PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
DI HADIAHI TULANG AYAM


Energi pedang biru yang pecah berkumpul kembali memperkuat daya serangan.


Ikut berputar seperti mata bor tidak mau kalah dengan energi pedang ungu.


Fei Yang di dalam hati harus akui kakek ini boleh juga.


Ternyata setelah pertemuan terakhir mereka, kakek ini juga mengalami peningkatan yang tidak kecil, batin Fei Yang dalam hati.


Sambil tersenyum dingin Fei Yang meningkatkan daya dorongnya lagi.


"Aku mau lihat kamu bisa bertahan sampai kapan,..?"


"Punya permainan apa yang belum kamu keluarkan..?"


gumam Fei Yang dalam hati.


Sekali ini daya tekan Fei Yang semakin keras .


Kakek gundul terlihat kaget, dengan kemampuan Fei Yang sekarang.


Dia memejamkan matanya mulutnya berkomat Kamit, tiba tiba kakek gundul membelah diri menjadi 5.


4 Bayangan lain bergerak ke 4 penjuru, masing masing membentuk bayangan sebilah pedang yang di kelilingi lintasan elektron dan petir, di atas kepala.


Dengan teriakan keras,


"Hyahhh,..!"


Dari 4 penjuru melesat 4 pedang biru yang di kelilingi lintasan elektron dan petir menerjang kearah Fei Yang.


Setelah melepaskan serangan ke 4 bayangan menyatu kembali ketubuh kakek gundul.


Lalu sambil tersenyum sadis kedua tangan kakek gundul membentuk sebatang pedang biru raksasa, yang di kelilingi oleh lintasan elektron dan petir.


"Mampuslah..!"


teriak kakek gundul itu melepaskan serangan susulan langsung ke arah Fei Yang.


Fei Yang sendiri sejak kakek gundul membelah diri, dia sudah bisa menebak jurus dan serangan apa yang akan di lakukan oleh kakek gundul itu


Fei Yang menghentakkan energinya mengelilingi seluruh tubuhnya.


6 cahaya terpancar dari tubuh Fei Yang meredam 4 serangan yang mengepungnya.


Sehingga keempat pedang biru tertahan di udara


Fei Yang membentuk sebatang pedang 6 warna, berputaran di depan dadanya.


Lalu di dorongkan kedepan untuk menyambut pedang biru raksasa dari si kakek gundul.


"Duaarrr..!"


Terjadi ledakan dahsyat saat kedua pedang energi bertemu di udara.


Seluruh ruangan lantai 3 dan dua hancur berantakan, Xue Lian melayang di udara menghindari ledakan.


Di tangannya terdapat sepotong paha ayam kukus, dia tadi masih sempat menyelamatkan sepotong ayam kesukaannya ini.


Sebelum dirinya terlontar mundur menjauhi arena pertempuran saat ledakan dahsyat terjadi.


"Kakak Yang cukup main main nya, lihat makan ku benar benar terganggu jadinya..!"


tegur Xue Lian kesal.


Lalu dia mantap tajam kearah si kakek gundul dan berteriak marah,


"Kakek Keparat dari negeri bangsat..!"


"Berani mengusikku,..! hari ini kamu harus mampus..!"


Belum selesai berteriak, Xue Lian sudah muncul di samping Fei Yang menggandeng tangan suaminya.


Sambil makan paha ayam, dia berteriak dengan gayanya yang lucu.


"Alam Semesta Tanpa Wujud...!"


Fei Yang sambil menggelengkan kepalanya, dia mengikuti istrinya yang sedang memegang paha ayam menyerap energi alam tanpa batas.


Kakek gundul sendiri setelah terjadi ledakan dahsyat, dia bergerak mundur menjauh menghindari efek ledakan.


Seluruh tubuh kakek gundul di lindungi lapisan cahaya biru tajam.


Sehingga efek bias ledakan sinar tajam yang terarah kedirinya.


Semua berhasil di tangkis habis oleh cahaya biru tipis, yang menjadi tameng pelindung bagi tubuh kakek gundul.


Kakek Gundul bersikap waspada, saat melihat Xue Lian dan Fei Yang bergabung menyerap energi alam.


Kakek gundul tidak mau kalah, dia juga mengerahkan puncak kekuatannya.


Membentuk sebuah bola cahaya biru raksasa, yang di kelilingi oleh lintasan elektron dan petir di sekelilingnya.


Sepasang tangan kakek gundul yang terangkat keatas menopang bola biru raksasa terlihat gemetaran.


"Mampuslah,..! sisakan si manus untuk ku..!"


Fei Yang dan Xue Lian secara bergantian menunjukkan jari mereka kearah bola cahaya biru, secara terus menerus.


Sambil tubuh mereka berputaran di udara seperti sedang menari.


Tidak terlihat ada cahaya, angin serangan atau apapun, seolah olah cuma gerakan kosong.


Tapi bola cahaya biru terlihat terus menerus bergetar hebat, tertahan di udara oleh tenaga tidak kasat mata.


Bias sinar biru yang berasal dari bola cahaya biru raksasa, yang penuh lubang melesat kesegala arah.


Termasuk kearah Fei Yang Xue Lian, juga kakek gundul itu.


Fei Yang dan Xue Lian terlindung sepenuhnya oleh pusaran cahaya merah biru, yang melindungi tubuh keduanya di dalam pusaran.


Kakek Gundul juga terlindung oleh cahaya biru tipis yang menyelimuti tubuh nya.


Bola cahaya biru yang penuh lubang bergetar hebat.


Sebelah berubah menjadi kemerahan, sebelah lagi tetap berwarna biru.


Lubang lubang yang menghiasi bola cahaya biru semakin banyak.


Fei Yang dan Xue Lian terlihat tidak berhenti terus menerus menunjuk kearah cahaya biru.


"Meledak..!"


teriak Xue Lian nyaring.


"Blaarrr...!!"


Bola cahaya biru beneran meledak hancur tak berbekas.


Tapi tenaga dorongan ledakan nya sangat dahsyat, udara panas dingin merebak kemana mana.


Wilayah sekitar area pertempuran mereka, ada sebagian di bawah sana membeku, sebagian lagi terbakar hangus.


Meski bola cahaya biru telah meledak, Fei Yang dan Xue Lian tidak berhenti mencecar kakek gundul, dengan jari mereka, yang terus menunjuk nunjuk kearah kakek gundul itu.


Mereka berdua sambil bergandengan tangan berputaran di udara seperti drone.


Terus menerus menyerang kakek gundul yang terkurung dan tertekan di bawah sana.


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


Terdengar bunyi ledakan beruntun diatas tanah di mana kakek gundul terkurung.


Kakek gundul yang terkurung oleh serangan tanpa wujud Xue Lian dan Fei Yang.


Dia terlihat berdiri mematung di sana tak bergerak, bajunya terlihat penuh lubang


Tiba-tiba dari bajunya yang berlubang terjadi ledakan kecil, darah muncrat kemana mana.


Tubuh kakek itu perlahan lahan tumbang seperti batang pisang di robohkan


"Blukkkkk, .!"


Terdengar suara bunyi bergedebuk, debu beterbangan saat tubuh kakek gundul jatuh menimpa tanah.


Sepasang matanya terbelalak tak percaya dia akan mati dengan cara seperti ini.


Di keningnya yang berlubang dengan darah mengalir deras, terlihat menancap sebuah tulang paha ayam.


Tulang paha ayam itu telah menembus tengkorak kepalanya menebus otak depan nya.


"Rasakan kakek genit,..! itu hadiah dari ku,..!"


ucap Xue Lian sambil menahan tawa.


Dia menggunakan tangannya yang lentik menutupi bibirnya yang mungil.


Fei Yang hanya tersenyum dan kembali menggelengkan kepalanya, melihat sikap istrinya, yang nakal.


Fei Yang di dalam hati sangat heran, dengan perubahan sikap Xue Lian yang dianggapnya sangat tidak wajar.


Perubahan emosinya sangat cepat cenderung tidak stabil, tapi Fei Yang tentu hanya heran di hati, tidak berani banyak tanya.


Xue Lian yang sebelumnya seorang gadis pendiam lemah lembut sabar penuh pengertian, kini berubah cuek ganas, emosian, jenaka, cenderung liar..


Tentu saja hal ini membuat Fei Yang bingung.


"Aduhhhh,..! perut ku..! sakit sekali..! aduh..!"


jerit Xue Lian tiba tiba dengan wajah sedikit pucat.