PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MEMASUKI KOTA TAI YUAN


"Zhan Chau bahkan merasa malu, tidak bisa berbuat apa-apa saat panglima Yue di celakai oleh menteri Dorna.."


ucap Zhan Chau dengan kepala tertunduk dan memberi hormat kearah Yue Feng.


Yue Feng membangunkan Zhan Chau dan berkata,


"Kakak Zhan tak perlu bersikap begini, kakek ku diatas sana, bila tahu dia juga akan bangga dengan kakak Zhan.."


Dari dalam kereta keluar seorang pria berusia 40 tahunan, dia turun dari kereta menghampiri Yue Feng.


Lalu memberi hormat kearah.Yue Feng dan berkata,


"Aku dan seluruh keluarga ku, hari ini beruntung mendapatkan pertolongan dari cucu panglima kebanggaan kerajaan Song..yang paling ku kagumi.."


"Adik Yue Feng terimalah hormat dan permintaan maaf ku, atas keputusan ayah ku, yang keliru mendengarkan hasutan menteri Dorna.."


Yue Feng menoleh kearah pria berwajah bijak dan cemerlang yang sedang memberi hormat kearahnya.


"Maaf tuan ini ?"


ucap Yue Feng ragu sambil membalas penghormatan kearah pria di hadapannya.


"Beliau adalah Yang Mulia pangeran ke 3, Zhao Heng.."


ucap Zhan Chau memberi penjelasan.


Yue Feng sedikit terkejut, dia kemudian berlutut di hadapan Zhao Heng dan berkata,


"Maaf yang mulia pangeran, Yue Feng tidak tahu sedang berhadapan dengan yang mulia, sehingga bersikap kurang sopan.."


"Bangunlah Adik Yue Feng, tak perlu banyak peradatan lagi."


"Lagipula aku kini juga sudah bukan pangeran lagi.."


ucap Zhao Heng sambil tersenyum pahit.


Yue Feng menatap dengan penuh keheranan dan berkata,


"Apa sebenarnya yang terjadi, yang mulia pangeran, mengapa Yang mulia bisa ada ditempat ini, dan berbicara seperti tadi..?"


Zhao Heng tersenyum pahit dan berkata,


"Tak ada yang perlu dibahas, itu hanya soal prinsip..dan pilihan.."


Fei Yang menoleh kearah Zhan Chau, menuntut jawaban.


Zhan Chau menghela nafas panjang dan berkata,


"Pangeran ketiga berusaha membela ketidakadilan yang menimpa Panglima Yue, yang di fitnah oleh Mentri Dorna Qin Hui secara keji."


"Akibatnya pangeran ke 3 berselisih dengan ayahnya kaisar saat ini, yang berujung dengan hukuman tiga tahun tidak boleh menginjakkan kaki di istana."


Mendengar hal itu, Yue Feng pun memberi hormat kearah Pangeran Zhao Heng.


"Pangeran terimalah hormat dan ucapan terimakasih dari Yue Feng, yang mewakili seluruh keluarga besar Yue yang telah tiada.."


"Maaf urusan kami telah membuat yang mulia pangeran ikut menanggung susah..."


Zhao Heng membalas penghormatan Yue Feng dan berkata,


"Tidak perlu seperti itu, dari awal aku sudah katakan, ini hanya perkara prinsip dan pilihanku sendiri.."


"Tidak ada hubungannya dengan orang lain."


Yue Feng mengangguk, lalu berkata,


"Kalau boleh tahu yang mulia saat ini hendak ke kota mana ?"


Sambil tersenyum pahit Zhao Heng berkata,


"Kami sekeluarga ingin menuju Tai Yuan, saat ini hanya bisa ikut pulang ke kampung halaman istri ku.."


"Sebentar, adik Yue,.."


"Shi shi,..istri ku,..!"


"Ting Ting putri ku,..!"


Dari dalam kereta muncul dua wanita cantik, yang satu berusia 40 an, yang satu lagi berusia 18 tahun, wajah keduanya sangat mirip hanya beda usia saja.


Mereka berdua terlihat sangat cantik dan anggun.


Setelah kedua wanita cantik itu mendekat, pangeran Zhao Heng memperkenalkan kedua wanita itu ke Yue Feng dan berkata,


"Adik Yue Feng, perkenalkan ini istri ku Guo Shi Shi..dan di sebelahnya adalah putri ku Zhao Ting Ting."


Yue Feng memberi hormat kearah kedua wanita itu.


Nyonya Guo dan putrinya membalas penghormatan Yue Feng, dengan penghormatan gaya putri istana yang anggun.


Zhao Ting sambil memberi hormat dia melirik kearah Yue Feng, dengan tatapan mata malu malu, dan penuh rasa kagum yang besar.


Setelah saling memberi hormat Yue feng pun berkata,


"Pangeran maaf ,.. Yue Feng disini sedang tidak sendirian, di sebelah sana ada dua teman Yue Feng yang menunggu.."


"Bila pangeran dan keluarga tidak keberatan, mari saya kenalkan dengan kedua teman saya itu."


Pangeran Zhao Heng mengangguk cepat dan berkata,


"Teman adik Yue,.tentu adalah teman ku juga, persahabatan ini aku pasti tidak akan melewatkannya.."


"Mari adik Yue kita kesana temui kedua teman mu."


ucap Zhao Heng ramah.


Yue Feng dengan gembira segera mengajak rombongan itu menghampiri Fei Yang dan Hong Yi yang berada tidak jauh dari sana.


Melihat Yue Feng membawa rombongan itu mendekatinya, Fei Yang mengajak Hong Yi menghampiri mereka.


Setelah saling berhadapan Yue Feng pun berkata,


"Pangeran kenalkan ini, teman ku adik Fei Yang dan ini nona Hong Yi."


"Adik Fei Yang nona Hong Yi kenalkan ini pangeran ke 3 kerajaan Song, pangeran Zhao Heng, disebelahnya nyonya Guo dan putri Zhao Ting.."


"Dan ini komandan Zhan Chau.."


ucap Yue Feng .


Fei Yang dan Hong Yi saling memberi hormat kepada rombongan itu.


Zhan Chau sangat menghormati Fei Yang dan Hong Yi,. dia sudah menyaksikan bagaimana Hong Yi hanya dengan satu tebasan, berhasil membunuh tiga musuhnya yang sangat merepotkan.


Sehingga dia sangat yakin Hong Yi dan Fei Yang pasti adalah pendekar berilmu tinggi.


Bila bisa mengajak mereka melakukan perjalanan bersama, ini adalah suatu keberuntungan terbesar bagi mereka.


Setelah melakukan obrolan singkat, di mana atas saran dari Yue Feng, yang meminta persetujuan Fei Yang, untuk melakukan perjalanan bersama menuju kota Tai Yuan.


Dimana Fei Yang dan Hong Yi juga tidak punya arah tujuan pasti.


Jadi mereka setuju setuju saja, apalagi Nyonya Guo berjanji akan menyebarkan orangnya, setibanya di Tai Yuan nanti, membantu Fei Yang mengumpulkan informasi tentang orang-orang yang sedang di carinya.


Dengan ikutnya Fei Yang dalam rombongan tersebut, sepanjang jalan, hampir tidak ada halangan berarti hingga mereka tiba di kota Tai Yuan.


Beberapa halangan kecil seperti perampok gunung dan bajak sungai, Fei Yang wakilkan ke Yue Feng dan Hong Yi sebagai latihan mencari pengalaman bertempur.


Pagi itu rombongan Fei Yang akhirnya tiba di kota Tai Yuan.


Tai Yuan termasuk kota yang besar dan ramai, penduduk nya cukup padat.


Rombongan Fei Yang langsung menuju kediaman keluarga besar nyonya Guo, yang besar dan megah.


Keluarga nyonya Guo memiliki reputasi hebat dan kekuasaan besar di Tai Yuan.


Karena ayahnya menjabat sebagai gubernur di kota tersebut, yang memiliki hak dan kekuasaan otonomi sendiri atas wilayah tersebut.


Bahkan memiliki angkatan bersenjata tersendiri, yang posisi pentingnya di pegang oleh kakak beradik laki laki nyonya Guo.


Sesuai janjinya begitu sampai dengan selamat di kota Tai Yuan, nyonya Guo langsung mengirim orang kepercayaan mencari informasi, tentang Xuan Ming, Xu Da, Ming Wang, bahkan Li Mu Bai, dan beberapa murid utamanya ikut masuk dalam daftar pencarian.