu..? kenapa aku tidak melihatnya setelah siuman..?"


tanya Zi Zi sambil menoleh kearah Nan Thian.


Nan Thian yang berusaha menghindar beradu tatap dengan bibi kecilnya.


Agar tidak muncul pikiran atau perasaan tidak pantas di hatinya, karena apapun ceritanya Zi Zi tetap adalah bibi gurunya, putri dari kakek paman guru Fei Yang, yang sangat berjasa padanya.


Sangatlah tidak pantas, bila dia punya pemikiran yang bukan bukan terhadap Zi Zi, bibi gurunya sendiri.


Nan Thian sambil menatap kearah lain berkata,


"Maaf bibi kecil, Lang Ge Er tahanan guru mu itu telah tiada.."


"Dalam kesal ku tadi aku sudah terlanjur memusnahkan nya.."


ucap Nan Thian dengan kepala sedikit tertunduk.


Zi Zi sambil tersenyum berkata,


"Ohh begitu, ya sudah itu juga jauh lebih baik dari pada, dia terlepas dan kabur lagi.."


"Ayo kakak tampan, mari kita ngobrol sambil jalan."


"Kita langsung berangkat menuju Pulau pelangi saja sekarang.."


ucap Zi Zi ceria sambil menarik tangan Nan Thian.


Nan Thian tersenyum dan berkata,


"Baiklah kamu tunjukkan jalan, kita naik ke punggung Kim Kim saja, biar cepat sampai nya.."


Kim Kim dengan cepat langsung berubah menjadi seekor Naga emas.


Zi Zi dengan gembira langsung naik keatas punggung Kim Kim bersama Nan Thian.


Sesaat kemudian mengikuti arah yang di tunjuk oleh Zi Zi, Kim Kim bergerak menuju arah timur laut.


"Kakak tampan, kakak selama ini kemana saja setelah terakhir kita berpisah di puncak Hua San Pai..?"


tanya Zi Zi penasaran.


Sepasang matanya yang indah, terlihat menatap kearah Nan Thian tanpa berkedip.


Nan Thian tahu itu, dia membalas menatap kearah mainan di atas sanggul kepala Zi Zi.


Lalu Nan Thian menceritakan pengalamannya satu persatu termasuk pertemuan nya dengan kedua orang tua Zi Zi.


Tapi dia sengaja melewatkan cerita tentang kondisi Xue Lian, agar tidak membuat Zi Zi berkhawatir dan cemas.


Dia hanya menggunakan alasan karena keberadaan si kembar yang masih kecil, sehingga kedua orang tua Zi Zi tidak bisa mencari keberadaannya, juga keberadaan Sun er.".