PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KOTA KOSONG


Setelah melakukan perjalanan sehari semalam tanpa berhenti Zhao Yuan Zuo dan pasukannya mulai bisa melihat benteng pertahanan kota Yin Chuan.


Sambil tersenyum lega, Zhao Yuan Zuo terus menatap tajam kearah benteng Yin Chuan, dia kemudian berkata.


"Jendral Gong siapkan pasukan Catapult mu berikan kerajaan Xi Xia kejutan.."


"Siap Yang mulia,..!"


jawab jendral Gong cepat.


Jendral Gong segera memacu kudanya, melintasi pasukan yang mengawasi mesin pelontar batu.


Dia langsung memberi kode, dengan mengibarkan bendera perintah di tangannya, kearah semua pasukan Catapult.


Para komandan pasukan segera menjalankan tugas mereka masing masing, memimpin pasukan mesin Catapult bergerak maju mendekati benteng Yin Chuan mengikuti kode perintah dari Jendral Gong.


Ada 20 mesin Catapult yang terlihat berjejer rapi menghadap kearah benteng pertahanan kota Yin Chuan.


Mengikuti arahan kode dari Jendral Gong, salah satu mesin Catapult bagian tengah, mulai melontarkan batu menyerang kearah benteng pertahanan kota Yin Chuan.


"Sing,...!"


Batu besar membelah udara kemudian jatuh..


"Boooom,...!"


Menghempas keatas tanah yang jaraknya masih puluhan meter dari benteng kota Yin Chuan.


Debu pasir batu berhamburan memenuhi lokasi jatuhnya batu besar tersebut.


Setelah debu batu pasir yang berhamburan mereda.


Terlihat jelas posisi batu lontaran pertama tersebut.


Jendral Gong memberi kode, agar bawahan nya bergerak maju, sesuai perhitungan darinya.


Mesin pelontar batu kedua , setelah maju puluhan meter mengikuti instruksi Jendral Gong.


Batu besar kembali di lontarkan kearah benteng pertahanan kerajaan Xi Xia.


"Brakkkk,..!!"


Kini batu besar itu tepat jatuh menabrak tembok pertahanan kota Yin Chuan.


Tembok kota yang tebal langsung retak dan melesak ke dalam.


Tapi untuk merubuhkan nya, masih jauh dari harapan.


Benteng itu terlalu kokoh dan tebal temboknya, tidak semudah itu bisa di rubuhkan.


Tapi mengikuti arahan jendral Gong, kini batu batu besar itu beterbangan memenuhi udara, lalu jatuh menghantam tembok pertahanan kota Yin Chuan.


"Brakkkk,..!! Brakkkk,..!! Brakkkk,..!!"


"Brakkkk,..!! Brakkkk,..!! Brakkkk,..!!"


"Brakkkk,..!! Brakkkk,..!! Brakkkk,..!!"


Zhao Yuan Zuo dari jauh menatap tajam kearah benteng kota Yin Chuan, yang tidak terlihat ada pergerakan dengan penuh kecurigaan.


Dia curiga Fei Yang sedang menyiapkan jebakan besar untuk nya, menahan pergerakan di dalam benteng.


Agar dia percaya pertahanan kota Yin Chuan tidak mampu melawan, sehingga dia menurunkan kewaspadaan nya.


Dia curiga kondisi itu hanya suatu kepura-puraan, seolah olah pertahanan kota Yin Chuan pasrah, tidak mampu memberikan perlawanan sama sekali.


Zhao Yuan Zuo memberi kode agar Jendral Gong meneruskan penyerangannya, sambil terus bergerak maju.


Jendral Gong mengerti keinginan junjungan nya, dia buru buru memberi perintah agar pasukan nya bergerak maju.


Batu batu terus beterbangan menghantam keatas benteng kota, beberapa menara pengawas ada yang roboh, terkena sasaran batu besar yang di lontarkan.


Melihat belum ada reaksi juga, Zhao Yuan Zuo bergumam sendiri sambil tersenyum mengejek.


"Aku mau lihat kamu bisa berpura pura sampai kapan..?"


Dia memberi kode kepada Jendral Gong untuk mempergencar serangan nya.


Mengikuti arahan dari Jendral Gong, serangan batu pelontar di gencarkan.


Zhao Yuan Zuo tersenyum puas, dia segera memberi kode agar Jendral Gong menahan serangan nya.


Tanpa menoleh dia berkata,


Jendral Cia jendral Gao Jendral Bai, kalian masing masing bawa 100.000 pasukan kalian, untuk segera tahlukkan kota itu..


"Jendral Sim kamu pimpin pasukan mu, gunakan mesin pendobrak pintu gerbang, segera hancurkan pintu gerbang kota itu.."


"Siap yang mulia,..!"


jawab keempat jendral itu kompak.


Jendral Cia segera memimpin pasukan tamengnya bergerak maju, jendral Guo segera memimpin pasukan panahnya bergerak menyusul.


Jendral Bai segera pimpin pasukan tangga nya, membawa pedang golok dan tangga panjang, untuk bergerak maju.


Pasukan Jendral Bai menunggu hingga pasukan panah selesai menyerang dengan hujanan anak panah keatas tembok benteng.


Dia baru menggerakkan pasukannya untuk menyeberangi parit, menempelkan tangga ke pinggiran tembok.


Lalu pasukannya bergerak menggunakan tangga untuk naik keatas tembok.


Di sini Zhao Yuan Zuo baru mulai sadar ada sesuatu yang tidak beres, karena pasukan yang menyerang menggunakan tangga, tidak ada yang menghalangi pergerakan mereka untuk naik keatas benteng.


Ini adalah sesuatu yang sangat mustahil terjadi, di mana mana bila ada pasukan tangga, yang mencoba naik keatas tembok pertahanan.


Pasti pasukan pertahanan akan mati matian mencegah mereka untuk masuk.


Bila melihat situasi di depan sana rasanya sangat tidak masuk akal.


Setelah pasukan jendral Bai mulai bergerak naik keatas tembok.


Pasukan Jendral Bai pun mulai bergerak melakukan pendobrakan kearah pintu gerbang kota.


"Duakk,..! Duakk,..! Duakk,..! Duakk,..! Duakk,..! Duakk,..!"


Mesin pendobrak menggunakan gelondongan kayu besar, mulai di ayunkan secara berulang-ulang menghantam pintu gerbang kota Yin Chuan.


Tapi karena pintu gerbang kota Yin Chuan sangat tebal dan kuat, pekerjaan itu menjadi sangat tidak mudah.


Jendral Cia dengan cepat memimpin pasukan tamengnya, untuk memberikan perlindungan terhadap pasukan pendobrak pintu gerbang.


Tapi pekerjaan mereka sedikit mubajir, karena dari atas tembok kota Yin Chuan.


Sama sekali tidak terlihat ada pasukan Xi Xia melakukan penyerangan kebawah.


Di tengah tengah keanehan yang terjadi, pasukan Jendral Bai yang sudah berhasil naik keatas benteng kota.


Mereka dengan heran menemukan bahwa ternyata di atas benteng tidak ada siapapun, selain Boneka jerami yang bergelimpangan di atas benteng.


Para komandan pasukan jendral Bai segera memimpin pasukan mereka masuk menerobos menuruni tangga benteng sebelah dalam untuk membuka pintu gerbang kota.


Meski merasa heran dengan seisi kota yang kosong melompong, hanya terisi patung jerami di mana mana.


Mereka tidak punya waktu untuk berpikir lebih banyak, mereka langsung buru-buru menuju gerbang pintu kota, mengamankan dan membuka nya dari dalam.


Agar pasukan utama mereka, bisa segera masuk kedalam kota Yin Chuan dan segera mengamankan kota tersebut.


Begitu pintu gerbang terbuka lebar-lebar dari dalam, seluruh pasukan yang berada di luar benteng langsung menyerbu masuk kedalam.


Zhao Yuan Zuo dengan agak ragu dan penasaran memimpin sisa pasukan nya untuk bergerak maju.


Tapi sebelum dia memimpin pasukan besarnya untuk masuk, dari arah pintu gerbang dan dari atas benteng kota.


Terlihat Jendral Bai dan Jendral Cia dan Jendral Sim melambaikan kedua tangan mereka kearah Zhao Yuan Hao sambil berteriak,


"Yang Mulia Kota Yin Chuan kosong..!!"


"Tidak berpenghuni, ! hanya kota kosong,..!"


Baru saja ketiga jendral itu selesai berteriak, api dan petir berhamburan turun dari langit bagaikan hujan besar, menyiram seluruh kota Yin Chuan


"Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..!"


"Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..!"


"Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..! Duarrr,..!"