
Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,
"Siapa yang keluar hidup hidup dari sini, belumlah jelas.."
"Jangan jangan kamu lah yang akan menyusul mereka, bila itu terjadi, sungguh kasihan.."
"Jauh jauh dari laut timur, hanya untuk mati di tanah kosong ini.."
Raut wajah pemuda itu seketika berubah, dia menatap Fei Yang dengan tajam dan berkata,
"Darimana kamu bisa tahu,? aku datang dari laut timur.."
Fei Yang tersenyum lebar dan berkata,
"Aku tidak mau memberitahu mu, kamu bisa apa.?"
"Kau,...!!"
teriak pemuda itu kesal sambil menunjuk Fei Yang.
Tapi sesaat kemudian, dia pun kembali tenang dan berkata,
"Kamu ingin cepat mampus, baiklah aku akan mengabulkan nya untuk mu.."
Pemuda itu mengembangkan sepasang tangannya ke kiri kanan.
Tubuhnya melayang ringan ke atas, pedang pelangi ikut dengan kakinya melayang keatas.
Dengan sebuah tendangan yang terlihat ringan, pedang pelangi meluncur deras kearah Fei Yang.
Di tengah jalan, pedang pelangi membelah diri menjadi ribuan bayangan pedang pelangi.
Dan terus melesat kearah Fei Yang dengan kecepatan tinggi.
Fei Yang yang dari tadi sudah bersiap-siap, langsung membentuk diagram perisai Pat Kwa di depannya, untuk menahan serangan.
Sambil menghentakkan ribuan cahaya pedang merah biru yang sudah di siapkan di belakangnya, untuk maju menyambut serangan pemuda itu.
Fei Yang sudah mengerahkan hingga kemampuan maksimalnya, untuk menahan dan menyerang kearah pemuda itu.
Begitu bertemu di udara antara pedang pelangi dan pedang merah biru.
Pedang pelangi seluruhnya berhasil di luluh lantakkan oleh pedang merah biru yang Fei Yang lepaskan.
Pedang pelangi utama, masih berusaha bertahan di bawah tekanan ribuan pedang merah biru.
Pemuda itu mengerutkan alisnya, melihat Fei Yang berhasil menghancurkan energi pedang pelangi yang dia lepaskan tadi.
Sambil menggertakkan giginya, pemuda itu kini dengan posisi tubuh masih mengambang di udara.
Mendorongkan sebelah tangan nya kedepan.
Dengan ajaib pedang pelangi utamanya bergetar hebat.
Kemudian kembali membelah diri menjadi jauh lebih banyak, dan terus menekan kearah pedang merah biru Fei Yang.
Sepasang tangan dan tubuh Fei Yang bergetar hebat, di wajahnya terlihat peluh mulai bercucuran.
Dari ubun ubun Fei Yang mulai muncul kabut tipis.
Kim Tiaw saat melihat tuannya terdesak, dia langsung bereaksi, begitu pula Naga hitam.
Kedua mahluk itu melesat cepat dari udara dengan sepasang cakar, mereka berusaha, untuk menyerang, pemuda yang sedang mendesak Fei Yang.
Sayangnya usaha mereka gagal, sebelum mereka berhasil mendekat, sebuah kibasan tangan pemuda itu, Yang mengeluarkan cahaya pelangi telah membuat mereka kembali terpental ke udara.
Bahkan pemuda itu dengan menggunakan jarinya, melesatkan dua berkas sinar pelangi, mengejar kedua mahluk itu yang sedang terpental.
Naga Hitam yang melihat hal itu, dia segera melingkarkan tubuhnya, untuk melindungi diri, sekaligus melindungi Kim Tiaw dari serangan tersebut.
Akibat menerima serangan tersebut, meski kedua mahluk itu berhasil menyelamatkan diri.
Berkat sisik Naga Hitam yang keras.
Tapi tak ayal sisik naga Hitam ada beberapa yang copot, hal ini membuat Naga Hitam meraung kesakitan.
Kim Tiaw sendiri berhasil menyelamatkan diri berkat perlindungan Naga Hitam.
Bila tidak dia pasti sudah tewas tertembus cahaya pelangi yang sangat kuat itu.
Fei Yang yang melihat kondisi kedua temannya, dia segera berteriak,
"Kalian menjauhlah,..! disini sangat berbahaya..!"
Pemuda itu sambil tersenyum dingin, menghentakkan tekanan tangannya kedepan.
Sehingga hancurlah semua pedang merah biru Fei Yang.
Seluruh pedang pelangi, kini meluncur menerjang diagram perisai Pat Kwa ciptaan Fei Yang.
Kuda kuda Fei Yang tergempur mundur kebelakang beberapa tindak.
Tapi Fei Yang pantang menyerah, dia terus mengempos seluruh semangatnya untuk bertahan mati matian.
Sambil bertahan Fei Yang memutar otaknya, bila dia terus bertahan seperti ini, cepat lambat dia pasti akan tewas.
Tiba-tiba Fei Yang menatap kearah belakang pemuda itu dan berteriak,
"Fei Hsia, kakek Wu,..! syukurlah kalian telah datang..!"
Mendengar ucapan Fei Yang, pemuda itu tercekat.
Wajahnya berubah pucat ketakutan.
Dia menjadi kehilangan konsentrasinya.
Tekanannya ke Fei Yang melemah, dia buru buru menoleh kearah belakang untuk mencari kepastian.
Kelengahan inilah yang Fei Yang tunggu tunggu, di saat Pemuda itu lengah dan kekuatan tekanannya berkurang.
Perisai pelindung Fei Yang berputar cepat, menyerap semua energi pedang pelangi.
Kemudian di hentakkan kembali sekuat tenaga, untuk di retur kearah pemuda itu.
Disaat bersamaan perisai merah biru Pat Kwa juga berubah menjadi dua buah energi merah biru, yang bergabung menjadi satu.
Membentuk gabungan Naga Es dan Phoenix Api, yang meluncur deras menyusul kekuatan energi pedang pelangi menerjang pemuda yang sedang lengah itu.
Serangan balik Fei Yang berhasil menghajar dada pemuda itu dengan telak, hingga tubuhnya terpental jauh.
Memanfaatkan situasi itu, Fei Yang tidak mau kehilangan kesempatan.
Fei Yang langsung menghilang dari posisinya, muncul lagi di atas punggung Naga Hitam,
"Hei Lung Siung, segera tinggalkan tempat ini,.. kita langsung ke Yin Chuan.."
Naga Hitam bergerak sigap, dia langsung terbang dengan kecepatan tinggi menembus Mega, meninggalkan tempat tersebut, di ikuti oleh Kim Tiaw dari arah belakang.
Sementara itu, pemuda tampan itu terlihat memuntahkan darah segar dari mulutnya,.saat mencoba berdiri.
Sambil memegang dadanya yang terasa sesak, pemuda itu mengulurkan tangannya kedepan menarik kembali pedang pelanginya, yang tergeletak cukup jauh darinya.
Setelah pedang pelangi menghilang kedalam lengan bajunya.
Pemuda itu melesat keudara mengejar kearah Fei Yang pergi dengan wajah terlihat sangat kesal.
Dia telah di tipu mentah oleh Fei Yang, hingga berhasil melukainya.
Cerdiknya Fei Yang adalah tidak mencoba memanfaatkan situasi untuk mencoba membunuh pemuda itu.
Bila itu Fei Yang lakukan niscaya yang mampus bukan pemuda itu tapi Fei Yang.
Karena begitu pemuda itu memasukkan sebutir pil pelangi kedalam mulutnya.
Kondisinya langsung pulih seperti semula lagi, dia terlihat segar bugar, seolah-olah tidak pernah terluka sama sekali.
Sementara itu di Yin Cuan sendiri terlihat Li Dan, perdana menteri Li Cing, Watobi, Toba Chen, Milana , Kalina, Todei dan Tolui.
Mereka semuanya berdiri di atas tembok benteng kota, menatap dengan penuh khawatir, ke arah lautan manusia, yang sedang bergerak berderap mendekati Benteng pertahanan kota Yin Chuan.
Li Dan semakin khawatir, saat melihat senjata berat penghancur pertahanan, juga di bawa di barisan ketiga musuh, yang terus bergerak mendekat.
"Keparat mereka bahkan membawa kereta pelontar batu, dan kereta menara pemanah, didalam barisan itu."
Maki Watobi, yang juga melihat hal yang sama seperti yang di lihat oleh Li Dan.
"Perdana menteri Li, menurut anda apa yang harus kita lakukan ?"
tanya Li Dan sambil menoleh kearah perdana menteri Li Cing.