PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEADAAN SUN ER PUTRA TUNGGAL LI DAN


"Kini keadaan nya udah stabil, tapi tidak tahu kapan, dia bisa saja kambuh lagi.."


"Harus ada yang khusus menjaganya dan memperhatikan pertumbuhan nya.."


ucap tabib itu berpesan.


Li Dan menghela nafas sedih, dia punya tugas dan tanggung jawab sebagai raja Xi Xia sangat berat.


Mana ada waktu dia menjaga putranya, istrinya yang paling bisa di andalkan sudah pergi selamanya.


Ibunya sudah tua sakit sakitan mana mungkin bisa membantunya.


Adik tiri nya dia gak percaya, karena hubungannya dengan Lan Yi kurang baik.


Dayang dayang istana tentu banyak, tapi mereka tidak punya keterikatan dengan putranya.


Ibu susu putranya, punya anak kecil sendiri, dia hanya datang hadir untuk menyusui anaknya saja.


Setelah itu dia harus pulang urus anaknya sendiri.


Berpikir sampai di sana, kepala Li Dan rasanya mau pecah, wajahnya semakin muram.


Setelah Tabib permisi dan pergi, Li Dan terduduk di tepi tempat tidur bayinya.


Dia terus menatap putranya dan tidak berhenti menghela nafas sedih.


Saat ini mencari istri tentu sangat banyak, tapi yang dengan tulus dan sepenuh hati menyayangi putranya.


Li Dan tidak yakin, bisa bisa nasib Putranya akan semakin parah.


"Maafkan ayah Sun er,.. ayah sungguh tak berguna.."


ucap Li Dan dengan wajah lesu.


Fei Yang menepuk bahu Li Dan dan berkata,


"Jangan terlalu bersedih kak, semua pasti ada jalan keluarnya.."


Li Dan menoleh kearah Fei Yang dan berkata,


"Adik Yang aku kini hanya punya dia, kelihatannya jabatan ini aku sudah tidak bisa melanjutkan nya lagi.."


"Bagaimana bila kamu ambil kembali, kamu lagi saja yang meneruskannya..?"


ucap Li Dan sambil menatap Fei Yang penuh permohonan.


Fei Yang sangat terkejut, dia buru-buru mundur menggoyangkan tangannya dan berkata,


"Tidak,..tidak.. terimakasih.."


"Kamu kan cuma masalah di kesehatan Sun er aja kan ?"


"Biar aku coba periksa, mungkin aku bisa membantunya sembuh.."


"Sehingga kamu tak perlu risau.."


Li Dan kembali menghela nafas panjang kemudian dia bangkit berdiri dan berkata,


"Silahkan saja.."


Fei Yang kemudian dengan teliti memeriksa mulai dari nadi hingga seluruh tubuh bayi itu.


Sesaat kemudian dia berkata,


"Aku punya cara tapi agak beresiko.."


"Bila berhasil dia akan seperti aku, punya kemampuan khusus es dan api.."


"Tapi bila gagal, dia mungkin nyusul ibunya.."


ucap Fei Yang pelan.


"Adik Yang kau jangan bercanda, kamu tahu dia alasan aku masih hidup sampai sekarang.."


"Tidak aku tidak perlu dia jadi manusia aneh seperti mu..!"


"Aku cuma mau dia sehat dan hidup normal seperti anak lainnya itu sudah cukup..!"


ucap Li Dan sedikit kesal.


Fei Yang mengangkat kedua bahunya dan berkata,


"Ya sudah aku cuma tanya gakda maksud lain.."


"Siapa tahu kakak ingin mencobanya.."


Fei Yang bangkit berdiri menepuk pundak Li Dan.


Lalu dia berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


Saat melewati Sian Sian yang berdiri di sana, Fei Yang berhenti sebentar dan berkata,


"Sian er maafkan kakak ya,..kakak.."


"Sudahlah kak tak perlu di bahas lagi, Sian er sudah mengerti.."


ucap Sian Sian sambil tersenyum sedih.


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Baiklah, bila ada sesuatu pada Sun er segera hubungi aku, .aku pergi dulu."


Sian Sian mengangguk pelan, lalu dia kembali ke sisi Li Dan.


Fei Yang berjalan meninggalkan kediaman Li Dan kembali kekediaman orang tuanya.


Saat kembali ke kediaman orang tuanya, melihat orang tuanya sedang asyik bercakap cakap dengan kedua orang tua Xue Lian.


Saat tiba di depan kamar, melihat pintu kamar dan jendela terbuka lebar.


Tahu lah Fei Yang istrinya pasti sedang ada di dalam kamar nya.


Fei Yang sambil tersenyum melanjutkan langkahnya masuk kedalam kamar.


Di dalam kamar Fei Yang melihat Xue Lian sedang duduk melamun menatap keluar jendela kamar.


Xue Lian menoleh kearah Fei Yang dan tersenyum lembut.


"Sudah pulang, gimana keadaan saudara mu ?"


"Kelihatannya keadaan nya kurang baik.."


"Gadis yang bersama nya sangat cantik, apa itu istrinya..?"


Fei Yang tersenyum pahit berkata,


"Ya keadaan kak Li Dan kurang baik, istrinya baru meninggal setelah melahirkan putra mereka..'


"Gadis itu bukan, dia cucu perdana menteri Li Cing, Namanya Sian Sian dulu dia tunangan ku.."


"Tapi pertunangan kami sudah di batalkan.."


"Keadaan nya juga sedang kurang baik, kakeknya baru saja meninggal."


ucap Fei Yang menjelaskan sambil duduk di sisi istrinya.


Xue Lian mengangguk dan berkata,


"Lalu bayi malang itu siapa yang merawatnya ?"


Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,


"Itulah masalahnya, bayi itu lahir sebelum waktunya, fisiknya lemah.."


"Barusan dia demam, aku baru aja dari sana.."


"Lalu gimana keadaan nya saat ini, apa kata tabib..?"


tanya Xue Lian prihatin.


"Menurut tabib kondisinya lemah mudah sakit, setiap saat bisa kambuh ."


ucap Fei Yang menjelaskan sambil menghela nafas.


"Kak Fei Yang,..! Kak Fei Yang..!"


tiba tiba terlihat Sian Sian berlari masuk kedalam kamar sambil berteriak.


Tapi saat melihat Xue Lian di sana, dia tersenyum canggung dan berkata,


"Maaf aku datang menganggu..."


Fei Yang menatap kearah Sian Sian dan berkata,


"Ada apa Sian Sian kenapa kamu terlihat panik dan cemas ?"


"Sun er kak..dia ..dia.."


"Dia kenapa ?"


tanya Fei Yang sambil mengerutkan alisnya.


"Sun er dia hampir tak sanggup lagi,..tabib juga angkat tangan.."


ucap Sian Sian dengan wajah basah airmata.


Fei Yang terkejut mendengarnya, dia langsung berdiri dan berkata,


"Lian mei kamu dan Sian Sian menyusul.."


"Aku kesana dulu sekarang.."


ucap Fei Yang.


Kemudian dia langsung menghilang dari tempat itu.


Beberapa detik kemudian Fei Yang dengan langkah lebar langsung masuk kedalam kamar keponakannya.


Di sana dia melihat Li Dan duduk termenung di samping kasur putranya dengan wajah basah airmata.


Sedangkan bayi kecil.itu nafasnya terlihat berhenti wajahnya mulai membiru.


Fei Yang tanpa banyak cakap lagi, dia langsung maju menghampiri bayi itu.


Tanpa memperdulikan Li Dan dia langsung membuka seluruh pakaian bayi yang wajah dan kulitnya mulai membiru itu.


"Adik Yang apa yang sedang kamu lakukan..?"


tanya Li Dan kaget melihat tindakan Fei Yang.


Li Dan secara reflek mengulurkan tangannya ingin mencegah Fei Yang.


Tapi dia terlempar mundur, hampir terlempar keluar dari dalam kamar, bila punggungnya tidak di tahan oleh Xue Lian yang baru saja tiba bersama Sian Sian.


"Bila ingin Sun er selamat jangan ganggu kami..!"


bentak Fei Yang dengan suara tidak main main.


Li Dan di tahan oleh Xue Lian, yang memberinya kode dengan menggelengkan kepalanya.


Fei Yang terlihat mengeluarkan sebuah bungkusan kain yang berisi sederet jarum.