
"Panglima Sabrina, kami datang...!!"
teriak dua wanita penunggang kuda pemimpin barisan wanita kearah Ratu Sabrina.
Melihat kedatangan kedua wanita itu, ratu Sabrina tersenyum lebar.
dan membalas teriakan mereka.
"Milana,..! Kalina,..! terimakasih,..!!"
Kedatangan rombongan ini langsung bergerak menyerang pasukan kuda besi, yang sedang mendesak pasukan Ratu Sabrina.
Rombongan ini adalah penunggang kuda yang sangat piawai,.dan sangat pandai memanah.
Mereka bergerak cepat berputaran mengelilingi pasukan kuda besi Agoda, sambil terus menerus melepaskan anak panah menjatuhkan pasukan kuda besi Agoda.
Setiap mereka melepaskan anak panah, pasukan kuda besi Agoda akan jatuh dari atas kudanya.
Pasukan kuda besi yang mereka jatuhkan, selalu tewas dengan leher tertembus anak panah, atau bagian ketiaknya yang tertembus panah hingga ke jantung.
Baik pasukan pria maupun wanita, memiliki kemampuan memanah yang sangat tinggi.
Setiap panah yang mereka lepaskan pasti tepat sasaran.
Kedatangan mereka benar-benar bagaikan kawanan lebah yang sangat mengganggu dan menjengkelkan pasukan kuda besi Agoda.
Pasukan kuda besi Agoda, yang sedang sibuk melakukan pengepungan dan berusaha mendesak pasukan berkuda Ratu Sabrina.
Menjadi bingung sulit berkonsentrasi dan fokus mendesak pasukan Ratu Sabrina.
Pasukan kuda besi Agoda yang pergerakannya lambat, karena mereka mengenakan seragam besi yang berat.
Hal ini membuat mereka menjadi sasaran empuk, bagi pasukan bantuan di bawah pimpinan Milana Kalina Todei dan Tolui.
Todei dan Tolui adalah kakak beradik putra kepala suku kiyan dari pedalaman Mongolia.
Mereka berdua datang membantu, karena mengkhawatirkan istri mereka, Milana dan Kalina, yang merupakan mantan pengawal setia Ratu Sabrina, sewaktu masih menjadi panglima suku Uighur
Pasukan di bawah pimpinan Milana Kalina Todei dan Tolui pergerakannya sangat cepat, selalu mengambil jarak dan melepaskan anak panah yang selalu tepat sasaran.
Pangeran Agoda yang melihat hal ini, takut pasukan kuda besinya keteteran.
Dia segera memberi perintah, agar pasukan kuda panah mereka ikut maju membantu.
Kedatangan pasukan panah Agoda ini, berhasil mengacaukan pergerakan pasukan bala bantuan ratu Sabrina yang baru saja datang.
Hujan anak panah yang ditembakkan oleh 100.000 pasukan panah berkuda Agoda.
Perlahan tapi pasti, mulai membuat pasukan bantuan itu,.satu persatu jatuh dari atas punggung kuda tunggangan mereka.
Ratu Sabrina dan ketiga jenderalnya, tidak bisa memberikan bantuan.
Karena mereka sendiri juga sedang terdesak hebat.
Di saat kritis itu tiba-tiba terdengar suara teriakan penuh kegembiraan, dari pasukan baris belakang, yang bertugas melindungi kereta Yang Mulia.
"Hore kita selamat,..!!!"
"Kita selamat Hore,..!!!"
"Pintu gerbang terbuka,...!!"
"Ayo mundur masuk kedalam benteng...!!"
teriak suara dari pasukan baris belakang, dengan penuh antusias.
Ratu Sabrina langsung menoleh kebelakang, dia langsung tersenyum gembira, saat melihat gerbang pintu kota Yin Chuan sudah terbuka lebar.
Dimana terlihat rombongan kereta dibawah perlindungan pasukan panah dan tameng, kini sebagian sudah mulai bergerak masuk kedalam benteng.
Ratu Sabrina sambil tersenyum girang langsung berteriak,
"Seluruh pasukan dengar perintah...!!!"
"Segera masuk kedalam benteng,...!!"
"Jangan ada yang terlambat,..!!"
"Mundur,..! Mundur,..! Mundur,...!"
Tapi mulut berteriak mundur, tapi ratu Sabrina setelah saling menganggukkan kepala dengan Li Dan Watobi dan Toba Chen.
Mereka berempat malah menerjang maju kedepan, menyerang pasukan kuda besi habis habisan.
Melihat hal itu Milana, Kalina, Todei dan Tolui segera memberi dukungan dari arah belakang, dengan melepaskan anak panah mereka kearah pasukan kuda besi Agoda.
Mereka berempat sekali tarik busur, langsung melepaskan 5 anak panah keudara mengincar target yang mereka tuju.
Di awali oleh Milana dan Kalina, baru di tutup dengan serangan Todei dan Tolui,
Saat kedua suami mereka sedang menyerang, Milana dan Kalina akan memanfaatkan waktu tersebut untuk mengisi anak panah dan membidik musuh di depan sana.
Begitu pula dengan Todei dan Tolui mereka juga melakukan hal yang sama, seperti Milana dan Kalina.
Ratu Sabrina yang memacu kuda paling depan dengan tombak ditangan, berhasil menjatuhkan 3 jendral lawan yang berusaha menyerangnya.
Sedangkan Li Dan yang menyusul di belakang Ratu Sabrina, juga berhasil membongkar kepungan pasukan lawan dan berhasil membunuh 5 jendral lawan.
Watobi dan Toba Chen juga masing masing berhasil membunuh 1 orang jendral musuh.
Pasukan kuda besi Agoda, yang kehilangan pimpinan sempat kebingungan.
Sehingga pergerakan untuk mengejar pasukan berkuda rombongan Ratu Sabrina, yang sedang bergerak mundur, sempat tertunda.
Melihat hal itu, Milana dan Kalina bersama kedua suami mereka, kini mengalihkan serangan mereka kearah pasukan panah berkuda Agoda.
Guna membantu sisa pasukan mereka, masuk kedalam benteng kota.
Agoda yang memperhatikan dari jarak jauh, meniupkan terompet perang, sambil menunjukkan pedangnya kearah ratu Sabrina dan berteriak.
"Bunuh wanita itu...!!'
Mendengar instruksi itu, 10 jendral.perang Agoda memacu kuda mereka, bergerak mendekati Ratu Sabrina.
Hujan anak panah kini juga di arahkan kearah Ratu Sabrina,
Ratu Sabrina berusaha bertahan sekuat tenaga, dari hujan anak panah, yang datang.
Sementara itu 10 jendral itu terus bergerak cepat mendekati Ratu Sabrina.
Ratu Sabrina sambil bergerak mundur, dia melepaskan panah beruntun, kearah 10 jendral yang sedang memacu kuda mendekati dirinya.
Setelah itu dia baru memutar tombak bermata tiga, untuk meruntuhkan anak panah, yang sedang melesat kearahnya.
Li Dan Watobi dan Toba Chen yang mengkhawatirkan keselamatan ratu mereka.
Mereka segera ikut maju menyusul.di belakang, sambil terus menebas lawan yang berani mendekat, dan menghalangi jalan mereka.
Pergerakan mereka berempat yang mengamuk, berhasil menahan pergerakan pasukan kuda besi untuk sementara.waktu.
Sehingga berhasil memberikan peluang kepada seluruh pasukan mereka, untuk masuk kedalam benteng.
10 jendral bertopeng besi yang sedang bergerak mendekati Ratu Sabrina bukan orang biasa.
Mereka adalah pendekar berilmu tinggi, yang di rekrut dan di pekerjakan oleh Agoda, sebagai pengawal pribadi, sekaligus sebagai jendral andalannya.
Serangan anak panah ratu Sabrina yang berdesing kearah mereka.
Hanya ditanggapi dengan membentuk dua lingkaran diagram kuno, ditangan kanan kiri mereka masing masing.
Mereka sudah berhasil menahan laju anak panah Ratu Sabrina, dan menjatuhkan semua anak panah itu kebawah.
Li Dan yang melihat ini mencium gelagat tidak baik, dia segera berteriak sambil terbang kedepan meninggalkan Kuda tunggangannya.
"Ratu hati hati,..,!! mereka pendekar berilmu tinggi...!!"
Teriak Li Dan sambil melayang kedepan
Li Dan sambil berteriak, dia dari udara melepaskan satu tebasan, biru memanjang kearah sepuluh orang itu.
Tapi pergerakannya sedikit terlambat, tubuh Ratu Sabrina sudah terlanjur terpental kebelakang.
Di hantam oleh sepasang telapak tangan terbuka, yang mengeluarkan cahaya hijau dari salah satu diantara 10 jendral topeng besi itu.
Ratu Sabrina terpental bergulingan diatas tanah, dari kelima panca indera nya terlihat mengeluarkan darah.
Sepasang matanya terpejam rapat, wajah nya pucat pasi.
Melihat hal ini, Watobi yang jaraknya lebih dekat dengan ratu Sabrina.
Segera membungkuk kebawah menyambar tubuh ratu Sabrina, kemudian di baringkan diatas punggung kuda, dengan posisi tertelungkup.
Watobi memutar tali kekang kudanya, segera melarikan diri kembali kedalam benteng di ikuti oleh Toba Chen.
Milana dan Kalina juga menyusul di belakang bersama suami mereka, mengawal pasukan yang mereka bawa, untuk ikut masuk kedalam benteng.
Jauh di belakang mereka, serangan tebasan Li Dan menimbulkan ledakan dahsyat, saat di tangkis oleh ke sepuluh jendral topeng besi itu, debu asap mengaburkan pandangan mereka.
Sedangkan Li Dan yang terpental oleh tenaga ledakan pertemuan kedua kekuatan.
Dia menggunakan ilmu meringankan tubuh meniti di atas daun, melayang ringan menjauh dan mendarat kembali keatas punggung kudanya.
Tanpa menoleh lagi, Li Dan langsung memacu kudanya meninggalkan lokasi pertempuran.