
Pedang ketiga berwarna ungu,.kecil.dan lentur memberi kesan lincah gesit dan cepat.
Pedang keempat berwarna merah terang, memberi kesan penuh amarah dan kebencian tak terhingga
Pedang kelima berwarna kuning keemasan, memberi kesan berwibawa dan berkuasa.
Pedang ke enam berwarna hijau, memberi kesan licik culas banyak perubahan tersembunyi
Pedang ke tujuh berwarna hitam, memberi kesan menyeramkan dan menakutkan, seperti penguasa dunia kegelapan.
Pedang ke delapan berwarna putih polos mirip pedang biasa, tidak ada yang unik.memberi kesan sederhana.
Pedang ke sembilan pedang paling akhir, memberikan kesan seperti tidak ada kegunaan ataupun manfaat sama sekali.
Pedang kesembilan hanya sebatang pedang, yang terbuat kayu tipis, mirip pedang mainan anak kecil.
Fei Yang setelah melakukan pengamatan situasi, dia segera maju menjura kearah kakek berambut abu abu itu dan berkata,
"Senior,..mohon tanya mau ke lembah kebahagian lewat jalan mana..?"
Kakek itu tanpa membuka mata berkata,
"Lewat pintu pertobatan dan memutus hubungan dengan dunia luar..Itu adalah cara pertama.."
"Cara kedua adalah kalahkan aku, Ku Tu Qiu Su (Kesepian dan berharap di kalahkan)."
Setelah mendengar ucapan kakek berambut abu abu itu, Fei Yang berkata,
"Cara pertama tidak cocok dengan ku, yang kemari hanya ingin mencari orang.."
"Karena tidak punya pilihan lain, maka dengan sangat terpaksa, saya hanya bisa mengikuti pilihan kedua."
Kakek itu mendengar keputusan Fei Yang, dia menatap kearah Fei Yang sambil tertawa gembira.
"Bagus,.. bagus,.. akhirnya waktunya telah tiba.."
"Hati hati anak muda, aku akan memulainya,.."
ucap kakek itu mengingatkan sambil tersenyum lebar
Dia menggerakkan tangannya, pedang kusam besar dan tumpul itu langsung melayang kedalam telapak tangan nya.
Dengan satu ayunan sebuah kekuatan yang sangat kuat dan dahsyat menerjang kearah Fei Yang.
Serangannya sangat sederhana tapi sangat kuat, satu gelombang serangan, di susul dengan gelombang lainnya, terus terusan tanpa henti, hingga mengurung seluruh jalan mundur Fei Yang.
Fei Yang di paksa mengeluarkan sepasang pedangnya untuk bertahan.
"Tranggg,...!!"
"Tranggg,...!!"
"Tranggg,...!!"
"Tranggg,...!!"
Setiap melakukan tangkisan, Fei Yang selalu terdorong terhuyung huyung mundur kebelakang.
Kakek itu sambil tertawa gembira, sudah melompat berdiri di atas batu, sambil terus tertawa dia terus melepaskan tebasan yang menimbulkan.angin menderu deru, kearah Fei Yang.
Fei Yang mulai menangkis serangan kakek itu, dengan melakukan serangan balasan tebasan pembelah gunung dan.laut.
Energi merah biru yang Fei Yang lepaskan berhasil menahan serangan kakek tersebut.
"Tranggg,...!!"
Terjadi ledakan dahsyat di udara, kakek itu terpaksa melompat terbang keatas.
Karena efek benturan keras lawan.keras itu,.telah membuat batu tempat kakek itu berpijak.
pecah hancur berkeping-keping,
Pedang yang mengandung kekuatan dahsyat itu, terus berseliweran di sekitar tubuh Fei Yang, membawa angin menderu deru seperti angin badai mengurung pergerakan Fei Yang.
Tidak sampai di sana, kini kakek itu juga mengirim pedang kedua berwarna biru, yang setiap pergerakannya membawa gelombang air, dari arah kolam bergerak mengurung dan menyerang Fei Yang.
Gelombang air yang di bawakan oleh pedang biru itu sangat tajam, seperti lecutan cambuk air yang siap membelah apapun.
Tanpa memberi Fei Yang kesempatan untuk bernafas,.serangan ketiga dengan pedang sinar ungu, yang lentur gesit membawa gelombang listrik ungu, melecut menyambar kearah Fei Yang mengikuti pergerakan pedang ungu itu.
Pedang keempat berwarna merah yang membawa api panas membakar, juga ikut bergerak ganas mulai berkolaborasi dengan ketiga pedang sebelumnya, mengurung Fei Yang.
Tak cukup sampai di sana, kakek itu seoerti kesetanan, dia kembali melepaskan pedang ke lima, yang mengeluarkan cahaya keemasan mengaburkan penglihatan Fei Yang.
Di susul dengan pedang ke enam berwarna hijau, yang bergerak bagaikan ular hijau yang licik, bersembunyi di balik cahaya, mematuk kemudian menghilang.
Setiap ada kesempatan, dia pasti akan muncul tiba-tiba mematuk kemudian hilang.
Sangat licik mematikan dan sangat sulit ditebak kapan datangnya.
Kakek itu masih belum cukup, pedang hitam yang membawa energi kekuatan kegelapan yang menyeramkan.
Kini juga ikut bergerak menyerang mengacaukan jalan pikiran Fei Yang,.memunculkan imajinasi imajinasi menyeramkan menekan Fei Yang.
Pedang putih dan pedang kayu yang terlihat sederhana, tapi justru menyimpan kekuatan yang sulit di ukur dalamnya.
Ikut bergerak menekan Fei Yang,
Fei Yang di kurung oleh 9 pedang unik, yang terus menyerang tanpa henti.
Membuat Fei Yang, bahkan tidak di beri kesempatan bernafas sedikitpun, dia terus di cecar tanpa henti.
Tubuh Fei Yang mulai terluka di sana sini, segala kemampuannya mandek, tidak bisa melakukan serangan balasan.
Hanya bisa terus bertahan, ini hanya tinggal menunggu waktu, bila terus menerus seperti ini, cepat lambat dia pasti akan celaka dibawah tekanan 9 pedang unik, yang bergerak menyerang tanpa henti.
Kakek itu sambil tertawa, terus memainkan 9 pedangnya mengurung, dan mencecar Fei Yang tanpa henti.
Fei Yang telah mengerahkan segenap kemampuannya, berusaha mati matian bertahan dari serangan tanpa putus itu.
Semua energi dan kekuatan sudah dia kerahkan hingga maximal untuk membentuk perisai pelindung,,.
tapi selalu saja tidak bertahan sampai 5 serangan, sudah berhasil di hancurkan oleh serangan ke 9 pedang unik itu.
Berkali kali Fei Yang meraung kuat sambil meledakan energi api dan es nya, mementalkan ke 9 pedang yang mengurungnya.
Tapi itu hanya terjadi beberapa detik saja, beberapa detik kemudian, ke 9 pedang itu kembali mengurungnya.
Setelah sempat berhasil beberapa kali, si kakek mulai merubah gaya serangannya, setiap kali melihat Fei Yang menarik nafas hendak melepaskan raungan dahsyatnya.
Dia justru menambahkan tenaga, untuk memperkuat daya serang, agar bisa meredam kekuatan raungan Fei Yang.
Lambat laun raungan Fei Yang pun menjadi mandeg, beberapa kali, malah membuat dirinya terluka di sana sini.
Karena setiap dia ingin meraung dengan mengambil nafas dan mengumpulkan energi di dadanya.
Justru di saat itulah, ke 9 pedang unik, meledakkan kekuatan tambahan dan daya serangnya.
Mencecar Fei Yang habis habisan, jurus 9 pedang ini, benar benar sangat mengerikan seolah olah tidak ada jurus tetap nya.
Setiap serangan akan terus berubah, mengikuti situasi ilmu pertahanan yang Fei Yang mainkan.
9 pedang selalu akan mengejar titik lemah dari jurus perubahan pertahanan Fei Yang.
Meski sangat terdesak, tapi 9 pedang belum berhasil merobohkan Fei Yang.
Tapi kakek itu sangat tenang, dia mainkan setiap tehniknya, dengan sangat baik,.dia tetap melayani Fei Yang dengan sabar.
Tidak terburu buru ingin menyudahi pertandingan, hanya terus meningkatkan daya tekan setahap demi setahap.