PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEMBALI KE QING HAI PAI


Nan Thian dari punggung Kim Kim di ketinggian sana, bisa melihat danau Qing Hai yang berwarna kebiruan di bawah sana.


"Kim Kim mendarat lah di tepi danau itu sejenak.."


ucap Nan Thian pelan.


Kim Kim mengangguk pelan lalu dia meluncur turun kebawah menembus awan di bawahnya.


Meliuk liuk di udara hingga akhirnya dia mendarat di tepi danau Qing Hai yang di kelilingi oleh pohon Pinus.


Kim Kim membiarkan Nan Thian berdiri termenung seorang diri di sana.


Dia lebih memilih untuk beristirahat duduk bersandaran di bawah salah satu pohon Pinus yang tumbuh subur di sana.


Sambil menikmati kesejukan dan keindahan alam di tepi danau Qing Hai.


Nan Thian yang berdiri di tepi danau sana, dengan gerakan ringan dia melayang di atas air.


Terbang menuju bagian tengah danau, Nan Thian terlihat melayang ringan di atas air danau Qing Hai, yang tenang dan jernih.


Nan Thian lalu mengeluarkan guci yang menyimpan abu Xue Xue dari cincin penyimpanan nya.


Sambil tersenyum lembut menatap guci berisi abu Xue Xue, Nan Thian berkata pelan,


"Xue Xue tempat ini adalah tempat favorit kita.."


"Aku telah membawa mu kembali untuk melihatnya..."


"Bagaimana ? semuanya kelihatannya tidak ada yang berubah ya..?"


ucap Nan Thian seorang diri , sambil menatap dan tersenyum lembut pada guci yang ada di tangannya.


Nan Thian menyapukan pandangannya ke sekitarnya dan berkata,


"Xue Xue sedianya aku ingin kamu menyatu dengan alam indah di tempat kesukaan mu ini.."


"Tapi menimbang Se mu di atas sana, mungkin sedang menanti nanti kepulangan mu.."


"Aku terpaksa menundanya, aku akan mengantar mu kembali ke Qing Hai Pai, untuk di serahkan ke Se Mu ."


"Apapun nanti, biarlah Se Mu yang memutuskannya.."


Se Mu adalah Ibu Guru, ibunya Xue Xue, istrinya Pai Wang.


"Sekarang kita nikmati saja sejenak alam pemandangan tempat kesukaan mu ini.."


"Sebelum kita kembali ke Qing Hai Pai."


ucap Nan Thian penuh perasaan.


Nan Thian seolah olah melihat bayangan Xue Xue yang sama dengan belasan tahun lalu.


Saat mereka masih bermain bercanda dan berlatih bersama di tempat itu.


Xue Xue terlihat sedang berlatih memainkan jurus pedang Qing Hai Pai di depannya.


Setelah menyelesaikan latihannya, gadis cantik itu menghadapi kearah Nan Thian, sambil tersenyum gembira.


Dia melambai lambaikan tangan nya kearah Nan Thian.


Tanpa sadar Nan Thian membalas lambaian tangan Siao Semei sambil tersenyum sedih.


Tanpa bisa di cegah, dua butir air bening, terlihat mengalir turun menggantung di kedua pipinya.


Nan Thian menghapusnya, lalu dia memejamkan matanya menenangkan perasaan nya.


Saat merasa jauh lebih tenang, Nan Thian baru membuka kembali matanya.


Saat matanya terbuka, Nan Thian melihat bunga salju beterbangan jatuh dari langit.


Nan Thian tersenyum pahit dan berkata,


"Siao Semei lihatlah, bunga salju Qing Hai juga datang Khusus untuk menyambut kepulangan mu.."


"Mereka seperti tahu, kamu lah putri dan Dewi salju mereka, jadi mereka hadir untuk menyambut kepulangan mu.."


gumam Nan Thian sambil menatap bunga salju yang beterbangan di udara.


Nan Thian kembali melihat bayangan Xue Xue yang muncul di antara bunga salju yang turun dari langit.


Xue Xue Terlihat menari nari dengan gembira sambil tersenyum manis kearah nya.


"Siao Semei Xue Xue selamat jalan, semoga kamu akan menemukan kebahagiaan, yang jauh lebih baik di tempat baru mu.."


ucap Nan Thian sambil melambaikan tangannya kearah bayangan Xue Xue, yang perlahan lahan sirna, menyatu dengan bunga salju yang beterbangan di udara.


Nan Thian menghela nafas sedih, lalu dia kembali melayang ke tepi danau sambil membawa guci abu Xue Xue di tangannya.


"Kim Kim kamu tunggu saja di sini sebentar, aku mau keatas sana sebentar.."


"Setelah selesai aku akan kembali kemari.."


ucap Nan Thian sambil menunjuk ke salah satu puncak gunung yang terlihat dari tempat itu.


Kim Kim mengangguk kecil, dengan mata masih terpejam dia berkata,


"Pergilah tapi jangan lama, waktu tidak bisa menunggu orang, setelah berlalu menyesal pun tiada guna lagi."


Nan Thian tersenyum pahit, dia tahu apa yang sedang di isyaratkan oleh sahabat satu satunya, yang bisa membaca jalan pikirannya itu.


Tanpa berkata apa-apa, Nan Thian langsung menghilang dari sana.


Tidak sampai sedetik, Nan Thian sudah terlihat jauh di ujung sana, sedang bergerak cepat mendaki puncak gunung, yang di tunjuk nya tadi.


Sepanjang jalan menuju Qing Hai Pai, Nan Thian melihat semua pos yang di lewatinya kini kosong tanpa penjagaan murid murid Qing Hai Pai.


Qing Hai Pai tidaklah terlihat sama seperti dulu lagi.


Baru saat Nan Thian tiba di depan pintu gerbang menuju perguruan.


Di sana dia di sambut oleh 4 murid Qing Hai Pai yang berjaga di sana.


"Siapa yang datang,..?! harap laporkan nama mu..!"


bentak salah satu dari keempat murid Qing Hai Pai sambil menunjuk kearah Nan Thian dengan sikap curiga.


Nan Thian memaklumi hal ini, dia sudah hampir 15 tahun meninggalkan tempat ini.


Wajar para murid baru angkatan muda tidak ada yang mengenalnya.


Sambil merangkul guci di tangan kanan, tangan kiri Nan Thian letakkan di depan dada.


Dia memberi hormat dengan membungkukkan sedikit badan nya.


"Nama ku Yue Nan Thian, tolong sampaikan salam hormat ku ke tetua Chen tetua Liu dan tetua Kun, atau ke Lian Se Mu.."


"Tolong sampaikan ke mereka orang tua, Nan Thian ada perlu untuk menghadap mereka.."


ucap Nan Thian sopan.


Pemuda yang tadi menunjuk kearah Nan Thian, dua kini terlihat ragu.


Dia menoleh kearah ketiga rekannya yang lain, meminta pendapat.


Nama nama yang Nan Thian sebutkan tadi bukan nama sembarangan.


Mereka adalah pimpinan puncak perguruan, bahkan jabatannya masih diatas ketua Qing Hai Pai saat ini.


Salah satu dari ketiga rekannya berkata,


"Sebaiknya beritahukan ke Lie Tang Cu saja.


Tang Cu adalah jabatan di bawah wakil ketua partai, di Qing Hai Pai saat ini ada 4 orang Tang Cu.


4 orang Tang Cu atau pelindung partai inilah yang bertugas menjaga keamanan 4 penjuru partai Qing Hai Pai.


Mereka ada Yek Tang Cu, Sie Tang Cu, Ying Tang Cu, dan terakhir Lie Tang Cu.


Diatas mereka adalah wakil ketua Siau San Fu Pang Cu.


Diatas Siau San Fu Pang Cu, adalah Lim Pang Cu.


Ketua Qing Hai Pai saat ini Lim Pu Se.


Lim Pu Se ini dulu adalah murid kedua setelah Nan Thian.


Boleh di bilang dia masih adik seperguruan Nan Thian.


Begitu pula dengan Siau San, Fu Pang Cu, dia juga adalah adik seperguruan Nan Thian dan Lim Pu Se.