PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MELAWAN PANG TEK


Raja Li Yuan Hao di ikuti oleh rombongannya, berjalan mengikuti Pang Hui dari belakang.


Mereka di bawa menuju sebuah ruangan, yang sudah dipersiapkan dengan rapi.


Berbagai macam masakan dan minuman mewah sudah di sajikan di atas meja.


Di sana di bagian paling bawah, terlihat sudah banyak orang duduk hadir di sana.


Dari pakaian yang mereka kenakan, tentu mereka semua adalah bawahan gubernur Pang Hui dan Adiknya Jenderal Pang Tek.


Raja Li Yuan Hao ratu Sabrina dan Ibu Suri Halima, dipersilahkan menduduki di tempat paling tinggi di kursi kehormatan.


Perdana menteri Li Cing dan cucunya, menempati posisi se undakan tangga lebih bawah dari posisi Raja Li Yuan Hao dan keluarganya.


Sedangkan Pang Hui dan Pang Tek menempati posisi lebih bawah dari Li Cing.


Setelah Raja Li Yuan Ming menempati posisinya, Pang Hui pun berkata sambil bersulang kearah Raja Li Yuan Ming dan berkata,


"Selamat datang Yang Mulia Raja Li Yuan Ming, Ibu Suri Halima dan Ratu Sabrina.."


"Dengan teh menggantikan arak, saya bersulang untuk yang Mulia dan tamu terhormat semuanya.."


Li Yuan Ming mengangkat cawan di hadapannya, di ikuti oleh ratu Sabrina Ibu Suri Halima dan yang lain pun menyusulnya.


Setelah bersulang dan menghabiskan isi cawan nya, Raja Li Yuan Ming pun berkata


"Terimakasih Gubernur Pang Hui dan Jendral Pang Tek, kalian telah repot repot mengadakan perjamuan ini untuk kami.."


"Untuk itu aku bersulang untuk kalian berdua, sebagai ucapan terimakasih ku.."


ucap Li Yuan Ming, sambil mengisi cawan nya.


Lalu bersulang kearah Pang Hui dan Pang Tek, serta yang hadir di sana, setelah itu Li Yuan Ming pun menghabiskan isi cawan nya dengan sekali teguk..


Setelah yang lain juga ikut bersulang dan minum, Pang Hui bertepuk tangan memberi kode.


Terlihat sekelompok wanita cantik yang terdiri dari 5 orang, melangkah masuk kedalam ruangan , setelah memberi hormat kearah Raja Li Yuan Ming.


Rombongan yang terdiri dari 5 gadis cantik itu pun mulai menari mengikuti alunan musik, yang di mainkan oleh regu pemain alat musik.


Suasana pun menjadi lebih gembira, semua peserta acara mulai makan minum, sambil menikmati tarian di depan mereka.


Suasana berlangsung dengan cukup gembira, hingga pertengahan acara, tiba-tiba Pang Tek berdiri dari duduknya.


Dia bertepuk tangan, sesaat kemudian seluruh tempat itu langsung di kepung oleh pasukan bersenjata.


Melihat ada hal yang kurang beres, ratu Sabrina segera melompat menghadang di depan suami nya, dengan sepasang belati kecil berkilauan di kedua tangan nya.


Tapi sebelum sempat bergerak, dia tiba-tiba terhuyung huyung, seperti orang mabuk sambil memegangi kepalanya.


Lalu dia menggeleng gelengkan kepalanya, untuk mengusir rasa pusing di kepalanya.


"Makanan dan minuman ini beracun, "


ucap nya lemah, lalu dia terjatuh ke belakang.


Untung Li Yuan Ming bergerak sigap, dia segera menyambut tubuh istrinya, sambil memeluk istrinya dengan lembut, Li Yuan Ming berkata dengan cemas.


"Sayang kamu tidak apa apa ?"


Tapi baru saja dia bertanya, tiba-tiba dia juga merasa kepalanya sangat pusing, dan seluruh tubuhnya lemas kehilangan tenaga.


Karena tidak kuat mempertahankan posisi berdiri, akhirnya Li Yuan Ming jatuh terduduk kembali, sambil memangku tubuh istrinya yang berbaring lemah dalam rangkulannya.


Ratu Halima, perdana menteri Li Cing, Sian Sian dan semua yang hadir di sana pun, merasakan hal yang sama termasuk Pang Hui.


Hanya Pang Tek dan beberapa pejabat militer, yang terlihat baik baik saja.


Sambil tertawa Pang Tek berkata,


"Ratu Sabrina yang perkasa, simpan saja tenaga mu, menyerah lah jangan melawan lagi.."


"Adik Tek jangan kurang ajar, apa yang sedang kamu lakukan..!?"


tegur Pang Hui marah, tapi suaranya terdengar lemah.


"Kamu terlalu naif, memilih melawan arus, membantu pemimpin yang sudah tidak punya kekuasaan dan kekuatan.."


"Itu cari mati namanya, tapi karena kamu adalah kakak ku satu satunya."


"Aku juga tidak akan membiarkan mu mati sia sia, Diamlah di sana jangan ikut campur.."


Pang Tek menoleh kearah Li Yuan Ming dan berkata,


"Maaf Li Yuan Ming, jaman anda sudah lewat."


"Aku tidak mau ikut mati konyol bersama mu, ketahuilah hanya dengan menyerahkan kalian semuanya ke Raja Li Yuan Hao."


"Kota Lan Zhou ini, baru bisa terhindar dari kehancuran.."


"Aku beritahukan kepada kalian semuanya, Raja Li Yuan Hao dan putra mahkota Li Yung, mereka saat ini sedang bergerak kemari dengan 50.000 pasukan kuda besi."


"Bila sampai hari itu aku tidak bisa,. memberikan jawaban yang memuaskan, maka seluruh pasukan ku dan rakyat Lan Zhou, akan di bantai tanpa sisa."


"Pengawal tangkap dan ikat mereka semuanya,!,... lalu bawa mereka semua menuju pintu gerbang kota..!"


"Tahan,..!!"


terdengar suara dari arah pintu depan.


Dari arah pintu depan berjalan masuk seorang pemuda tampan, sambil tersenyum tenang dia kembali berkata,


"Aku sarankan jangan sembarangan bergerak, bila tidak ingin mati sia sia.."


"Siapa kamu,.. berani bicara besar di sini..!!"


teriak Pan Tek marah.


"Nama ku Li Fei Yang,..! mulut mulut ku,.. aku mau bicara besar kecil,.. itu urusan ku.."


"Apa urusannya dengan mu,..? bajingan picik.."


ucap Fei Yang sambil tersenyum mengejek.


"Kurang ajar kau,.!. bocah tengik,..! besar sekali nyali mu, berani mengacau di sini.."


"Pengawal, cepat ringkus bocah tidak beradab ini.!"


teriak Pang Tek marah.


Puluhan pengawal langsung menggunakan tombak mereka menyerang Fei Yang.


Sebagian lagi bersiap dengan panah dan busur di tangan, mereka siap melepaskan anak panah yang sudah siaga kearah Fei Yang.


Tombak menerjang ingin menusuk tubuh Fei Yang dari berbagai arah.


Tapi yang di tusuk oleh puluhan pengawal itu, tiba tiba sudah hilang dari posisinya.


Fei Yang menggunakan ilmu meringankan tubuh meniti diatas daun, untuk melompat ringan keatas menghindari tusukan tombak para pengepungnya.


Saat melayang di udara, Fei Yang sekalian melepaskan tendangan memutar kearah wajah para penusuknya itu.


Sehingga sebelum para pengepung itu sadar kemana Fei Yang pergi, serangkum angin kuat sudah keburu menerjang wajah mereka,


Hingga tubuh puluhan orang itu terpental malang melintang tergeletak di atas lantai.


Mereka merintih rintih, sambil memegangi pipi mereka yang bengkak.


"Tembakkkk,..!!"


teriak Pang Tek panik, saat melihat kemampuan Fei Yang.


Puluhan anak panah di lesatkan kearah Fei Yang, Tampa ampun.


Tapi puluhan anak panah itu, semuanya tertahan di udara, tidak bisa bergerak maju mendekati Fei Yang.


Fei Yang sambil tersenyum menghentakkan sedikit, kekuatan tenaga saktinya kearah pasukan panah yang mengelilinginya