
Fei Yang tidak menjawab Xu Da, dia malah memasang kuda-kuda bersiap mengerahkan seluruh kemampuan nya.
Melihat hal ini Xu Da pun tertawa mengejek dan berkata,
"Bocah kamu mau apa ? bukannya cepat panggil Yi Han kemari.."
Fei Yang tidak memperdulikan ledekan dari Xu Da,.dia terus menghimpun seluruh kekuatannya, bersiap menyambut serangan dari kedua lawan, yang berdiri di hadapannya.
"Xu Da hati hati bocah ini sedikit aneh.."
ucap Ming Wang mengingatkan
Xu Da.
"Aneh apanya kak ? lihat bagaimana saya meringkusnya.."
ucapan belum selesai, tubuh Xu Da sudah menghilang dari posisinya..
Muncul di depan Fei Yang dengan sepasang cakar apinya.
Telapak tangan terbuka Fei Yang dan Xu Da berbenturan di udara.
Dengan kesudahan tubuh Xu Da terpental bagaikan layang layang putus.
Separuh tubuhnya hangus, separuhnya lagi membeku.
Tubuh Xu Da terpental keluar dari dalam gua, baru berhenti setelah tertahan oleh tubuh Kadal Raksasa yang sudah tewas, terbunuh oleh Tapak Api Neraka Ming Wang.
Xu Da dengan susah payah bangun untuk duduk bersila, dia beberapa kali memuntahkan darah segar cukup banyak dan mulutnya.
Xu Da memasukkan dua pil merah kedalam mulutnya, sebelum mulai bermeditasi.
Seluruh aliran sirkulasi tenaga nya kacau balau, beberapa organ penting nya, mengalami cidera fatal.
Xu Da terlalu meremehkan Fei Yang, dia tidak menyangka bocah sekecil itu.
Bisa bisanya memiliki tenaga sakti yang begitu dahsyat dan mengerikan.
Setelah mengatur nafas beberapa saat, Xu Da pun berhasil mengendalikan tenaga dalamnya yang kacau.
Dia mulai memanfaatkan tenaga dalamnya yang terkumpul, untuk membantu mengobati luka di bagian organ dalam nya.
Sementara Xu Da,.sedang sibuk mengobati lukanya di luar gua.
Di dalam gua telah terjadi beberapa hal heboh dan memalukan.
Adalah Fei Yang yang merasa di atas angin dan semakin percaya diri, setelah dia dalam satu gebrakan berhasil mengalahkan Xu Da.
Dengan penuh percaya diri, Fei Yang sambil berteriak keras melancarkan pukulan jarak jauh kearah Ming Wang.
Melihat kejadian yang menimpa Xu Da, tentu saja Ming Wang tidak bersedia melawan keras lawan keras.
Dia memilih meloncat menghindari serangan Fei Yang.
Tapi yang terjadi adalah, pukulan Fei Yang tidak menghasilkan apa-apa, selain suara teriakan nya saja yang keras.
Fei Yang sendiri kaget bercampur heran, melihat hasil dari pukulan yang dia lepaskan.
Jangankan melukai lawan, bahkan bila ada lilin kecil yang menyala di sana pun.
Pukulan Fei Yang tidak akan sanggup mematikan api kecil di lilin tersebut.
Ming Wang sendiri juga menatap dengan bingung dan heran terhadap Fei Yang.
Fei Yang sambil berteriak keras kembali mencoba mengulangi pukulan nya kearah Ming Wang.
Ming Wang kembali buru buru melompat jauh menghindar..
Tapi kenyataan seperti tadi kembali berulang, Fei Yang mengulanginya sebanyak 3 kali.
Hasilnya tetap sama, dia mulai terlihat bingung dan cemas.
Ming Wang seluruh wajahnya merah padam menahan kesal.
Dia seorang raja iblis neraka, di permainkan oleh seorang anak kecil sedemikian rupa tentu sangatlah memalukan.
Dia di buat seperti seekor monyet sedang menari.
Kejadian ini bila terdengar di dunia persilatan, mau di taruh di mana mukanya kelak.
Dengan penuh emosi, dia tanpa memperdulikan Fei Yang yang terlihat bingung.
Ming Wang melepaskan pukulan bola matahari besar kearah Fei Yang, dengan sepasang telapak tangan terbuka.
Tapi sekali ini tiba tiba kekuatan Fei Yang bekerja, terjadi ledakan dahsyat.
Tubuh mereka berdua sama-sama terpental mundur.
Fei Yang terpental mundur ke mulut gua sebelah kanan.
Sedangkan Ming Wang terpental mundur kembali kearah mulut gua jalan masuk.
Fei Yang dengan kaget dan bingung membuka matanya, memeriksa seluruh keadaan tubuhnya.
Tapi dia mendapati tubuhnya baik baik saja.
Berbeda dengan Fei Yang, kondisi yang di derita Ming Wang lebih parah
Tubuh kanannya hangus, tubuh bagian kirinya beku, rambutnya sebagian besar rontok.
Bahkan kedua alis matanya juga rusak dan rontok.
Tapi Ming Wang hanya mengalami luka luar saja, bagian dalam dan tenaganya masih cukup stabil.
Tapi dari hasil benturan itu Ming Wang sadar tenaga dalam nya belum sanggup menandingi, bocah kurang ajar di depan nya itu.
Sehingga Ming Wang sedikit ragu, untuk kembali menyerang Fei Yang.
Fei Yang yang cerdik bisa melihat keragu raguan di mata Ming Wang.
Memanfaatkan situasi Ini.
Tanpa banyak pikir, Fei Yang berteriak keras seolah-olah sedang menghimpun tenaga.
Lalu dengan cepat, dia mendorongkan sepasang telapak tangannya yang mengeluarkan sinar merah biru kearah Ming Wang.
Ming Wang yang jerih dengan kekuatan tenaga dalam Fei Yang, dia memutuskan melompat jauh menghindari serangan yang Fei Yang lepaskan.
Tapi lagi lagi dia tertipu, karena serangan Fei Yang kembali adalah serangan kosong gertakan.
Saat dia kembali melihat kearah Fei Yang, ternyata bayangan Fei Yang sudah menghilang dari lokasi.
Pintu keluar gua tertutup oleh dirinya, jadi Fei Yang tidak mungkin kabut lewat pintu keluar gua.
Setelah mengedarkan pandangannya sejenak, dia semakin yakin Fei Yang pasti sudah menipunya, lalu kabur masuk kedalam gua sebelah kanan itu.
Dia harus bisa menangkap dan menyiksa bocah itu, kelihatannya bocah itu belum mampu mengendalikan tenaganya dengan baik.
Ini kesempatan baginya, bila sampai bocah itu lolos dan mampu mengendalikan kekuatan tersebut, bisa jadi petaka baginya kelak.
Baik secara pribadi maupun secara umum, bocah itu adalah duri dalam daging yang harus di bersihkan hingga tuntas.
Batin Ming Wang sambil melakukan pengejaran kearah gua sebelah kanan.
Tapi beberapa saat setelah sampai di penghujung gua, Ming Wang tetap tidak menemukan bayangan Fei Yang.
"Kemana bocah sialan itu ?"
batin Ming Wang sambil mencari cari.
Akhirnya dia melihat sebuah lubang kecil di sebuah sudut gua.
Lubang itu sangat kecil, seperti lubang anjing, manusia dewasa akan sulit melewatinya.
Bahkan bila dia menggunakan Xie Ku Fa (Ilmu pelepas tulang) sekalipun, dia tidak yakin bisa melewatinya.
Bila pun bisa, saat dia sedang dalam posisi seperti itu, bila bocah itu menyerangnya dari dalam, mampuslah dirinya.
Tidak dia tidak bisa ambil resiko itu, itu terlalu bahaya..
pikir Ming Wang dalam hati.
Di saat dia sedang ragu dan bingung, tiba tiba Xu Da dengan wajah sedikit pucat, sudah hadir di sebelahnya dan berkata,
"Kak di mana bocah sialan itu..?"
Ming Wang dengan wajah kesal menunjuk ke lubang anjing itu dan berkata,
"Aku yakin dia pasti melarikan diri lewat lubang itu."
"Tapi saat ini yang jadi masalah adalah, bagaimana cara kita bisa melewati lubang itu.."
"Kita gali saja kak, perbesar lubangnya.."
ucap Xu Da memberi usul.