PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
RAUNGAN MENGGETARKAN PEDANG NAGA SILUMAN SEMESTA


Wu Song yang merasa serangan ilmu pedang suling hitamnya, kurang efektif.


Kini dia mencabut pedang naga siluman di tangan kanan,


Sedangkan tangan kiri nya tetap memegang suling hitam memainkan irama pelindung diri.


Wu Song menebaskan jurus pertama pedang naga siluman semesta menerjang kearah Raja Iblis Asura.


"Naga semesta menggetarkan bumi.."


Saat jurus tersebut di lepaskan bumi bergetar hebat tanah retak retak.


Raj Iblis Asura sampai terhuyung-huyung sulit berdiri mantap.


Karena bumi tempat dia berpijak seperti bergelombang mirip air laut yang bergolak.


Serangan Raja Iblis Asura dengan cahaya golok darah yang sudah hampir berhasil menembus pertahanan Wu Song.


Terpaksa di tarik kembali untuk menangkis sinar hijau yang di lepaskan oleh pedang naga siluman semesta.


"Trangggg...!"


Benturan terjadi di udara antara cahaya merah dan hijau, menimbulkan ledakan dahsyat.


"Boommm..!"


Wu Song terpental mundur puluhan meter, saat menerima tangkisan energi golok darah dari Raja Iblis Asura.


Sedangkan raja iblis Asura sendiri terlihat tidak bergeming di tempatnya.


Wu Song setelah bersalto 3 kali di udara membuang daya dorong energi lawan.


Dia langsung melepaskan jurus kedua dengan pengerahan tenaga sakti kekekalan semestanya.


Irama suling masih terus Wu Song mainkan, untuk menganggu dan menahan serangan balasan Raja Iblis Asura.


"Naga Semesta menggetarkan langit.."


Begitu tebasan jurus kedua, naga siluman semesta di lepaskan.


Kini langit yang bergetar hebat, awan hitam bergulung gulung membawa petir sambar menyambar di udara.


Sebagai respon atas kekuatan jurus kedua itu.


Seberkas cahaya hijau yang meliuk liuk seperti seekor ular hijau.


Terbang menerjang kearah Raja Iblis Asura.


Raja Iblis Asura membentuk sebuah bola energi inti neraka melesat kedepan menyambut serangan Wu Song.


Sekaligus dia juga menebaskan Golok darah menjadi puluhan sinar merah menerjang kearah Wu Song.


"Blaaaarrr..!"


Terjadi ledakan benturan energi hijau dan bola merah di udara.


Sekali ini kedua belah pihak tidak bergeming, hanya pakaian yang mereka kenakan terlihat berkibar kibar.


Mereka berdua seolah olah sedang di terpa angin badai yang cukup kuat.


Wu Song yang kini menggunakan energi kekekalan semesta untuk melindungi tubuhnya.


Bukan hanya mampu menahan daya tolak, tenaga membalik, selain itu, dia juga mampu menahan seluruh serangan, yang di lepaskan oleh Raja iblis Asura sebagai serangan susulan.


"Bagus anak busuk kamu semakin hebat saja.."


"Coba terima ini..!"


teriak Raja Iblis Asura sambil melepaskan sebuah tebasan yang membentuk seekor singa api menerjang kearah Wu Song.


Wu Song tentu tidak mau kalah, dia juga melepaskan jurus ke 3


"Naga Semesta membelah gunung."


Seekor Naga hijau raksasa sambil meraung dahsyat, menerjang kedepan.


Menyambut datangnya singa api neraka.


Kedua mahluk yang tercipta dari jurus energi masing masing saling serang .


Saat pertemuan terjadi, Singa api neraka, berhasil mengigit leher Naga Semesta kuat kuat.


Sedangkan Naga semesta melilit seluruh tubuh Singa api neraka erat erat.


Naga semesta ingin melilit hancur tubuh lawannya, terutama lilitan leher terlihat ekstra kuat.


Selain memberikan lilitan kuat, mulut dan rahangnya yang terpentang lebar pun, memberikan serangan balasan, mengigit bagian tengkuk singa api neraka dengan sangat ganas.


Singa Api meraung kesakitan, sebelum akhirnya sirna.


Dengan kukunya dan taringnya yang tajam dan besar besar.


Kedua singa api itu menyerang ganas mengigit dan mencakar leher dan tubuh Naga semesta.


Naga semesta itu meliukkan tubuhnya, lalu memberikan sapuan dengan ekornya, memukul mundur kedua ekor singa api itu.


Sekilas pertarungan itu terlihat, seperti pertarungan dua ekor mahluk legenda, saling serang di udara


Tapi sejatinya kedua mahluk itu adalah tercipta dari energi Wu Song dan Raja Iblis Asura.


Mereka berdua lah yang mengontrol dan menggerakkan kedua mahluk itu saling serang di udara.


Siapa yang kekuatannya lebih unggul tentu akan memusnahkan lawannya yang lebih lemah.


Naga semesta meski lebih galak besar dan kuat, tapi karena singa singa api di hancurkan satu muncul dua.


Di hancurkan dua muncul empat, akhirnya dia jadi terkurung dan habis di kerubuti oleh Singa api neraka itu.


Begitu Naga Semesta musnah, di mana Wu Song terdorong mundur kebelakang.


Singa Api neraka, kembali bergabung jadi satu, melanjutkan pergerakan nya menerjang kearah Wu Song.


Wu Song melepaskan tebasan jurus kelima jurus terakhir yang mampu dia gunakan sekarang ini.


Karena dia telah di kutuk dan di segel pedang naga semestanya, oleh dewa agung India.


Kini dia hanya mampu memainkan nya hingga jurus ke 5 saja.


Tapi jurus ke 5 yang di dukung oleh energi kekekalan semesta, berubah menjadi kekuatan yang sangat dahsyat.


Tanpa kesulitan sama sekali, jurus kelima berhasil menebas hancur singa api neraka hingga tak berbekas.


Bahkan tidak mampu dan sempat membelah diri lagi.


Karena Raja Iblis Asura sendiri, kini sedang sibuk memutar golok di tangannya, berubah menjadi sebuah sinar merah bergulung gulung mengelilingi seluruh tubuhnya.


Berusaha menahan serangan naga semesta yang ganas dan kuat.


Kemanapun naga itu bergerak, serangannya pasti akan tertangkis, oleh golok darah yang berputaran di sekitar tubuh Raja Iblis Asura.


Raja iblis Asura membelah dirinya menjadi 8 pusaran merah mengurung dan menjepit Naga siluman semesta di tengah.


Dengan sebuah teriakan keras,


"Arggghhh.."


"Wusss..! Wusss..! Wusss..! Wusss..! Wusss..! Wusss..! Wusss..! Wusss..! Wusss..! Wusss..! Wusss..! Wusss..!"


Dari 8 arah masing masing memberikan dua tebasan cahaya merah ke seluruh tubuh Naga siluman semesta itu.


Naga Siluman itu kembali berhasil di musnahkan oleh serangan tebasan kuat dari delapan arah.


Wu Song sekali ini bukan hanya terdorong mundur, tapi dia juga memumtahkan seteguk darah.


Bersamaan dengan itu, Raja Iblis Asura, sambil tertawa gembira penuh semangat.


Menerjang kearah Wu Song dengan golok darahnya sambil berkata,


"Sayang kamu cuma datang sendiri, aku akan pastikan kamu bisa datang tidak bisa pergi..!"


Raja Iblis Asura memunculkan sebuah bayangan raksasa menyeramkan di belakang tubuhnya.


Lalu dia menebaskan Golok darah nya dari bawah keatas, sambil berteriak,


"Tebasan Menantang Takdir Langit...!"


Seberkas cahaya merah melengkung dari bawah keatas mengejar kearah Wu Song.


Wu Song tidak punya pilihan lain selain menyilangkan suling hitam dan pedang Naga Siluman Semesta.


Untuk menyambut serangan ganas yang datang.


"Boooom...!"


Tubuh Wu Song terpental keangkasa, seluruh pakaiannya compang camping.


Pedang Naga Siluman Semesta terlepas dari pegangan tangannya.


Wu Song masih selamat karena seluruh tubuhnya dilindungi oleh cahaya warna warni kekekalan semesta.


.Saat pedang Naga Siluman Semesta berpindah ketangan seorang pemuda berwajah jenaka.


Bertubuh tinggi besar, dengan jubah hijau berkibaran.


Pedang Naga Siluman Semesta yang terlepas dari pegangan tangan Wu Song, langsung mengeluarkan suara raungan menggetarkan langit dan bumi.