
"Beres kepala mu,! bila ayam di kembalikan perut ku lapar siapa yang bereskan.."
"Tuh kan lihat,..! mereka sudah datang...!'
"Kali ini mampuslah aku,..! semua ini gara gara kamu..!'
teriak si pemuda itu marah sambil terus mengerak gerakan tangan nya, berusaha melepaskan diri dari pegangan Fei Yang.
Tapi semuanya sia sia, cengkraman Fei Yang bagaikan capitan baja yang tidak mungkin bisa di lepas, bila Fei Yang tidak bersedia melepaskan nya.
Sementara itu para pengejarnya, kini benar benar telah tiba, mereka langsung membentuk lingkaran.
Mengepung Pemuda itu dan Fei Yang ditengah-tengah lingkaran.
Salah seorang di antara mereka yang bermata besar sebelah, langsung menunjuk kearah pemuda itu dan berteriak marah,
"Bocah kurang ajar, hari ini kamu tidak akan bisa lolos lagi ..!"
"Lihat bagaimana kami nanti akan menyiksa mu,..!"
Pemuda kecil itu menjulurkan lidah dan menutup sebelah mata mengejeknya, lalu berkata.
"Bila bukan karena dia, orang usil yang suka mencampuri urusan orang lain, apa kalian pikir, kalian bisa menangkap ku.."
"Dasar perkumpulan pengemis tak berguna,..!"
"Bermimpi saja sana,..Pei..!!"
ucap Pemuda itu judes tanpa takut, membuat para pengepungnya semakin kesal dan emosi.
Si mata besar sebelah sampai Juling sepasang matanya saking emosinya terpancing oleh tingkah dan ucapan pemuda itu.
Dia langsung berteriak marah,
"Apa kata mu,..!?"
"Bangsat kurang ajar bermulut lancang,..!!"
"Ayo teman teman,.. tangkap dan hajar dia. sampai mampus..!!"
teriak si mata besar sebelah penuh emosi.
Teman teman nya langsung mengangguk dan bersiap dengan tongkat di tangan, mereka siap bergerak menyerang kearah pemuda itu.
Tapi di saat hampir terjadi pengeroyokan massal.
Fei Yang melepaskan cekalan tangannya dari pemuda bertubuh kecil itu.
Dia mengangkat kedua tangannya kedepan memberi hormat dan berkata,
"Tunggu,..!"
"Harap sabar semua nya, ada masalah bisa di bicarakan baik baik, tak perlu menggunakan kekerasan..!"
"Enak saja kamu bicara,..!'
"Teman teman tak usah dengarkan dia, ayo kita libas saja..!"
teriak Si mata besar sebelah emosi..
mereka semua langsung mengangkat tongkat bambu kuning mereka tinggi tinggi, lalu dengan kompak mereka mengayunkannya kearah pemuda itu.
Karena pemuda itu bersembunyi di balik punggung Fei Yang, maka ayunan tongkat yang datang otomatis semuanya ikut terarah ke Fei Yang.
"Tahan,..!"
bentak Fei Yang sambil mengangkat sebelah tangan nya keatas,, semua tongkat itu langsung tertahan di udara.
"Bukankah cuma karena seekor ayam saja,..!?"
"Ini ku kembalikan pada kalian pergilah dari sini..!"
ucap Fei Yang sambil mengambil dan melempar bungkusan di tangan pemuda itu, kearah si mata besar sebelah.
"Hei,..!"
teriak pemuda itu kaget saat menyadari bungkusan nya, sudah melayang kearah si mata besar sebelah.
Semua terjadi begitu cepat, tanpa pemuda itu bisa mencegahnya.
Kini dia hanya bisa mempelototi Fei Yang dengan mulut cemberut dan tatapan mata kesal.
Sebaliknya para pengepung yang menggunakan tongkat bambu kuning, begitu Fei Yang menghentakkan tangannya keatas.
Mereka semua terpental mundur jatuh lintang pukang diatas tanah.
Si mata besar sebelah menunjuk Fei Yang dengan sikap marah dan berkata,
"Kamu bagus, berani melindungi bangsat kecil itu..!"
"Siapa yang bangsat kecil,..!? kamu itu yang bajingan tidak tahu malu, siang siang bolong main serong dengan bini ketua mu,..!"
Di mata besar sebelah, matanya kembali juling saking marahnya, wajahnya merah padam menahan malu.
Dia menunjuk Pemuda itu dan berkata,
"Bangsat kecil bermulut kotor, berani melempar fitnah sembarangan, awas kamu nanti..!"
Si mata besar sebelah menatap kearah Fei Yang dan berkata,
"Kamu tunggu saja pembalasan ku, kami perkumpulan pengemis tongkat kuning.."
"Bukan perkumpulan yang boleh, di buat main main..!"
"Awas kamu,..!"
Ucap si mata besar sebelah marah, sambil nunjuk nunjuk Fei Yang.
"Ayo kita pergi,.!"
teriak si mata besar sebelah, keteman temannya.
Lalu dia langsung ngeloyor pergi dari tempat itu, di susul oleh puluhan rekannya yang lain.
Fei Yang menghela nafas panjang, tiada hujan tiada angin dia malah terlibat masalah dengan kelompok pengemis itu.
Semua gara gara si pengemis muda yang dekil itu, saat dia membalikkan tubuhnya hendak menegur pengemis muda itu.
Tahu tahu di belakangnya sudah tidak ada siapa siapa.
Fei Yang menghela nafas kesal, lalu dia berjalan meninggalkan tempat tersebut, kembali kearah perahunya.
Saat kembali ke perahunya, Fei Yang menemukan pelayan restoran dan penginapan Naga dan Phoenix sudah menanti nya sambil tersenyum penuh hormat.
"Tuan,.. semua pesanan sudah siap, teman tuan sudah menunggu di dalam.."
ucap pelayan itu sambil tersenyum sopan.
Fei Yang mengerutkan keningnya, merasa heran dengan ucapan pelayan itu, yang mengatakan ada temannya yang menanti di dalam.
Dengan penuh penasaran, Fei Yang berjalan melewati pelayan itu masuk kedalam perahu.
Dari bilik perahu yang tertutup Kerai kain,. Fei Yang mendengar suara cekikikan beberapa wanita.
"Ihh tuan genit sekali,.. ! awas jangan di sana,..! aduh geli,..! hi..hi..hi..!"
"Tuan nakal Ihh,..!"
Mendengar suara dari bilik perahu itu, Fei Yang pun merinding.
Tapi karena penasaran, dia tetap menyingkap Kerai penutup perahu itu.
Melihat apa yang terjadi di dalam bilik perahu itu, emosi Fei Yang hampir saja meledak.
Ternyata pemuda kurus itu, kini sedang duduk di dalam bilik perahunya makan minum dengan bebas.
Menggunakan tangannya yang tidak tahu bersih atau jorok mencomot kesana kemari ke semua hidangan pesanannya yang berada di atas meja.
Yang lebih menyebalkan lagi pemuda kurus itu, dengan genit nya duduk memangku dua orang gadis cantik, berpakaian indah dan wangi.
Tapi pakaian atas bawah kedua wanita itu sudah tersingkap kemana mana, akibat di digerayangi oleh tangan kiri si pemuda kurus itu.
Kedua wanita itu terlihat tertawa tawa genit, sambil menggelinjang manja di dalam pangkuan pria kurus itu.
Pemandangan yang begitu menjijikan membuat wajah Fei Yang merah padam menahan kesal.
"Pelayan,..!"
bentak Fei Yang.
Pelayan restoran Naga dan Phoenix buru buru menghampiri Fei Yang dan berkata,
"Siapa yang mengijinkan orang itu mengacau di sini..!?"
Pelayan itu kaget dan berkata,
"Ehh dia bukan teman tuan ? tapi dia bilang tadi.."
"Dia bilang terus kamu langsung percaya,.."
ucap Fei Yang menahan gusar.
"Maaf bukan begitu tuan, soalnya tadi saya juga ada melihat, dia dan tuan berbicara di sebelah depan sana, sambil berpegangan tangan, jadi saya pikir.."
ucap pelayan itu dengan ekspresi wajah serba salah.
Fei Yang langsung menepuk jidatnya sendiri, dia sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
"Ini ambillah usir wanita wanita itu, kirimkan lagi pesanan baru untuk ku, kembaliannya untuk mu saja,.."
ucap Fei Yang sambil memberikan satu tael emas kepada pelayan di hadapannya.