PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MALINI MELAWAN XUAN MING


Debu pasir batu beterbangan, saat Diagram kuno berwarna putih itu, jatuh menghantam ke atas tanah.


Setelah debu asap menghilang Tubuh Khong Sim Fang Cang sudah tidak terlihat ada di sana.


Di sana hanya ada cekungan mirip kawah.


Di bagian tengahnya terlihat sebuah lingkaran dengan huruf kuno di dalamnya, seperti di pahat di dasar lubang.


Tubuh' Khong Sim Fang Cang sudah di selamatkan oleh Du Gu Meng Cu yang bergerak tepat waktu.


Sehingga tidak sampai tertimpa oleh serangan diagram kuno, yang di lancarkan oleh Xuan Ming.


Du Gu Meng Cu dengan cepat memberikan beberapa totokkan mengurut punggung Khong Sim Fang Cang, sambil menyalurkan tenaga dalam nya.


Membantu mengumpulkan kembali energi di dalam tubuh Khong Sim Fang Cang yang buyar, akibat tidak kuat menahan serangan Xuan Ming.


Beberapa saat kemudian Khong Sim Fang Cang keadaan nya mulai stabil, nafasnya mulai teratur, matanya mulai bisa terbuka.


Melihat hal ini, Du Gu Meng Cu menarik kembali tangannya dari punggung Khong Sim Fang Cang.


Khong Sim Fang Cang menoleh kebelakang dan berkata,


"Terimakasih banyak saudara Du Gu, maaf membuat mu repot dan kehilangan tenaga dalam.."


"Fang Cang jangan berkata seperti itu, adik jadi merasa tidak enak hati."


"Fang Cang dan Khong Ti He Sang sampai seperti ini, karena ajakan adik untuk datang kesini, di dalam hati adik benar'benar merasa tidak enak dan bersalah.."


ucap Du Gu Meng Cu sambil tersenyum pahit.


Dia kemudian memberi kode agar Murid murid utama Shaolin menggantikan dirinya, melanjutkan perawatan terhadap ketua dan wakil ketua mereka.


Dia sendiri lalu kembali lagi ke posisi nya semula, berdiri di samping Yi Han Tao Se.


Sementara itu di tengah lapangan kini terlihat Malini dengan sepasang belatinya nya, sedang berterbangan mengepung pergerakan Xuan Ming.


Meski Malini terlihat lebih banyak memberikan serangan kearah Xuan Ming, tapi dia tidak berhasil menembus pertahanan Xuan Ming yang selalu di lindungi oleh perisai diagram kuno.


Untuk membongkar formasi diagram kuno itu, Malini harus dapat menyerang dengan tepat titik titik lemah dari diagram huruf kuno tersebut.


Tapi berhubung diagram kuno tersebut selalu berputar dan berganti ganti posisi, Malini tetap kesulitan membongkarnya.


Tapi Xuan Ming sendiri juga kesulitan menyerang Malini yang lincah berterbangan seperti seekor burung walet.


Perlahan lahan Malini mulai meningkatkan serangan nya, menekan perisai perisai di sepasang tangan Xuan Ming.


Sepasang belati di tangan Malini, mulai di selimuti oleh api yang menjilat jilat di batang pedangnya.


Pergerakan Malini yang berterbangan kesana kemari, membuat dirinya terlihat sedang menari dengan sepasang selendang api, yang mengelilingi seluruh tubuhnya.


Bagi orang awam, hal itu terlihat sangat indah dan mempesona, apalagi wajah dan bentuk tubuh Malini yang sangat mempesona, karena memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan gadis Han pada umumnya.


Xuan Ming sendiri tidak berani meremehkan Malini, dia selalu bergerak berhati-hati menghadapi serangan gadis itu.


Sesekali dia baru melancarkan serangan balasan, untuk mentalkan serangan Malini.


Kedua orang itu masih terus bergerak mencari peluang untuk saling mengalahkan.


Di tempat lain tidak jauh dari pertarungan Malini dan Xuan Ming, Xuan Hei dengan perisai diagram kunonya juga mulai terlibat saling serang dengan Zhou Lei, yang bersenjatakan golok putih yang diselimuti oleh api kebiruan.


Berulang kali golok dan diagram berbenturan menimbulkan ledakan dahsyat, yang menggetarkan tanah di sekitarnya.


Tubuh' Zhou Lei di selimuti angin yang berputar-putar di sekitar tubuhnya mirip tornado kecil.


Sedangkan Xuan Hei masih terus memainkan diagram kunonya, menangkis dan menekan pergerakan Zhou Lei.


Sesekali dari mulutnya menyemburkan kabut hitam beracun, untuk mengacaukan konsentrasi Zhou Lei.


Di tempat lain nya ketua Wu Tang dan beberapa saudara angkatnya, di bantu ketua Kun Lun dan Thian San, juga mulai saling beradu serangan dengan 7 Tetua Hei Mo Pang.


Hanya dari Hua San dan Shaolin yang tidak maju, karena mereka sedang terluka dan sudah tahluk, mereka malu untuk maju.


Meski menang jumlah tapi mereka tidak berhasil mencuri kesempatan itu.


Karena kerjasama tujuh tetua Hei Mo Pang, yang menggunakan rasi bintang neraka.


Sangat teratur rapi dan berbahaya. Mereka selalu teratur bertahan bersama dan menyerang pun bersama sama.


Sebenarnya ketua Wu Tang dan ke 6 adik seperguruannya, juga biasa bertempur dengan formasi pedang 7 bintang.


Tapi pergerakan mereka terganggu dengan kehadiran ketua Thian San dan Kun Lun yang membantu mereka.


Kondisi ini seba salah, tanpa bantuan dari ketua Kun Lun dan ketua Hua San, mereka juga dalam posisi berbahaya dan tertekan.


Karena masing-masing Tetua Hei Mo Pang memiliki tenaga dalam dan ilmu ringan tubuh, jauh diatas ketua Wu Tang dan 7 saudaranya.


Tapi bila di bantu, meski bisa mengurangi tekanan, tapi formasi mereka menjadi terganggu dan kurang efektif.


Ini adalah pilihan yang tidak ada pilihannya, mereka hanya bisa semampunya menyesuaikan perubahan formasi mereka dengan melibatkan tetua Kun Lun dan Thian San kedalam formasi barisan mereka.


Tujuh warna pakaian ketujuh tetua Hei Mo Pang, juga bukan sekedar warna pilihan yang mereka suka


Tapi warna pakaian mereka akan mengacaukan fokus dan konsentrasi musuh, bila mereka bertujuh bergerak.


Saat mereka bergerak cepat akan menimbulkan bayangan fatamorgana, menyilaukan seperti warna pelangi.


Ditambah dengan mereka masing-masing juga memiliki 7 jenis racun berbeda, yang bila di gabungkan itu sangat berbahaya.


Situasi ini membuat mereka yang unggul jumlah orang, malah terlihat tidak berkutik dan keteteran.


Mereka hanya bisa berharap ketua dan wakil kuil Shaolin dan Hua San, bisa lebih cepat pulih kondisinya, Sehingga segera datang memberikan bantuan mengatasi 7 tetua Hei Mo Pang yang lihai.


Sementara di tempat lain Malini dan Xuan Ming sudah mencapai titik puncak pertempuran.


Terlihat Xuan Ming membentuk sebuah Diagram kuno yang putih besar di atas kepalanya.


Sedangkan seluruh tubuhnya terbungkus cahaya ungu, yang tidak bisa di tembus oleh ratusan ribu belati kecil berwarna kemerahan, yang terus menerus melesat menghantam kubah perisai ungu Xuan Ming.


Xuan Ming perlahan lahan mendorong perisai Diagram putih diatas kepalanya, untuk menutupi dan menekan Malini.


Yang terlihat sedang mengerahkan ratusan ribu energi belati menyerang perisainya.


Begitu diagram kuno raksasa itu tepat berada di atas kepala Malini.


Diagram kuno itu langsung mengeluarkan cahaya putih kebawah mengurung dan menekan pergerakan Malini.


Semakin lama semakin kuat tekanan nya, karena diagram kuno bercahaya putih tersebut terus bergerak kebawah.


Malini yang tertekan hingga sulit bernafas, terpaksa menarik kembali serangan nya.


Lalu di alihkan menyerang keatas, seluruh energi belati Malini membentuk ratusan ribu cahaya belati merah.