PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BUSUR HOU YI


Melihat pemuda itu mampu menahan serangan tenaga semesta tanpa wujud nya


Xue Lian segera meningkatkan serangannya, dia menari nari mengelilingi Li Yuan Ba.


Sambil terus menerus melesatkan energi tanpa wujudnya menghantam kubah pelindung Li Yuan Ba.


"Aku mau lihat seberapa lama kami mampu bertahan..!?"


teriak Xue Lian sambil terus melesatkan serangan tanpa putus.


"Adik manis,.. coba saja kalau mampu,.. tapi bila kelelahan jangan pernah salahkan kakak.."


ucap Li Yuan Ba tanpa bergeming seperti sebuah patung hidup.


Hanya bibirnya saja yang menyunggingkan sebuah senyum penuh ejekan.


Setelah beberapa waktu tanpa hasil, Xue Lian semakin kesal.


Kini dia merubah serangannya, membentuk sebatang pedang es dari energinya.


Pedang es berputar-putar di depan dadanya seperti mata bor.


"Rasakan ini,..!"


teriak Xue Lian sambil melepaskan serangannya.


"Boooom...!"


Li Ba tetap dengan senyum mengejeknya tidak bergeming sama sekali.


Meski pelindungnya di buat beku oleh Xue Lian, dan mengalami retakan di sana sini.


Xue Lian sambil tersenyum penuh kemenangan, dia menambah daya dorong kekuatannya kedepan.


"Prakkk,..!"


Retakan menjadi semakin parah, terkena putaran pedang yang semakin kuat tekanannya.


"Blaarrr..!"


Perisai ciptaan Li Yuan Ba meledak hancur berkeping-keping.


Xue Lian yang sedang melayang di udara tersenyum puas.


tapi sesaat kemudian senyumnya hilang, berganti dengan tatapan mata kaget tak percaya.


Xue Lian sangat kaget karena seiring dengan pecahnya perisai Li Yuan Ba.


Kini kembali muncul perisai baru melindunginya, sedangkan energi pedang esnya,.


Kini hilang tanpa sisa, keadaan kembali seperti semula tidak ada perubahan sama sekali.


Li Yuan Ba masih tetap berdiri di sana tak bergeming sama sekali.


"Bocah manis,.. bila masih punya kemampuan, keluarkan lagi jangan sungkan.."


ucap suara Li Yuan Ba kembali berkumandang, tapi bibirnya tetap tidak bergerak.


"Baik,..! kamu yang minta jangan salahkan aku,..!"


teriak Xue Lian kesal bercampur kagum.


Xue Lian menunjuk tangannya keatas langit, 9 Sambaran petir dengan warna berbeda-beda secara serentak menyambar mas masuk kedalam tubuh Xue Lian.


Seluruh tubuh Xue Lian bergetar hebat, kemudian terbentuk sebatang tombak cagak tiga yang diselimuti petir sembilan warna.


Tombak itu muncul dalam genggaman tangan Xue Lian, sambil berteriak keras.


"Hyahhhh,..!"


Xue Lian melepaskan jurus halilintar langit tingkat sembilan.


Mencoba menyerang kearah Li Yuan Ba, dengan tombak cagak tiga, yang terbentuk dari energi petir 9 warna.


Tombak yang membawa cahaya kilat dan suara bergemuruh, menerjang kearah Li Yuan Ba, dengan kekuatan yang sulit di bayangkan.


Sekali ini Li Yuan Ba membuka matanya, dia pernah mati karena petir.


Jadi terhadap mainan ini, dia sedikit banyak masih trauma.


Tanpa menarik pelindungnya, Li Yuan Ba berteriak,


"Berani menganggu ku,..!? mampuslah .!"


Seiring teriakan suara nya yang menggelegar, Li Yuan Ba mencabut pedang besarnya dari dalam tanah.


Lalu dia ayunkan dengan tebasan miring, mengarah ke tombak petir cagak tiga yang di lesatkan oleh Xue Lian, kearahnya.


"Duaarrr....!"


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


Begitu bayangan golok besar dan energi tombak petir 9 warna bertemu di udara.


Bayangan pedang besar, masih terus melesat menyambar ke arah Xue Lian.


Xue Lian sedikit terkejut, melihat dahsyatnya serangan yang di lepaskan oleh Li Yuan Ba.


Xue Lian buru buru membentuk perisai berwarna putih dengan lingkaran gambar Pat Kwa dan ukiran huruf cacing di tengahnya.


Perisai itu kemudian di dorong maju kedepan, menyambut serangan Li Yuan Ba.


Fei Yang sudah melayang di samping istrinya, sambil menggenggam tangan istrinya.


Dia berkata,


"Jangan khawatir, aku akan menjaga mu.."


Fei menunjuk tangannya ke arah langit, sebilah pedang ungu turun dari arah langit.


Kemudian melesat bagaikan jatuhnya meteor dari langit, langsung menuju kearah Li Yuan Ba, yang masih terlindung oleh kubah energi pelindungnya.


Li Yuan Ba sedikit terkejut oleh kekuatan dahsyat pedang ungu yang turun dari langit itu.


Sambil memasang kuda-kuda nya lebih mantap, dengan teriakan keras.


"Hyaahh,...!"


Li Yuan Ba, melepaskan sebuah tebasan dari bawah keatas.


Sebuah bayangan pedang besar hitam kusam, melesat keangkasa untuk menahan serangan pedang ungu.


"Blaarrr,..!!"


Terjadi ledakan yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya.


Hanya saja karena benturan dahsyat itu terjadi di ketinggian sana.


Efek ledakan nya, yang menimbulkan bias seperti lingkaran cincin energi.


Tidak sampai menimbulkan kerusakan apapun, tidak seperti sebelumnya yang menimbulkan ledakan dahsyat diatas tanah.


Tapi beberapa ekor burung yang sedang sial,.terkena sambaran bias energi itu.


Langsung terjatuh kebawah, dalam kondisi terpotong jadi dua bagian.


Setelah menimbulkan ledakan energi saat berbenturan di udara.


Kedua energi yang bertemu di udara belum sirna, bayangan pedang ungu dan bayangan pedang besar hitam kusam.


Masih terlihat saling menekan di udara.


Baik Li Yuan Ba maupun Fei Yang, terlihat sama sama mendorongkan telapak tangannya kedepan.


Satu sama lain berusaha saling menekan.


Sedangkan di tempat lain, tebasan Li Yuan Ba telah berhasil di serap habis oleh perisai ciptaan Xue Lian,


Di mana perisai energi jadi mengandung energi daya hisap alam semesta.


Setelah mendapatkan bantuan energi dari suaminya.


Sambil tersenyum Fei Yang menekan tangannya kebawah, menambah daya serang pedang ungunya.


Kembang api berpijar akibat pergesekan kedua energi pedang


Li Yuan Ba yang kedua kakinya melesak sebatas mata kaki kedalam tanah.


Sambil berteriak keras,


"Hyaahh..!!"


Dia juga membantu mendorong pedang besarnya keatas.


Di saat Fei Yang dan Li Yuan Ba sedang saling menekan dengan hebat.


Xue Lian sambil tersenyum mengejek, dia mengulurkan tangannya kedepan, dalam genggaman tangan nya langsung muncul sebuah busur giok putih.


Dia lalu menarik sebuah tali busur energi yang mengeluarkan cahaya keemasan.


Seiring dengan tali busur di tarik, 5 batang anak panah dengan 5 macam cahaya, hitam putih merah hijau dan kuning.


Kelima anak panah itu mewakili 5 unsur kekuatan alam Semesta.


Busur dan anak panah itu Xue Lian arahkan ke Li Yuan Ba yang terlihat sedang keteteran menahan serangan Fei Yang.


"Hei orang tanpa nama, hari ini kamu akan mampus tanpa nama.,!"


teriak Xue Lian sebelum melepaskan kelima anak panahnya, kearah Li Yuan Ba.


Li Yuan Ba sedikit mengerutkan alisnya, hatinya sedikit tercekat melihat busur dan anak panah di tangan Xue Lian.


Dia jadi teringat dengan cerita gurunya, akan Raja Hou Yi, suaminya Dewi bulan Chang er.


Jagoan memanah, yang menggunakan busur dan anak panah Dewata, pinjaman dari dewa Fusi dan Dewi Nuwa.


Untuk menembak hancur 9 matahari menjadi satu matahari.


Sehingga rakyatnya bisa terbebas dari panas membakar terik 10 matahari.