
"Lalu bagaimana dengan kematian, Murid keponakan ku Kong Tek Fang Cang, yang di lukai oleh tapak api' mu.."
"Begitu pula dengan ketua Wu dang, Zhang Cui San, dia mati oleh tapak es mu.."
ucap Biksu senior Wu Yuen maju ikut berbicara.
Shi Ma Cing Hu yang tadinya sempat ragu, kini menjadi tambah emosi.
"Jangan mengelak lagi, bertanggung jawablah, lihat serangan..!"
teriak Shi Ma Cing Hu bersiap menyerang Fei Yang.
"Tahan,.. ! tunggu,..! dengarkan penjelasan ku dulu.."
"Aku benar benar tidak melakukannya, kami memang sempat bertemu,tapi aku telah menolak tantangan mereka.."
"Saat aku meninggalkan mereka, mereka berdua dalam keadaan baik baik saja..."
ucap Fei Yang masih berusaha mencoba memberikan penjelasan.
"Maaf penjelasan mu tidak bisa kami terima, pertama tama kamu ada di lokasi kejadian sebelum mereka meninggal.."
"Kedua, luka di tubuh mereka adalah akibat ilmu api dan es mu, yang spesifik tidak ada orang yang mampu menirunya.."
ucap Biksu Wu Yuen sambil menatap tajam kearah Fei Yang.
Fei Yang akhirnya menghela nafas pasrah dan berkata,
"Bila kalian sudah memastikan aku adalah pelakunya, aku juga tidak akan berkata apa apa lagi.."
"Hanya saja sangat di sayangkan, biksu senior seperti kalian, masih bisa di adu domba oleh pihak tak bertanggungjawab.."
"Jangan banyak bacot kamu, manusia memalukan berselera rendah.!!"
teriak Shi Ma Cing Hu memotong.
Lalu dia langsung melesat dengan sepasang cakarnya yang mengeluarkan cahaya kehijauan.
Tubuhnya membentuk bayangan seekor harimau hijau.yang bergerak menyerang Fei Yang dengan ganas.
Sebelum dia bergerak menyerang, jurusnya sudah terbaca dalam otak Fei Yang.
Dengan gerakan secepat kilat, dengan sepasang tangan bertumpu di lantai, kedua kaki Fei Yang sudah mengancam bagian ketiak Shi Ma Cing Hu.
Bila dia melanjutkan serangannya, otomatis kedua jalan darah di ketiaknya, akan terkena totokan kaki Fei Yang.
Shi Ma Cing Hu terpaksa membatalkan serangannya, untuk menangkis kedua kaki Fei Yang.
Tapi lagi lagi gerakannya terbaca, tangkisannya menemui tempat kosong.
Tahu tahu sepasang kaki Fei Yang, yang satu menendang tepat di dadanya, yang satu lagi menendang wajahnya.
""Dukkk,..!"
"Deesss,..!"
Tubuh Shi Ma Cing Hu dalam satu gebrakan terpental jatuh terbanting diatas tanah, diam tak bergerak.
Tendangan Fei Yang kearah dada membuatnya kesulitan bernafas hingga otaknya kekurangan oksigen, pandangannya menjadi gelap.
Ditambah dengan otak bagian depannya terguncang karena terkena tendangan di wajahnya.
Shi Ma Cing Hu tidak sanggup lagi mempertahankan kesadaran nya.
Melihat kejadian yang terjadi begitu cepat dan di luar dugaan.
Ketiga biksu Shaolin kini maju mengurung Fei Yang.
"Anak muda kemampuan mu sungguh mengejutkan, tapi kami tetap akan maju melayani mu.."
"Bersiaplah,..!"
"Cahaya Buddha Menerangi Dunia,..!"
teriak mereka bertiga kompak.
Jutaan cahaya yang menerangi tubuh mereka bertiga, melesat menerjang kearah Fei Yang memberikan tenaga tekanan yang sangat kuat.
Di belakang tubuh ketiga biksu itu muncul bayangan Buddha Sakyamuni sedang tersenyum penuh welas asih, sambil mengarahkan telapak tangannya kearah Fei Yang.
Fei Yang yang sudah membaca titik lemah jurus itu, karena bayangan jurus itu sudah muncul duluan di otaknya, saat ketiga biksu itu mulai bergerak.
Fei Yang segera maju menyambut dan menyerap cahaya yang datang kedalam tubuhnya.
Kemudian dia lepaskan kembali dengan jurus yang sama tapi memiliki kekuatan 3 kali lipat.
Ketiga biksu itu langsung berteriak,
"Buddha Menghentak Jagad.."
Sebuah lesatan cahaya keemasan yang di selimuti oleh petir, menggetarkan seluruh area pertempuran hingga tanah pada merekah, tebing batu bergemuruh.
Lesatan cahaya itu bergerak menyambut serangan balasan Fei Yang.
"Blarrr,...!!"
Dari sudut bibir mereka terlihat darah segar mengalir, bagian organ dalam mereka terguncang, oleh pertemuan tenaga benturan yang dahsyat itu.
Belum sempat mereka berbenah diri, dari atas kepala mereka muncul suara bergemuruh.
Terlihat Fei Yang melayang turun dari atas dengan tapak terbuka yang mengeluarkan cahaya emas dan petir kecil menekan kebawah.
Kekuatan yang Fei Yang lancarkan dengan jurus yang sama tapi tenaga yang beberapa kali lipat lebih dahsyat.
Membuat ketiga biksu itu hanya bisa terbelalak pucat, melihat jurus yang mereka andalkan, malah membalik menyerang mereka sendiri.
Dengan kekuatan dan pergerakan yang jauh lebih sempurna dari yang mereka mainkan.
Mereka bertiga terdiam pasrah melihat serangan itu datang.
"Omitofo,..!!"
jawab ketiga biksu itu pasrah sambil memejamkan mata mereka.
Saat tanah tempat mereka berpijak melesak kedalam tidak kuat menghadapi tekanan kekuatan Fei Yang dari atas sana.
"Tuk,..! Tuk,..! Tuk,..!"
Tapi di detik terakhir tekanan raksasa hilang, terganti dengan tiga kali totokan di dada ketiga biksu itu .
Membuat mereka bertiga berdiri dalam posisi bersedekap, tanpa bisa menggerakkan tubuh mereka sana sekali.
Ketiga biksu itu membuka kembali mata mereka, menatap kearah Fei Yang dengan heran.
Fei Yang memberi hormat kepada ketiga biksu itu dan berkata,
"Maaf,. telah menyinggung dan bersikap kurang sopan.."
Dengan satu kibasan tangan, tubuh ketiga biksu itu berikut tubuh Shi Ma Cing Hu, terlempar dan mendarat ringan berkumpul dengan para ketua partai dan tetua Kai Pang, yang terikat tak bergerak disana.
Fei Yang menatap kearah Siaw Hong dan berkata,
"Kakak Siaw,.. apakah kamu kemari juga ingin menuntut keadilan dari kami..?"
Siaw Hong menghela nafas berat dan berkata,
"Aku percaya padamu, kamu tidak mungkin akan turun tangan pada paman ku Ma Cing Dao.."
"Tapi terhadap Hoa San Lao Lao, aku tidak bisa melepaskan nya.."
"Bila aku lakukan itu, kelak mati aku tidak akan punya muka untuk bertemu dengan Paman dan Guru ku.."
ucap Siaw Hong tegas
Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,
"Setiap orang punya prinsip, kita tidak bisa saling memaksa prinsip dan kepercayaan orang.."
"Kakak Siaw,..! terimalah arak ini..!"
ucap Fei Yang sambil melempar sebotol arak simpanannya kepada Siaw Hong
"Setelah kita menghabiskan nya, kita boleh bertarung sampai puas.!"
"Menjalankan apa yang kita yakini dan percaya.. dengan bebas..!"
ucap Fei Yang sambil bersulang kearah Siaw Hong.
Dia tidak biasa minum arak, tapi untuk sekali ini.
Fei Yang membuka pantangan nya demi menghargai persahabatan mereka.
"Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..!"
"lega sungguh lega..Ha,..! Ha,..! Ha,..!"
ucap Siaw Hong sambil tertawa dan meminum arak di tangannya.
"Arak bagus,..! sungguh arak yang sangat bagus,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..!"
"Pranggg,.."
Botol arak yang sudah kosong di banting keatas tanah oleh Siaw Hong.
Fei Yang menanggapinya dengan tersenyum dan mengikuti gerakan Siaw Hong.
"Pranggg,..!"
"Marilah kakak Siaw ayo kita mulai..!"
ucap Fei Yang sambil tersenyum lebar.
Li Cu maju memegang tangan Siaw Hong dengan tatapan mata cemas dia menggelengkan kepalanya.
JUDUL KARYA BARU LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE, Boleh coba ikuti keseruan yang berbeda.
terimakasih.