
"Tentu saja benar dan hal itu tidak salah, bahkan Guo Lau Engsiong, Jendral Guo Sheng dan putranya Guo Xiaotian, kini mereka sudah mengambil alih kota shou dan kota Chen Liu."
"Mereka bersiap bergerak menyerang dari dua sisi, membantu Zhao Heng, menahlukkan Kai Feng,.mengusir para penjajah Liao keluar dari negeri kita.."
ucap orang yang di panggil kakak Bu itu penuh semangat.
"Benar itu,..boleh di bilang,.. negara ini berdiri karena Zhao Kuang Yin kaisar pembuka negara, yang pandai menyayangi anak buahnya.."
"Lihat saja Yang Ye, Yue Fei, Guo lao Engsiong,.. mereka semua adalah jendral jendral seperti apa ?"
"Bila di bandingkan dengan jendral jendral Zhao Kuang Yi,.seperti jendral hitam putih itu, belum juga sempat perang, mereka sudah buka pintu menyerah.."
"Jendral macam apa pula itu, cuma habis habisin uang negara, untuk pelihara mereka.."
"Lebih baik pelihara an Jing masih bisa goyang ekor bila lihat tuannya.."
ucap seorang kakek penuh semangat.
"Kakek Luo semangat boleh, tapi pelankan suara mu, bila sampai terdengar mata mata Agoda.."
"Nyawa Kita dan keluarga kita semua bisa jadi taruhannya.."
ucap seorang pemuda berwajah pucat.
"Adik.liu benar, lebih baik kita ngobrol topik lain saja, seperti dunia persilatan juga cukup heboh saat ini ."
"Emang kamu punya kabar apa Asan, coba ceritakan jangan pelit pelit bagi informasi.."
tanya Aliu yang berwajah pucat.
"Ini aku ada dengar kabarnya ketua Shaolin Kong Tek Fang Cang dan Ketua Wu Dang, Zhang Cui San di bunuh orang.."
"Hah yang benar kamu Asan, ? siapa yang telah makan nyali macan, berani pergi menyentuh kedua pemimpin partai besar, yang muridnya saja sampai ribuan orang..?"
tanya Aliu kaget.
Asam sengaja berdehem dan mengambil air teh meminumnya, dia berlagak jual mahal.
Agar teman-teman nya menjadi penasaran dan semakin tertarik untuk mendengarkan ceritanya.
Setelah teman-teman nya terlihat mulai tidak sabar,.Asan baru berkata,
"Bukan cuma itu, ketua Cing Lung Pang juga di bunuh orang, apa kalian tahu ?"
"Ahh kamu jangan bercanda Asan Shi Ma Cing Lung itu orang seperti apa?, mana mungkin ada yang mampu membunuh nya..?"
ucap orang yang di panggil kakak Bu kurang percaya..
Asan sambil tersenyum penuh rahasia berkata,
"Menurut mu Shi Ma Cing Lung ada di urutan ke berapa,? Kong Tek Fang Cang dan Zhang Cui San ada di urutan ke berapa ?"
"Kalau gak salah Shi Ma Cing Lung ada di urutan ke 12, sedangkan ketua Shaolin Kong Tek Fang Cang dan ketua Wu Dang Zhang Cui San kemungkinan mereka menempati urutan di atasnya.."
ucap orang yang di panggil kakak Bu ragu.
"Tepat sekali, Shi Ma Cing Lung itu ada di urutan ke 12, Kong Tek Fang Cang urutan ke 10, sedangkan Zhang Cui San urutan ke 11."
ucap Asan membenarkan.
"Bagaimana dengan Ping Huo Ta Xia dan Hua San Lao Lao..?"
tanya Asan tiba tiba.
"Apa menurut mu mereka tidak mampu .?"
tanya Asan sambil tersenyum penuh misteri.
"Jangan bilang kedua orang itu pelakunya,..?"
ucap pemuda muka pucat, yang biasa di panggil Aliu dengan kaget.
Fei Yang yang mendengarnya dari jauh hampir saja tersedak teh hangat, yang sedang di minumnya.
Dia semakin memasang pendengarannya, untuk mencari kepastian tentang gosip yang sedang beredar.
Sehingga dia kurang tahu soal gosip dunia persilatan, baru hari ini dia mendarat dan memutuskan menempuh perjalanan darat.
Asan menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Tepat sekali, berdasarkan gosip yang beredar saat ini, Ping Huo Ta Xia dan nenek Hua San Lao Lao lah tersangka pelakunya."
"Tidak hanya sampai di sana saja, menurut yang kudengar, kedua psikopat ini, sepertinya ingin menjadi penguasa dunia persilatan.."
"Yang Le Thian San Pai, Jian Ye Kun Lun Pai, Mi jue Se Thai Er Mei Pai, Ma Cing Dao Kay Pang, dan semua orang yang berada di urutan 100 keatas, semuanya tewas di tangan mereka.."
"Kini orang orang dunia persilatan bersatu padu, sedang berangkat menuju Hua San, untuk menuntut pertanggungjawaban dari Hua San Lao Lao.."
"Kabarnya lima besar pun ikut kesana untuk menyaksikan keramaian.."
"Kemungkinan peringkat 4 juga bisa turun tangan, karena di antara yang tewas ada Yang Le ketua Thian San Pai.."
ucap Asan mengemukakan pendapat dan asumsinya.
"Tunggu kenapa yang di kejar adalah Hua San Lao Lao saja ?"
tanya kakak Bu heran.
"Mungkin Ping Huo Ta Xia tidak pernah punya tempat tinggal tetap, jadi sulit di lacak keberadaannya."
"Sedangkan Hua San Lao Lao tinggalnya di Hua San bersama markas Mo Ciao, tentu nya lebih mudah di lacak.."
ucap Aliu memberikan analisanya.
Asan mengangguk dan berkata,
"Tepat sekali Aliu analisa mu mantab.."
Fei Yang yang mendengarkan hal itu benar benar terkejut di buatnya.
Hoa San Lao Lao bagaimana pun pernah berbudi padanya, dia tidak bisa tinggal diam bila nenek itu dalam bahaya.
Meski nenek itu dari golongan hitam, Fei Yang kurang percaya nenek itu akan melakukan hal itu.
Bila nenek itu melakukannya, dia juga tidak akan begitu bodoh, meninggalkan jejak agar semua orang mengejarnya.
Fei Yang curiga ada seseorang yang sengaja berbuat begini, dengan tujuan ingin mengail di air keruh.
Berpikir sampai di sana , Fei Yang pun meletakkan sejumlah uang di atas meja, dia hendak berlalu dari tempat tersebut.
Pergi melihat lihat keadaan di Hua San sana.
Tapi baru saja Fei Yang melangkah melewati meja beberapa orang yang sedang asyik ngegosip itu.
Terdengar kakek Luo berkata,
"Asan mengapa kamu bisa tahu begitu banyak, ? jangan jangan kamu.?."
"Dasar kakek idiot, kamu mau bilang aku penyebar gosip tidak benar..?"
"Mau lakukan hal itu juga harus lihat lihat, apa kemampuan ku ? sehingga berani menyebar gosip tentang orang sakti seperti Hua San Lao Lao dan Ping Huo Ta Xia."
"Biar tidak timbul fitnah, aku kasih tahu kalian semua nya,"
"Aku tahu hal ini dari cerita paman ku yang bergabung di Cing Lung Pang.."
ucap Asan dengan suara pelan..
"Cukup puas..?"
tanya Asan sambil tersenyum lebar.
Fei Yang yang hampir menghentikan langkahnya, kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat makan tersebut.
Setelah keluar dari restoran, Fei Yang berjalan membelok kesebuah gang yang sepi.
Lalu dia terbang ke udara, sambil mengirim pesan suara ke Kim Tiaw.
Tak lama kemudian Kim Tiaw pun tiba dan membawa Fei Yang pergi menuju daerah barat, karena Hua San terletak tidak jauh dari sana.