
Fei Yang wajahnya seketika berubah, kini sambil tersenyum dingin dia berkata,
"Jendral Meng simpan ceramah mu yang indah itu.."
"Hari ini bila kamu tidak serahkan teman ku, biar harus ku ratakan tempat ini, aku juga harus menemukannya.."
Seluruh tubuh Fei Yang langsung di kelilingi oleh cahaya pedang merah biru berputaran di sekitarnya.
Meng Yu menghela nafas panjang dan berkata,
"Yu Shu Niang Niang, mengapa kamu cepat gak keluar lambat gak keluar, justru di saat ini kamu malah keluar.."
"Bukankah ini kamu sengaja ingin menyulitkan Meng Yu menjalankan tugas, Huhhh,..!"
ucap Meng Yu sambil mengeluh.
Meng Yu melayang keudara menjauhi istana dan berkata,
"Anak muda kalau ingin bertarung, ikutlah dengan ku.."
Fei Yang mengangguk, dia juga satu pikiran dengan Meng Yu.
Bila istana ini tidak kuat, akibat benturan dahsyat kekuatan mereka berdua, lalu roboh.
Itu tentu akan sangat membahayakan nyawa Wei Wen.
Yang terbaik memang menerima tawaran Meng Yu, bila berhasil mengalahkan Meng Yu.
Urusan lain akan jadi jauh lebih mudah, pikir Fei Yang dalam hati.
Fei Yang segera bergerak menyusul mengikuti arah Meng Yu pergi.
Setelah berterbangan ringan diatas puncak puncak pepohonan, tanpa membuat ujung daun yang paling puncak bergoyang sedikitpun.
Akhirnya Meng Yu mendarat ringan di sebuah lapangan rumput, yang cukup luas.
Meng Yu berdiri ringan di atas ujung rumput yang tumbuh tinggi diatas tanah.
Fei Yang yang menyusul di belakang juga melakukan hal yang sama.
"Baiklah anak muda, keluarkan seluruh kemampuan mu, bila hari ini aku kalah dari mu."
"Maka seluruh istana dan harta tersembunyi di belakang istana boleh menjadi hak mu."
ucap Meng Yu serius.
Selesai berucap Meng Yu mulai melepaskan energi murninya, seluruh tubuhnya mulai di kelilingi oleh cahaya keemasan yang bersinar terang.
Melihat hal itu Fei Yang pun langsung melepaskan tehnik barunya,
"Jutaan pedang kembali ke leluhur."
Jutaan energi pedang merah biru melesat kearah Meng Yu tiada putus putus.
Energi pedang Fei Yang dengan cepat, langsung bertemu dengan cahaya keemasan yang bersinar menyilaukan terpancar dari seluruh tubuh Meng Yu
"Blarrr,..!Blarrr,..!Blarrr,..!Blarrr,..!Blarrr,..!Blarrr,..!Blarrr,..!Blarrr,..!"
Terjadi ledakan beruntun saat energi pedang Fei Yang, berbenturan dengan kekuatan energi cahaya emas yang terpancar dari tubuh Meng Yu.
Seluruh cahaya pelindung, yang terpancar dari tubuh Meng Yu berguncang hebat.
Saat menerima serangan jutaan cahaya pedang merah biru yang tiada putus-putusnya.
Begitu serangan energi pedang itu terpental gelombang kedua serangan membalik, yang datang menjadi jauh lebih dahsyat beberapa kali lipat.
"Blarrr,..!Blarrr,..!Blarrr,..!Blarrr,..!Blarrr,..!Blarrr,..!Blarrr,..!Blarrr,..!"
Bola cahaya keemasan kini bergetar hebat, hingga mulai terlihat garis retakan halus mengelilingi bola cahaya emas yang melindungi tubuh Meng Yu.
Baru saat serangan energi pedang gelombang ketiga datang.
Meng Yu tidak membuat bola emas untuk melindungi seluruh tubuhnya lagi.
Energi bola pelindung itu kini membentuk pusaran menyambut, seluruh energi pedang yang dilepaskan oleh Fei Yang.
Setelah tersedot masuk kedalam pusaran energi cahaya emas.
Pusaran cahaya emas yang menyedot energi pedang Fei Yang, bergerak gerak mengikuti arah pergerakan Meng Yu yang sedang bersilat dengan gaya pelan.
Beberapa saat kemudian pusaran itupun olah Meng Yu di arahkan meluncur kearah Fei Yang dengan kecepatan tinggi.
Membentuk pusaran cahaya emas, di mana di dalamnya tersimpan sebuah bola cahaya merah biru, dengan jutaan pedang berputar-putar di dalam bola cahaya merah biru tersebut.
Fei Yang sendiri begitu melihat serangan balik gelombang keduanya berhasil di jinakkan oleh Meng Yu dengan pola bersilat lembut dan pelan tersebut.
Fei Yang sudah terbang keangkasa mendorong kedua tangannya ke udara, sehingga cahaya merah biru yang membentuk dua ekor naga raksasa merah biru sambil menggerung keras.
Terus bergerak meliuk liuk secara vertikal menerjang kearah langit.
Sebelum menembus langit kedua naga itu saling membelit menjadi satu, membentuk seekor Naga biru meluncur deras menembus langit.
Sehingga seluruh langit berubah warna menjadi warna ungu.
Perlahan-lahan dari balik langit muncul 8 pedang raksasa cahaya ungu.
Menerjang deras menyambut serangan balik Meng Yu yang sedang di dorongkan kearah Fei Yang.
"Boom,...!!"
Terjadi ledakan dahsyat,.saat 8 pedang ungu, bertemu dengan pusaran cahaya emas, yang membawa bola energi pedang merah biru.
Fei Yang dari udara menarik mundur tangannya kemudian melanjutkan mendorongnya ke depan.
Memberikan energi tambahan untuk meledakkan pusaran cahaya keemasan tersebut.
Setelah memberikan tambahan tekanan, Fei Yang kembali menciptakan 8 pedang ungu raksasa, menyusul menyerang sebagai gelombang kedua.
Berturut turut Fei Yang lepaskan, hingga tercipta 8 gelombang serangan pedang ungu, meluncur kearah Meng Yu.
Total ada 64 pedang ungu, meluncur secara bergantian menyerang kearah Meng Yu.
Meng Yu sendiri, begitu melihat pusaran energi bercahaya emas miliknya, hancur berantakan di ledakkan oleh ke 8 pedang ungu, yang datangnya bagaikan mata bor.
Meng Yu membentuk sebuah cahaya golok emas raksasa, untuk di hantamkan kearah 8 pedang ungu, yang di.lepaskan oleh Fei Yang.
"Blarrr,...!!"
8 energi pedang ungu hancur tak bersisa, Meng Yu terus memainkan cahaya golok raksasa untuk menyambut 8 gelombang serangan pedang ungu yang Fei Yang lepaskan.
Satu persatu serangan Fei Yang berhasil di hancurkan oleh tebasan cahaya golok keemasan, yang mengandung kekuatan yang sulit di ukur.
Fei Yang sendiri berulang kali terdorong mundur, setiap gelombang serangan nya, di hancurkan oleh golok cahaya emas, yang memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyatnya itu.
Akhirnya Fei Yang harus membentuk perisai merah biru berbentuk Pat Kwa, untuk menahan serangan balasan Golok besar bercahaya emas yang di lepaskan oleh Meng Yu.
Setelah Golok cahaya emas besar itu berhasil menghancurkan delapan gelombang kekuatan pedang ungu Fei Yang.
Golok cahaya emas menerjang langsung menghantam perisai pelindung Fei Yang.
"Baaam,...!!"
Serangan pembukaan Golok cahaya emas Meng Yu, berhasil di serap oleh perisai pelindung Fei Yang..
Tapi serangan gelombang kedua, tidak berhasil lagi di serap dan di tahan oleh perisai pelindung Fei Yang.
"Blarrr,..!!"
Perisai pelindung Fei Yang hancur berkeping-keping, Golok emas Raksasa itu tepat menghantam deras kearah Fei Yang.
Fei Yang sebagai usaha terakhirnya hanya bisa menyilangkan sepasang pedang api dan es, untuk menerima hantaman tersebut.
"Cranggg,...!!"
Terdengar bunyi memekakkan telinga saat kedua kekuatan berbenturan di udara.
Meng Yu tersenyum sedih melihat akhir dari serangan keduanya yang tidak mungkin di tarik kembali.
"Satu lagi orang berbakat dan baik, yang harus kembali gugur di tangan ku.."
"Sungguh patut di sayang kan,.."
gumam Meng Yu sedih.